
Narda tidak menjawab dia hanya memeluk Jason erat. Melihat Narda yang ketakutan Jason langsung menggendong sang anak dan Narda memeluk erat Jason menyembunyikan wajahnya diceruk leher Jason.
Hendery masuk ke dalam mansion dan melihat Narda yang ketakutan bersembunyi darinya didalam gendongan Jason. Hati Hendery sangat sakit melihat itu, tapi Hendery tak bisa memaksa Narda karena dia tau semua ini terjadi karena kesalahannya sendiri.
"Aku membelikan boneka ini untuknya, tapi dia takut pada ku... kau saja yang berikan ini padanya" Ucap Hendery memberikan boneka itu pada Jason.
"Ini semua terjadi karena ulah mu sendiri kak, aku tidak mau membantu mu dalam hal ini. Jika kau benar benar menyayangi Narda maka kau sendiri yang harus mengembalikan kepercayaannya pada mu" Sahut Jason yang kemudian membawa Narda kembali pergi tanpa mengambil boneka itu.
Hendery terdiam dan mematung Viola yang melihat itu dari kejauhan ikut sedih melihat keadaan Hendery. Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa karena disini Hendery memang bersalah.
"Kak aku tau kau sedih maaf aku juga tidak bisa membantu kak" Ucap Karina pada Hendery.
"Ini memang salah ku maka aku yang harus memperbaiki semuanya, Karina ambil boneka ini dan taruh dikamar Narda...
Tidak masalah jika dia masih marah pada ku tapi setidaknya boneka ini akan menemaninya menggantikan diriku" Ucap Hendery sembari memberikan boneka itu pada Karina.
Karina menerima boneka itu dan meletakannya dikamar Narda. Sedangkan Hendery memilih untuk kembali bekerja dari pada terus memikirkan masalah ini.
Jason membawa Narda ke rumah kaca tempat dimana semua tanaman herbal dan tanaman hias lainnya ditanam. Disana ada tempat untuk bersantai ada kursi dan meja tempat biasanya Karina dan Jason minum teh bersama.
Jason duduk disalah satu kursi dengan Narda dipangkuannya. Narda hanya diam dan memeluk Jason dia tidak menangis tapi juga tidak bicara sepatah kata pun.
Suasana mansion kini jauh berbeda beberapa hari lalu mansion De Wilson masih dipenuhi oleh keceriaan dan canda tawa. Tapi sudah dua hari mansion ini terasa begitu sepi dan hanya ada aura kesedihan dimana mana.
Tidak ada tawa ceria dari si bungsu yang menggemaskan. Narda yang biasanya berlarian didalam mansion dan bermain bersama bodyguard dan maid kini Narda hanya diam dan lebih banyak melamun.
Didalam lamunannya Narda akan tiba tiba menangis dan menutup telinga menggunakan kedua tangannya. Bukan hanya Jason, Karina, dan anggota keluarga lainnya yang terpukul melihat itu tapi juga para maid dan bodyguard yang biasa bermain dengan Narda juga ikut sedih.
__ADS_1
Rega duduk dilapangan latihan tempat biasa Narda berlatih memanah. Rega menatap busur yang biasa digunakan Narda untuk berlatih memanah dan menarik nafas kasar.
"Tuan muda kapan anda akan kembali untuk berlatih? Argh! Rega kau pasti sudah gila!" Gumam Rega kesal pada dirinya sendiri.
Rega ingat saat pertama kali Narda menghampirinya dan merengek minta diajari memanah. Rega terkekeh sendiri saat mengingat momen manis itu.
Sunyi, sepi, dan hening Mansion De Wilson seakan menjadi mansion mati tanpa kebahagiaan didalamnya. Suasana ini sama persis seperti saat Narda belum datang ke dalam keluarga De Wilson.
"adek minum susu dulu ya..." Karina membawakan susu untuk Narda.
Narda menolak susu yang dibuatkan oleh Karina. Narda sama sekali tidak mau melepaskannya pelukannya dari Jason meski hanya sesaat.
