AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 42


__ADS_3

Setelah acara pernikahan selesai dan para tamu sudah meninggalkan rumah keluarga Archie, semua keluarga langsung pergi ke kamar mereka masing-masing tanpa memperdulikan Archie dan Claire atau bahkan memberi selamat atas pernikahan mereka.


“Kenapa semua orang tidak mengucapkan selamat kepada kita?” tanya Claire kepada Archie.


“Bukankah aku pernah bilang padamu, jangan pernah mengharapkan rasa empati mereka dan jangan mengharapkan penghormatan dari mereka Claire!” ketus Archie yang langsung meninggalkan Claire yang masih berdiri di tempatnya.


“Tidak akan mendapatkan penghormatan? Kita lihat saja bagaimana sikap mereka kedepannya terhadapku.” Gumam Claire sambil menatap ke seluruh kamar yang terlihat dari bawah.


Claire menyusul Archie yang berada di dalam kamarnya dan membua Archie terkejut di buatnya.


“Sedang apa kamu kemari!?” tanya Archie.


“Kenapa kamu begitu terkejut? Kita sudah menikah Archie, tentu saja aku harus berada di sini.” Ucap Claire.


“Jadi ini adalah kamarmu dan wanita itu ya?” ucap Claire kembali.


“Wanita itu? Namanya Aileen Claire, bukan wanita itu!” ketus Archie yang kesal dengan ucapan Claire kepada Aileen.


“Kenapa kamu sekesal itu? Kamu sudah mencintainya ya?” tanya Claire dengan nada sedihnya.


“Tidak! Sudahlah aku lelah, jadi jangan menggangguku.” Ucap Archie yang langsung berbaring di atas tempat tidurnya.


Claire yang kesal hanya bisa berdecak kesal lalu pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri lebih dahulu.


Setelah memastikan Claire masuk ke dalam kamar mandi, Archie yang berpura-pura memejamkan matanya langsung terbangun dan mengambil hpnya yang berada di atas meja di samping tempat tidurnya.


Archie berusaha untuk menghubungi Aileen namun tidak ada jawaban sama sekali dan membuat Archie khawatir.


“Kemana anak itu? Kenapa dia tidak ada kabar seperti ini, buat orang khawatir saja.” Gumam Archie yang masih menatap hpnya.


Tiba-tiba saja, Claire keluar dari kamar mandi membuat Archie terkejut dan segera menaruh kembali hpnya di atas meja dan kembali memejamkan kedua matanya.


“Archie! Kenapa kamu tertidur? Bangunlah..” ucap Claire dengan sikap manjanya.


Archie membuka kedua matanya perlahan karena suara Claire, namun betapa terkejutnya Archie saat melihat Claire yang sudah memakai baju malam yang sangat mini dan tipis hingga membuat Archie menelan salvilanya.


“Apa-apaan dia ini? Dia mau menggodaku ya? Di saat sedang mengandung dia masih mau menggodaku?” batin Archie di dalam hatinya.


Sedangkan Claire senang sekali saat Archie melihatnya seperti itu, Claire merasa jika dirinya sudah berhasil membua Archie tergoda dengan tubuhnya.

__ADS_1


“Kenapa kamu melihatku seperti itu Archie? Apa kamu menginginkannya?” tanya Claire dengan nada manjanya.


“Menginginkannya? Aku justru jijik melihatnya seperti itu.” Batin Archie yang langsung berdiri dan mendekati Claire yang sudah senang bukan main karena pergerakan Archie.


Namun betapa terkejutnya Claire saat Archie justru melewatinya bukannya berhenti di hadapannya. Dengan segera Claire memegang tangan Archie yang membuat Archie berhenti.


“Ada apa?” tanya Archie dengan dingin.


“Kamu mau kemana Archie?”


“Aku mau keluar mencar udara segar! Kamu tidurlah..” ucap Archie sambil melepaskan genggaman tangan Claire.


Sebelum Archie membuka gagang pintu kamarnya, dia berbalik melihat Claire yang masih berdiri sambil menatapnya.


“Satu lagi! Lebih baik kamu memakai 3 selimut sekaligus agar tidak masuk angin.” Ucap Archie yang langsung membuka pintu kamar dan keluar dari kamarnya.


Mendengar ucapan Archie membuat Claire kesal sambil menggenggam kedua tangannya, dia benar-benar tidak menyangka jika Archie sama sekali tidak tergoda dengan tubuhnya.


