
"apa yang terjadi?" Tanya Jason penasaran pada Karina.
Karina menarik tangan Jason membawa Jason dan Andrean keluar dari ruangan Narda. Karina menjelaskan apa yang baru saja terjadi, kebetulan Evan juga sudah menyelesaikan operasi yang dia tangani dan ikut mendengarkan penjelasan Karina.
"Narda memang membutuhkan teman... ini juga bukan ide yang buruk tapi kita harus tetap berjaga jaga karena biar bagaimana pun Rain tetap orang asing
dalam hal ini kita tidak boleh meninggalkan Narda hanya berdua dengan Rain. Kalian pasti mengerti maksud ku" Jason.
"Aku mengerti... ayo Narda sudah menunggu kalian sejak tadi" Karina.
Mereka kembali masuk ke dalam kamar Narda. Sebelum masuk ke dalam kamar Narda Andrean memberikan perintah pada Leo untuk mencari tau tentang latar belakang dan juga informasi detail tentang Rain.
"adek sayang" Jason.
"Papa!" Narda langsung mengulurkan kedua tangannya minta digendong oleh Jason.
"sayang anak papa..." Jason membawa Narda ke dalam gendongannya dengan sangat hati hati.
"Papa kenapa lama sekali? adek kangen papa" Narda menaruh kepalanya dibahu Jason.
"Maaf sayang... adek bagaimana keadaanya? apa masih ada yang sakit?" Jason.
"Kadang kadang dada adek sesak pa... dan kadang kadang dada adek sakit sekali" Narda.
"Dokter apa ada yang salah dengan keadaan Narda? kenapa dia masih sering sakit dibagian dadanya?" Tanya Jason khawatir pada Rain.
"Tidak apa apa tuan hal seperti itu bisa terjadi karena Narda yang kelelahan, Narda sangat aktif dan senang bermain tapi selama dia masih dalam pantauan kami dia akan baik baik saja" Rain.
"Terimakasih Rain..." Karina.
"Dokter Rain kau sudah bekerja keras terimakasih" Andrean.
"Ini sudah menjadi tugas saya, Narda karena sekarang papa dan semua keluarga mu sudah berkumpul kakak pamit dulu ya...
Jika nanti adek ada keluhan apapun itu tinggal tekan bel saja ya" Rain.
"Iya kak... terimakasih sudah temani adek main hari ini kak" Narda.
__ADS_1
Rain mengangguk dan tersenyum lalu kembali ke ruangannya. Jason mendudukan Narda dipangkuannya dan mendengarkan Narda bercerita tentang permainan yang dirinya dan Rain mainkan bersama tadi.
Narda bercerita dengan penuh semangat sampai memperagakannya. Jason tersenyum dan mendengarkan cerita sang anak dengan seksama, ini adalah kali pertama Narda terlihat begitu ceria dan banyak bicara setelah apa yang menimpa keluarga mereka.
"Adek sudah ya ceritanya sekarang adek harus istirahat" Evan.
"Ish kakak adek kan belum selesai cerita" Kesal Narda pada sang kakak.
"Iya kakak tau tapi adek harus istirahat sayang, kalau adek tidak istirahat nanti adek sembuhnya lama" Evan.
"Kakak..." Narda tiba tiba menatap Evan dengan tatapan penuh arti.
"hm?" Evan.
"Kak bisa tidak kak Rain menjadi kakak ku juga? seperti aku yang menjadi adik kalian apa dia juga bisa menjadi kakak ku?" Narda bertanya sembari menatap Evan penuh harap.
"Coba tanya papa saja..." Sahut Evan yang bingung harus menjawab apa.
"Papa... bisa tidak pa?" Narda bertanya pada Jason sembari menatap Jason penuh harap dan memegang erat tangan Jason.
"Tidak bisa nak karena dokter Rain sudah memiliki kehidupan dan keluarganya sendiri, kita tidak bisa merebut paksa dia dari keluarganya apa lagi merusak kebahagiaannya" sahut Jason lembut.
Jason beranjak dan menggendong Narda dengan kasih sayang. Memang benar ini adalah pertama kalinya Narda menginginkan sesuatu yang tidak bisa ditawar tawar lagi.
