AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
ANAK HARAM ITU APA?


__ADS_3

Jason sangat marah pada Hendery, bahkan Arthur dan Andrean yang awalnya sedang berada diluar mansion juga bergegas kembali ke mansion saat mendengar masalah yang terjadi pada adik mereka.


Jason masuk ke kamar Narda dan benar saja dia melihat sang anak duduk disudut kamarnya. Narda duduk dibelakang sebuah guci besar, menyembunyikan tubuh mungilnya dibalik guci besar itu.


Jason mendekatinya perlahan saat Jason ingin menyentuh wajah Narda, sang anak menepis tangan Jason kasar.


"TIDAK MAU! hiks hiks hiks" Narda membentak Jason.


Jason tidak marah dengan sikap Narda karena Jason tau saat ini sang anak sedang tidak baik baik saja. Jason memperhatikan Narda beberapa saat dan dia melihat celana Narda yang basah, ternyata Narda mengompol karena sangking takutnya.


Jason membalikkan badannya memunggungi Narda agar sang anak tidak melihat betapa marah dirinya saat ini. Jason mengambil nafas dalam dan kasar, setelah itu dia berbalik menggendong Narda dengan paksa.


Narda memberontak didalam gendongan Jason dia menangis dan berteriak tapi Jason tetap memeluknya. Jason tidak perduli dengan celana Narda yang basah karena ompol mengenai jas mahalnya, Jason bahkan sudah tidak perduli saat Narda memukul dirinya.


Bagi Jason pukulan tangan Narda sama sekali tidak terasa sakit. Lagi pula yang dipikirkan Jason saat ini hanyalah menenangkan sang anak.


"LEPAS! Tidak mau! Hiks hiks sakit! hiks hiks lepaskan!" Narda terus berontak tapi Jason semakin erat memeluk sang anak.


Hati Jason sakit melihat anaknya kembali terluka karena trauma masa lalunya. Jason membiarkan Narda berontak dan menangis agar sang anak merasa lega.


"Adek... sayang ini papa nak, papa disini untuk adek" Bisik Jason pelan ditelinga sang anak.


"Adek boleh menangis, adek boleh pukul papa, tapi adek harus tenang setelah itu... karena papa sedih melihat adek seperti ini" Lirih Jason berucap pada Narda yang masih terus berontak didalam pelukannya.


Karina, Hendery, Viola, Arthur, Andrean, dan Evan melihat kejadian itu dari jauh. mereka tidak berani mendekat karena Narda masih histeris dan Jason yang juga tidak memberikan izin.


"Sayang papa disini... ini papa nak, Narda... Narda De Wilson" Jason tak menyerah dia tetap berusaha menenangkan sang anak dengan terus memanggil nama Narda dengan lembut.


Narda masih terus memberontak dia memukul Jason dengan tangan mungilnya. Memang badan Jason sama sekali tidak sakit karena pukulan putra kecilnya itu tapi hatinya sangat sakit melihat anak yang paling ia cintai seperti tak mengenali dirinya.


"Sayang... Ini papa, Narda anak papa tersayang" Jason tidak menyerah dia terus berusaha menenangkan sang anak.

__ADS_1


Perlahan Narda melemah dia sudah lelah dan tidak punya tenaga lagi untuk berontak. Narda hanya diam didalam pangkuan Jason, Narda hanya menangis tanpa suara dan menatap kosong ke dinding.


"Adek sayang ini papa nak, adek lihat papa sayang" Jason berusaha membujuk Narda tapi lagi lagi Narda menolak.


"Kak... kakak Mira" Narda berucap lirih tapi masih bisa didengar oleh Jason.


"Adek sayang? adek ngomong sama siapa nak?" Tanya Jason bingung.


Narda tidak menjawab dia terus menatap ke arah dinding. Narda melihat sosok Miranda yang dia temui dibalik pintu cahaya waktu itu.


Jason khawatir melihat sikap aneh sang anak dan menyuruh Evan untuk masuk dan memeriksa Narda. Tanpa bnyak berpikir Evan langsung masuk ke kamar Narda dan memeriksanya.


"Pa Narda dehidrasi dan berhalusinasi dia harus diinfus" Ucap Evan meminta izin pada Jason.


