
Evan menangis didalam pelukan Andrean setelah mengetahui apa yang dilakukan Arthur demi menyelamatkan dirinya. Hans yang juga ada disana memberikan sebuah kado kecil pada Rain.
"Hadiah ini ku berikan pada mu untuk mewakili Arthur, sahabat ku..." Hans.
Rain menerima kado itu dan membukanya, isi kado itu adalah sebuah jepit rambut yang sangat indah dan sebuah cincin. Ada surat yang terselip diantara hadiah kecil itu.
Rain mengambil surat itu dan membacanya, ternyata surat dan hadiah itu adalah hadiah dari Arthur yang dititipkannya pada Hans untuk hadiah ulang tahun Rain beberapa hari lagi. Arthur punya rencana untuk pergi ke Canada dan menyelesaikan pekerjaannya disana karena itulah dia menitipkan hadiah itu pada Hans untuk diberikan pada Rain.
"Selamat ulang tahun Rain, ini rasanya aneh karena selama ini aku selalu mengabaikan mu tapi kini aku mengirimkan Hadian untuk mu.
Rain aku tau selama ini kau mencintaiku maaf karena aku tidak bisa menerima cinta mu. Tapi jangan salah paham pada ku, bukan maksud ku ingin menyakiti mu
Aku tidak bisa menerima cinta mu adalah Karana aku tau usia ku tidak akan lama lagi. Jika harus jujur maka aku akan jujur, aku sangat mencintaimu...
Tapi aku tidak bisa membiarkan mu hidup bersama seorang pria yang sudah sekarat. Kau berhak bahagia dengan hidup bersama orang lain yang jauh lebih baik dari pada aku, kau cantik sangat cantik
Tatapan mata mu penuh kasih, suara mu begitu lembut, saat bersamamu aku merasa tenang dan bahagia. Terimakasih sudah mencintai ku, semoga kau bahagia dan jangan pernah lupakan aku karena aku pun akan selalu mencintaimu selamanya" Tulis Arthur didalam suratnya.
Seketika tubuh Rain lemas dan terduduk dilantai dia menangis dan memeluk surat itu. Rain baru tau jika selama ini Arthur juga mencintai dirinya, selama ini Rain mengira Arthur membenci dirinya karena sikap Arthur yang dingin namun ternyata selama ini Arthur juga terluka karena berpura pura membenci wanita yang sangat dia cintai.
"Arthur mencintai mu... Dia ingin kau bahagia, ku rasa takdir memang ingin kau menjadi pendamping Arthur untuk melindungi keluarganya...
Rain, dan kau Andrean kalian harus berjanji satu hal pada ku... Apapun yang terjadi kalian berdua harus menjaga Narda. Karena didalam diri Narda kenangan Arthur tersimpan" Hans.
"Didalam tubuh Narda jantung Arthur berdetak, didalam Narda ada Arthur yang akan terus hidup dalam bentuknya yang lain" Sambung Hans berucap membuat semua orang terkejut.
"Hans apa maksudnya ini?" Karina bingung.
__ADS_1
"kak Hans apa maksud mu? jantung ini milik kak Arthur?" Ucap Narda yang masih tak percaya.
"Benar... Jantung yang kini berdetak didalam diri mu adalah jantung Arthur, dia memberikan jantungnya pada mu karena itu kau harus hidup!
Kau tidak boleh menyerah Narda! Kau harus hidup! Karena jantung sahabat ku ada dalam dirimu... Jantung Arthur" Hans.
Semua orang mematung tak ada seorang pun yang mengatakan sepatah katapun. Hanya Isak tangis yang membuat ruangan itu terasa sangat dingin dan menyedihkan, Jason mendekati Narda dan menggendong sang anak.
"Kaluarga De Wilson tidak akan kehilangan siapapun lagi, kita semua akan tetap bersama menjadi satu keluarga...
Rain, Narda, Andrean, Evan, dan Hans... Kalian adalah anak anakku. Mulai hari ini mulai detik ini aku tidak akan kehilangan anak lagi" Jason.
