AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
MAU SEKOLAH


__ADS_3

"Papa... adek pengen sekolah" Ucap Narda yang seketika membuat seluruh anggota keluarga yang berkumpul terkejut dan terdiam.


Jason membawa Narda ke dalam pangkuannya. Sebenarnya mereka sudah lama memikirkan tentang ini, mereka ingin menyekolahkan Narda tapi bukan disekolah biasa.


"adek yakin mau sekolah? apa tidak sebaiknya tahun depan saja?" Karina sedikit khawatir.


"Tidak mama... adek mau sekolah secepatnya, adek juga pengen belajar dan punya teman" Narda.


"adek bukannya sekarang adek juga punya teman, ada kakak, ada kak Andrean, dan juga ada kak Arthur" Sahut Evan.


"Beda kak... kalian itu kakaknya adek bukan temannya adek" Sahut Narda sedih.


"Baiklah papa akan pikirkan lebih dulu" sahut Jason pasrah.


"Jason!" Hendery menegur Jason keras.


"Aku tidak setuju kalau Narda sekolah diluar mansion diusianya yang masih tujuh tahun! Jason itu terlalu berbahaya untuknya, sebaiknya dia sekolah didalam mansion saja" Hendery.


"Tapi adek mau punya teman papi" Kesal Narda.


"Adek papi mu benar sayang terlalu berbahaya kalau adek sekolah diluar, adek masih kecil tunggu beberapa tahun lagi baru adek boleh sekolah diluar mansion" Karina.


"Homeschooling juga bukan ide buruk sayang karena karena dengan begitu kami masih bisa menjaga dan melindungi adek" Viola.


"Kenapa Adek tidak boleh sekolah seperti anak lain? apa karena adek bikin malu?" Cicit Narda sedih.


"Tidak sayang bukan itu maksud kami nak, kami hanya khawatir pada mu jika harus sekolah diluar mansion" Jason.


Narda hanya diam dia tidak mau berdebat lagi karena tidak mungkin bagi Narda bisa menang berdebat melawan keluarga besarnya. Narda hanya diam menyetujui apapun keputusan yang akan dipilih oleh keluarganya.

__ADS_1


Semua akhirnya sepakan jika Narda harus Homeschooling hingga nanti dia memasuki jenjang SMA. Keputusan itu diambil demi melindungi Narda dari ancaman para musuh yang pasti akan selalu mengincar dirinya karena dia adalah kelemahan keluarga De Wilson dan juga keluarga Die Errama.


Hari demi hari berlalu Narda belajar dengan baik. Meskipun dirinya masih menyimpan banyak pertanyaan tentang kenapa dia tak diizinkan untuk sekolah disekolah biasa seperti anak lainnya, Narda hanya bisa pasrah meski didalam hatinya kecewa.


Waktupun berlalu kini Narda sudah berusia lima belas tahun. Anak itu kini sudah kelas tiga SMP dan masih seperti sebelumnya dia Homeschooling.


Hari ini setelah kelasnya selesai Narda meninggalkan ruang belajar dan menuju dapur untuk membantu Karina dan Viola membuat kue. Sejak kecil Narda sangat suka memasak dia belajar dengan Karina dan Viola membuat berbagai jenis masakan.


Narda juga sering belajar memanah entah bagaimana tapi pada akhirnya Narda mulai menyukai busur dan anak panah. Tapi banyak hal yang masih menjadi pertanyaan Narda, siapa sebenarnya keluarga ini? kenapa ada begitu banyak musuh? kenapa dirinya selalu disebut inti kehidupan keluarga? Apa arti Narda disini? dan siapa para musuh itu?.


Setiap hari Narda selalu memikirkan hal hal itu hingga terkadang itu membuatnya sakit. Narda juga sering bertanya pada Jason atau kadang pada Hendery tapi jawaban yang dia terima tak pernah membuatnya puas malah kadang dia merasa jika mereka tidak mempercayai dirinya.


Arthur dan Andrean adalah anak tertua keluarganya tapi mereka berdua gila kerja dan bahkan tidak pernah melirik wanita manapun. Mereka juga tidak mau membahas tentang jodoh, kata mereka memiliki Narda saja sudah cukup.


