AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
ANDREAN JATUH CINTA


__ADS_3

Narda menyiapkan makanan untuk semua orang dengan dibantu oleh beberapa maid. Meski Narda seorang laki laki namun kemampuan memasaknya sangat bagus, dia membuat rendang, sup jamur, dimsum, dan kentang rebus.


Andrean yang melihat sang adik sibuk memasak memperhatikannya baik baik. Andrean sebenarnya ingin membantu tapi dia sedang malas melakukannya, jadilah Andrean hanya menonton saja.


"adek kakak mau ngomong deh" Andrean tiba tiba bersuara setelah sejak tadi hanya diam saja.


"Ngomong aja kak, aku dengerin sambil ngirisin bawang nih" Narda.


"Adek kalau misal nih misal ya..." Andrean.


"Hm..." Sahut Narda acuh karena masih fokus dengan bawangnya.


"Kalau misalkan kakak punya pacar gimana?" Andrean.


"Ya gak masalah kakak sudah dewasa memang sudah seharusnya cari pasangan, papa dan mama pasti juga setuju" Narda.


"Jadi beneran nih kakak boleh pacaran?" Andrean.


Narda meletakan pisaunya dan mencuci tangan lalu menghampiri Andrean yang sedang duduk dikursi yang memang disediakan didapur. Narda menangkup wajah Andrean dan tersenyum.


"Bawa wanita itu kesini biar ku lihat dulu apakah dia bisa menjadi pasangan untuk kakak ku ini... aku harus mengujinya lebih dulu" Narda.


Andrean tersenyum gembira dan memeluk pinggang Narda. Dia mengira jika sang adik tidak akan setuju jika dirinya menjalin hubungan spesial dengan wanita mana pun, tapi ternyata dia salah.


"Terimakasih adek sayang" Andrean.


"Siapa perempuan itu yang bisa membuat kakak ku jatuh cinta begini?" Narda melepaskan pelukan Andrean dan kembali memasak.


"Dia bukan wanita dari kalangan orang terpelajar, bukan juga orang dari kalangan bangsawan, dia itu sederhana dan polos..." Sahut Andrean dengan wajah bersemu merah.


"Dimana kakak bertemu dengannya?" Narda.


"kami bertemu karena tidak sengaja beberapa bulan yang lalu, waktu itu mobil ku mogok dan karena cuaca sedang hujan aku mampir ke sebuah restoran mie sambil menunggu paman Rega...


Restoran itu sangat ramai dan tidak ada meja yang kosong. Tapi ada seorang wanita cantik yang menawarkan untuk berbagi meja dengan ku, dan itu jadi awal mula perkenalan kami" Sahut Andrean dengan penuh semangat.


"Lalu? kakak sudah berkenalan dengan dia?" Narda.

__ADS_1


"sudah namanya Bianca dia benar benar cantik, apa kau tau? dia punya sebuah toko roti dipinggiran kota..." Andrean.


"Kalau begitu ajak dia kesini kenalkan pada keluarga kita, jika dia memang wanita baik baik maka kita bisa langsung menentukan tanggal pernikahan kalian" Narda.


"Tapi aku ragu... aku takut mama dan mami tidak setuju" Andrean menunduk sedih.


Narda menatap sang kakak, Karina dan Viola memang sangat berhati hati dalam memilihkan pasangan untuk anak anak mereka. Kejadian buruk yang menimpa Evan membuat keluarga mereka selektif dalam hal percintaan untuk anak anaknya.


"Jika dia memang wanita baik baik dan keluarganya juga bisa menerima mu, aku akan membantu mu untuk bicara pada mama dan mami" Narda.


"Benarkah? Sungguh?! Janji?!" Andrean sangat bersemangat.


"Hanya jika kau berdiri dari duduk mu dan membantu aku menyajikan semua makanan ini" Sahut Narda dengan tersenyum.


Andrean langsung beranjak dan bergegas membantu sang adik menyajikan semua makanan itu ke meja makan. Narda sendiri kaget melihat Andrean yang begitu bersemangat.


"Ku harap dia wanita yang tepat untuk mu kak karena aku tidak ingin melihat mu terluka gara gara wanita seperti yang terjadi pada kak Evan..." ucap Narda dalam hati.


Saat makanan siap semua orang berkumpul dimeja makan untuk makan bersama. Andrean membantu Narda untuk menyajikan makanan dan itu membuat semua orang keheranan, tidak biasanya Andrean mau melakukan pekerjaan dapur seperti ini.