Narda merasa jika Rain sangat mirip dengan Viola. Saat berada didekat Rain hati Narda terasa hangat dan Narda seakan bisa merasakan kehadiran Viola disampingnya.
"Adek sini sayang sama kakak" Andrean membawa Narda ke dalam gendongannya dan mengecup lembut pipi Narda.
"Kakak hiks hiks... kak adek janji tidak akan nakal hiks hiks tapi adek mau bersama kak Rain hiks dia mirip mami kak..." Narda menangis didalam gendongan Andrean.
"Adek tenang dulu ya jangan menangis lagi, kakak janji akan membawa dokter Rain untuk mu" Andrean.
"Andrean jangan memberikan Narda janji palsu karena saat semua itu tidak dapat tercapai dia akan sangat terluka" Jason.
"Aku tidak memberikan Narda janji palsu pa, karena aku benar benar akan membawa dokter Rain ke keluarga kita bagaimana pun caranya dan apapun keadaannya" Sahut Andrean dengan penuh keyakinan.
Andrean menggendong Narda dan bergerak ke kanan dan ke kiri menimang sang adik. Perlahan Narda tertidur didalam gendongan Andrean, setelah Narda benar benar terlelap Andrean menidurkan Narda ditempat tidurnya.
__ADS_1
"Evan apa yang akan terjadi jika Narda mengalami syok lagi?" Andrean.
"Kemungkinan terburuknya adalah serangan jantung dan penyumbatan pembuluh darah, hal itu bisa menyebabkan kelumpuhan sementara hingga kematian" Sahut Evan pada Andrean.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi padanya... bagaimana pun caranya aku akan mendapatkan dokter itu" Ucap Andrean yang kemudian berlalu pergi.
Andrean menuju ke ruangan Rain bersama Leo yang berjalan dibelakangnya. Saat Andrean sampai diruangan Rain dia mengetuk pintu ruangan Rain beberapa kali, dan Rain mengizinkannya masuk.
"Dokter Rain aku ingin bicara" Andrean.
"Ada apa tuan apakah ada masalah dengan Narda?" Rain.
"Sebelumnya aku minta maaf jika tidak sopan, tapi apa bisa aku meminta bantuan mu lagi? ini untuk Narda dan tidak lebih" Andrean.
"Tentu saja boleh tuan, silahkan katakan apa yang bisa saya bantu" Rain.
"Menikahlah dengan ku dan jadi kakak ipar untuk Narda" Ucap Andrean tanpa ragu.
Rain tertegun tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Andrean.
"Tuan saya akan membantu sebisa saya tapi kenapa anda berpikiran sejauh itu?! Saya tidak akan menikah dengan orang yang tidak saya cintai!" Rain.
"Aku juga tidak mencintai mu tapi ini bukan tentang cinta! Ini tentang nyawa adikku..." Andrean.
"Sekali lagi saya tegaskan jika saya tidak akan menikahi laki laki yang tidak saya cintai! Silahkan pintu keluarnya sebelah sana!" Rain sangat marah dan mengusir Andrean dari ruangannya.
"Aku sudah meminta mu secara baik baik nona tapi kau tetap tidak mau, maka aku bisa memaksa mu dengan cara ku sendiri" Andrean.
"Apa maksud mu?! Kau mau memerkosa ku hah?!" Rain naik pitam.
"Aku tidak bernafsu dengan tubuh mu! aku bahkan tidak sudi menyentuh mu, semua ini aku lakukan demi kesehatan adikku Narda...
Jika kau tidak mau menikah dengan ku maka bisa ku pastikan aku akan menghancurkan mu. Rumah sakit ini adalah milik keluarga De Wilson aku bisa memecat mu kapan saja ku mau
Dan jangan lupa kau punya ibu angkat yang sakit sakitan dan perlu biaya besar untuk pengobatannya. Asal kau mau menikah dengan ku
aku akan menjamin semua biaya pengobatan ibu angkat mu, dan juga menjaga keselamatan ayah angkat mu...
__ADS_1
Tapi jika kau menolak aku tidak akan segan segan menghabisi mereka saat ini juga" Ucap Andrean.
Leo menunjukan sebuah vidio di Ipad yang ia pegang. Dalam vidio itu nampak orang orang bawahan Leo sudah mengepung rumah orang tua angkat Rain.