AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
DEMI NARDA


__ADS_3

Andrean mengajak Narda untuk melihat jamur itu lebih dekat. Narda menyentuh jamur itu dan Andrean membiarkannya karena dia tau itu jamur yang aman dan tidak beracun.


"adek mau lihat apa lagi setelah ini?" tanya Andrean.


Narda menatap Andrean bingung dia sendiri juga tidak tau ingin kemana dan melihat apa. Andrean tersenyum dan mengusap kepala Narda sayang.


"Ayo kita lihat bunga bunga dirumah kaca" Andrean menyarankan dan Narda mengangguk.


Mereka menuju ke rumah kaca dan saat memasuki rumah kaca Narda melihat bunga bunga indah yang mulai bermekaran. Narda juga melihat bunga mawar biru yang dia lihat dibalik pintu cahaya saat itu, Narda tersenyum.


Saat Andrean menyadari Narda tersenyum ke arah bunga mawar biru itu, Andrean mendorong kursi roda Narda membawanya mendekati mawar itu. Narda tersenyum dan memegang bunga itu dengan tangan mungilnya.


"Bunga yang sangat indah, seindah senyuman adik kecil ku ini" Ucap Andrean sembari menatap bunga itu.


Narda hanya diam dan tidak menjawab apapun. Narda memegang tangan Andrean dan menunjuk ke ara bunga itu, Andrean mengerti maksud Narda.


Andrean menyuruh maid mengambilkan beberapa tangkai bunga mawar biru itu untuk Narda. Narda menerima bunga itu dengan senang hati dan berulang kali mencium bunga itu.


"Adek suka?" Tanya Andrean saat melihat ekspresi bahagia Narda, Narda hanya mengangguk.


Evan banyak belajar dengan Zaya hari ini Evan hanya menghabiskan waktunya dengan belajar dan menjadi asisten Zaya agar bisa lebih dekat mengamati semua terapi psikologi yang Zaya lakukan pada pasiennya. Evan mencatat semua hal yang ia anggap penting, Zaya juga memberitau Evan tata cara melakukan terapi ekstrem yang hanya bisa dilakukan jika sudah tidak ada pilihan lain.


Hari hari berlalu dan keadaan Narda membaik meski begitu hingga saat ini Narda masih tidak mau berbicara. Narda juga masih sering melamun dan terkadang dia masih menangis tiba tiba.

__ADS_1


Narda juga masih takut pada Hendery meski rindu dan ingin memeluk Narda, Hendery hanya bisa melihat Narda dari jauh. Terkadang Hendery akan menitipkan hadiah untuk diberikan kepada Narda ke Karina atau Jason.


Arthur sedang mengajak Narda bermain disalah satu ayunan yang ada dihalaman depan mansion. Meski saat ini Narda sudah tidak menggunakan selang oksigen lagi tapi kondisinya masih sering tiba tiba drop.


Narda menatap ke arah langit dan dia melihat pelangi yang indah. Narda dengan spontan menunjuk ke arah pelangi itu, Arthur mengikuti tangan Narda melihat ke arah yang ditunjuk oleh sang adik, Saat melihat pelangi itu Arthur membawa Narda ke dalam pangkuannya.


"Adek tau? pelangi itu punya banyak makna dibalik setiap warnanya... sama seperti kehidupan yang dipenuhi oleh banyak cerita dan cobaan pelangi pun sama" Arthur.


Narda menatap Arthur bingung dan menepuk nepuk tangan Arthur beberapa kali. Arthur mengerti isyarat dari Narda dan tersenyum.


"Nanti akan kakak beritau apa maksudnya kalau adek sudah besar, adek masih kecil tidak boleh tau urusan orang dewasa" Ucap Arthur kepada sang adik.


Narda hanya mendengus kesal dan mencubit tangan Arthur hingga Arthur kesakitan. Narda tersenyum puas melihat sang kakak kesakitan.


