AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
ARTHUR


__ADS_3

Karena kondisi kesehatannya yang masih dalam masa pemulihan Andrean tak diizinkan bekerja oleh Jason. Jadilah hari ini Andrean harus ditetap berada dimansion dan menemani Narda seharian.


Karina dan Viola sedang keluar untuk berbelanja karena banyak kebutuhan dimansion yang sudah habis. Termasuk susu Narda bagaimana tidak habis anak itu selalu saja menyusu.


Narda sedang bermain lego ditemani oleh Andrean. Mimpi itu membuat Andrean jadi semakin waspada dan memperketat penjagaan dimansion bahkan Andrean membayar puluhan penembak jitu baru untuk berjaga disekitar mansion.


Mansion De Wilson terletak diatas bukit yang ditelah dipagar menggunakan besi khusus. Dari mulai bawah bukit hingga diseluruh hutan menuju Mansion semuanya sudah dijaga ketat oleh pasukan De Wilson dan juga pasukan Die Errama.


Orang biasa tidak akan bisa memasuki bukit itu tanpa izin dari Jason dan Hendery. Selain banyak perampok yang berniat untuk merampok mansion mewah milik mafia terbesar didunia itu tapi mereka semua berakhir hilang tanpa jejak.


Didalam mansion De Wilson ada sebuah laboratorium besar milik keluarga De Wilson dan keluarga Die Errama yang kini bekerja sama melakukan tugasnya. Semua penelitian dilaboratorium itu kini dipimpin oleh Arthur dan juga Evan.


Jarum beracun buatan Evan kini jadi semakin mematikan karena Arthur menambahkan racun penemuan barunya pada jarum itu. Belati dan pedang keluarga mereka juga diberi racun yang sama untuk mempermudah mereka dalam menghabisi musuh.


Narda yang sudah bosan bermain kini menonton kartun kesukaannya sembari meminum susu didalam dot kesayangannya. Narda terlihat sangat menikmati setiap momen dalam hidupnya.


Arthur memasuki mansion dengan raut wajah yang sangat kelelahan. Bahkan wajah tampan Arthur kini terlihat sedikit menakutkan bagi Narda.


Wajahnya pucat dan lusuh dengan kantung mata seperti panda dan rambut yang acak acakan. melihat itu Andrean dan Narda saling bertatapan mereka ingin mendekati Arthur dan bertanya ada apa tapi mereka takut akan mendapatkan omelan dari Arthur yang terlihat sangat lelah.


Arthur meminum satu botol air putih dingin hingga habis kemudian duduk disofa sembari memijat pangkal hidungnya. Narda memberanikan diri dan mendekati Arthur.


"kakak..." Panggil Narda sembari memegang tangan Arthur.


Tidak seperti dugaan Narda yang mengira Arthur akan marah atau membentak dirinya. Arthur malah tersenyum lalu membawa Narda ke dalam pangkuannya.

__ADS_1


"Kakak sepertinya capek sekali... kakak baik baik saja?" Tanya Narda khawatir.


"adik kecil kau mengkhawatirkan ku hm? aku baik baik saja, aku hanya sedikit lelah" Sahut Arthur dengan lembut.


Narda memegang wajah Arthur dengan tangan mungilnya lalu mencium pipi Arthur dengan penuh kasih sayang.


"Kakak jangan kecapekan nanti sakit... adek gak mau kakak sakit" Narda.


Arthur tersenyum lalu memeluk Narda pelan karena takut menyakiti adik kecilnya itu. Andrean beranjak dan duduk karpet bawah meletakan kepalanya dipangkuan Arthur.


"Ada apa ini? kau sangat manja hari ini" Heran Arthur pada tingkah Andrean karena biasanya Andrean adalah orang yang sangat arogan dan tidak mau dianggap lemah.


"Aku hanya ingin manja sebentar" Sahut Andrean dingin membuat Arthur tertawa pelan.


"Hei bocah kau jauh lebih manja lihat saja kaki mu itu bahkan hampir tidak mau berjalan karena selalu minta digendong" Sahut Andrean balik meledek.


