AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
PERJUANGAN HANS


__ADS_3

Narda beranjak dari duduknya wanita cantik itu menggandeng tangan Narda membawanya ke sebuah pintu yang masih tertutup.


"Ibu ini pintu apa?" Tanya Narda bingung.


"Ini pintu untuk adek menuju pulang... Narda harus pulang sayang belum saatnya Narda disini" Sahut wanita sembari menatap Narda.


"Sebelum Narda pergi aku ingin mengatakan sesuatu" Ucap Mira yang kini berada dihadapan Narda.


Narda menatap Mira dengan bingung, Mira tersenyum lalu memeluk Narda sesaat. Setelah melepaskan pelukannya dari Narda Mira memegang dahi Narda dengan jari kelingkingnya.


"Setelah kembali nanti kau harus hidup dengan baik, jaga keluarga kita dan jangan pernah kembali kesini lagi" Ucap Mira membuat Narda bingung.


Mira membuka pintu itu cahaya terang dan menyilaukan mata seketika terlihat. Mira menarik tangan Narda dan mendorong Narda masuk ke dalam pintu itu.


"Jangan pernah kembali kesini adikku..." Ucap Mira lirih.


Evan, Arthur, Andrean, dan Jason mengangkat tutup peti jenazah Narda. Saat peti jenazah itu akan ditutup tiba tiba ada seorang wanita yang tidak mereka kenal datang dan menaruh setangkai bunga mawar biru didalam peti jenazah Narda.


"Jangan tutup petinya... bersabarlah setelah ini kalian bertiga akan diuji" Ucap wanita itu sembari menatap ketiga bersaudara itu bergantian dan berlalu pergi.


"UHUK! Uhuk! Uhuk!" Narda tiba tiba batuk dari dalam peti jenazah melihat hal itu sontak semua orang terkejut termasuk para tamu yang datang untuk berduka cita.


Banyak orang ketakutan tapi tidak dengan keluarga De Wilson dan Die Errama. Evan dan Arthur bergegas mengeluarkan Narda dari dalam peti jenazah dan memakaikan oksigen untuk membantu pernapasan Narda.


Setelah beberapa saat Narda akhirnya membuka matanya dia bingung karena semua keluarganya menatapnya.


"Papa... Mama" Narda berucap lirih Narda merasa sangat lelah, bahkan seluruh tubuhnya terasa pegal dan nyeri.


Karina langsung memeluk Narda erat Karina menggendong Narda dan menangis sangat kencang. Viola mendekati Karina dan Narda lalu memeluk mereka.


Sebuah keajaiban yang tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh kedua keluarga itu terjadi. Jason menggendong Narda dan memeluknya erat.


"Ada apa sebenarnya? kenapa kalian semua menangis?!" Tanya Narda bingung.


Tidak ada satupun yang sanggup menjawab pertanyaan Narda mereka hanya menangis lalu menggendong dan memeluk Narda bergantian. Keadaan cukup kacau karena semua orang juga kebingungan dengan apa yang terjadi.


Evan menyadari sesuatu dia mendekati peti jenazah tempat dimana tadi Narda berbaring. Evan melihat bunga mawar biru itu masih ada disana, Evan langsung mengambil bunga itu dan menyimpannya.


"Adek sayangnya mama jangan tinggalin mama lagi nak hiks hiks sayang mama anak mama" Karina memeluk Narda erat.


"Uhuk uhuk mama a-adek gak bisa nafas uhuk uhuk" Sangking eratnya pelukan Karina sampai membuat Narda sesak nafas.

__ADS_1


Jason langsung mengambil Narda dari pelukan Karina dan membawa Narda duduk dipangkuannya. Jason memberi Narda minum dan mengusap lembut wajah sang anak.


Narda melihat ke sekeliling dia terkejut melihat fotonya ada diatas meja besar dan dikelilingi oleh banyak bunga berwarna putih. Hal lain yang membuat Narda terkejut adalah ada sebuah peti jenazah didepannya dan dipeti itu terukir dengan jelas nama "NARDA DE WILSON".


Melihat itu Narda langsung menangis sejadi jadinya dia mengira jika dia akan dikuburkan hidup hidup. Tangisan Narda malah disalah artikan oleh Jason, karena Jason mengira Narda menangis karena kesakitan.


"Nak! Sayang mana yang sakit?! SIAPKAN MOBIL KITA KE RUMAH SAKIT! EVAN! ARTHUR!" Jason panik karena tangisan Narda semakin kencang.


Keadaan kembali camuh dan panik untungnya ada Hans disana. Hans langsung mengambil Narda dari gendongan Jason.


"Kalian bantu aku tenangkan mereka, aku akan mengurus Narda" Ucap Hans pada Rico dan Harry teman lama Hans sekaligus rekan kerjanya dan Arthur.


Hans membawa Narda ke kamarnya dengan diantarkan oleh Eric. Disana Hans langsung memeriksa keadaan Narda dan mengambil beberapa sempel darah Narda untuk dicek dilab.


"Huwa hiks hiks Adek gak mau dikubur Huwa!" Tangisan Narda membuat telinga Hans sedikit sakit karena sangking kencangnya.


Hans menyuruh maid untuk membuatkan susu kesukaan Narda dan dimasukan ke dalam botol dot. Begitu susu jadi Hans langsung memberikan botol dot itu pada Narda, benar saja cara ini berhasil Narda langsung berhenti menangis dan sibuk meminum susunya.


Setelah memeriksa Narda Hans terduduk lemas dilantai jujur saja dia juga terkejut dengan apa yang terjadi. Hans mengatur nafasnya dan Eric memberinya minum.


