
Di dalam kamarnya, Archie terus saja berjalan kesana kemari sambil melihat hpnya terus menerus.
"Apa dia tidak berniat menghubungiku sama sekali!? Kenapa belum ada kabar juga sampai saat ini!?" gumam Archie yang terus menatap hpnya dengan kesal.
Tok..tok..tok...
"Kak Archie, turunlah jangan di kamar terus.." panggil Adeline sambil mengetuk pintu kamar Archie berkali-kali.
"Apasih! Kamu berisik sekali!" ketus Archie saat dirinya sudah membuka pintu kamarnya.
"Kak, kamu pasti mengkhawatirkan keadaan Aileen ya?" goda Adeline.
"Tidak!"
"Ayolah kak jangan berbohong, ayo kita pergi melihatnya diam-diam." Bisik Adeline.
"Hah? Kamu gila ya!? Disana tempat yang jauh dan juga gelap, bahaya kalau kesana malam-malam begini, apa lagi kamu perempuan." ucap Archie.
"Dih emang siapa yang mau ikut kesana? Maksudnya kak Archie aja, aku akan membantu membuat alasan kepada daddy dan mommy."
"Kamu ini emang adik tidak tau diri ya! Kakaknya di suruh pergi ke tempat pelosok dan bahaya sendirian, lalu kamu enak tiduran di kasur empuk?"
"Yah gimana lagi kak, aku liat kak Archie frustasi banget di tinggal Aileen."
Mendengar hal itu tidak membuat Archie menolak ataupun mengiyakan, dia hanya terdiam sambil berfikir dengan tawaran adiknya.
"Baiklah aku akan menyusulnya! Ingat ini karena aku takut Aileen kenapa-kenapa dan mom akan memarahiku!" tegas Archie.
"Ya ya ya terserah kamu aja deh, pokoknya cepetan sebelum aku berubah fikirkan!" ketus Adeline.
__ADS_1
Dengan segera Archie mengambil jaket dan kunci mobilnya lalu segera pergi menuju tempat Aileen dan teman-temannya berada.
Sedangkan Adeline yang melihat kepergian kakaknya hanya bisa tertawa puas karena kebodohan sang kakak.
"Aku tau, perasaan itu sudah mulai tumbuh seiring berjalannya waktu kak.." gumam Adeline yang masih menyunggingkan senyuman.
Sepanjang jalan Archie dengan serius melihat ke jalan yang dia lewati, dia benar-benar fokus menyetir agar segera sampai di tempat camping Aileen.
Archie mencoba untuk menghubungi Aileen berkali-kali namun tidak di angkat, sampai telfon ke 29 akhirnya Aileen mengangkat telfonnya.
"Apaan sih mas, kamu tuh nelfon sampe hampir 30 kali! Mau nelfon apa neror!" ketus Aileen saat mengangkat telfonnya.
"Kamu ini kemana aja Aileen!? Aku sedang menuju ke tempatmu, tapi hari sudah malam dan jalan sudah tidak begitu terlihat.."
"Hah!? Ngapain mas kemari!?" Tanya Aileen.
"Mom mengkhawatirkanmu Aileen..." belum sempat Archie menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja.
"Oh my god!!!" teriak Archie yang membuat Aileen terkejut mendengarnya dari sebrang telfon.
"Mas? Mas Archie ada apa!?" Tanya Aileen.
"Leen, sepertinya aku menabrak seseorang!" teriak Archie.
"Apa!? Kamu tenang mas, kirim lokasi kamu sekarang dan aku akan menyusulmu." ucap Aileen.
"B-baiklah aku matikan dulu." ucap Archie yang langsung mematikan telfonnya.
Setelah mematikan telfonnya, Archie segera mengirim lokasinya kepada Aileen lalu keluar dari mobil untuk melihat keadaan wanita yang ada di depan mobilnya.
__ADS_1
"P-permisi nona? A-anda baik-baik saja?" Tanya Archie namun tidak ada jawaban dari wanita tersebut.
Wanita tersebut berambut panjang dan tebal, dia sedang menunduk sambil merintih kesakitan. Ada banyak sekali luka di tubuhnya.
"T-tolong a-aku..." ucap wanita tersebut sambil melihat ke atas.
Archie terkejut saat wanita tersebut menoleh ke arahnya, wanita yang selama ini dia sangat rindukan.
"Claire!?" ucap Archie dengan tatapan dengan penuh kerinduan.
Archie berjongkok dan melihat wajah Claire yang saat itu memiliki banyak sekali bekas luka.
"K-kamu siapa?" Tanya Claire yang tidak mengingat Archie.
"K-kamu melupakan aku!?" Tanya Archie.
"Aku bahkan tidak tau siapa namaku, maaf." ucap Claire.
"Tidak perlu meminta maaf Claire, ayo aku bantu kamu berdiri." ucap Archie.
Claire berdiri dan di tuntun masuk ke dalam mobil Archie, Archie tidak melanjutkan perjalanan karena dia takut kalau Aileen datang ke tempatnya.
Archie melihat pakaian Claire yang sudah compang-camping, dengan sigap Archie membuka jaketnya dan memakaikannya kepada Claire.
"Claire, kamu kemana aja selama ini? Kenapa tidak pernah mencariku!?" Tanya Archie.
"Maaf, tapi aku bahkan tidak tau siapa namaku lalu bagaimana bisa aku mencarimu? Lagipula aku tidak mengenalmu."
"Kamu adalah Claire, nama kamu adalah Claire dan aku adalah kekasihmu Archie! Kita pernah berencana untuk menikah namun sebulan sebelum pernikahan, kamu mengalami kecelakaan dan aku tidak bisa menemukanmu." jelas Archie.
__ADS_1
Mendengar hal itu membuat Claire terdiam, dia hanya menatap Archie dengan penuh tanda tanya karena dia tidak percaya dengan ucapan Archie.