AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
HANNA


__ADS_3

Mereka sarapan bersama dimeja makan dan seperti biasa Hanna menyajikan makanan untuk Aruna.


"Aruna ayo makan dulu" Alika ingin menyuapi Aruna tapi anak manis itu menggelengkan kepalanya.


"Sayang kenapa? ini makanan kesukaan mu kan?" Alika masih berusaha membujuk Aruna.


Saat Alika berhasil membuat Aruna memakan sedikit makanannya tiba tiba Aruna memuntahkan makanan itu. Alika pun mencicipi makanan Aruna dan menatap Ethan.


"Tuan... apakah anda pernah mencicipi makanan Aruna?" Tanya Alika tiba tiba pada Ethan.


"Tidak pernah... ada apa memangnya? apa ada yang salah dengan makanan Aruna?" Ethan.


"Tidak ada tua! saya membuat makanan tuan muda dengan bahan bahan terbaik dan sudah saya pastikan itu makanan yang aman untuk tuan muda" Ucap Hanna membela diri.


"Aku tau makanan ini dibuat dengan bahan bahan yang bagus tapi masalahnya adalah kenapa dimakanan bayi seperti ini kau memasukan banyak garam?


Hanna dia masih berusia satu tahun jika kau membuat makanan dengan cara seperti ini itu akan mempengaruhi pencernaan Aruna. Dimakanan ini kelebihan garam, mengandung lada, dan kau juga memasukan penyedap buatan!" Alika.


Karina beranjak dan mencicipi sendiri makanan Aruna ternyata apa yang dikatakan oleh Alika benar. Karina mengambil mangkuk Aruna dan membanting mangkuk itu dihadapan semua orang.


"Jadi makanan seperti ini yang kau berikan pada cucuku selama ini?!" Karina.


Alika pergi ke dapur dan membuat sendiri makanan untuk Aruna. Dengan cekatan Alika membuatkan makanan untuk Aruna berbahan dasar kentang, ayam, dan beberapa campuran sayuran lainnya.


"Hanna kau keterlaluan! Kau mengecewakan aku Hanna" Ethan.


"Tuan hiks hiks maaf tuan saya hanya... saya- maaf tuan" Hanna menangis dan berlutut dihadapan Ethan.


"Paman Leo bawa dia dan disiplinkan dia" Ucap Ethan memberikan perintah.


Aruna menangis karena takut melihat semua keributan itu. Dengan cepat Ethan menggendong Aruna dan menenangkan sang anak.


"Sayang maaf lagi lagi papa lengah" ucap Ethan sembari memeluk Aruna.


"Ethan jika terus seperti ini kasihan Aruna, kau harus segera menikah agar anak mu bisa memiliki sosok seorang ibu dan tidak terus terusan menjadi korban begini" Karina.


"Aruna sayang sini nak ini aku sudah buatkan makanan yang baru nak, sayang..." Alika meletakan makanan Aruna dan menggendong anak manis itu.

__ADS_1


Karina mencicipi sedikit makanan Aruna buatan Alika dan tersenyum.


"Ini sangat enak... kau menambahkan susu ke dalamnya?" Karina.


"Iya nyonya" Sahut Alika sopan.


Alika menenangkan Aruna lalu menyuapi Aruna pelan dan hati hati. Aruna makan sangat lahap makanan itu dia habiskan tanpa sisa padahal biasanya Aruna hanya makan sedikit dan lebih suka makan buah.


Ethan yang melihat anaknya makan dengan lahap semakin merasa bersalah pada sang anak. Ethan tidak makan sedikit pun dia hanya fokus menatap Aruna yang ada dipangkuan Alika.


Aruna tiba tiba sendawa dan tertawa sembari menatap Ethan. Tanpa mengatakan apapun Ethan membawa Aruna ke pangkuannya dan memeluk Aruna.


"Maafkan papa nak... kau pasti sangat menderita karena makan makanan seperti itu setiap hari, papa kira kau suka makan buah tapi ternyata itu cara mu untuk membuat perut mu kenyang maafkan papa Aruna" Ethan memeluk sang anak penuh penyesalan.


Alika hanya bisa menunduk dia juga kasihan ada Aruna. Alika bersyukur karena tadi dia sempat mencicipi makanan Aruna yang disajikan oleh Hanna karena jika tidak maka Alika pasti akan menyesali itu selamanya.


"Alika terimakasih kau membuat anakku terlepas dari makanan yang menyiksa itu" Ethan.


"Tuan anda sudah mempercayakan Aruna pada saya, dan itu sudah menjadi kewajiban saya" Alika.


"Tuan kita mau kemana?" Tanya Alika yang bingung.


"nanti kau akan tau" Sahut Ethan dingin.


