AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
MANJA


__ADS_3

"Adek ini buahnya sudah mama kupasin sekarang makan dulu ya" Karina memberikan mangkuk berisi potongan buah dan satu garbu kecil.


"Mama suapin..." Narda memeluk tangan Karina dan mengayunkannya ke kanan dan ke kiri.


"Iya sayang tapi lepasin dulu tangan mama, kalau kayak gini gimana mama mau nyuapin adek" Sahut Karina lembut.


Karina sangat gemas pada Narda bagaimana tidak putra bungsunya ini begitu manis dan menggemaskan. Karina menyuapi Narda buah itu pelan dan sabar, Narda tiba tiba berbaring dan meletakan kepalanya dipangkuan Karina.


"Mama adek sekarang sudah lima belas tahun adek sudah besar... tapi adek tidak mau jadi besar! adek masih mau dimanja sama mama" Ucap Narda dengan cemberut.


"Adek sayang... biarpun adek sudah besar atau sudah tua sekalipun bagi mama dan bagi kami semua adek adalah anak kecil kesayangan kami" Karina membelai wajah Narda penuh kasih sayang.


"Benar nak biarpun kau sudah besar tapi bagi kami kau tetap anak kecil, karena kau adalah bintang kecil kami tersayang" Jason membawa Narda ke dalam pangkuannya, Narda tersenyum bahagia lalu memeluk Jason.


Narda sangat senang saat dia dimanjakan seperti ini. Narda tidak begitu perduli tentang uang karena biar bagaimana pun uang jajan yang diberikan Jason, Hendery, Karina dan yang lainnya sudah lebih dari kata cukup sehingga dia tidak perlu memusingkan soal uang.


Bagaimana tidak uang jajan Narda saat ini lebih dari seratus juta sebulan. Narda bahkan memiliki black card yang bisa dia gunakan untuk berbelanja sepuasnya, meskipun begitu Narda bukan tipe anak yang suka berfoya foya.


Narda suka berbagi makanan pada tunawisma yang ada dipinggiran jalan. Narda juga sering berdonasi ke beberapa panti asuhan menggunakan uang jajannya.


Tapi kebaikan Narda juga sering membawa masalah untuk dirinya sendiri. Narda pernah hampir diculik saat sedang membagikan makanan pada tunawisma dijalanan, tapi saat itu Arthur datang tepat waktu dan bisa menyelamatkan Narda meski hal itu membuatnya harus terkena luka tembak ditangan kanannya.


Walaupun kejadian itu sudah terjadi dua tahun yang lalu Narda tetap ingat kejadian itu. Karena kejadian itu juga Narda semakin takut dengan suara tembakan.


"Kak Arthur" Narda datang menghampiri Arthur dilab.


Arthur langsung menghampiri Narda dan membawanya untuk duduk disofa diluar ruangan uji coba. Arthur sebenarnya sudah melarang Narda untuk datang ke lab karena dilab Arthur dan Evan sedang menciptakan racun varian terbaru.


"adek disini bahaya, kakak kan sudah bilang adek tidak boleh kesini" Tegur Arthur.


"Adek cuman kangen sama kalian, sudah dua hari kalian tidak pulang" Narda kesal dia sangat rindu pada kedua kakaknya tapi mereka malah melarangnya datang.


Evan yang melihat kedatangan Narda langsung menghampirinya dan memberikan satu buah masker. Narda mengambil masker itu dan langsung memakainya.


"Adek pulang saja dulu nanti kami menyusul" Evan.

__ADS_1


Narda akhirnya menurut dan pulang ke mansion. Narda duduk didalam kamarnya menatap ke arah luar jendela dan menatap ke arah hutan diluar mansion.


Suara lolongan serigala terdengar jelas membuat Narda sedikit takut dan memilih untuk meninggalkan kamar. Narda mengetuk pintu kamar Karina dan Jason beberapa kali.


Karina membuka pintu kamarnya dan melihat Narda yang berdiri didepan pintu kamar dengan memainkan ujung bajunya. Karina tersenyum dan membawa Narda masuk ke dalam kamar.


"Adek kenapa?" Tanya Karina lembut.


"Mama kenapa suara serigala sama anjing dihutan keras sekali? tidak seperti biasanya" Tanya Narda bingung, Karina hanya tersenyum dan mengusap lembut kepala Narda lembut.


"tidak apa apa nak itu wajah saja" Karina.


"Tapi aku..." Narda menunduk takut.


"Kalau adek takut malam ini adek boleh tidur disini saja dengan mama dan papa" Ucap Karina yang sudah bisa menebak isi hati putra kecilnya.


