AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 16


__ADS_3

Archie masih saja menatap ke arah Aileen dan teman laki-lakinya itu membuat suasana di meja mereka menjadi sangat canggung dan menyeramkan.


Fiki yang tidak tahan dengan itu semua akhirnya memberanikan diri untuk membuka suara.


"Apa kita harus menghampirinya?" Tanya Fiki yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Archie.


"Apa kamu mau mati!? Untuk apa Kita menghampirinya!?" ketus Archie.


"Biar meja kita semakin ramai."


"Tidak perlu! Biarkan dia menikmati kencannya lebih dulu!"


"Apa kamu cemburu Arch?" Tanya Dennis tiba-tiba.


"Cemburu? Apa kamu gila? Untuk apa aku cemburu dengannya!"


"Lalu kenapa kamu marah?"


"Aku hanya kesal, dia sudah memiliki suami tapi masih tetap saja keluar dengan laki-laki lain!"


"Lalu apa bedanya denganmu yang masih mencari mantanmu yang hilang di saat kamu sudah menikah?"


DEG! Pertanyaan yang keluar dari mulut Dennis membuat Archie membeku, dia tidak bisa menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Dennis.


"T-tentu saja berbeda! Aku hanya mencari sedangkan dia berkencan." jawab Archie tidak ingin kalah.


"Tidak ada bedanya Arch, saat kamu sudah menemukan Claire kamu akan kembali padanya, jadi untuk apa dia menjaga perasaanmu? Kalau aku jadi dia, aku juga akan melakukan hal yang sama!" ucap Dennis.


Tiba-tiba saja secara tidak sengaja, Aileen melihat Archie, Fiki dan Dennis dan langsung menghampiri mereka.


"Hai kak Dennis! Sedang apa kakak di sini?" Tanya Aileen.


"Tentu saja kami sedang makan, apa kamu buta!" ketus Archie.


"Biasa aja kali! ketus amat kalo ngomong!" ucap Aileen dengan tatapan kesal.


"Oh iya Aileen, siapa laki-laki yang ada di sebelahmu?" Tanya Dennis.


"Ah dia Bob kak, dia sahabatku sejak SD! Kami baru saja selesai makan dan mau pergi dari sini." jelas Aileen mengenalkan Bob kepada yang lain.


"Kamu sudah selesai? Aku kira kamu baru datang."


"Tidak kak, kalau begitu aku pergi dulu ya kak, kami mau ke toko buku untuk membeli beberapa komik di sana." ucap Aileen.


"Baiklah, hati-hati di jalan Aileen! Sampai bertemu di perusahaan." ucap Dennis yang di balas lambaian tangan oleh Aileen.


Setelah melihat kepergian Aileen, Dennis langsung menatap tajam ke arah Archie.


"Dengar bukan? Dia adalah sahabatnya bukan teman kencannya! Apa kamu tidak bisa sedikit saja lembut kepadanya?"


"Tau apa kamu hah! Aku bisa mengurusnya sendiri!" ketus Archie yang langsung meninggalkan meja mereka.

__ADS_1


Fiki ingin menyusul sahabatnya itu namun Dennis menahannya dan menyuruhnya tetap diam di sana.


"Biarkan dia menenangkan dirinya lebih dulu." ucap Dennis.


Akhirnya Fiki menuruti ucapan Dennis untuk membiarkan Archie pergi dan membiarkannya untuk menenangkan dirinya lebih dulu.


Di luar, Archie melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Aileen, setelah menemukannya Archie segera menyuruhnya turun dari motor Bob.


"Mas, apaan sih!" ketus Aileen.


"TURUN!" Bentak Archie.


Aileen yang baru pertama kali mendengar Archie membentaknya langsung turun karena takut.


"Aileen, kamu mau kemana?" Tanya Bob.


"Hei om, jangan memaksa perempuan! Apa anda tidak malu di lihat orang-orang!?" ketus Bob sambil menarik tangan Aileen.


"Diam kamu! Kamu tidak berhak ikut campur masalah kami!" ketus Archie yang menarik Aileen hingga tangan Bob terlepas dari lengan Aileen.


"Sudah Bob, pulanglah jangan mengkhawatirkan aku, aku baik-baik saja." ucap Aileen sambil memaksakan senyumnya kepada Bob.


"Tapi Aileen..."


"Kamu tidak dengar apa yang di ucapan Aileen! Pergilah!" sambung Archie yang langsung membawa Aileen masuk ke dalam mobilnya.


"Kamu tuh apa-apaan sih mas! Kenapa kamu malah marah-marah ga jelas gini!" ketus Aileen.


