AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 54


__ADS_3

Hari ini sebulan sudah Aileen dan Claire tinggal di rumah yang sama bersama Archie yang juga tinggal di rumah yang sama dengan kedua istrinya.


Archie sudah mengumpulkan banyak sekali bukti selama sebulan ini tentang semua rencana jahat Claire mendekatinya kembali.


Malam ini entah kenapa Archie mengharuskan Aileen dan Claire untuk makan malam bersama, karena biasanya setiap makan malam pasti salah satu dari mereka, lebih tepatnya Aileen tidak pernah ikut makan malam bersama mereka karena malas melihat tingkah Claire yang mencari perhatian.


Di meja makan saat itu sudah ada Claire dan Archie yang duduk bersebelahan, Claire terus saja merengek untuk meminta cepat makan malam karena perutnya sudah kelaparan.


“Hm,, ayo kita makan duluan aja Arch.. Kamu tau kan kalau wanita itu ga pernah makan malam bareng kita, jadi ga usah di tungguin deh..” rengek Claire sambil menggoyang lengan Archie.


“Aku mau kalian berdua di sini karena aku mau membicarakan sesuatu.” Ucap Archie.


“Sebaiknya kamu yang memanggilnya ke sini!” lanjutnya.


“Apa? Aku? Kenapa aku yang harus memanggilnya?!” ketus Claire.


“Biar bibi aja yang manggil non Aileen tuan.” Ucap bi Ijah yang langsung berjalan menaiki tangga dan mengetuk pintu kamar Aileen.


“Non Aileen… Non ayo turun, tuan Archie dan Non Claire sudah menunggu di bawah.” Ucap bi Ijah dari luar kamar.


Aileen yang berada di dalam kamarnya dengan malas bangkit dari tempat tidurnya dengan tubuh yang lemas karena Aileen merasa tubuhnya kurang enak badan.


“Hm bi,, bilang kalau aku akan menyusul ya.” Ucap Aileen yang sudah membuka pintu kamar dengan wajah yang pucat.


“Yaampun non, wajah non Aileen pucat sekali! Bibi bilang ke tuan ya non biar langsung di bawa ke rumah sakit.” Ucap bi Ijah.


Bi ijah segera berbalik ingin memberitahu Archie tentang kondisi Aileen namun Aileen memegang tangan bi Ijah dan menghentikannya.


“Jangan kasih tau bi Aileen mohon,, biarkan saja nanti Aileen yang akan pergi untuk periksa.” Ucap Aileen.


“Baiklah, tapi janji biarkan bibi menemani non Aileen berobat ya.” Ucap bi Ijah yang di balas anggukan oleh Aileen.


Setelah mendengar ucapan Aileen, bi Ijah segera turun kembali sedangkan Aileen masuk ke dalam kamarnya untuk merias wajahnya agar tidak terlihat pucat di hadapan Archie.


Setelah merasa dirinya sudah cukup menghias diri, Aileen segera keluar dan menuruni tangga untuk makan malam bersama dengan Archie dan Claire.


“Nah ini! Gara-gara kamu aku dan anak di perutku kelaparan karena menunggumu!” ketus Claire sambil menatap sinis ke arah Aileen yang baru saja datang dan duduk di kursi makan yang ada di hadapan Archie.

__ADS_1


Karena Aileen tidak ingin berdebat karena kepalanya yang terasa pusing, Aileen hanya diam dan duduk di tempat duduknya.


“Kamu baik-baik saja?” tanya Archie yang merasa aneh karena Aileen tidak membalas ucapan Claire sama sekali.


“Hm baik kok, kenapa? Ada apa kamu menyuruh kami makan malam bersama?” tanya Aileen.


“Makanlah dulu baru kita membahasnya.” Ucap Archie yang langsung di balas anggukan oleh Aileen.


Ketiganya makan malam bersama dengan sunyi tanpa mengatakan apapun, setelah selesai Aileen langsung berdiri sambil membawa piring kotornya dan juga mengambil piring kotor Archie dan Claire.


“Kamu mau ngapain?” tanya Archie.


“Mau bawa piring kotor ke dapur lah.” Jawab Aileen.


“Tidak perlu! Sudah ada bi Ijah yang mengurusnya!” tegas Archie.


“Bi Ijah udah ngurus semua hal di rumah ini dari dia bangun tidur, ga ada salahnya kan kalo aku ngebantuin sedikit?” ucap Aileen.


