
Aileen sudah berada di depan kamar Archie, dia ragu untuk mengetuk pintu kamar Archie dan masuk ke dalam karena Aileen mengingat bagaimana wajah Archie saat menyuruhnya pergi dan itu tidak akan pernah dia lupakan.
Tok,,tok,,tok..
Aileen akhirnya memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Archie dan masuk ke dalam kamar Archie dan dirinya dengan was-was.
“Mas Archie…” sapa Aileen sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sang suami.
Akhirnya Aileen melihat suaminya sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil menatap ke luar jendela. Aileen segera berjalan mendekati Archie secara perlahan.
“M-mas..” panggil Aileen untuk kedua kalinya.
Archie perlahan menoleh ke arah Aileen dengan tatapan sendu dan bibir yang tersenyum membuat Aileen mengerutkan keningnya karena merasa aneh.
“Mas,, aku bawa teh buat kamu.” ucap Aileen.
Archie hanya diam tidak mengatakan apapun kepada Aileen, dia hanya menatap wajah Aileen dengan tatapan yang begitu dalam.
“Mas, jangan diam saja! Kalau kamu diam seperti ini masalah kita tidak akan selesai!” tegas Aileen yang kesal karena Archie hanya diam tidak mengatakan apapun.
“terus aku harus bagaimana? Kamu ingin aku melakukan apa? Aku sendiri juga bingung harus melakukan apa Leen.” Ucap Archie.
“Aku tau alasan kamu menikah Claire, kenapa dari dulu ga jujur aja sih mas? Kenapa aku harus mendengar hal ini dari kak Adel?” tanya Aileen.
“Aku mau memberikan kamu kejutan, tapi malah aku yang mendapatkan kejutan.” Ucap Archie.
“Maaf karena aku tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu mas, jujur saja bahkan sampai sekarang sepertinya aku masih belum memiliki perasaan kepadamu.” Ucap Aileen.
Yap! Bukannya menghibur dan memperbaiki perbuatannya, Aileen justru mengatakan hal yang membuat Archie semakin sedih dan juga kesal.
“Baiklah kalau begitu, aku yang terlalu berharap banyak kepadamu, aku bahkan lupa kalau hubungan kita hanya sebatas kontrak semata.” Ucap Archie.
“Sekarang terserah padamu, kalau kamu masih mau bersamaku maka aku akan menerima anak yang kamu kandung terlepas dari siapa ayah dari anak itu, tapi jika kamu masih mau bersama dengan kekasihmu maka aku akan melepaskanmu.” Ucap Archie.
__ADS_1
“Aku masih tidak bisa memutuskan apapun, aku masih harus bertanya kepada Raka tentang kita, kalau dia memang ayah dari anak yang aku kandung dan dia mau bertanggung jawab maka aku akan pergi bersamanya dan aku akan memintamu untuk melepaskanku.” Ucap Aileen.
“Lalu kalau dia tidak mau bertanggung jawab?” tanya Archie.
“Dia pasti akan bertanggung jawab! Dia adalah laki-laki yang baik.” Tegas Aileen.
“Tampang tidak bisa memastikan karakter seseorang Aileen! Aku hanya bertanya ‘kalau’ apa yang mau kamu lakukan?” tanya Archie.
“Aku akan tetap memintamu melepaskanku mas, tetap saja aku adalah wanita yang hina sudah tidur dengan laki-laki lain.” Ucap Aileen.
“Apa-apaan ini?! Kalian berdua ini sedang mempertaruhkan sebuah pernikahan, apa begini caranya kalian memperbaiki hubungan? Benar-benar seperti sinetron!” ketus Adeline yang tiba-tiba muncul di kamar mereka.
“Kak maaf tapi aku tidak bisa terus bersama mas Archie, karena akua ga mau mas Archie terus tersiksa karena bersama dengan orang yang sudah mengkhianatinya.” Jelas Aileen.
“Apa-apaan ini Aileen, kamu sudah mengkhianati kakakku tapi bukannya kamu minta maaf dan memperbaiki hubungan malah menyuruhnya untuk pergi!?” ketus Adeline.
“Sudah Del, biarkan saja dia pergi, aku juga sudah baik-baik saja… Jika dia ingin pergi maka silahkan saja tidak masalah.” Ucap Archie menenangkan Adeline.