"Lakukan!" Jason menyetujui ucapan Evan.


"Kak Mira... adek ikut, adek mau main dikebun apel sama kakak" Narda terus berucap lirih membuat Jason semakin khawatir.


"Pa..." Narda memanggil Jason lirih.


"Iya sayang anak papa sayang, papa disini nak" Jason menggenggam tangan Narda erat.


"Kata kak Mira adek tidak boleh ikut... katanya ibu cantik juga adek masih harus nemenin papa" Sahut Narda lirih.


"Pa bawa Narda ke tempat tidur dia harus berbaring dengan benar" Evan datang lagi dengan membawa beberapa cairan infus dan alat untuk infus ditangannya.


Jason membaringkan Narda ditempat tidurnya sembari terus memegang erat tangan Narda.


"Papa... adek mau ikut kak Mira sama ibu" Ucap Narda lirih.


"Tidak sayang adek disini saja ya dengan papa... disini rumah adek, keluarga adek semuanya disini sayang" Jason.

__ADS_1


Narda hanya diam. tapi air matanya terus saja mengalir. Tatapan mata Narda benar benar kosong dan wajahnya sangat pucat.


Karina dan yang lainnya masuk ke kamar Narda mereka duduk mengelilingi anak malang itu. Narda seakan tidak memperdulikan mereka semua tatapan matanya masih saja kosong.


"Adek ini mama sayang, adek lihat apa disana nak? Sini lihat mama sayang" Karina mengusap lembut kepala Narda.


"Papa, mama... anak haram itu apa? kenapa aku disebut anak haram? kenapa aku jadi anak haram?" Narda berucap dengan polosnya.


Selama ini Narda memang bahagia hidup sebagai anak keluarga De Wilson namun ungkapan kata "ANAK HARAM" masih melekat begitu kuat didalam ingatannya. kata kata itu adalah sebutan yang paling ditakuti oleh Narda, dia sama sekali tak menyangka jika akan mendengar sebutan itu lagi dari Hendery orang yang selama ini dia sayangi.


Semua orang diruangan itu terdiam tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Narda. Mereka hanya bisa diam dengan air mata yang jatuh begitu saja tanpa diminta.


"Sayang jangan sebut kata kata itu lagi nak, tidak boleh ya..." Karina berusaha kuat dan menghapus air mata sang anak.


"Tapi kata papi aku anak haram... Papi anak haram itu apa? kenapa aku disebut anak haram papi? kenapa aku sedih kalau disebut anak haram?" Tanya Narda pada Hendery.


Hendery tak bisa menjawab apa apa dan memilih untuk pergi meninggalkan kamar Narda disusul oleh Arthur. Narda hanya bisa diam dan sedih.


"Anak haram pembawa sial... bodoh dan tidak berguna, sampah!, kenapa tidak mati saja?! pembawa bencana! pembunuh!..." Narda.


"Nak kau tidak boleh bicara seperti itu, kau anak baik! Narda adalah anak Jason dan Karina bukan anak haram!" Jason.


"Papa kata kata itu yang dikatakan semua orang pada adek sebelum kita bertemu... adek kira semua sudah selesai tapi ternyata adek masih harus mendengar kata kata itu lagi dari papi...


Pa... adek cepek sekali, nafas adek sesak pa, kepala adek sakit sekali, gelap pa adek takut" Narda mengeluhkan apa yang ia rasakan pada Jason.


Mendengar itu Evan menyuruh Karina minggir agar bisa memeriksa Narda kembali. Evan memberikan suntikan obat pada Narda dan memasangkan selang oksigen pada sang adik, Narda pun kehilangan kesadarannya karena pengaruh obat.


Narda pingsan dengan menggenggam tangan Jason erat. Jason menangis sembari mencium tangan Narda, lagi lagi Jason harus melihat sang anak menderita.


"Kapan kau akan benar benar bahagia nak? kenapa hidup mu begitu menyedihkan? katakan pada ku tuhan! Apa yang harus aku lakukan agar anakku bisa bahagia?! aku rela melakukan apapun... asalkan anakku bisa bahagia" Jason menangis meratapi nasib putra bungsunya yang malang.

__ADS_1


__ADS_2