
Keluarga Archie dan juga Aileen sudah pergi meninggalkan kediaman keluarga Guntoro, Gino dan Rahina masih berada di halaman melihat mobil keluarga besannya perlahan menjauh hingga tak terlihat lagi.
"Semoga saja Aileen bisa beradaptasi di rumah suaminya dan bisa menerima suaminya suatu saat nanti ya pa." ucap Rahina yang sudah melihat kepergian sang anak perempuannya.
"Pasti ma, mama tenang saja papa yakin Aileen dan nak Archie akan menyukai satu sama lain seiring berjalannya waktu." ucap Gino.
"Om tante, Brendan pulang dulu ya mama pasti sudah kepo pinging mendengar bagaimana acara pernikahan Aileen tadi, mama pasti nyesel banget ga bisa ikut serta di acara Aileen." ucap Brenda.
"Iya sayang, terimakasih ya karena sudah datang dan membantu Aileen berdandan." ucap Rahina.
"Yaampun tante kayak ke siapa aja sih bilang makasih, kita udah seperti keluarga jadi tidak perlu berterimakasih."
"Kamu anak yang cantik dan baik, tante doakan kamu akan mendapatkan laki-laki yang baik dan bertanggung jawab kelak." ucap Rahina.
"Amin, terimakasih banyak tante, kalau begitu Brenda permisi dulu.." pamit Brenda.
Setelah berpamitan kepada orang tua sahabatnya, Brenda segera mengendarai motor maticnya untuk pulang ke rumahnya.
"Aku juga laki-laki yang baik dan bertanggung jawab kok ma, aku saja yang jadi masa depannya kak Brenda." ucap Arlo dari balik pintu.
Gino dan Rahina yang mendengar ucapan Arlo langsung menoleh ke belakang dengan tatapan tajam.
"Kamu bertanggung jawab? Dari mana bertanggung jawab kalau tugas sekolah saja masih harus di ingatkan oleh orang tua!" ketus Rahina.
"Lebih baik kamu belajar dulu, jangan memikirkan tentang perempuan." sambung Gino.
"Emangnya apa salahku menyukai wanita yang lebih tua, toh bukan tante-tante kok." gumam Arlo sambil menghela nafas panjang.
***
Aileen berada di mobil yang sama dengan Archie, Archie memutuskan untuk menyetir sendiri tanpa menggunakan supir dengan alasan ingin lebih dekat dengan Aileen, padahal alasan sebenarnya adalah agar tidak ada yang tau jika dirinya dan Aileen berdebat nanti.
"Aku tau kita setuju untuk menikah karena kesepakatan, tapi setidaknya bersikaplah layaknya seorang pasangan, jangan tunjukkan ketidaksukaanmu kepadaku di depan semua orang." tegas Archie.
Aileen yang mendengar hal itu melirik tajam ke arah Archie dan menghela nafas panjang.
"Aku tau! Aku juga sedang berusaha untuk bersiap seperti biasa." ketus Aileen.
"Kita akan tinggal di rumah orang tuaku selama beberapa hari saja, setelah itu kita akan tinggal di rumahku sendiri agar kita tidak terlalu sering berpura-pura." ucap Archie.
"Terserah kamu saja, aku akan mengikuti kemanapun kamu pergi." jawab Aileen.
Setelah pembicaraan singkat mereka, tidak ada lagi pembicaraan lebih lanjut tentang hal pribadi. Akhirnya tidak lama kemudian mereka sudah tiba di rumah keluarga Hamilton.
__ADS_1
Saat pertama kali masuk ke gerbang rumah tersebut, Aileen sudah membuka kedua matanya lebar-lebar, dia takjub dengan kemewahan rumah keluarga suaminya itu.
"Turunlah, kita sudah sampai! Jangan lupa untuk bersikap sewajarnya." ucap Archie lalu keluar dari mobil lebih dulu.
"Dasar laki-laki kaku! Dia yang menyuruhku untuk berakting tapi dia sendiri tidak bisa berakting! Harusnya kan dia membukakan pintu mobilku!" gumam Aileen yang ikut turun dari mobil lalu menyusul Archie.
"Selamat datang di rumah kami Aileen, kamu sekarang sudah menjadi keluarga kami jadi kamu harus terbiasa dengan suasana rumah ini." ucap Yasmine.
"Masuklah Aileen, aku yakin Adeline sudah menunggumu di dalam." ucap Hamish.
Aileen masuk ke dalam rumah dengan tersenyum manis, di dalam sana Aileen langsung melihat beberapa bingkai foto keluarga Hamilton, namun yang membuat Aileen terpesona adalah foto seorang wanita yang sangat cantik.
Betul saja! Aileen melihat bingkai foto Adeline yang terpajang di ruang tamu.
"Wah, cantik sekali! Pasti dia adalah adik om-om ini, bahkan jika dia bukan seorang model aku yakin akan ada banyak sekali orang yang menyukainya." Batin Aileen yang masih terpaku melihat foto tersebut.
"Welcome home!!" Teriak Adeline dari atas hingga membuat yang lain terkejut.
"Yaampun Adeline! Jangan melakukan hal seperti itu, kamu akan membuat kakak iparmu terkejut." Ucap Yasmine.
Adeline menuruni tangga satu per satu dengan senyum yang sangat manis.