"Sudah jangan berdebat kalian manja seperti ini aku malah senang, karena akhirnya aku bisa memberikan kasih sayang yang selama ini hanya bisa aku pendam didalam diri ku" Arthur sangat senang jika adik adiknya manja karena sejak kecil dia sangat jarang bisa bertemu dengan adik adiknya.


Bukan karena tidak ingin tapi karena kedua keluarga yang jarang berkomunikasi membuat mereka juga jarang bertemu. Sebenarnya Arthur sempat depresi karena masalah ini karena dia tak bisa bertemu dengan adik adik yang sangat ia sayangi.


Mungkin bagi sebagian orang itu hanya masalah kecil. Tapi bagi Arthur itu sangatlah menyakitkan, dia melihat Andrean dan Evan lahir ke dunia tapi setelah itu dirinya sangat jarang bertemu dengan mereka.


Arthur sudah berusaha untuk menyatukan kedua keluarga tapi semua usahnya berakhir kegagalan. Arthur juga pernah terluka karena ingin memaksa masuk ke mansion De Wilson saat itu penjaga tak tau jika dirinya adalah anak Hendery hingga salah seorang penembak jitu menembak punggung Arthur hingga membuatnya koma selama tiga hari.


Setelah kejadian itu Hendery berusaha menemui Jason dan mereka terus berkomunikasi dan bertemu untuk membahas bersatunya kedua keluarga. Namun masalah baru kembali datang karena Hendery menolak tinggal dimansion De Wilson.

__ADS_1


Perdebatan panjang kembali terjadi dan membuat Arthur semakin sulit untuk bertemu dengan adik adiknya hal itupun membuat mental Arthur semakin down. Pertemuan mereka dimansion Johan adalah hal yang membuat harapan Arthur kembali muncul untuk bisa bersama dengan adik adiknya meski hanya sebentar.


Ponsel Arthur berdering dengan cepat Arthur menjawab panggilan itu karena itu adalah panggilan dari Karina. Setelah sambungan telpon ditutup Arthur beranjak.


"Aku harus kembali ke lab kalian berdua tetap dimansion dan jangan meninggalkan mansion paham?" Arthur.


"Iya kak" Sahut Andrean dan Narda bersamaan.


Saat sampao dilab Arthur tidak langsung masuk ke ruang penelitian karena dia harus berganti baju dulu diruangannya. Baru saja selesai berganti baju salah satu bawahan Arthur membawakan beberapa laporan yang harus diperiksa oleh Arthur saat itu juga.


Arthur tersenyum hambar melihat semua tumpukan berkas itu. Akhirnya Arthur kembali duduk dikursi meja kerjanya, Arthur mulai memeriksa satu persatu berkas laporan itu.


Saat dia sedang memeriksa semua berkas itu pandangannya teralihkan pada sebuah foto yang terpajang diatas mejanya. Itu adalah foto kebersamaan Arthur bersama ketiga adik yang sangat dia cintai, Arthur tersenyum dan mengusap foto itu lembut.


"Aku selalu berharap kalian baik baik saja tapi aku terkadang juga takut... aku takut jika harus kehilangan lagi, aku akan bekerja keras untuk kalian melindungi kalian apapun yng terjadi...


aku harap kita bisa selalu bersama selamanya. Tetaplah bahagia adik adik ku... senyuman kalian adalah sumber bahagia ku" Ucap Arthur dalm hati.


Arthur meletakan kembali foto itu dan kembali fokus dengan pekerjaannya. Setelah semua berkas itu selesai diperiksa dan ditanda tangani Arthur beranjak dari duduknya dan meregangkan tubuhnya.


Arthur kemudian keluar lab untuk menghirup udara segar sebentar. Arthur duduk diayunan yang ada dihalaman depan lab, hingga asisten Arthur menghampirinya.


"Prof semua bahan untuk eksperimen sudah datang dan sudah saya taruh ditempatnya masing masing, silahkan prof periksalah lebih dulu" Ucap Asisten Arthur mengajak Arthur untuk memeriksa bahan bahan eksperimen mereka.


Arthur mengangguk setuju dan masuk kembali ke dalam lab dengan raut wajah lelahnya.

__ADS_1


__ADS_2