
"Bangunlah! Pesananmu sudah datang!" ucap Archie sambil menggoyangkan tubuh Aileen.
Aileen yang masih mengantuk malah menarik tangan Archie dan memeluknya sebagai guling, Archie yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Aileen sangat terkejut dan langsung menarik tangannya dengan kuat hingga Aileen terjatuh dari sofa.
"Aw!!" teriak Aileen.
"Mas Archie! kamu jahat banget sih ngejatohin aku! Kan bisa banguninnya biasa aja!" ketus Aileen yang masih memegang pinggangnya yang kesakitan.
"Kamu yang jatuh sendiri! Cepat bangun dasar kebo! Makananmu sudah datang dan aku sudah membangunkanmu dari tadi." ucap Archie.
"Enak aja kebo! Cantik begini di bilang kebo ada-ada aja!" ucap Aileen yang kesal dengan Archie yang mengatainya kebo.
"Kamu itu kalau tidur susah di banguninnya kayak tadi pagi! Untung aja ga ngiler, kalau ngiler aku akan langsung menyirammu dengan air!"
"Cih! Menyebalkan, padahal aku sedang mendekatinya tapi kalau dia menyebalkan seperti ini aku jadi males kan!" batin Aileen.
Aileen segera bangun dari tidurnya dan segera duduk menghadap makanan yang baru saja di pesannya.
Mata Aileen berubah yang tadinya kesal dengan Archie tiba-tiba saja langsung bersemangat melihat makanan yang ada di hadapannya.
Archie yang melihat perubahan sikap Aileen hanya bisa menggelengkan kepalanya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sepertinya baru saja beberapa menit Archie melanjutkan pekerjaannya, dia terkejut saat melihat semua makanan yang baru saja di pesan oleh Aileen sudah habis tak tersisa.
"Yaampun Aileen! Kamu ini babi ya!? Bagaimana bisa kamu menghabiskan makanan sebanyak itu!" ketus Archie.
"Cih! Lagipula kan aku yang pesan tentu saja aku habiskan, emangnya apa salahku?" jawab Aileen.
"Tapi tidak semua di habiskan juga bukan? Kamu tidak ingat kalau aku yang membayarnya, harusnya kamu menyisakan makanan untukku juga!" ketus Archie.
"Beli aja lagi sono kalau mas mau! Salah sendiri tadi kamu membuatku kesal." ucap Aileen.
Archie hanya diam dan memberikan tatapan tajam ke arah Aileen, sedangkan Aileen hanya diam tidak memperdulikan Archie.
"Kapan kamu selesai bekerja? Aku sudah menunggumu dari tadi mas! Aku juga kan tidak memiliki banyak waktu untuk belajar mas.." Protes Aileen yang akhirnya membuka pembicaraan setelah hening selama beberapa menit.
"Sabar! Lagian kamu datang ke perusahaan tentu saja aku fokus bekerja di perusahaan, memangnya kamu fikir perusahaanku ini sekolah?" ucap Archie sambil fokus melihat komputernya.
"Aku mau keluar aja deh, mau liat-liat perusahaanmu."
"Baiklah, aku akan menyuruh Fiki untuk menemanimu."
"Kakak yang menyebalkan itu? Tidak! Aku ingin berjalan-jalan sendirian saja." ucap Aileen.
__ADS_1
"Kamu akan tersesat jika tidak ada yang menemani! Kamu tidak tahu sebesar apa perusahaanku ini!" ucap Archie.
"Cih! Sombong sekali jadi orang! Kalau begitu aku akan minta temenin kakak cantik yang ada di depan ruanganmu saja!"
"Tapi dia tidak tahu statusmu sebagai istriku."
"Tidak masalah! Toh aku juga mengenalkan diriku sebagai keponakanmu." ucap Aileen dengan santainya.
"Apa!? Keponakan? Yaampun Aileen kamu fikir aku setua itu untuk menjadi om-om?" ucap Archie yang mulai kesal dengan ucapan Aileen barusan.
"Entahlah, intinya perbedaan usia kita bisa membuatmu menjadi omku.." ucap Aileen sambil menjulurkan lidahnya untuk mengejek Archie.
Sebelum Archie memarahinya Aileen sudah berlari ke luar ruangan Archie untuk menghindari amarahnya. Sedangkan Archie yang melihat kelakuan Aileen, Archie hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana bisa aku setuju menikah dengan bocah sepertinya! Jika bukan karena mommy aku juga tidak akan setuju menikah dengannya!" gumam Archie sambil memijat keningnya yang pusing dengan sikap Aileen yang kekanak-kanakan.
Di luar Aileen menghampiri Dennis yang sibuk dengan laptopnya.
"Hai kakak cantik, kakak sedang apa?" Tanya Aileen tiba-tiba hingga membuat Denis terkejut.
"Yaampun nona Aileen ngagetin saya aja, ada perlu apa nona?" Tanya Dennis dengan ramahnya.
"Jangan panggil aku nona kak, panggil aku Aileen saja ya kak... Dennis." ucap Aileen sambil melihat ke arah id card yang tergantung di leher Dennis.
