
"Jadi adek maunya kakak apakan serangga serangga itu?" tanya Andrean dengan senyum smirk penuh arti.
"Apa saja yang penting adek tidak mau serangga itu kesini, adek takut..." Sahut Narda membuat Andrean lagi lagi tersenyum penuh arti.
"kalau kakak bunuh saja serangganya boleh tidak?" Andrean.
"Eum... boleh saja sih lagian adek juga tidak mau ada serangga hi... geli! takut!" sahut Narda yang merinding ngeri hanya dengan membayangkan serangga serangga itu.
Andrean menatap Jason dan Hendery bergantian dengan senyum lebarnya.
"Lakukan dengan hati hati ingat jangan melukai hati adik mu" Jason mencoba mengingatkan putra sulungnya itu.
"Lakukan saja sesuka mu bereskan semuanya kalau sampai tidak beres papi akan turun tangan sendiri" Hendery.
"Arthur lebih baik kau awasi adik mu ini dia terkadang sangat ceroboh, jangan sampai dia melukai diri sendiri karena serangga kali ini cukup banyak" Ucap Karina menimpali.
"Iya mama aku akan turun tangan juga karena jika tidak anak ini pasti akan dalam masalah lagi" Sahut Arthur yang langsung mendapatkan tatapan tajam Andrean.
Narda yang tidak mengerti apa yang sebenarnya mereka bahas hanya acuh. Narda juga tidak perduli dan tidak tertarik untuk tau tentang pembahasan mereka, karena yang Narda tau mereka sedang membahas tentang serangga serangga yang menakutkan baginya.
Narda masih terlalu polos dia tidak tau jika serangga yang dimaksud oleh kakak dan keluarganya adalah musuh musuh mereka yang berusaha menyerang mansion. Keluarga De Wilson dan juga Die Errama memang sudah meninggalkan dunia bisnis gelap, tapi musuh mereka kini malah semakin banyak.
Hal ini benar benar membuat mereka pusing, tapi mereka juga tidak bisa diam saja. Musuh musuh itu terlalu berbahaya jika dibiarkan, apa lagi sekarang mereka bukan hanya mengincar perusahaan, rumah sakit, atau harta milik keluarga mereka karena sekarang yang di incar para musuh adalah harta keluarga mereka yang paling berharga yaitu Narda.
"Mama..." Narda beranjak dan menghampiri Karina yang masih duduk disofa.
Narda berdiri didepan Karina sembari mengucek matanya sendiri. Karina memegang tangan Narda menghentikannya untuk tidak melakukan itu karena khawatir sang anak tak sengaja menyakiti dirinya sendiri.
"adek jangan dikucek matanya sayang nanti bisa iritasi dan sakit" Tegur Karina dengan lembut.
"Mama adek ngantuk... tapi adek takut tidur sendirian dikamar nanti ada serangga" Ucap Narda mengadu dengan manjanya membuat Karina terkekeh pelan.
__ADS_1
"adek mau mama temani?" Karina.
"tidak... adek maunya ditemani papa sama mama" Sahut Narda yang langsung mengundang senyuman semua orang.
Jason meletakan ponselnya dan beranjak dari duduknya. Jason langsung membawa Narda ke dalam gendongannya.
"Baiklah pangeran kecil ayo tidur siang dulu, ini memang sudah waktunya kau tidur siang hm" Jason.
"Bawa dia ke kamar dulu aku akan ke dapur sebentar" Ucap Karina yang kemudian juga beranjak pergi, Jason membawa Narda ke kamarnya.
"Papa adek kemarin lihat boneka beruang besar banget ditv... Besaaarrr banget pa" Narda berucap didalam gendongan Jason sembari menggambarkan boneka beruang yang ia maksud dengan kedua tangan mungilnya.
"Boneka adek kan sudah banyak" Jason.
"Tapi boneka adek kecil kecil semua, adek mau punya boneka yang besar pa buat temen bobok" Sahut Narda mengundang gelak tawa Jason.
"Baiklah nanti papa belikan, sekarang ganti baju dan siap siap tidur siang" Jason.