"Adek nakal ya harus dihukum sini harus dihukum" Arthur mencium seluruh wajah Narda membuat anak manis itu kegelian dan turun dari pangkuan Arthur.


"Adek besok kakak akan pergi ke Jepang untuk urusan pekerjaan, tapi jangan khawatir kakak akan segera kembali...


Adek harus sembuh ya, besok Evan juga akan segera kembali. Kakak janji dimana pun kakak berada sebisa mungkin kakak akan terus memantau adek" Ucap Arthur yang masih tak mendapatkan jawaban dari Narda.


Narda memeluk Arthur erat sebenarnya Narda ingin melarang Arthur untuk pergi tapi Narda takut melakukannya. Narda mengeluarkan sapu tangan dari saku bajunya dan menaruh sapu tangan itu disaku jas Arthur.


"Untuk kakak?" Tanya Arthur memastikan, Narda mengangguk cepat, Narda menunjuk dirinya sendiri lalu menunjuk Arthur.

__ADS_1


"Adek akan menjaga kakak dari jauh dengan sapu tangan ini?" Arthur bertanya untuk kembali memastikan, Narda mengangguk dan tersenyum Arthur mengusap kepala Narda sayang.


"Terimakasih sayang... kakak sayang sekali sama adek, kakak akan segera menyelesaikan semuanya supaya bisa memeluk adek lagi" Arthur.


Narda memberikan tanda jari kelingking dengan menyentuh dahi Arthur menggunakan jari kelingking tangan kanannya. Arthur tersenyum kemudian mengecup kening Narda.


Setelah tau Arthur akan pergi ke Jepang seharian ini Narda selalu menempel pada Arthur. Narda tidak mau ditinggal Arthur walau hanya sesaat, bahkan saat makan siang hingga makan malam Narda hanya mau disuapi oleh Arthur.


Narda juga tidur dikamar Arthur ada keraguan didalam hati Arthur untuk meninggalkan sang adik. Tapi dia harus tetap pergi demi masa depan Narda, Arthur mengecup kening sang adik penuh kasih sayang dan keluar dari kamarnya menuju ke ruang kerja Jason dan Hendery.


"Arthur apa kau yakin akan pergi sendiri?" Hendery.


"Aku yakin tapi ku mohon jangan beritau Narda tentang masalah ini, jika dia bertanya aku ada dimana katakan saja aku sedang di Jepang" Sahut Arthur.


"Arthur jika kau mengalami kesulitan segera tinggalkan tempat itu dan kembali ke mansion, jangan gegabah nyawa mu jauh lebih penting karena Narda juga akan menunggu mu pulang" Jason.


"Papa jaga adikku baik baik hanya dia harta ku yang paling berharga, aku berangkat sekarang..." Ucap Arthur yang kemudian berlalu pergi.


Arthur pergi meninggalkan mansion sebelum pagi tiba karena dia tidak mau Narda melihatnya pergi dan menangis. Arthur benar benar tidak bisa membiarkan masalah ini lagi karena semakin lama maka masalah ini akan semakin menjadi jadi.


Arthur juga menyempatkan untuk memberitau Evan tentang keberangkatannya. Evan hanya bisa menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar, sungguh dirinya sangat khawatir pada kakak dan juga adiknya.


Belum lagi saat ini Andrean juga sedang berjuang menghadapi para serangga beracun yang ingin menyerang mansion mereka. Andrean juga harus berjuang sendiri karena Arthur dan Evan harus mengurus masalah lain.

__ADS_1


Jason dan Hendery juga harus mengendalikan perusahaan mereka agar para musuh tidak memiliki celah untuk menjatuhkan mereka. Karina dan Viola memiliki tugas yang sangat penting yaitu menjaga Narda dan juga mansion mereka dari serangan musuh.


Karina dan Viola juga sangat mengkhawatirkan anak anak mereka tapi inilah resiko yang harus mereka hadapi. Narda masih tertidur didalam kamar Arthur dan disamping Narda ada sepucuk surat yang ditinggalkan Arthur untuknya.


__ADS_2