Dennis tersenyum melihat Aileen yang menurutnya sangat menggemaskan itu.
"Apa kakak sibuk?" Tanya Aileen.
"Em,, aku sedang mengatur jadwal tuan Archie untuk dua hari kedepan." ucap Dennis.
"Ah begitu, mm,, aku ingin bertanya sesuatu kak."
"Silahkan."
"Apa kak Dennis tahu hubunganku dengan tuan Archie?" Tanya Aileen yang merasa penasaran, karena Archie bilang Dennis tidak mengetahui tentang hubungannya, sedangkan tadi saat pertama kali bertemu Dennis mengetahui namanya.
"Tentu saja, kamu keponakan tuan Archie bukan? Pak Fiki yang memberitahu aku." jelas Dennis.
"Ah jadi kakak menyebalkan itu toh!" ucap Aileen sambil menganggukkan kepalanya.
"Ssstt,, jangan bilang begitu! Mungkin kamu akan aman karena kamu adalah keponakan CEO perusahaan ini, tapi kalau orang lain tidak akan ada yang berani mengatakan hal itu." ucap Dennis dengan nada berbisik.
"Ah benarkah kak? Memangnya ada apa? Apa yang spesial dari kakak menyebalkan itu?" Tanya Aileen lagi.
__ADS_1
"Kamu tidak tahu? Kisah tentang 3 tuan muda tampan yang sangat terkenal sejak mereka SMA?" Tanya Dennis tidak percaya.
Aileen hanya menggelengkan kepalanya karena dia memang benar-benar tidak mengetahui hal apapun karena rumahnya cukup jauh dari lingkungan mereka.
"Tunggu kak! Bagaimana kalau kakak menceritakan semuanya sambil berjalan-jalan, aku sangat ingin mengelilingi perusahaan ini." rengek Aileen.
Dennis sempat berfikir sejenak untuk menyetujui permintaan Aileen, tapi akhirnya Dennis menyetujuinya dan menemani Aileen berjalan-jalan mengelilingi perusahaan.
"Bisakah aku ceritakan sekarang?" Tanya Dennis.
"Hahaha tentu saja boleh kak! Sepertinya kak Dennis yang tidak sabar menceritakan kisah itu kepadaku." ucap Aileen.
Dennis tersipu malu mendengar ucapan Aileen, memang dasarnya Dennis sangat menyukai cerita itu, karena dia juga ada di dalam cerita tersebut hingga membuat dirinya sangat bersemangat.
"Tentu saja aku bersemangat! Karena aku juga ada di dalam cerita itu." ucap Dennis.
"Benarkah? Kalau begitu segera ceritakan kak, aku juga sangat penasaran dengan cerita itu."
Akhirnya Dennis mulai menceritakan semuanya kepada Aileen.
"Jadi,, dulu di SMA favorit yang sangat terkenal di dekat sini ada 3 orang tuan muda yang sangat tampan dan kaya raya."
"Mereka bertiga memiliki semua yang orang lain tidak miliki, ketiganya sangat dingin tapi bukan berarti mereka sombong, mereka hanya tidak suka bergaul dengan yang lain, mereka suka membantu tapi tidak suka bergaul."
"Apa kamu ingin tahu siapa mereka?" Tanya Dennis yang di balas anggukan oleh Aileen.
"Mereka adalah tuan Archie, tuan Adrian, dan tuan Fiki asisten pribadi tuan Archie." ucap Dennis.
"Apa!? Benarkah itu kak?? Kenapa kakak menyebalkan itu menjadi asisten pribadi tuan Archie?" Tanya Aileen.
"Karena orang tua tuan Fiki selalu saja menjodohkan anak-anaknya dengan anak rekan bisnis mereka, bahkan kakak laki-lakinya juga menikah dengan seseorang yang di jodohkan oleh orang tuanya." jelas Dennis.
"Maksudnya kakak menyebalkan itu kabur karena tidak ingin di jodohkan?" Tanya Aileen yang di balas anggukan oleh Dennis.
"Dia ingin mengubah peraturan orang tuanya, dia ingin memilih pasangannya sendiri." ucap Dennis.
"Tunggu! Kenapa kak Dennis tahu semua tentang cerita itu?"
"Karena kami satu sekolah, bahkan aku juga teman para tuan muda itu dan ada banyak sekali orang yang iri padaku khususnya para wanita di sekolah." jelas Dennis.
"Apa!? Wah, jangan-jangan kak Dennis juga tuan putri?" Tanya Aileen.
"Hahaha, bukan kok! Aku hanya gadis biasa yang kebetulan beruntung karena bisa dekat dengan pak Fiki, akhirnya pak Fiki sering membawaku bergabung dengan yang lain dan akhirnya kami berempat berteman." ucap Dennis.
__ADS_1
"Berarti kak Dennis tahu tentang hubungan mas,, eh om Archie dengan kak Claire?" Tanya Aileen yang hampir saja salah memanggil Archie untung saja Dennis tidak menyadarinya.
Dennis yang mendengar pertanyaan dari Aileen langsung terkejut sambil melihat ke arah Aileen.