"Adek ayo minum susu dulu sayang" Bujuk Karina sembari mencoba melepaskan tangan Narda dari Jason.
Narda melawan dan tidak sengaja membuat gelas berisi susu yang dipegang oleh Karina jatuh dan pecah. Narda refleks berteriak ketakutan dan menutup telinganya sendiri menggunakan kedua tangannya.
"MAAF! Maaf! hiks hiks hiks maaf!"Narda berontak dan turun dari pangkuan Jason.
Narda ingin berlari tapi Narda tak sengaja menginjak pecahan gelas susu itu. Narda yang tidak menggunakan alas kaki terjatuh dan kakinya terluka karena pecahan kaca itu.
Jason dan Karina panik mereka ingin menolong Narda tapi Narda menolak. Lagi lagi Narda kehilangan kendali dan seakan tidak mengenali Jason dan Karina.
Narda ingin berlari karena ketakutan tapi karena kakinya terluka dia tidak sanggup untuk berdiri. Jason berusaha mendekati Narda dan membujuknya tapi Narda semakin histeris dan melempari Jason dengan tanah yang ada didalam pot bunga besar didekatnya.
"PERGI! JANGAN PUKUL! Maaf hiks hiks hiks maaf..." Narda terus saja meneriakan kata kata yang sama sembari terus melemparkan tanah pada Jason.
"Biarkan saja dulu, cepat panggil Evan dan Arthur" Ucap Jason menghentikan Karina yang ingin mendekati Narda.
__ADS_1
Karina mengangguk dan segera menyuruh maid memanggil Arthur dan Evan. Narda masih ketakutan dia tidak mau didekati oleh siapapun, Jason memegang tangan Karina dan membawanya mundur beberapa langkah.
"Jason lakukan sesuatu! Kasihan anak kita Jason ku mohon lakukan sesuatu!" Karina tidak bisa menahan air matanya lagi, hati Karina menjerit perih melihat keadaan sang anak.
"Papa!" Arthur dan Evan datang dan mereka berdua benar benar syok dengan apa yang mereka lihat.
Mereka melihat Jason yang sudah kotor dengan tanah diseluruh tubuh hingga wajahnya. Mereka juga melihat Narda menangis meringkuk dibelakang pot bunga besar dan ada banyak noda darah dilantai.
"Papa apa yang terjadi?!" Tanya Arthur bingung.
Jason tidak sanggup menjawab dia hanya bisa menangis. Evan perlahan berjalan mendekati Narda tapi lagi lagi Narda berontak dan berteriak, saat Evan melihat kaki Narda yang terluka dia tidak lagi perduli saat sang adik berontak.
Evan menggendong Narda dengan paksa dan Arthur langsung menyuntikan obat penenang pada Narda. Saat Narda mulai tenang dan kehilangan kesadarannya Evan hanya bisa menangis sembari memeluk tubuh mungil sang adik.
"Kita obati dulu kakinya" Ucap Evan dengan air mata yang jatuh tanpa diminta.
Evan menggendong Narda hingga ke mansion. Evan tak membawa Narda ke kamarnya, Evan membawa Narda ke ruangan medis yang ada dimansion mereka.
Tangan Evan bergetar saat membersihkan luka dikaki Narda. Air mata Evan tidak bisa berhenti menetes membasahi wajahnya, Arthur memegang pundak Evan dan mengambil alih untuk mengobati luka Narda.
Luka dikaki Narda cukup dalam dan harus mendapatkan lima jahitan. Setelah lukanya dijahit dan diperban Arthur mencoba mengatur nafasnya dan menahan air matanya sendiri.
Arthur beranjak dan memeluk Evan untuk menenangkannya. Evan hanya bisa menangis didalam pelukan Arthur, tidak ada hal yang bisa ia katakan hanya isakan demi isakan yang bisa ia utarakan.
Jason pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri dan berganti baju. Setelah itu Jason duduk didalam kamar Narda melihat foto foto sang anak yang ada dikamarnya.
"Papa akan terus ada disamping mu nak, papa yakin Narda akan kembali bahagia" Ucap Jason dalam hati.
__ADS_1