"Apa dibawah masih kacau?" tanya Hans pada Eric.


"Masih" Sahut Eric singkat.


aku sudah tidak punya cukup tenaga untuk mengatasinya. Aku benar benar perlu istirahat" Ucap Hans sembari memijat kepalanya sendiri.


Sejak Narda dinyatakan meninggal dua hari lalu Hans sama sekali tidak tidur dan tidak istirahat sama sekali. dia membantu semua persiapan pemakaman Narda dimansion De Wilson, Hans juga menenangkan keluarga De Wilson dan Die Errama yang masih sangat terpukul.


Belum lagi Hans harus menjaga ketiga sahabatnya yang gila karena berniat bunuh diri. Bukan hanya itu Hans juga dibuat stres karena Karina dan Viola yang selalu pingsan diwaktu yang hampir bersamaan.


Kekacauan dimansion De Wilson membuat Hans pusing belum lagi dia harus menjemput jenazah Narda yang ada dikamar Jenazah rumah sakit. Ditambah kekacauan yang baru saja terjadi sekarang Hans benar benar lelah, bukan hanya badannya yang lelah tapi juga pikirannya.


"Syukurlah kami tidak menyuntikan pengawet jenazah padanya... sehingga aku tidak perlu khawatir akan ada efek samping yang tidak diinginkan" gumam Hans pada dirinya sendiri.


"Kak Hans..." Narda memanggil Hans dan seketika Hans langsung menghampiri Narda dengan sigap.


"Ada apa? apa ada yang sakit?" Tanya Hans khawatir.


"Susu adek habis... adek mau susu lagi kak" Sahut Narda dengan polosnya.


Hans menarik nafas kasar dan langsung terduduk dilantai sembari memegang botol dot itu. Hans menyodorkan botol dot itu pada maid tanpa mengatakan apapun, maid langsung paham dan pergi ke dapur untuk membuat susu.

__ADS_1


Saat ini Hans tidak bisa mengatakan apapun lagi dia sangat lelah dan juga kaget. Hans berbaring dilantai dan langsung tertidur dengan mendengkur melihat itu Narda jadi bingung.


Narda turun dari atas kasur dan berbaring disamping Hans dengan berbantalkan tangan Hans. Karena Hans tipe orang yang mudah terbangun saat tidur Hans menyadari itu dan langsung membuka matanya, Hans memiringkan tubuhnya dan menatap Narda.


"Kau baik baik saja bocah?" Tanya Hans dengan suaranya yang sudah serak.


"Aku baik baik saja kak malah ku rasa kau yang tidak baik baik saja, lihat saja wajah mu lusuh, kau punya mata panda yang sangat hitam, rambut mu acak acakan, dan itu semua membuat mu terlihat jelek" Ucap Narda yang disusul dengan tawanya yang menggema didalam kamar.


Hans ikut tertawa dan menarik Narda ke dalam pelukannya.


"Terimakasih sudah kembali... terimakasih banyak, sekarang semuanya akan baik baik saja" Ucap Hans lirih.


Hans menyuruh Eric untuk memandikan Narda dan mengganti pakaian Narda dengan piyama putih bergambar kucing dan ikan. Setelah itu Hans membawa Narda turun ke ruang keluarga mansion De Wilson.


Semua orang yang awalnya duduk merenung seketika berdiri. Hans memberikan isyarat agar mereka semua tenang dan tetap duduk ditempat masing masing.


Hans menggendong Narda karena bagi Hans Narda begitu mungil dan ringan. Hans berdiri ditengah tengah ruang keluarga itu.


"Aku sudah memeriksa keadaan Narda secara keseluruhan dia baik baik saja tapi untuk hasil lebih akurat kita harus membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan


Aku juga sudah menyelidiki ulang tentang kasus obat itu. Memang benar itu bukan kesalahan Evan karena seseorang menukar obat Narda sesaat sebelum Evan menyuntikannya" Ucap Hans menjelaskan.


"SIAPA ORANGNYA?!" Jason.


"Kami masih mencari tau tentang itu paman karena orang itu awalnya menyamar sebagai perawat asisten Evan, sekarang dia menghilang dan kami masih mencarinya" Sahut Hans.


"Hans aku-" Arthur belum sempat melanjutkan kata katanya Hans sudah memberikan isyarat agar dia diam.


"Sebelum aku mengembalikan Narda pada kalian aku punya permintaan" Hans.


"Apapun permintaan mu pasti akan kami kabulkan, kau sudah banyak membantu keluarga ini Hans... bahkan saat kami semua terpukul dan terpuruk hanya kau yang selalu ada untuk mendukung kami" Jason.


"Paman berikan aku cuti satu bulan penuh, aku mohon... aku perlu istirahat paman sudah dua hari dua malam aku tidak tidur dan harus bolak balik mansion dan rumah sakit!


Aku sudah terlalu lelah dan aku ingin menikmati suasan pedesaan yang indah bersama calon istri ku" Sahut Hans penuh semangat.


"Hm baiklah kau boleh cuti tapi tidak satu bulan hanya satu minggu" Sahut Jason yang langsung mendapatkan tatapan kekecewaan dari Hans.


"Baiklah setidaknya aku dapat cuti! Ini ambil saja bocah nakal kesayangan kalian ini, aku mau pulang dan siap siap untuk berangkat liburan huhu!" Hans memberikan Narda ke gendongan Jason.


"Jangan menyetir sendiri nanti kau bisa mati kecelakaan! Paman Rega tolong antarkan dia" Ucap Andrean yang langsung mendapatkan tatap sinis dari Hans.

__ADS_1


"Cih dasar teman jahat" celetuk Hans yang langsung berlalu pergi.


__ADS_2