Mereka menghampiri Jason dan memeluk nya erat. Sebuah senyuman muncul diwajah Narda senyum kebahagiaan karena kini semuanya jadi semakin jelas.
Setelah kejadian dihari itu kondisi Narda terus membaik dia juga selalu meminum obatnya tepat waktu. Narda bahkan sudah mulai berlatih berjalan dengan dibantu oleh Rain dan Evan, anak manis itu kini benar benar ingin hidup.
Narda terus berlatih dan menjalani semua pengobatannya dengan baik. Hingga saat hari pernikahan Andrean dan Rain tiba, Narda sudah tidak lagi duduk dikursi roda.
"Kakak kau sangat tampan..." Narda memuji Andrean yang baru saja selesai bersiap untuk acara pernikahannya.
"Banarkah?..." Sahut Andrean yang kini berada didepan Narda dan langsung menggendong tubuh mungil sang adik.
"Eum kau sangat tampan..." Narda.
"Haruskah aku menikah juga agar dipuji tampan oleh mu?" Ucap Hans cemburu.
"Hahaha kalau kak Hans tidak usah menikah pun sudah tampan" Ucap Narda yang turun dari gendongan Andrean dan menghampiri Hans.
__ADS_1
"Kau sudah bisa berjalan dengan baik, ku rasa kita tidak perlu kembali ke rumah sakit kan?" Hans.
"Kakak kau dan kak Andrean siapa yang lebih tua? Siapa yang kakaknya?" Tanya Narda bingung.
"Andrean lebih tua dua hari dari aku... Jadi secara teknis dia tetap kakak tertua" Sahut Hans dengan agak membungkuk untuk menyamakan tinggi badannya dan Narda.
"aku akan ke kamar kak Rain, aku salah kamar... Kan aku harusnya jadi pengiring kak Rain" Narda berlari keluar.
"Hei bocah jangan lari lari nanti jatuh!" Hans mengejar Narda meninggalkan Evan dan Andrean dikamar itu.
Andrean dan Evan hanya tertawa melihat kelakuan kedua saudara mereka. Hans telah secara resmi diangkat menjadi anak keluarga De Wilson, walaupun Hans punya keluarga yang lengkap sebenarnya Hans juga kekurangan kasih sayang.
Sebagai anak kedua dari tiga saudara Hans selalu dipaksa untuk mengalah dengan adiknya dan mengerti kakaknya. Orang tua Hans sendiri juga seakan tidak perduli pada Hans, saat Jason dan Karina menemui mereka untuk meminta izin membawa Hans ke keluarga De Wilson mereka setuju begitu saja.
Bahkan mereka acuh dan seakan tidak perduli, Jason awalnya kesal tapi Hans menenangkannya. Sehingga kini mereka bisa fokus pada pernikahan Andrean dan Rain.
Narda menatap Rain yang sedang dirias dia benar benar melihat sosok Viola pada diri Rain. Narda duduk di sofa yang letaknya tak jauh dari Rain yang sedang dirias, Karina dan Aliya ibu angkat Rain juga ada disana.
"Mama kak Rain sangat cantik..." Narda.
"iya sayang dia benar benar cantik" Karina.
Setelah Rain selesai dirias dia menghampiri Aliya dan memegang tangan ibu angkatnya itu.
"Mama... terimakasih sudah menyayangi ku, terimakasih sudah menjaga ku, dan mendidikku dengan cinta...
Sekarang putri mu sudah dewasa mama... Putri mu kini menjadi menantu dari seorang wanita hebat yang akan menjaga ku dengan cintanya" Rain.
__ADS_1
"Aku tidak tau apa yang akan terjadi dimasa depan nak, tapi yang ku tau dulu, kini, dan nanti kau adalah anakku
Dan akan selalu menjadi anakku... Dulu kami menjemput mu dengan cinta, kini kami melepaskan mu juga dengan cinta..." Aliya.