
Ethan membawa Aruna dalam gendongannya entah kenapa hati Ethan terenyuh sedih ketika dirinya akan meninggalkan China. Ethan teringat pada Fangya dan Dongha.
"Papa aku ingin mendatangi suatu tempat" Ethan.
"Kemana?" Tanya Jason bingung.
"Aku ingin ke makam bibi Fang dan paman Dongha... mereka adalah orang tua kandung Aruna" Ethan.
Jason awalnya ingin melarang tapi saat dia menatap wajah sang anak yang terlihat muram Jason pun setuju. Luis memimpin jalan menuju ke makam orang tua kandung Aruna.
Saat sampai dimakam itu Ethan berlutut dihadapan makam kedua teman yang baru saja ia kenal itu. Ethan tersenyum penuh arti sembari membuka sedikit kain selimut Aruna.
"Bibi Fang, dan paman Dongha... aku Ethan datang berkunjung bibi kau dan suami mu telah menanti hadirnya bayi ini selama lima belas tahun lamanya...
Namun saat anak ini lahir kalian justru meninggalkannya. Bibi, paman... aku sangat berterima kasih karena kalian sudah mau berteman dengan ku
Kalian sudah membuat ku merasakan arti sebenarnya dari sebuah pertemanan. Bibi Fang, paman Dong aku bersumpah aku akan menjaga Aruna dengan baik
Aku akan membesarkannya dengan cinta dan kasih sayang, aku akan menjadikan dia sebagai pewaris ku. Kalian jangan khawatir aku tidak akan membiarkan Aruna menghadapi masalah apapun dimasa depan nanti" Ethan.
Ethan menyalakan dupa dan memberikan persembahan pada makam Fangya dan Dongha sesuai adat yang ada disana. Setelah itu Ethan beranjak dan membawa Aruna pergi dari sana.
Jason tersenyum bangga pada putra bungsunya itu. Jason tidak menyangka Ethan akan tumbuh jadi setangguh ini.
Mereka menuju Amerika menggunakan pesawat pribadi. Ethan tidak melepaskan Aruna meski hanya sesaat, dia mengurus semua keperluan Aruna seorang diri mulai dari mengganti popok, memandikan, membuat susu, menidurkan, bahkan Ethan tak membiarkan maid mendekati Aruna.
Bisa dikatakan Ethan trauma dengan tragedi penculikan Aruna Sebelumnya. Jason bisa memahami hal itu jadi dia membantu Ethan meskipun pada akhirnya Ethan tetap keras kepala dan tidak mau membiarkan siapapun menyentuh Aruna.
"Ethan kau pasti lelah... berikan Aruna pada papa dan kau istirahatlah" Jason.
__ADS_1
"Tidak usah pa aku baik baik saja..." Sahut Ethan sembari menggendong Aruna.
Jason memegang pundak Ethan dia bisa mengerti perasaan takut sang anak. Karena sebelumnya Jason juga pernah mengalami hal yang sama ketika Andrean dulu diculik, Ethan mencium tangan mungil Aruna dan tersenyum penuh arti.
Saat mobil yang dinaiki Ethan dan Jason memasuki gerbang utama Mansion De Wilson, Karina dan yang lainnya sudah menunggu mereka dihalaman depan Mansion.
Ethan turun dari mobil dengan Aruna digendongannya Kerina berlari ke arah Ethan dan langsung mengambil Aruna dari gendongan Ethan.
"Cucuku... cucu nenek sayang, kau baik baik saja kan sayang?! Ethan! beraninya kau menyembunyikan hal seperti itu dari kami!
Jika sampai terjadi sesuatu pada Aruna bagaimana?!. Dia bahkan belum berusia satu bulan bagaimana jika dia-" Karina tidak bisa melanjutkan kata katanya dan memilih diam.
"Maaf ma aku hanya tidak ingin membuat mama dan yang lainnya khawatir" Ethan.
Karina mengatur nafasnya untuk menenangkan diri. Tiba tiba Aruna menangis didalam gendongan Karina, dengan cepat Ethan mengambil Aruna dari gendongan Karina.
