AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA

AKU ADALAH ISTRI YANG DURHAKA
BAB 19


__ADS_3

Esok harinya adalah hari di mana Aileen melakukan ujian percobaan, namun semalaman Aileen tidak bisa fokus belajar sama sekali, dia bahkan begadang hanya untuk membaca kembali buku-bukunya.


Dia juga hanya mengandalkan soal-soal yang di buat oleh Archie untuknya saat di perusahaan.


"Apa aku bisa mengandalkan soal-soal dari om-om itu?" gumam Aileen sambil melihat dirinya di cermin.


"Yaampun lihatlah dirimu Aileen, mata panda, wajah pucat, rambut belum keramas! Arrgghh,, hanya karena merasa bersalah dengan om-om itu aku harus menjadi seperti ini!" ucap Aileen sambil mengacak-acak rambutnya.


Akhirnya Aileen memutuskan untuk mengikat rambutnya karena rambutnya sudah sangat lepek.


"Kemana perginya om-om itu? Apa dia sudah berangkat bekerja?" ucap Aileen yang akhirnya turun ke bawah untuk membantu menyiapkan sarapan.


"Loh non Aileen kenapa turun ke bawah?" Tanya pelayan yang ada di sana.


"Iya bi, Aileen mau bantu bibi masak buat sarapan." ucapnya.


"Tidak perlu non, non Aileen katanya ada ujian hari ini, lebih baik non Aileen membaca kembali buku pelajarannya."


"Engga deh bi, Aileen udah pusing banget baca buku-buku itu, Aileen bantuin bibi masak aja deh." ucap Aileen.


Akhirnya mau tidak mau pelayan tersebut mengiyakan ucapan Aileen untuk mengijinkaannya membantu menyiapkan sarapan.


"Oh iya bi, bibi ga liat mas Archie?" Tanya Aileen.


"Tadi tuan Archie berangkat lebih baik non, ga tau deh kenapa berangkat pagi, biasanya kalau tuan Archie berangkat sebelum sarapan itu tandanya tuan Archie mau ke luar kota." jelas pelayan tersebut.


Aileen menganggukkan kepala mendengar penjelasan bibi.


"Ke luar kota? Tapi kenapa dia tidak mengatakan apapun padaku? Apa semarah itu dia padaku?" batin Aileen.


Aileen melamun hingga tidak sadar pisau yang sedang memotong bawang itu menggores tangannya hingga terluka.


"Aw!" teriak Aileen yang sudah menjatuhkan pisaunya.


"Yaampun non Aileen, kenapa bisa begini? Non Aileen bengong ya?" ucap bibi.


Dengan segera bibi mencuci tangan Aileen dengan air mengalir lalu segera mengambil kotak p3k untuk mengobati luka di tangan Aileen.


"Maaf ya bi, huhuhu Aileen tadi malah melamun." ucap Aileen yang mulai bersedih.


"Aduh non, kenapa malah meminta maaf? Non Aileen tidak salah kok."


"Nanti bibi di marahin mommy gara-gara Aileen."


"Tidak apa non, bibi baik-baik saja kok." bibi kembali menenangkan Aileen.


"Kalau begitu Aileen tunggu di kamar aja ya bi, nanti kalau sudah selesai panggil Aileen aja ya.." ucap Aileen yang di balas anggukan kepala oleh pelayan tersebut.

__ADS_1


Namun baru beberapa langkah Aileen menaiki tangga, tiba-tiba dia berhenti dan berbalik.


"Oh iya bi, bibi tau mas Archie kemana?" Tanya Aileen.


"Tuan muda sudah berangkat pagi-pagi sekali non, bilangnya mau ke luar kota untuk bekerja." jelas pelayan tersebut.


Mendengar hal itu akhirnya Aileen hanya bisa menganggukkan kepalanya dan melanjutkan niatnya untuk kembali ke kamarnya.


Di dalam kamar Aileen melihat sekeliling kamarnya, dia mengecek barang-barang Archie yang biasanya tertata rapi di sana namun tidak ada, lemari pun kosong tidak ada pakaian apapun di sana.


"Kenapa dia tidak berpamitan kepadaku? Apa dia masih marah padaku?" gumam Aileen sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Aileen akhirnya memutuskan untuk mandi dan mencuci rambutnya yang lepek karena Masih memiliki banyak waktu.


Setelah itu dia turun ke bawah, di sana sudah ada Adeline yang sedang duduk di meja makan sambil membaca majalah.


"Hai kak Adel.." sapa Aileen.


"Hai Leen,, kamu sudah siap berangkat sekolah ya?"