Narda mengganti bajunya dengan piyama yang sudah Jason siapkan. Narda kemudian mencuci muka, tangan, dan juga kakinya Jason memakaikan kaos kaki baru untuk Narda.
"Duduk diam dan biarkan papa memakaikan kaus kakinya" Sahut Jason yang tetap memakaikan kaus kaki itu dikaki Narda.
Jason tersenyum saat memegang kaki Narda yang begitu mungil. Delapan tahun berlalu dan setiap waktu yang ia habiskan bersama Narda terasa begitu berharga, Jason menatap wajah Narda dan lagi lagi dia tersenyum.
"Papa kok senyum senyum mulu? ada yang lucu ya?" Tanya Narda bingung.
Setelah selesai memakaikan kaus kaki untuk Narda Jason duduk disamping sang anak dan merangkulnya. Jason mencium puncak kepala Narda.
"rasanya baru kemarin papa membawa mu ke mansion ini, waktu berlalu terlalu cepat... anak papa ini sudah tumbuh menjadi remaja yang manis" Jason.
Narda memeluk Jason dan mencium pipi Jason spontan. Jason terkekeh dengan kelakuan manis anaknya itu.
__ADS_1
"Adek memang sudah tumbuh tapi adek tetap akan menjadi anak kesayangan papa, adek tetap adek... love you papa" Sahut Narda memeluk Jason.
Jason tertawa pelan dan membawa Narda ke pangkuannya. Jason menatap lekat lekat wajah putra bungsunya itu, sekilas ada rasa takut dihati Jason.
Jason takut jika semua musuhnya mengincar Narda maka sang anak akan terluka lagi. Setelah kejadian kemarin jujur saja Jason sangat takut kehilangan Narda lagi, bahkan saat tidur Jason masih sering bermimpi buruk tentang Narda.
"I Love You more and more baby" Sahut Jasoh dengan memeluk Narda erat.
Narda tersenyum dan semakin erat memeluk Jason. Saat berada dipelukan Jason Narda selalu merasa aman dan nyaman, Jason adalah sosok ayah yang sempurna kasih sayangnya pada Narda tidak main main.
Karina masuk ke dalam kamar dan melihat momen manis ayah dan anak itu. Karina tersenyum bahagia dan menghampiri mereka.
"Jadi cuma papa yang dipeluk?" Tanya Karina membuat Narda dan Jason agak terkejut.
Narda turun dari pangkuan Jason dan memeluk Karina erat dengan sedang hati Karina membalas pelukan sang anak.
"Mama tadi dari mana?" Tanya Narda penasaran.
"Mama ke dapur untuk membuatkan adek susu, sekarang ayo minum susu dulu baru tidur... supaya adek sehat" Karina memberikan susu digelas itu pada Narda.
Setelah menghabiskan susu rasa vanila favoritnya Narda langsung berbaring diatas tempat tidur sembari memeluk boneka doraemon kesayangannya. Karina dan Jason menemani sang anak hingga sang anak tertidur pulas.
"Dia sangat manis tapi apakah dia akan tetap seperti ini selamanya?" Karina.
"apa yang membuat mu khawatir?" Tanya Jason yang mengerti perasaan sang istri.
"Aku hanya takut saat dia dewasa nanti dia akan berubah, dia tidak akan manja lagi, tidak akan merengek lagi, dan tidak akan mau memeluk kita lagi" Sahut Karina mengutarakan isi hatinya.
"Aku juga mengkhawatirkan hal yang sama dengan mu sayang, tapi itulah takdir yang harus kita hadapi... kelak dia akan dewasa sama seperti ketiga kakaknya, tapi aku yakin dia akan tetap menjadi Narda kita yang manja
Narda yang akan terus memeluk kita dan menjadi bintang kecil kita selamanya" Jason.
__ADS_1
"Aku harap begitu... anak ku sayang buah hati mama dan papa jika suatu saat nanti kau sudah dewasa dan ingin belajar mandiri mama tidak akan melarang mu
Namun jika saat itu dunia tidak menerima mu dengan baik dan justru melukai diri dan hati mu. Mama ada disini sayang mama disini untuk menjadi tempat mu pulang dan bersandar" Ucap Karina yang kemudian mengecup kening Narda dengan penuh cinta.