
“Jadi, kamu mau kemana lagi Leen?” tanya Brenda saat mereka sudah ada di dalam mobil Raka.
“Ngambil mobil gue dulu aja sih kayaknya di kampus.” Jawab Aileen.
“Kamu ga boleh bawa mobil ya Leen, aku akan suruh Bob bawa mobil kamu jadi kamu ga usah bingung.” Ucap Brenda.
“Iya Brenda benar, kamu sedang hamil jadi jangan membawa mobil sendiri! Mulai besok, aku, Brenda dan Bob yang akan menjemput dan mengantarmu kemanapun!” tegas Raka.
“Oh iya, kamu juga harus persiapan beli susu hamil, bahan makanan buat di tempat barumu jadi kamu ga harus keluar sendirian untuk membeli sesuatu.” Sahut Brenda.
“Wait! Satu-satu dong,, kamu telfon Bob dulu terus bilang dia suruh bawa mobilku.” Ucap Aileen.
“Oke oke, bentar aku telfon dulu.” Ucap Brenda yang langsung mengambil hp dari sakunya dan menghubungi Bob.
Butuh beberapa menit Brenda menjelaskan kepada Bob tentang situasi yang sedang di alami Aileen, barulah Brenda mematikan telfonnya.
“Emang harus banget ngejelasih lewat telfon?” tanya Aileen.
“Lah tau sendiri kan Bob gimana? Dia butuh penjelasan kenapa kamu sampe ninggalin mobilnya di kampus soalnya ga biasanya gitu.” Ucap Brenda.
“Pasti dia heboh dan mau cepet-cepet pulang habis denger cerita Aileen.” Ucap Raka yang di balas anggukan oleh Brenda.
__ADS_1
Setelah mengabari Bob, Aileen meminta Raka mengantarnya ke rumah mertuanya untuk berpamitan dan juga meminta maaf kepada keduanya.
“Kamu yakin? Pasti mertua kamu kecewa banget sama kamu Leen, apa ga sebaiknya kamu langsung pergi aja?” tanya Raka.
“Mereka pastu kecewa, apa lagi aku ingat betul bagaimana mereka sangat bahagia saat aku dan mas Archie menikah, mereka juga sangat menyayangiku.” Ucap Aileen.
“Tapi bagaimanapun juga, mereka membawaku dengan baik-baik, jadi aku juga harus pergi dengan baik-baik juga.” Lanjut Aileen.
“Hmm,, kamu benar Leen, kamu harus berpamitan dengan baik-baik kepada mereka, karena mereka juga pernah menjadi orang tuamu walaupun hanya beberapa saat.” Ucap Brenda.
Dengan segera Raka melajukan mobilnya ke rumah mertua Aileen dan mengantar Aileen untuk berpamitan kepada mereka.
“Sudah sampai Leen, silahkan kami akan menunggumu di sini.” Ucap Raka.
Aileen segera keluar dari mobil dan berjalan masuk ke rumah megah yang sudah memberinya banyak sekali kebahagiaan dan kasih sayang.
Aileen berjalan masuk dengan perlahan dan terkejut saat melihat Yasmine yang sedang menangis sambil memegang kotak yang berisi burung yang sudah mati.
Semua pelayan rumah berusaha untuk menenangkan Yasmine, namun Aileen tidak melihat Hamish di sana.
“Mom, ada apa?” tanya Aileen sambil berjalan ke arah Yasmine.
__ADS_1
“Aileen sayang jangan lihat! Ada seseorang yang mengirim burung mati di rumah ini hikss..” jelas Yasmine.
“Bi, bibi ga liat siapa yang ngirim?” tanya Aileen.
“Yang ngirim kurir yang biasa ngirim paket ke rumah non.” Jawab pelayan tersebut.
“Daddy mana?”
“Kerja non, ga lama tuan besar berangkat langsung ada paket.”
“Yaudah bibi ambilin air hangat ya buat mommy, biar aku yang nemenin mommy di sini.” Ucap Aileen yang di balas anggukan oleh pelayan tersebut.
Setelah pelayan rumahnya berjalan ke dapur, Aileen langsung duduk di sebelah Yasmine sambil mengelus punggung mama mertuanya dengan lembut.
“Sudah ya mom jangan nangis lagi, ini orang iseng aja kok.” Ucap Aileen.
Sedangkan Yasmine hanya menangis sambil menundukkan kepalanya, sedangkan Aileen menatap paket berdarah itu dengan penuh tanda tanya.
“Kenapa? Kenapa harus meneror mertuaku juga?” gumam Aileen dengan wajah yang kesal kepada orang yang membuat keluarganya merasa panik seperti ini.
***
__ADS_1
Hai kakak-kakak semuanya,,, maafkan author untuk beberapa hari kedepan sampai awal bulan depan author tidak akan update dulu untuk mengumpulkan bab dan akan author up awal bulan yaa, biar setiap hari author bisa update 2 episode jadi kakak-kakak semuanya ga perlu menunggu author update…
Saranghaeeee...