
Aileen masih duduk menunggu Archie di dalam ruangannya bersama Fiki.
"Kamu kenapa mau menikah dengan Archie? Emangnya kamu ga laku ya sama teman seusiamu?" Tanya Fiki yang membuat Aileen tidak nyaman dengan pertanyaannya.
"Apa kakak tidak ada kerjaan lain? Bukankah sebagai asisten kakak harus berada di dekat atasannya?" Tanya Aileen.
"Aku berbeda dari asisten lainnya, Archie selalu memberiku waktu untuk beristirahat." ucap Fiki dengan percaya diri.
"Bukan memberikan kakak istirahat, lebih tepatnya dia mampu melakukan semuanya sendiri tanpa kakak." ucap Aileen dengan polosnya.
"Apa?! Apa maksudmu?" Tanya Fiki yang masih tidak mengerti dengan ucapan Aileen.
"Ya intinya, kakak tidak di butuhkan sama mas Archie." ucap Aileen memperjelas maksud perkataannya.
"Enak saja tidak di butuhkan! Dia tidak bisa apa-apa tanpaku tau!" ketus Fiki.
Aileen hanya mengangkat kedua bahunya sambil menganggukkan kepalanya.
Tidak lama kemudian Archie sudah selesai dari rapatnya dan segera kembali menuju ruangannya.
"Silahkan masuk tuan, nona Aileen sudah menunggu anda sejak tadi." ucap Denis.
"Aileen di sini? Sedang apa dia di sini?" Tanya Archie.
"Saya juga tidak tahu tuan, tapi keponakan anda sangat menggemaskan dan cantik." ucap Denis yang membuat Archie merasa aneh.
"Ha? Keponakan? Maksudnya apaan sih!" batin Archie sambil menggelengkan kepalanya lalu masuk ke dalam ruangan.
Aileen dan Fiki yang sedang berdebat langsung melihat ke arah pintu yang baru saja terbuka.
"Hai mas Archie!" sapa Aileen dengan manisnya.
Fiki yang melihatnya hanya bisa menatap aneh ke arah Aileen karena sikap Aileen saat di hadapan Archie sangat berbeda.
"Nih cewek asli punya kepribadian ganda sih kayaknya!" batin Fiki sambil bergidik ngeri.
"Sedang apa kamu kemari!?" Tanya Archie dengan ketus.
Aileen yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa menghela nafas panjang berusaha untuk menahan emosinya.
"Oke sabar Aileen, demi nilai yang bagus dan demi membuatnya menyukaiku." batin Aileen.
"Dia ingin memintamu untuk mengajarinya!" sahut Fiki yang ada di sebelah Aileen.
Mendengar itu Aileen langsung meliriknya dengan tajam karena menurutnya Fiki terlalu ikut campur.
"Apa kakak tidak bisa diam!?" Tanya Aileen.
__ADS_1
"Kenapa aku harus diam? Aku punya mulut ya buat ngomong lah!" jawab Fiki.
Archie yang mendengar perdebatan antara Aileen dan Fiki hanya bisa menghela nafas sambil memegang kepalanya.
"Diam!" tegas Archie hingga membuat Aileen dan Fiki terkejut dan melihat ke arah Archie.
"Apa kalian akan terus berdebat seperti ini!? Kalian berdua sudah besar jadi jangan bertingkah seperti anak kecil!" ketus Archie.
Aileen dan Fiki seketika terdiam mendengar ucapan Archie.
"Fik, kamu keluarlah dulu, ada beberapa dokumen yang aku berikan kepada Denis, baca dan pelajarilah, lusa kita akan pergi ke kota B." ucap Archie.
"Baiklah, aku akan segera mempelajari semua dokumen yang kamu berikan." ucap Fiki.
Fiki berjalan ke arah pintu sambil melihat Aileen dan menjulurkan lidahnya mengejek Aileen hingga membuat Aileen membulatkan matanya ke arah Fiki yang berada tepat di belakang Archie.
"Kamu kenapa melotot ke aku!?" Tanya Archie hingga membuat Aileen terkejut.
"Ha? Engga kok mas, aku ga melotot ke mas Archie tapi ke kak Fiki.." jelas Aileen.
Archie langsung menoleh ke belakang untuk memastikan keberadaan Fiki namun tidak ada siapa-siapa di sana karena Fiki langsung berlari ke luar ruangan Archie.
"Kamu sudah belajar berbohong? Tidak ada Fiki di belakangku!"
"Tapi tadi beneran ada.."