Sedangkan di luar Archie merasa sangat lega dan bisa menghela nafas panjang, Archie benar-benar tidak menyangka jika Claire akan memakai pakaian seperti itu malam itu.


“Apa dia sudah gila memakai pakaian mini saat AC kamar menyala seperti itu?” gumam Archie sambil menggelengkan kepalanya.


Archie bingung harus tidur di mana dia, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kamar Adeline untuk menumpang tidur di sana.


“Cih! Sedang apa kamu kemari?!” ketus Adeline yang sedang fokus menatap layar laptopnya dan menonton drama korea kesukaannya.


Archie tidak menjawab pertanyaan Adeline, Archie langsung berbaring di atas tempat tidur adiknya tanpa permisi lalu memejamkan kedua matanya.


“What are you doing kak?! Kenapa kamu tidur di tempat tidurku!?” ketus Adeline.


“Aku mau tidur di sini aja ya Del.”


“Why? Kamu punya kamar sendiri, tidurlah di kamarmu sendiri kak!” ucap Adeline.


“Aku tidak suka, di kamarku ada Claire dan aku merasa tidak nyaman tidur bersamanya.” Ucap Archie dengan nada melemah.


Adeline yang mendengar suara kakaknya yang lemah itu langsung menyadari jika sesuatu terjadi kepada sang kakak, Adeline segera menekan tombol pause untuk menghentikan dramanya yang sedang dia tonton lalu segera berjalan mendekati kakaknya dan duduk di tepi tempat tidurnya.


“Kenapa kak? Kamu punya masalah ya? Apa kamu mau menceritakannya padaku?” tanya Adeline dengan lembut.

__ADS_1


“Haah… Andai saja mulutmu itu gak bocor, mungkin aku akan menceritakan semuanya kepadamu.” Ucap Archie.


“Hah? Aku ga bocor kok kak beneran deh.. Cepetan ceritakan padaku apa yang terjadi..” ucap Adeline.


“Tidak bocor memang kalo ke orang lain, tapi kalo ke mommy pasti bocor.” Ucap Archie.


“Kakak!! I’m promise,, ya ayolah kak cerita padaku..” rengek Adeline.


“Oh iya, apa kamu mendapat kabar dari Aileen?” tanya Archie mengalihkan pembicaraan.


“Tidak, dia langsung pergi setelah kamu melakukan ijab qobul.. Mungkin dia tidak kuat meliha suaminya yang brengs*k ini menikah lagi!” ketus Adeline.


“Aku juga menghubunginya, tapi hpnya tidak bisa di hubungi dan itu membuatku khawatir.” Ucap Archie.


“Kamu sudah menyukainya ya kak? Kamu mencintai Aileen kan kak?” tanya Adeline berkali-kali.


“Sudahlah aku mau istirahat,, jangan menggangguku karena aku lelah sekali.” Ucap Archie yang langsung tertidur begitu saja tanpa memperdulikan Adeline yang sangat penasaran dengan cerita sang kakak.


“Kak Archie! Menyebalkan! Kamu memang menyebalkan kak!” ketus Adeline yang langsung melempar wajah Archie dengan bantal dan pergi keluar dari kamarnya.


Adeline keluar dari kamar sambil membawa hpnya, dia berjalan menuju ke halaman belakang untuk menghubungi Aileen, namun nomernya tidak bisa di hubungi, akhirnya Adeline mencoba untuk menghubungi sahabat Aileen, Brenda.


“Untung saja aku memiliki nomer Brenda..” gumam Adeline yang langsung menghubunginya.


“Halo..” ucap Brenda dari balik telfon.


“Halo, Brenda? Ini aku, Adeline..”


“Oh iya kak Adel, ada apa?” tanya Brenda.


“Apa kamu sedang bersama Aileen?” tanya Adeline.


“Tadi aku bersamanya kak, lalu Aileen bilang dia akan kembali ke rumahnya.” Ucap Brenda.


“Rumahnya? Ah, rumah baru mereka?”


“Iya kak..”


“Baiklah kalau begitu,, terimakasih ya Brenda..” ucap Adeline yang langsung menutup telfonnya.

__ADS_1


Adeline menoleh kea rah kamarnya dan juga kamar kakaknya.


“Mereka berdua sebenarnya ada apa sih? Sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan oleh kak Archie.” Gumam Adeline sambil memegang dagunya dengan satu tangan.


__ADS_2