Leo dan Luis juga ada disana untuk menjaga keamanan mereka. Ethan menghentikan langkahnya di ikuti oleh Alika dan yang lainnya, mereka berhenti ditempat yang sangat indah.


Saat ini mereka berada ditepi danau yang indah. Disepanjang mata memandang terlihat jelas pegunungan yang menjulang tinggi, bunga bunga liar yang indah, dan danau yang bersih.


Alika terpesona dengan pemandangan yang ia lihat saat ini. Alika yang masih menggendong Aruna pun berjalan disekitaran tepi danau, Ethan berjalan disamping Alika mereka hanya diam menikmati indahnya pemandangan.


"Tuan tempat ini sangat indah" Alika.


"Tempat ini masih termasuk diwilayah mansion Die Errama dan dilindungi oleh pagar besi yang dijaga ketat, jika kau sedang bosan kau bisa kesini disini aman" Ethan.


"Baik tuan..." Alika.


"Ma... ma mama haha mama" Aruna memanggil Alika dengan sebutan mama membuat Alika dan Ethan terdiam dan saling bertatapan.

__ADS_1


Ethan tersenyum dan menggenggam tangan Alika. Gadis itu tertegun dia bingung saat melihat Ethan yang tiba tiba memegang tangannya dengan begitu lembut.


"Alika... aku tau ini terlalu mendadak karena ini baru beberapa hari setelah kita bertemu, tapi aku juga tidak bisa menunggu terlalu lama


Alika apa kau mau menjadi istri ku? menjadi ibu untuk Aruna dan melahirkan anak anak ku dimasa depan?" Ethan berucap tanpa ragu.


Alika menatap Ethan tak percaya, dalam keadaan ini Alika bingung karena dirinya masih baru mengenal Ethan tapi disisi lain Alika sudah terlanjur menyayangi Aruna dan hatinya berat untuk menolak lamaran Ethan.


"Tuan... beri saya waktu untuk berpikir" Sahut Alika lembut dan sopan.


"Baiklah... aku akan memberikan mu waktu hingga kau siap menjawab ku, dan apapun jawaban mu aku akan menerimanya" Ethan tersenyum penuh arti.


Mereka kembali berjalan menyusuri tepian danau dan melihat burung burung liar beterbangan. Aruna terlihat sangat senang matanya berbinar indah menatap ke segala arah.


Alika dan Ethan hanya saling diam mereka berdua sama sama terperangkap dalam pikirannya masing masing. Ethan berhenti berjalan dan menatap ke arah danau, Alika mengikuti Ethan dan berdiri disampingnya.


"Waktu kecil kisah hidup ku mengerikan... bahkan aku sangat membenci diri ku yang dulu" Ucap Ethan membuka pembicaraan.


"Setiap manusia punya masa lalu tuan... kau dan aku kita semua punya masa lalu, mungkin masa lalu ku tidak seburuk diri mu tapi dari masa lalu kita belajar untuk menjadi lebih baik" Sahut Alika sembari menatap lurus ke arah danau.


"Aku bukan anak kandung mama dan papa, aku hanya anak angkat yang mereka adopsi beberapa tahun lalu sebelumnya papa memiliki seorang kakak bernama Hendery


Aku memanggilnya dengan panggilan papi, dan istrinya dengan panggilan mami. Setelah anak mereka meninggal mereka juga meninggal, papi dan mami menulis surat wasiat dan menjadikan aku pewaris tunggal mereka dikeluarga Die Errama ini.


Aku sebenarnya hanya anak haram yang tidak di inginkan. Aku terlahir karena tragedi pemerkosaan yang membuat ibu kandung ku sangat membenci diri ku" Ethan menceritakan garis besar kehidupan masa lalunya.


Alika menatap nanar ke arah Ethan, wanita cantik itu bisa melihat kesedihan dimata Ethan. Perlahan tangan lembut Alika menghapus air mata Ethan.


"Masa lalu ku memiliki banyak cerita yang menyakitkan, aku sendiri sangat membenci diri ku dimasa lalu...


Semua orang yang aku sayangi meninggalkan aku bahkan teman teman ku meninggalkan ku mereka semua tewas dengan menyedihkan


Aruna... dia juga bukan anak kandung ku meski begitu aku sangat mencintainya, aku tidak bisa hidup tanpa Aruna...


Orang tua Aruna meninggal hanya sehari setelah bertemu dengan ku. Mereka adalah teman baik ku" Ethan.


Alika tersenyum lembut dan menghapus air mata Ethan. perlahan Alika membawa Ethan untuk duduk ditepi danau itu, Alika membiarkan Ethan meletakan kepalanya dibahu Alika.

__ADS_1


__ADS_2