Saat berada dalam gendongan Ethan saat itu juga Aruna diam dan hanya menatap Ethan sebentar lalu kembali tidur.
"kita masuk dulu dan bicara didalam" Andrean.
"Benar... Ethan kau juga pasti lelah bawa Aruna masuk ke dalam dan istirahatlah dulu" Evan.
Ethan membawa Aruna masuk ke mansion saat maid ingin membantu Ethan menggendong Aruna dengan tegas Ethan menolak. Ethan membawa Aruna ke kamanya dan menidurkan Aruna ditempat tidurnya.
Ethan mandi dan ganti baju setelah itu dia mengelap tubuh Aruna dengan air hangat dan mengganti popok Aruna. Tidak lupa Ethan memakaikan minyak telon dan pelembap bayi untuk Aruna agar kulit sang anak tetap sehat dan tidak iritasi.
"Aruna kita istirahat dulu ya nak papa sedikit lelah karena perjalanan" Ethan membawa Aruna ke pelukannya dan tertidur bersama sang anak.
"Karina kendalikan emosi mu pada Ethan, kasihan dia... setelah penculikan itu dia tidak mempercayai siapapun untuk menyentuh Aruna
__ADS_1
Dia bahkan tidak memperbolehkan maid untuk menyentuh Aruna. Dia adalah ayah tunggal kita harus lebih mengerti perasaannya" Jason.
"Bagaimana jika kita menikahkan Ethan?" Karina.
"Jika itu bisa kita lakukan jelas sudah ku lakukan, tapi Karina kau mengenal Ethan lebih baik dari pada aku
Dia tidak akan mau menikah dengan wanita mana pun kau jelas tau Ethan memiliki trauma dengan hubungan percintaan. Itulah kenapa saat Aruna hadir dalam hidupnya Ethan sangat bahagia" Jason.
"Ini semua salah kami karena kami Ethan harus melihat apa yang seharusnya tidak ia lihat" Evan.
"Kau sendiri bagaimana Evan? apa trauma mu tentang cinta sudah hilang?" Andrean.
"Aku tidak akan bisa sembuh kak, karena aku sudah memilih untuk memupuk luka itu seumur hidup ku" Evan.
Ethan terbangun karena Aruna menangis, dengan cepat Ethan bangun dan membuatkan susu untuk sang anak. Setelah minum susu Aruna terlihat tenang dan menatap Ethan dengan tatapan indahnya.
"sayang kau melihat papa hm?... Aruna kita akan melalui semuanya bersama sama nak, kau dan papa kita berdua akan bersama selamanya" Ethan.
Aruna tersenyum membuat Ethan gemas dulu saat William anak Andrean dan Raina lahir Ethan tidak berani mendekatinya. Ethan merasa jika dirinya adalah pembawa sial dan tidak ingin keponakannya mengalami hal buruk karena dirinya.
Saat William berusia satu minggu William diculik ketika masih berada dirumah sakit. Ethan menyelamatkan William dan itu menjadi kali pertama bagi Ethan menggendong William.
Semenjak saat itu Ethan sangat ingin memiliki anak tapi dia tidak mau menikah. Ethan sempat berpikiran untuk membayar ibu pengganti untuk melahirkan anaknya, tapi takdir berkata lain karena Aruna hadir menjadi jawaban dari impian Ethan.
"Sayang papa masih mengantuk ayo tidur lagi, nanti setelah itu kita main" Ethan kembali berbaring disamping Aruna dan kembali terlelap.
Karina masuk ke dalam kamar Ethan dan melihat sang anak yang tertidur dengan lelap. Sedangkan Aruna masih terjaga, Karina menggendong Aruna dan duduk disamping Ethan.
"Ethan maafkan mama nak, mama sudah membentak mu sayang... Anak mama sudah dewasa bahkan sudah menjadi seorang ayah. Kau tumbuh dengan cepat tapi maaf nak mama tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk mu.
__ADS_1
Mama menjadi ibu yang gagal karena membuat mu mengalami banyak masa sulit. Mama janji akan membantu mu membesarkan Aruna dengan baik, dia akan menjadi anak yang hebat seperti mu" Karina berucap kemudian mencium kening Ethan dan membawa Aruna bersamanya.