“Udahlah biarin aja Arch, dia sudah terbiasa menjadi pembantu mungkin.” Ketus Claire sambil tersenyum sinis.


“Apa kamu ga bisa diam Claire! Kamu selalu menggunakan mulutmu untuk mengatai seseorang!” ketus Archie yang membuat Claire terkejut di buatnya.


“A-apa? Kenapa kamu bicara seperti itu Archie?” tanya Claire.


“Sudahlah, aku lelah mendengar ucapanmu yang selalu memprovokasi Aileen.” Ucap Archie.


Tidak lama kemudian Aileen kembali dari dapur dan kembali duduk di tempatnya.


“Jadi,, apa yang ingin di bicarakan?” tanya Aileen to the point.


Archie langsung menarik nafas panjang lalu mulai memasang wajah seriusnya, begitu juga dengan Claire yang langsung berwajah tegang karena dia merasa akhir-akhir ini sikap Archie menjadi dingin kepadanya dan lebih sering menemani Aileen kemanapun dan dimanapun.


“Apa yang mau Archie bicarakan? Tidak ada hubungannya denganku bukan?” batin Claire sambil memainkan kuku tangannya karena menahan rasa gugupnya.


“Pertama aku ingin meminta maaf kepada Claire karena hal ini akan menyinggung perasaanmu.” Ucap Archie yang menambah kegugupan di hati Claire.


“Sebenarnya aku ingin…”

__ADS_1


Belum saja Archie menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Claire berteriak seperti menahan rasa sakit di perutnya, entah benar atau hanya berpura-pura tapi Aileen merasa acting Claire seperti tidak natural.


“Sudahlah mas kita bahas besok malam saja, aku mau istirahat aku capek seharian berkuliah.” Ucap Aileen yang langsung meninggalkan meja makan.


“Oh iya, aku dan bi Ijah mau keluar untuk membeli bahan makanan sebentar, setelah itu aku akan segera kembali.” Lanjut Aileen.


“Aku akan menemanimu.” Ucap Archie.


“Aaaa!!” teriak Claire yang membuat Aileen melirik ke arah Claire.


“Sebaiknya temani saja istrimu itu daripada mengantarku dan bi Ijah, aku bisa pakai supir kok.” Ucap Aileen yang langsung memanggil bi Ijah dan berjalan ke kamarnya untuk mengambil jaketnya.


Setelah siap, bi Ijah menyusul Aileen di kamarnya dan menuntunnya untuk berjalan ke mobil karena bi Ijah tau kalau Aileen merasa kepalanya sangat pusing.


“Yaampun bi ga usah di tuntun gini ah,, aku baik-baik saja bi.” Ucap Aileen.


“Udah non, bibi tau dari tadi non Aileen nahan pusing kan? Makanya bibi tuntun selama tuan Archie ga liat.” Jelas bi Ijah.


“Makasih karena sudah mau menemaniku ya bi.”


“Jangan bilang begitu non, bibi seneng kok bisa menjaga non Aileen.” Ucap bi Ijah yang di balas senyuman oleh Aileen.


Setelah masuk ke dalam mobil, bi Ijah langsung menyuruh sang supir menuju rumah sakit terdekat untuk memeriksakan kesehatan Aileen.


“Loh, kata tuan Archie kalian mau ke swalayan, kenapa ke rumah sakit?” tanya supir pribadi Archie.


“Pak jangan bilang-bilang kalo kami ke rumah sakit ya.. Aku ga mau ngebuat mas Archie khawatir jadi aku berbohong.” Jelas Alieen.


“Baiklah non kalau begitu, saya akan mengantar kalian ke rumah sakit dengan selamat dan saya juga tidak akan mengatakan kepada tuan Archie.” Ucap supir tersebut yang langsung melajukan mobilnya.


Sesampainya di rumah sakit bi Ijah segera menuntun Aileen masuk ke dalam dan mendaftarkan Aileen untuk di periksa.


Setelah nama Aileen di panggil untuk di periksa, Aileen meminta bi Ijah untuk menunggu di luar dan membiarkan Aileen untuk masuk sendirian.


“Bagaimana dok?” tanya Aileen yang sudah melakukan pemeriksaan.


“Nona, selamat anda hamil dan usia kandungan anda sudah memasuki 2 minggu.” Ucap dokter tersebut yang membuat Aileen terkejut bukan main.

__ADS_1


__ADS_2