"Em,, Sebenarnya besok aku ada ujian percobaan karena sebentar lagi aku akan ujian nasional, biasanya aku belajar sama mama, tapi mommy bilang aku bisa belajar bersamamu jadi aku di suruh kemari." jelas Aileen.
"Lalu? Kenapa kamu bilang kalau kamu adalah keponakanku?"
"Lalu aku harus bilang kalau aku adalah istrimu? Apa mereka akan percaya? Yang ada mereka akan menertawaiku karena mereka kira aku bercanda!"
"Apa?! Jadi maksudnya aku terlalu tua untuk memiliki istri semuda dirimu?" Tanya Archie.
"Kan emang begitu kenyataannya! Dia kan memang terlalu tua untukku!" batin Aileen.
"Kenapa kamu diam!?" ketus Archie yang membuat Aileen tersadar dari lamunannya.
"Eh? Apa mas? Tadi kamu ngomong apa?" Tanya Aileen.
"Ah sudahlah! Aku masih ada beberapa pekerjaan, kalau kamu mau menunggu aku akan mengajarimu nanti." ucap Archie yang membuat Aileen senang.
"Benarkah!? Oke aku akan menunggu mas Archie di sini." ucap Aileen antusias.
Archie hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil melihat tingkah laku Aileen.
Aileen duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Archie, sedangkan Archie duduk di kursinya dan membaca tumpukan kertas yang ada di atas mejanya.
__ADS_1
"Wah, apa mas Archie menyelesaikan semua itu sendirian?" Tanya Aileen.
Archie hanya mengangguk mengiyakan ucapan Aileen, sedangkan Aileen langsung merasa tidak mood karena dia akan menunggu dalam waktu yang lama.
"Huh! Aku pasti akan bosan sekali berada di sini!" gumam Aileen.
"Apa kamu bosan? Kamu bisa berbaring di sofa itu, atau kamu juga bisa jalan-jalan melihat perusahaanku." ucap Archie yang mengetahui perubahan mood Aileen.
"Tidak, aku tidak mau kemana-mana, tapi bisakah mas Archie memesan makanan untukku? Aku lapar sekali.." ucap Aileen.
Archie hanya menghela nafas panjang lalu membuka hpnya dan menyodorkannya ke Aileen.
"Ini apa maksudnya?" Tanya Aileen yang tidak mengetahui maksud dari Archie.
"Pesan lah makanan sesukamu lewat aplikasi di hpku." ucap Archie.
"Ah, baiklah terimakasih.." ucap Aileen sambil mengambil hp yang di berikan oleh Archie.
Aileen dengan semangat memilih makanan yang akan di pesan olehnya, setelah beberapa menit memilih akhirnya Aileen sudah menetapkan pilihannya dan langsung mengembalikan hp Archie.
"Sudah?" Tanya Archie yang di balas anggukan oleh Aileen.
Archie kembali fokus pada pekerjaannya, sedangkan Aileen berbaring di sofa sambil menunggu makanannya datang.
Aileen yang sudah mulai bosan menunggu memutuskan untuk bernyanyi hingga membuat Archie tidak fokus.
"Kamu bisa dia tidak!?" ucap Archie dengan nada tinggi.
Aileen yang mendengarnya langsung berhenti bernyanyi dan segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Karena hal itu akhirnya Aileen memutuskan untuk berbaring tanpa melakukan hal apa-apa.
Beberapa menit kemudian hp Archie berbunyi, Archie segera mengangkat telfon itu.
"Halo?" ucap Archie.
"Halo pak, saya ingin mengantar pesanan dan saya sudah berada di depan perusahaan sekarang." ucap laki-laki dari sebrang telfon.
Archie melihat ke arah sofa dan melihat Aileen sedang tertidur pulas di sana, Archie hanya bisa menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya.
"Baiklah pak, sebentar lagi akan ada seseorang yang mengambilnya di depan, tunggu ya pak." ucap Archie lalu segera mematikan telfonnya.
Archie segera keluar ruangan menghampiri Denis yang ada di mejanya.
"Denis, saya minta tolong kamu ke bawah untuk mengambil pesanan Aileen, Aileen ketiduran jadi tidak bisa mengambilnya, dan ini uang tunai untuk membayar makanannya karena mereka tidak menerima pembayaran lewat kartu." ucap Archie.
"Baik pak, saya akan segera mengambilnya." ucap Denis yang langsung pergi untuk mengambil pesanan Aileen.
Setelah melihat kepergian Denis, Archie kembali masuk ke dalam ruangannya dan menatal Aileen yang masih tertidur pulas.
__ADS_1
"Kenapa aku tidak pernah terfikir bagaimana nasibmu nanti saat aku sudah menemukan Claire?" Batin Archie.