AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
RUMAH KAYU


__ADS_3

Narda terbangun dipagi hari dan melihat Karina yang sedang tidur disampingnya. Narda beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju ruangan medis, Narda melihat Jason yang tertidur sembari menggenggam tangan Andrean.


Narda masuk ke dalam ruangan medis dan mengambil kain dan air hangat untuk mengelap tubuh Andrean. Jason terbangun dan melihat Narda yang sedang mengelap tangan Andrean.


"adek tangan adek masih sakit biar papa saja yang mengelap badan kakak ya?" Jason beranjak dan ingin menggantikan Narda.


"Tidak usah pa... adek saja" Sahut Narda dengan tersenyum.


Jason tidak mau memaksa Narda karena dia tau saat ini sang anak sedang tidak baik baik saja. Andrean terbangun dan memperhatikan Narda dengan diam, Andrean terkejut saat melihat tangan Narda yang terluka dan menggenggam tangan sang adik.


"Kenapa bisa sampai terluka?!" Tanya Andrean khawatir.


"Tidak apa apa kak hanya luka kecil" Sahut Narda lirih sembari tersenyum.


Narda melepaskan tangan Andrean dan menyimpan mangkuk berisi air hangat dan kain yang tadi ia gunakan untuk mengelap tubuh Andrean. Andrean menatap Jason penuh tanda tanya ketika menyadari ada yang aneh dari Narda.


Narda berjalan kaki dari mansiom menuju ke lab untuk menemui Arthur dengan membawa kue buatannya sendiri. Narda terlihat pucat dan lemah tapi dia tidak mau istirahat dan malah menolak untuk minum obat.


Saat perjalanan ke lab Narda melihat ada seekor kelinci menghampirinya. Narda meletakan keranjang berisi dua toples kue yang dia bawa dan bermain dengan kelinci itu.


"kelinci kecil siapa nama mu? apa kau tersesat? dimana keluarga mu?" Narda.


"Baiklah aku akan memberi mu nama Moli, kau sangat manis moli tapi maaf aku tidak bisa menemani mu bermain karena aku harus membawa kue ini ke kakak ku" Ucap Narda yang kemudian beranjak pergi.


Kelinci lucu berbulu putih itu mengikuti Narda menemani perjalanan Narda menuju ke lab. Begitu sampai di lab Narda membawa kue itu ke ruangan pribadi Arthur, benar saja Arthur sedang ada disana bersama rekan kerjanya mereka terlihat sedang membahas sesuatu yang sangat serius.


Narda meletakan kue itu diatas meja dan berlalu pergi. Arthur terlalu fokus dengan rekan kerjanya sehingga dia mengabaikan Narda, Narda meninggalkan catatan kecil yang di tempelkan ditoples kue itu.


Narda kemudian berjalan keluar dari lab banyak maid dan beberapa petugas lab yang menyapa Narda tapi Narda hanya tersenyum. Narda meninggalkan lab dan melihat kelinci manis itu sedang menunggunya diluar, Narda mengikuti kelinci itu.


Kelinci itu membawa Narda ke tepi sebuah sungai yang sangat bersih dan indah. Narda memangku kelinci itu dan melihat ke arah sungai yang jernih itu.


"Aku tidak tau disini ada sungai... indah sekali" ucap Narda lirih pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Narda bersandar ke salah satu pohon yang ada ditepi sungai itu. Narda tak ingin melakukan apapun dia hanya ingin ketenangan, dan ditempat ini Narda benar benar mendapatkannya.


Dimansion sebuah kehebohan terjadi karena Narda menghilang semua orang dibuat panik. Jason menghubungi Arthur di lab karena terakhir Narda bilang akan mengantarkan kue ke lab untuk Arthur.


Arthur ikut panik dan memeriks kue yang tadi dibawakan oleh Narda. Di kue itu ada sebuah catatan kecil yang ditulis oleh Narda untuknya.


"Kau terlihat sibuk aku tidak akan mengganggu mu kak, makanlah kuenya maaf jika tidak enak" Tulis Narda didalam surat kecilnya.


Arthur meninggalkan ruangannya dan bergegas mencari Narda. Dia memeriksa semua cctv yang ada, dan Narda terakhir kali terlihat dicctv yang terpasang disebuh pohon dihutan yang ada didekat lab.


Narda terlihat mengikuti seekor kelinci dan kemudian keberadaannya tidak lagi terekam dicctv lainnya. Arthur membawa anak buahnya untuk mencari Narda, Jason juga tidak tinggal diam dia mencari sang anak bersama anak buah menyusuri hutan mansion mereka.


