
"Kau suka anak kecil?" Ethan.
"Eum aku suka anak kecil... dulu aku sering bermain dengan anak anak tetangga, sebelum akhirnya nenek mengurungku didalam rumah" Alika.
"Kenapa kau dikurung?" Ethan.
"Nenek bilang aku cantik dan jika aku dijual pasti akan terjual dengan harga yang mahal, nenek memberikan aku berbagai ramuan agar tubuh ku tetap bagus dan rahim ku subur
Nenek juga mengajari ku cara merawat rambut dan wajah. Nenek kemudian mengajak beberapa kenalannya untuk datang ke rumah dan menyuruh aku menyajikan minuman
Para laki laki hidung belang itu lalu menawar ku dengan berbagai harga, hingga aku Akhirnya terjual diharga lima juta dolar" Alika.
Ethan terdiam dia memperhatikan Alika yang tersenyum dan mengajak Aruna bercanda. Ethan tidak menemukan sedikit pun kesedihan diwajah Alika, bukan karena Alika tidak sedih dengan takdir hidupnya tapi karena Alika terlalu hebat menyembunyikan luka didalam hatinya.
"Apa kau akan menikah dengan pria yang membeli mu?" Ethan.
"Tidak tuan... aku tidak akan menikah dengan orang yang tidak aku cintai, karena impian ku adalah hidup bahagia bersama suami dan juga anak anakku kelak" Sahut Alika sembari tersenyum.
"Aku kagum pada mu meski kau sudah melalui masa sulit kau tetap bisa tersenyum" Ethan.
"Aku pernah menangis, aku pernah berteriak, dan aku pernah menjerit... tidak ada orang yang mendengar jeritan ku, tidak ada yang menghentikan tangis ku, dan tidak ada yang peduli pada ku
Aku pun memutuskan untuk berubah... aku berjanji pada diri ku sendiri aku akan tetap tersenyum bahkan diantara tangis ku. Aku ingin memendam kesedihan ku agar semua orang disekitar ku bisa ikut tersenyum bersama ku" Alika.
"dengan kecantikan mu itu tentu tidak akan sulit untuk mu bertemu dengan pria impian mu" Ethan.
"Kecantikan ini kadang membuat ku menyesal tuan... kata orang jika cantik maka akan bahagia, tapi kenapa aku tidak?... aku rasa kecantikan ini justru membuat ku mendapat banyak masalah" Alika.
"lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini?" Ethan.
"Aku akan menutup wajah ku dengan cadar, mungkin dengan begitu wajah ini tidak akan membawa masalah lagi" Alika.
"Bukan diri mu yang bersalah, bukan juga wajah mu salah, karena semua masalah yang datang pada mu adalah karena para laki laki biadab yang tidak bisa mengendalikan nafsu mereka" Ethan.
Alika hanya tersenyum dan mencium Aruna, Alika kemudian turun dari Ayunan dan menurun Aruna ke tanah. Kaki kecil Aruna mulai melangkah mengikuti Alika.
__ADS_1
"Anak manis ayo sayang kesini" Alika berada tak jauh dari Aruna hanya sekitar lima langkah.
Tapi kaki kecil Aruna masih belum begitu kuat melangkah sejauh itu. Aruna terjatuh dan menangis, Ethan ingin menghampiri Aruna tapi Alika menatap Ethan dan menggelengkan kepalanya.
"Aruna... Aruna sini sayang, Aruna anak tampan, Aruna anak pintar, sini sayang" Alika.
Aruna mulai beranjak dan kembali melangkah mendekati Alika. Kali ini Aruna berhasil sampai pada Alika dan memeluknya, Aruna pun tertawa didalam gendongan Alika.
Ethan yang melihat itu hanya tersenyum penuh arti. Ethan mendekati Alika dan Aruna dengan tatapan penuh arti, Ethan mengusap kepala Alika lembut.
Alika tersipu malu dan membawa Aruna yang masih ada digendongannya berjalan mendahului Ethan.
"Kau menyukainya?" Karina tiba tiba datang menghampiri Ethan.
"Dia sangat lembut, tapi dia juga memiliki hati yang hangat" Ethan.
"Mama dan papa merasa dia wanita yang cocok untuk menjadi ibu Aruna, menjadi istri mu" Karina.
"Dia bilang dia tidak mau menikah dengan laki laki yang tidak dia cintai" Ethan.