"Adek? hei adek melamun?" Viola menyadarkan Narda dari lamunannya.


"eh i-iya mami" Sahut Narda sekenanya.


"Tidak kok ma adek cuman kepikiran sama pelajaran tadi, susah banget soalnya" Sahut Narda menutupi kebenaran isi hatinya.


"jangan terlalu dipikirkan sayang pelan pelan saja belajarnya adek nanti pasti akan bisa, jangan dipaksakan" Karina mengusap pipi Narda lembut.


"Mami buatkan susu kesukaan adek ya, biar adek lebih tenang" Viola.


"iya mami, terimakasih" Narda.


Setelah minun susu buatan Viola, Narda menyelsaikan kue buatannya lalu membawa kue itu ke lab dimana Arthur sedang sibuk dengan semua pekerjaannya. Narda meletakan toples kaca berisi kue kering itu diatas meja.


"kakak ini kue yang baru adek buat" Narda.

__ADS_1


Arthur tersenyum lalu menghampiri Narda dia mencuci tangannya lalu duduk disofa dan mencicipi kue itu. Arthur selalu menyukai apapun yang dibuat oleh Narda, sebenarnya Arthur tau jika Narda punya banyak pertanyaan tentang keluarga mereka sehingga terkadang Arthur akan melakukan sesuatu untuk mengalihkan fokus Narda.


Arthur sering membawa Narda ke lab yang berada dibelakang mansion untuk belajar. Arthur juga sering mengajari Narda cara membuat racun dan juga penawarya tapi tentu saja semua yang Arthur ajarkan hanyalah dasar dasarnya saja dia tahu batasannya.


Arthur jelas juga tak ingin Narda terlibat dalam bahaya jika menjadi ilmuan seperti dirinya dan Evan. Setelah mencicipi kue yang dibuat oleh Narda, Arthur memujinya dan itu membuat Narda senang.


Narda melihat ke sekeliling dan di melihat bunga yang sangat indah. Bunga itu ukurannya kecil kecil dan berbentuk seperti love, warnanya pink dengan daun berwarna hijau kebiruan dengan duri duri kecil disekitar tangkainya.


"Kak ini bunga apa bagus sekali" Narda.


"itu bunga cinta kematian atau death love... adek jangan sentuh bunga itu karena berbahaya bunga itu beracun" sahut Arthur sembari beranjak dari duduknya.


"Death love? kenapa namanya begitu?" Sahut Narda penasaran.


"karena bunga itu sangat cantik membuat siapapun yang melihatnya akan jatuh cinta, tapi begitu disentuh bunga itu akan membuat siapapun yang menyentuhnya menemui kematian" Sahut Arthur sembari merangkul Narda.


Narda mengamati bunga itu baik baik sungguh itu memang bunga yang sangat indah. Sampai membuat Narda tak ingin beralih darinya.


"Racun bunga itu terletak diduri duri kecil dan juga kelopak bunganya itu" Arthur menjelaskan.


"Apa yang akan terjadi jika adek menyentuhnya?" Tanya Narda penasaran.


"Kau akan mengalami sesak nafas, dan sakit dibagian dada. Racun bunga ini sangat cepat menyebar dan organ pertama yang akan rusak adalah jantung, karena jantung merupakan organ yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh maka racun bunga ini akan dengan cepat diserap oleh jantung dan merusaknya" Sahut Arthur menjelaskan.


Narda mengangguk paham kemudian sedikit menjauh dari bunga itu. Narda melihat ke sekeliling baru saja kemarin sore dia datang ke lab tapi ternyata siang ini sudah ada banyak barang baru yang datang dan tersusun rapi didalam lab ini.


"Adek nanti ikut dengan kakak ya, kita jemput Evan dan Andrean" Arthur.


"Siap bos" Sahut Narda penuh semangat.

__ADS_1


Arthur membawa Narda ke halaman depan untuk bermain Ayunan. Seperti biasa Narda sangat suka bermain Ayunan karena sejak kecil ayunan adalah tempat bermain yang menjadi favorit Narda.


__ADS_2