"Hai Aileen, aku tidak tau kamu sebenarnya kakak iparku atau adik iparku tapi aku sangat senang kamu masuk ke dalam keluargaku." ucap Adeline dengan ramah.
"T-terimakasih kak, kakak bisa menganggapku adik sepertinya lebih cocok." ucap Aileen.
"Dia tetap saja kakak iparmu! Jadi tetap hormati dia." tegas Archie.
"Kak Archie ini kaku sekali sih! Aileen juga tidak masalah akan hal itu kok." ketus Adeline.
"Sudah jangan di lanjutkan! Kalian berdua ini sudah besar masih saja suka berdebat, apa kalian tidak malu dengan Aileen!?" ketus Hamish.
"Tidak apa-apa om, eh dad! Aileen dan Arlo juga sering berdebat seperti itu." ucap Aileen yang mencoba untuk mencairkan suasana.
"Dad, mom, Archie dan Aileen akan tinggal disini hanya selama 3 hari, setelah itu kami akan pindah ke rumahku." ucap Archie.
"Apa? Hanya 3 hari? Aku tidak puas mengajak adikku bermain jika kamu hanya berada di sini 3 hari kak!" Protes Adeline.
"Tau kamu ini Archie, lagian rumahmu tidak pernah ada yang menempati jadi pasti rumahmu itu penuh dengan debu." sambung Yasmine.
"Mommy tenang saja, kemarin Archie sudah menyuruh para pelayan di rumah ini untuk membersihkan rumah Archie, mungkin setelah kami pindah ke sana baru kami memperkerjakan pelayan kami sendiri." Jelas Archie.
__ADS_1
"Aku juga bisa bersih-bersih kok, daripada harus mengeluarkan uang untuk merekrut pelayan." ucap Aileen dengan polosnya.
Yasmine, Adeline dan Hamish tertawa mendengar ucapan Aileen yang menurutnya tidak masuk akal itu.
"Kamu yakin bisa membersihkan semua ruangan di rumah yang bersarnya sama seperti rumah ini atau bahkan lebih besar sedikit." ucap Archie.
Mendengar hal itu Aileen langsung membuka lebar-lebar kedua matanya dan membuka mulutnya karena tidak percaya dengan ucapan Archie.
"Kalau begitu tidak jadi deh, maaf aku kira hanya sebesar rumahku karena yang tinggal hanya 2 orang." Ucap Aileen sambil menahan malu.
"Sudahlah ayo aku antar kamu ke kamar pengantin yang sudah aku hias sebagus mungkin!" ucap Adeline sambil merangkul tangan Aileen.
"Kak, kamu ga mau ikut? Kamu adalah pengantinnya tapi kenapa malah aku yang antusias?" Tanya Adeline kepada kakaknya yang masih ada di belakangnya.
"Ya ya aku ikut aku ikut!" ketus Archie.
Mereka bertiga jalan ke lantai atas untuk menuju kamar pengantin yang sudah di siapkan oleh Adeline.
"Kamu yang sabar ya Aileen, kakakku memang kaku dan dingin, tapi sebenarnya dia itu sangat baik dan penyayang." Bisik Adeline.
"Iya kak." ucap Aileen singkat.
Mereka sudah sampai di depan pintu kamar pengantin mereka, Adeline membuka knop pintu kamar itu dan tara!!
Betapa terkejutnya Archie saat melihat semua lampu yang berada di atas tempat tidurnya.
"Adeline! Kau mau aku kesetrum saat tidur di atas tempat tidur ini?! Lalu kenapa ukuran tempat tidurku menjadi kecil begini?!" teriak Archie.
"Yaampun kak tenanglah! Aku hanya memindahkan tempat tidurmu yang besar itu sebentar kok, kalian berdua adalah pengantin baru jadi kalian harusnya tidur di tempat tidur yang kecil agar terasa lebih dekat dan hangat! Lalu untuk semua lampu itu, kalian bisa membereskannya sendiri." ucap Adeline.
"Aku mau kembalikan kasur lamaku! Kalau tidak, aku akan menelfon agensimu dan menyuruh mereka memecatmu!" ancam Archie.
"Mereka tidak mungkin mau memecatku karena hanya aku model yang memiliki kontrak kerja paling banyak dengan perusahaan besar!" ucap Adeline.
"Apa kamu belum mengenal siapa aku? Tidak ada yang tidak bisa aku lakukan!" bentak Archie.
Adeline terkejut mendengar kakaknya membentak dirinya, dia juga sadar kalau kakaknya memiliki kekuasaan yang sangat besar.
"Oke oke! Besok aku akan mengganti tempat tidurmu, tapi untuk malam ini kalian tidurlah di sana dulu!" ucap Adeline lalu berlari meninggalkan Archie dan Aileen.
Aileen menarik nafas panjang dan menoleh ke arah Archie, dia tau kalau Archie pasti marah jika kamarnya di ubah oleh orang lain.
__ADS_1
"Sudahlah om eh? Mas, aku yang akan membereskan lampu-lampu dan balon yang ada di tempat tidur." Ucap Aileen sambil berjalan masuk ke dalam kamar tersebut.
Archie hanya terdiam melihat kemana Aileen berjalan, dia sangat kesal dengan adiknya yang selalu seenaknya sendiri.