Alika membawa Aruna dalam gendongannya hingga Aruna tertidur. Hanna menghampiri Alika dan mengambil Aruna dari dalam gendongannya dengan paksa.
"tuan muda seharusnya tidak tidur di jam ini, kau terlalu banyak mengajaknya bermain hingga membuat tuan muda kelelahan dan tertidur" Tegur Hanna pada Alika.
Alika pun menunduk tanpa mengatakan apapun. Saat Hanna memberikan Aruna pada gendongan seorang pelayan Alika berusaha menghentikan itu.
"Jangan gendong dia seperti itu, kau akan menyakitinya lehernya bisa sakit" Alika berucap dengan raut wajah khawatir.
"Kami jauh lebih mengerti cara untuk mengasuh tuan muda dibandingkan diri mu!" Sahut Hanna dingin.
"Nyonya Hanna dia masih terlalu kecil cara menggendong seperti itu akan membuatnya tidak nyaman" Alika.
Benar saja tidak lama kemudian Aruna menangis sangat kencang karena merasa tidak nyaman. Alika tanpa pikir panjang ingin mengambil Aruna dan menenangkannya tapi Hanna mendorong Alika hingga membuat Alika jatuh ke kolam renang.
Alika yang tidak bisa berenang dan berusaha meminta tolong tapi Hanna hanya diam saja. Ethan yang melihat itu langsung menceburkan diri ke dalam kolam dan menolong Alika.
__ADS_1
"Uhuk uhuk uhuk! Tu-tuan uhuk!" Alika bersandar pada Ethan ditepian kolam renang.
"Hanna apa kau gila?!" Ethan sangat marah, Ethan mengangkat Alika ke dalam gendongannya dan membawa Alika masuk ke dalam mansion.
Karina yang melihat cucunya digendong oleh pelayan dengan cara yang salah langsung mengambil sang cucu. Karina menenangkan Aruna dan membawanya masuk ke mansion mengikuti Ethan.
"Kau akan berurusan dengan ku nanti" Karina.
Ethan membawa Alika yang pingsan ke ruang medis agar bisa ditangani oleh dokter. Luis dan Jason bingung dengan apa yang terjadi, Leo pun berinisiatif untuk mengajak mereka memeriksa cctv.
"Paman Luis maaf... aku tidak menjaga Alika dengan baik" Ethan.
"ini bukan salah anda tuan, tapi ini salah orang yang ingin melukai keponakan ku yang polos" Luis.
Luis mendekati Hanna dan menampar wajah Hanna saat itu juga. Luis sangat marah setelah tau jika Hanna yang sudah mendorong Alika ke kolam renang bahkan Hanna tidak menolong Alika saat gadis polos itu tenggelam.
Dokter keluar dari ruangan medis dan mengatakan jika keadaan Alika baik baik saja. Ethan masuk ke ruangan medis dan menemui Alika, gadis itu sudah berganti baju dibantu oleh perawat wanita tadi sedangkan Ethan menemui Alika dengan keadaan masih basah kuyup.
"Tuan anda masih basah kuyup, anda bisa sakit kalau tidak segera ganti baju dan mengerikan rambut" Alika.
"Kau sendiri bagaimana? apa kau baik baik saja?" Ethan.
Alika turun dari tempat tidur diruang medis dan berlutut dihadapan Ethan. Hal itu membuat Ethan dan yang lainnya sedikit terkejut.
"Saya baik baik saja tuan... tuan jika di izinkan bolehkah saya menjaga tuan muda Aruna? Maaf tuan saya tidak memiliki niat apapun tuan
Saya hanya ingin mengasuh tuan muda dan melayani anda sebagai tanda terimakasih karena anda sudah menerima saya tinggal disini dn menyelamatkan nyawa saya" Alika.
Ethan tersenyum dan membantu Alika berdiri, Ethan menatap wajah cantik Alika yang nampak sedikit pucat dan rambut yang masih basah.
"Baiklah kau boleh menjadi asisten pribadi ku, tugas mu adalah mengurus aku dan juga Aruna" Ethan.
"Terimakasih banyak tuan" Alika tersenyum menunduk hormat.
"Saya akan siapkan baju kering untuk tuan dan membuatkan teh jahe untuk menghangatkan tubuh anda" Alika berlalu pergi dari ruang medis.
__ADS_1
"Senyumannya sangat manis..." Ethan bergumam lirih.