Narda masih hanyut didalam lamunannya tapi tiba tiba kelinci itu melompat turun dari pangkuan Narda.


"Moli mau kemana?" Narda beranjak dan mengikuti kelinci itu. Narda berjalan semakin masuk ke tengah hutan salah seorang penjaga melihat Narda dan menghampirinya.


"Tuan muda anda sedang apa? apakah anda tersesat?" Tanya penjaga itu pada Narda.


Penjaga itu melapor kepada Jason tentang keberadaan Narda. Tanpa penjaga itu sadari Narda mendengarnya, Narda tersenyum dan terus mengikuti moli.


Narda berhenti saat dia melihat bunga mawar biru yang tumbuh liar ditengah hutan dan ada banyak kelinci disana. Narda tersenyum dan memetik satu bunga mawar biru, Narda duduk ditanah berasalkan rumput dan menikmati pemandangan disana.


Jason menemui penjaga yang tadi melihat Narda dan menyusul Narda mengikuti arahan dari penjaga itu. Jason melihat Narda sedang bermain dengan kelinci kelinci liar dan beberapa hewan kecil lainnya, Arthur ingin langsung menghampiri Narda tapi Jason menahannya.


"Biarkan saja dia bermain sebentar, dia terlihat bahagia bermain dengan hewan hewan kecil itu" Jason mengambil beberapa foto Narda.


"Seandainya saja aku terlahir sebagai kelinci mungkin aku akan mengerti apa yang kalian katakan saat ini, Moli apa kau suka hidup disini?" Ucap Narda sembari mengusap usap kelinci itu.


Narda tiba tiba merasa pusing dia tidak bisa berdiri dan hanya terduduk lemas sembari memijat pangkal hidungnya sendiri. Jason menghampiri Narda dan membawa sang anak untuk bersandar padanya.


"Adek? adek ayo kita pulang adek harus makan dan minum obat sayang" Jason.


"Pa kelinci kelinci disini sangat lucu..." Ucap Narda lirih.

__ADS_1


Jason duduk dan membiarkan Narda bersandar padanya. Narda menatap ke arah bunga yang ia pegang dan memberikan bunga itu pada Jason.


"Bunga ini ada disini..." Narda.


"Kakak kakak mu yang menanamnya disini, tempat ini adalah tempat yang disiapkan untuk hadiah ulang tahun mu...


Semua kelinci ini juga dipelihara dengan baik disini, didekat sini juga ada rumah kecil yang papa buat untuk mu..." Jason.


"Aku menemukan hadiahnya sebelum hari ulang tahun ku" Sahut Narda dengan tersenyum.


"kau suka?" Jason.


"Moli..." Narda menunjuk ke arah seekor kelinci yang berada tak jauh darinya.


Jason memegang tangan dingin Narda dan memeluk sang anak. Entah kenapa tubuh Narda jadi begitu dingin Arthur memeriksa denyut nadi Narda dan tersenyum hambar.


"adek kita pulang yuk sayang" Arthur.


Narda menggelengkan kepalanya pelan, Jason memberikan isyarat pada Arthur untuk tidak memaksa Narda. Arthur memgangguk paham dan kembali ke lab untuk mengambil kotak obat dan beberapa obat obatan yang diperlukan untuk Narda.


"Pa kalau suatu hari nanti adek meninggal adek ingin dimakamkan disini..." Narda tiba tiba berucap dengan suara lirih.


"Adek sayang jangan bicara begitu nak, adek anak yang kuat dan pasti akan baik baik saja... Adek punya papa, mama, dan keluarga kita yang sangat menyayangi adek" Jason.


"Tapi kalau suatu hari nanti adek kalah dengan takdir dan sudah tidak bisa bertahan papa harus janji memakamkan adek disini... supaya adek bisa bermain dengan Moli dan tidak kesepian" Narda.


Jason menangis tanpa suara dia tidak ingin mendengar kata kata itu dari putra bungsunya. Jason memeluk Narda erat dan membawa sang anak ke dalam gendongannya.


"Ayo kita lihat rumah kayu yang papa buatkan untuk mu" Jason.


"Iya papa..." Narda.


Jason membawa Narda ke rumah kayu yang ia buat untuk hadiah ulang tahun Narda yang ke enam belas. Rumah kayu itu sangat sedehana hanya ada dua lantai dan dua kamar, dibuat dari kayu dan sangat klasik, ada foto masa kecil Narda hingga saat ini yang terpajang dirumah kayu itu.

__ADS_1


__ADS_2