"Siapa yang berkencan! Bob adalah temanku sejak SD! Kami selalu bersama, papa juga mengenalnya, kalau kamu tidak percaya silahkan tanya papaku!" ketus Aileen.


Archie tidak menggubris ucapan Aileen, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Aileen menggenggam erat seatbelt yang terpasang di tubuhnya.


"Bisa pelan-pelan ga sih!" teriak Aileen namun Archie tidak mendengarkannya.


Hingga akhirnya mereka berdua sampai di sebuah gedung yang sangat tinggi dan mewah.


"Dimana kita?" Tanya Aileen yang asing dengan tempat itu.


"Turun!" ucap Archie yang sudah membukakan pintu mobil untuk Aileen.


"Tidak! Aku tidak mau turun kalau kamu tidak mengatakan kita ada di mana!"


"Aileen, jangan membuatku menggendongny masuk ke dalam!"


"Bilang dulu kita di mana!" teriak Aileen.


"Kita ada di apartmentku! Turun!" bentak Archie.


"Untuk apa kita di apartmentmu? Aku tidak mau!"


Sangking frustasinya akhirnya Archie menggendong Aileen dan membawanya masuk ke dalam gedung itu menuju apartmennya.

__ADS_1


Aileen berkali-kali memberontak dan menyuruh Archie untuk menurunkannya namun Archie tidak memperdulikannya.


"Turunkan aku mas! Aku akan berteriak jika kamu tetap tidak menurunkan aku!" ancam Aileen.


"Silahkan saja teriak, pemilik gedung ini adalah diriku, orang yang ada di sini tidak akan menangkapku karena mereka bekerja di bawahku!" Bisik Archie.


Aileen yang mendengarnya langsung menganga tidak percaya, dia tidak percaya gedung mewah yang sekarang sedang dia masuki adalah milik suaminya yang menyebalkan itu.


Sesampainya di dalam lift, Archie menurunkan tubuh Aileen dan menekan lantai paling atas.


"Tubuhmu berat sekali! Makanya jangan suka makan!" ketus Archie.


"Apa aku yang menyuruhmu untuk menggendongku!? Kamu sendiri yang membuat dirimu keberatan!" ketus Aileen.


"Apartmentmu ada di lantai paling atas?" Tanya Aileen.


"Hm, aku tinggal di penthouse yang ada di paling atas." ucap Archie.


"Wah, setahuku penthouse adalah rumah yang sangat bagus dan mewah! Apa penthouse milikmu juga seperti itu?" Tanya Aileen.


"Kamu bisa melihatnya nanti!" ucap Archie sambil tersenyum sinis.


Benar saja, Aileen terpaku saat Archie membuka pintu penthousenya.



"Ayo masuk! Kenapa kamu diam saja? Ayo masuk, apa kamu tidak pernah melihat penthouse?" Tanya Archie.


"Memang tidak pernah! Jangankan masuk ke dalamnya, melihatnya secara langsung saja tidak pernah!" ketus Aileen.


Akhirnya mereka masuk ke dalam penthouse milik Archie, Aileen berjalan melihat sekeliling ruangan yang menurutnya sangat menakjubkan.


"Jangan norak! Duduklah, aku harus mengambil beberapa dokumen perusahaan yang harus aku bawa." ucap Archie.


"Jadi kamu hanya mengajakku untuk mengambil dokumen perusahaan? Lalu kenapa kamu harus marah-marah tidak jelas!"


"Aku memang marah karena kamu keluar dengan laki-laki di depan teman-temanku yang tahu kalau kamu adalah istriku!" ucap Archie.


"Kalau mereka tidak mengetahui statusmu mungkin aku tidak akan marah sampai seperti itu!" lanjutnya.


"Lagipula yang tahu statusku hanya kak Fiki saja! Kenapa sampai berlebihan seperti itu!"


"Kata siapa? Dennis juga sudah mengetahui statusmu! Jadi aku harap kamu bisa menjaga jarak dengan teman laki-lakimu!"


"Tidak bisa! Bob adalah sahabat baikku sama seperti Brenda, aku tidak bisa menjauhinya!"


"Kamu masih mau membantah?"


"Aku mohon, jangan menyuruhku untuk menjauhi Bob! Dia adalah teman baikku setelah Brenda." ucap Aileen sambil menyatukan kedua tangannya memohon kepada Archie.


Archie terdiam menatap tajam ke arah Aileen yang sedang memohon kepadanya.

__ADS_1


"Apa segitu pentingnya laki-laki itu sampai dia memohon seperti itu padaku!" batin Archie yang masih menatap Aileen.


__ADS_2