“Jika kamu bahagia setelah aku melepaskanmu, maka aku akan ikut bahagia.. Tapi jika kamu tidak bahagia, pintu rumahku akan terbuka lebar untukmu.” Lanjut Archie dengan penuh ketulusan.
Tentu saja mendengar hal itu dari mulut Archie membuat hati Aileen terharu, matanya berkaca-kaca dan tubuhnya seketika terasa kaku.
“Kalau begitu Aileen pamit dulu, kak Adel,, Aileen titip mas Archie ya? Aku tau kak Adel adalah kakak terbaik yang pernah aku miliki dan seterusnya akan seperti itu.” Ucap Aileen dengan tulus.
“Dan untuk kamu mas, kamu adalah laki-laki yang sangat baik dan aku tau kalau kamu bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik lagi dariku.” Ucap Aileen.
Archie menahan tangan Adeline agar tidak mengatakan apapun lagi kepada Aileen, dia tidak ingin jika Adeline dan Aileen bertengkar karena hal ini.
“Kalau begitu kamu bisa mengemasi pakaianmu pelan-pelan.” Ucap Archie.
“Bagaimana kalau aku pamit kepada mom dan dad dulu? Aku juga masih mau berbicara dengan orang tuaku.. Besok aku akan kembali dan mengemasi barang-barangku.” Ucap Aileen.
“Kamu masih punya muka untuk berhadapan dengan orang tuaku!?” ketus Adeline.
__ADS_1
“Adel!” tegas Archie yang membuat Adeline terdiam.
“Silahkan kamu pamit kepada mom dan dad, kamu bisa mengemasi barang-barangmu kapanpun kamu mau.” Ucap Archie kepada Aileen.
Aileen hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala, lalu dia segera berjalan keluar dari kamar dan segera menghubungi seseorang untuk menjemputnya karena mobilnya berada di kampus.
“Hai Leen..” sapa seseorang yang sudah memarkirkan mobilnya tepat di depan Aileen.
“Hai Rak..” balas Aileen dengan senyuman manisnya.
Aileen yang mau mambuka pintu mobil Raka seketika menoleh ke arah jendela kamar Archie terlebih dahulu dan melihat Archie dan Adeline yang sedang melihat ke arahnya.
Aileen hanya tersenyum tipis lalu segera masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil Aileen hanya diam, sedangkan Raka bingung harus bicara apa kepada Aileen.
“Ehem,,, Leen.. Kamu sudah membaca whatsapp yang aku kirim?” tanya Raka dengan ragu.
“Hm,, aku udah baca kok..” jawab Aileen dengan santai.
FLASHBACK.
Saat Aileen dan Adeline sampai di rumah Archie, Aileen kembali mengambil hpnya yang tadi di rampas oleh Adeline dan melihat ada dua pesan masuk yang ada di hpnya.
Dengan segera Aileen membuka salah satu isi pesan dari Raka dan membaca pesan tersebut.
“Leen, aku baru menyadari apa maksud kamu mengatakan kalau kamu hamil kepadaku, tapi malam itu kita tidak melakukan apapun, kamu tidak sadar dan aku membawamu ke kamarmu, aku yang ikut merasa pusing akhirnya memutuskan untuk tidur sebentar di kamar itu tapi ternyata aku bablas sampai pagi dan itu membuatmu salah paham.” Itu adalah isi pesan yang Aileen baca dari Raka.
Senang? Tentu saja Aileen senang dan seketika Aileen yang membaca pesan Raka langsung tersenyum lega dan senang, ingin rasanya dia berteriak dan langsung berlari masuk ke dalam rumah. Setidaknya dia tidak mengkhianati suaminya dan tidak pernah tidur dengan laki-laki lain selain sang suami.
Namun,, saat membaca pesan kedua dari sebuah nomer yang tidak dia kenal, seketika wajah Aileen berubah drastis dan mengurungkan niatnya untuk berlari dan berteriak.
“A-apa?! T-tidak, tidak!” gumam Aileen yang akhirnya berjalan masuk ke dalam rumah mengikuti Adeline sambil menutupi ekspresi paniknya.
__ADS_1