Narda mengangguk Narda kemudian berbaring dan meletakan kepalamya dipangkuan Karina. Narda mengigit gigit jari telunjuknya sendiri, Karina menghentikan Narda dengan memegang tangan sang anak.


"tidak boleh mengigit gigit tangan seperti itu ya, itu kotor sayang" Karina menasehati.


"Adek sayang mama ada urusan sebentar adek disini saja ya dengan papa" Ucap Karina sembari mengusap lembut wajah Narda.


"Mama mau kemana?" Tanya Narda bingung.


"Mama ada urusan penting sebentar tidak akan lama sayang" Karina mengecup kening Narda kemudian berlalu pergi, Saat Karina keluar dari kamarnya ternyata Eric dan Viola sudah menunggunya.


"Dimana mereka?" Karina.


"Digudang rahasia nyonya" Sahut Eric.


Karina dan Viola bergegas menuju ke gudang rahasia yang dimaksud oleh Eric. Gudang itu berada ditengah hutan yang masih dikelilingi oleh pagar besi dan berada dalam area keamanan mansion De Wilson.


Orang yang akan ditemui oleh Karina dan Viola kali ini adalah orang yang cukup berbahaya. Orang ini adalah musuh lama keluarga mereka awalnya orang ini menyamar sebagai salah satu maid dimansion De Wilson tapi penyamarannya langsung diketahui oleh Eric.


Wanita itupun dibawa ke gudang rahasia untuk kemudian di introgasi. Benar saja ternyata dia adalah orang yang menjadi musuh lama Karina dan Viola.

__ADS_1


Saat sampai digudang kedua nyonya besar keluarga De Wilson dan Die Errama itu bergegas menuju ke wanita itu. Wanita itu kini dalam kondisi yang bisa dibilang tidak baik baik saja.


Dia duduk disebuah kursi kayu dengan tangan dan kaki yang terikat dengan luka memar diseluruh wajahnya. Karina mendekati wanita itu dan mencengkram kuat dagu wanita itu.


"Berani beraninya kau masuk ke dalam mansion ini lagi! harus ku akui nyali mu cukup besar" Ucap Karina dengan senyum smirknya.


Karina melepaskan dagu wanita itu kasar dan kembali berdiri disamping Viola.


"Aku sudah memeriksa latar belakang mu dan sangat tidak mungkim untuk mu bisa menyelinap ke mansion ini tanpa bantuan orang lain, katakan pada ku siapa yang membantu mu?!" Viola.


Wanita itu tetap diam tanpa mengucapkan satu patah kata pun. Viola menampar wajah wanita itu untuk memaksanya bicara tapi wanita itu tetap diam.


"Siapa yang menyuruh ku kalian tidak perlu tau! sekarang bunuh saja aku jika itu yang kalian mau hahahaha" Sahut wanita itu menantang.


"Jangan menguji kesabaran ku... katakan siapa orang itu sekarang!" Karina.


"Siapa orang itu tidaklah penting karena kalian berdua tidak mengenalnya! Yang mengenal orang itu adalah kedua suami kalian! karena orang itu tidak tinggal dimansion ini!" Wanita itu kembali menjawab dan tersenyum.


"Maya... jangan menguji kesabaran ku karena aku tidak sebaik yang kau kira" Karina menarik pedangnya dan menodongkan pedang itu pada Maya.


Maya dulunya adalah salah satu anak buah kepercayaan Karina tapi Maya berkhianat. Alasan Maya mengkhianati Karina adalah karena dia salah paham, dia mengira jika Jason membunuh suaminya yang dulu juga bekerja sebagai tangan kanan Jason.


Padahal saat itu suami maya meninggal karena kebodohannya sendiri. Pria bernama Dani itu tidak mematuhi perintah Jason untuk diam dan malah menyerang musuh dengan gegabah hingga akhirnya dia mati terbunuh.


"Maya apa sebenarnya tujuan mu? kenapa kau melakukan semua ini?!" Karina.


"semua ini gara gara kalian! Gara gara kalian suami ku terbunuh!" Maya.


"Suami mu terbunuh karena kebodohannya sendiri jangan salahkan kami tapi salahkan saja suami mu itu!" Viola.


"Kami sudah menjelaskan berulang kali pada mu jika suami tewas karena ulahnya sendiri, sekarang kau malah menjadi pengkhianat dan berusaha Menyakiti suami dan kakak ipar ku...


Dengar Maya jika kau berani melakukan maka kau harus berani menanggung akibatnya" Karina.


"Bawa dia ke penjara bawah tanah beri dia hukuman sesuai aturan keluarga kita" Karina.

__ADS_1


"Pastikan setelah dia dihukum dia menetap dipenjara, hati hati karena wanita ini serigala berbulu domba" Viola.


__ADS_2