"Iya kak, kemana dad dan mom?" Tanya Aileen.


"Sepertinya mereka masih di airport mengantar Archie." jelas Adeline.


"Mengantar? Emangnya mas Archie ke luar negeri berapa lama sampai harus di antar?"


"Kamu ga tau? Dia ke luar negeri sebulan atau dua bulanan, mom tadinya nyuruh kak Archie membawamu tapi dia bilang kalau kamu sedang ujian jadi dia tidak membawamu." jelas Adeline.


Sarapan sudah di sajikan, Aileen dan Adeline sarapan bersama tanpa menunggu kedua orang tua Adeline karena mereka berdua memiliki kesibukan sendiri.


Setelah sarapan selesai, Adeline pergi bekerja menggunakan mobilnya, namun sebelum itu dia mengantar Aileen ke sekolah lebih dulu.


"Terimakasih ya kak Adel.."


"Sama-sama Leen, nanti kalau pulang telfon supir saja ya aku takut belum selesai bekerja." ucap Adeline yang di balas anggukan oleh Aileen.


Di dalam kelas, Aileen langsung duduk dan menaruh kepalanya di mejanya, Brenda yang melihat hal itu segera menghampiri Aileen.


"Kamu kenapa Leen?"


"Entahlah, aku merasa bersalah banget Bren.."


"Bersalah? Kenapa?"


Akhirnya Aileen menceritakan semua kejadian kemarin hingga membuat Archie marah.


"Yaampun Aileen! Kamu mau selingkuh? Mau jadi istri durhaka?" ucap Brenda.

__ADS_1


"Enak aja! Aku kan ga durhaka, lagian dia juga masih mencari mantannya yang hilang kok!"


"Tapikan kamu tau kalau itu tidak mungkin karena kecelakaan itu terjadi sudah bertahun-tahun lamanya!" ucap Brenda.


"Bren, kamu tidak mengerti! Bagaimana rasanya hidup dengan orang asing yang sama sekali tidak kamu kenal, bahkan kami tidak menyukai satu sama lain!" ucap Aileen.


"Terus kalau Raka menyukaimu dan mengatakan cinta kepadamu, apa kamu akan menerimanya!?"


"Hm,, tentu saja! Aku hanya menikmati kehidupanku, karena pernikahan kita sama seperti pernikahan kontrak hanya tidak tertulis." ucap Aileen dengan berbisik agar tidak di dengar oleh yang lain.


BRAK!! Tiba-tiba saja Bob datang dengan teegesa-gesa dan berlari ke arah Aileen dan Brenda.


"Aileen!!" teriak Bob.


"Yaampun Bob! Kamu ga bisa kecilkan suaramu!?" ketus Brenda.


"Diamlah, kamu tidak tau apa-apa!" ketus Bob yang langsung duduk di bangku yang ada di hadapan Aileen.


Bob menatap Aileen dengan tatapan tajam bagai singa yang menemukan mangsanya.


"A-apa? Kenapa kamu melihatku seperti itu?" Tanya Aileen dengan curiga.


"Siapa laki-laki kemarin?" Tanya Bob.


"Laki-laki siapa? Raka?" Tanya Brenda.


"Hah? Raka siapa? Raka teman kita? Kemarin kamu pergi bersamanya!?" Tanya Bob yang kebingungan.


Aileen yang mendengar ucapan kedua sahabatnya itu hanya bisa memegang kepalanya yang tidak pusing.


"Aish, nanti saja kita ke cafe biasanya ya biar di sana aku akan menjelaskan semuanya kepada kalian!" ucap Aileen.


"Tapi aku sudah penasaran!" tegas Bob.


"Sama!" sambung Brenda.


"Kalian berdua akan aku nikahkan kalau terus bertanya padaku seperti itu!" ketus Aileen.


"Dih, ga sudi!" ketus Bob.


"Dih, emang kamu fikir aku mau gitu? Ogah tujuh turunan!" ketus Brenda.


"Jangan sok benci ntar jadi cinta!" ejek Aileen.


Mendengar hal itu Bob langsung melirik Brenda sebentar dan langsung pergi meninggalkan kelas Aileen dan Brenda.


Sedangkan Brenda yang melihat Bob menatapnya seperti itu langsung kesal dan mengepal kedua tangannya.

__ADS_1


Aileen yang melihat kedua sahabatnya langsung memijat keningnya karena bingung harus menceritakan mulai dari mana.


"Matilah aku! Bob akan sangat histeris mendengar tentang pernikahanku!" batin Aileen.


__ADS_2