"Ma, Pa..." Narda mulai membuka suara.


"Iya sayang ada apa nak?" Jason.


"Papa eum... kak Andrean sedang jatuh cinta, dia berencana memperkenalkan kekasihnya pada kita semua" Narda.


Mendengar itu semua orang terkejut bahkan Karina langsung meletakan sendok makannya dengan kasar diatas meja. Viola juga sampai tersedak sangking kagetnya.


"Andrean untuk masalah seperti ini kau menyuruh Narda yang menyampaikannya?" Tanya Arthur dingin.


"Kak jangan marah aku yang menawarkan diri untuk membantu kak Andrean menyampaikan ini, dia terlalu gugup untuk menyampaikannya sendiri" Narda.


"Andrean wanita seperti apa yang membuat mu tertarik nak? apa dia wanita baik baik? dan apakah dia berasal dari keluarga yang baik?" Jason.


"Dia wanita yang baik pa, dia juga sangat rendah hati..." Andrean.


"Mama tidak masalah jika kau menjalin hubungan cinta dengan siapapun nak, tapi... tapi katakan pada mama apakah dia benar benar wanita yang baik? dan bagaimana dengan keluarganya?" Karina.

__ADS_1


"Itulah sebabnya aku ingin membawa dia kesini agar mama dan semuanya bisa bertemu langsung dengan dia, aku yakin kalian akan langsung menyukainya" Andrean.


"Bawa dia kesini besok dan kami akan memberikan penilaian kami setelah mengujinya" Hendery.


"Papi kenapa mempersulitnya? ini urusan cinta dan hati bukan urusan bisnis papi!" Andrean.


"Kak jaga ucapan mu! kau sedang bicara pada papi!" Tegur Narda tegas.


"Apa yang salah dengan kata kata ku? aku hanya ingin menjalin hubungan serius dan menikah dengan wanita yang aku cintai masalah hati ku biar jadi urusan ku orang luar tidak perlu ikut campur!" Andrean.


"Jika begitu mau mu maka terserah... aku mungkin memang hanya orang luar bagi mu tapi aku sudah menganggap mu seperti anakku sendiri, baiklah lakukan saja sesuka mu


Aku tidak akan ikut campur lagi... maaf sudah membuat ku tidak nyaman, aku memang hanya orang luar" Hendery sangat tersinggung dengan perkataan Andrean dan langsung beranjak pergi meninggalkan meja makan.


"Kakak" Jason menahan Hendery tapi Hendery acuh dan tetap berlalu pergi.


"Kak kau keterlaluan!" Ucap Evan yang berlalu pergi mengikuti Hendery.


"Jika kami orang luar bagi mu maka selama ini kasih sayang kami tidak ada artinya untuk mu? baiklah..." Viola beranjak dan berlalu pergi.


Arthur tidak mengatakan apapun dia hanya menatap Andrean dengan tatapan penuh kecewa. Arthur langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi begitu saja.


"Kau keterlaluan Andrean! tega sekali kau berkata seperti itu padanya!


Andrean saat kau sekarat digudang tua Arthur yang menyelamatkan mu! Saat kau terluka dan aku tidak ada kak Hendery yang menjadi pelindung mu! dan kak Vio?! ck! kau membuat ku kecewa" Jason pergi dengan marah di ikuti oleh Karina.


"Kak... kau keterlaluan kau melukai hati papi dan semua orang, cinta mu memang hak mu tapi bukan begini caranya kak" Narda berlalu pergi mengikuti Hendery.


Andrean terdiam dia menyesali kata kata yang tadi ia ucapkan. Andrean merasa sangat bersalah pada Hendery dan juga semua orang, Andrean tertunduk dan menyesali perbuatannya.


Narda mengikuti Hendery yang duduk ditepi kolam renang. Narda duduk disamping Hendery dan memegang tangannya erat.


"Tidak ku sangka anak yang ku jaga dengan kasih sayang, menganggap aku sebagai orang asing... hahaha lucu sekali hidup ini" Hendery.


"Papi jangan marah kak Ian memang sering bicara sembarangan, maafkan dia papi..." Narda.


"Narda... jika itu diri mu mungkin aku masih bisa memaafkannya karena usia mu yang masih belasan tahun jadi kau masih labil, tapi ini Andrean dia sudah sangat dewasa tapi kata katanya begitu menyakitkan ku" Hendery.

__ADS_1


__ADS_2