AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
YANG TERBAIK


__ADS_3

Narda memegang tangan Karina dan tersenyum lembut. Karina juga tersenyum dan membawa Narda ke dalam pelukannya.


"Mama bangga sama adek semenjak adek hadir didalam hidup kami semenjak itu juga kami sadar akan arti kemanusiaan" Ucap Karina lirih berbisik pada Narda. Narda tersenyum dan mengangguk lalu melepaskan pelukan Karina.


Setelah selesai membagikan makanan pada semua tunawisma itu Narda dan Karina berpamitan. Mereka masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi.


Narda mengira jika mereka akan pulang ke mansion tapi ternyata dia salah. Karina membawa Narda ke rumah sakit keluarga mereka, Evan menyambut kedatangan mereka bersama beberapa dokter lainnya.


Narda langsung berlari ke arah Evan dan memeluknya. Narda menunjukkan cincin yang dia dapatkan dari para tunawisma tadi, Narda juga menceritakan bagaimana tadi dia bersenang senang berbelanja bersama Karina dan bermain ditaman.


Narda terus bercerita dengan ceria membuat semua orang tertawa tapi juga khawatir. Narda menyadari jika ada yang berbeda dari tatapan mata Evan pada dirinya, Narda berhenti berbicara dan menatap mata Evan penuh tanda tanya.


"Kakak kenapa? kenapa kakak melihat adek seperti itu?" Tanya Narda bingung.


Evan tidak menjawab dia menangkup wajah Narda lembut dengan kedua tangannya dan mengecup kening Narda lembut. Narda menyadari jika ada yang berbeda dengan sikap Evan, Narda hanya tersenyum hambar dan memegang kedua tangan Evan.


"Kakak jujur saja... adek tau kakak tidak bisa berbohong" Lirih Narda berucap membuat Evan semakin lemah dihadapan adiknya ini.


Narda sangat mengenal Evan dia tau jika Evan bukanlah orang yang bisa berbohong. Setiap kali Evan berbohong dia akan terus dihantui oleh rasa bersalah dan jadi gelisah.


Narda tersenyum dan mengangguk pelan meyakinkan Evan untuk berterus terang padanya. Evan menarik Narda ke dalam pelukannya.


"Semuanya akan baik baik saja... kakak janji semuanya akan baik baik saja" Ucap Evan dengan suara serak menahan tangis.


Evan tidak ingin Narda melihatnya menangis kali ini. Karena saat ini ia ingin menunjukan sisi terkuatnya pada Narda.


"Bagaimana hasil pemeriksaannya?" Karina.


"Hipoglikemia Icd-10" Sahut Evan dengan berberat hati.


Karina hanya terdiam dan mengalihkan pandangannya ingin sekali rasanya Karina berteriak dan menghancurkan semua yang ada dihadapannya saat ini. Hatinya begitu sakit mendengar sang anak yang menderita penyakit seperti itu.

__ADS_1


Hipoglikemia Icd-10 adalah kondisi dimana gula darah seseorang begitu rendah dibawah batas minimum. Hipoglikemia ini dapat menyebabkan kekebalan tubuh menurun, kejang, wajah pucat, kebingungan atau hilang konstrasi, pusing, mual hingga muntah, pandangan mata kabur hingga kebutaan sementara, dan pingsan tiba tiba bahkan juga bisa menyebabkan kematian.


Seseorang bisa menderita Hipoglikemia karena gaya hidup tidak sehat, kelelahan, atau karena keturunan. Dalam kasus kesehatan Narda dia menderita Hipoglikemia karena keturunan atau genetik, karena selama ini keluarga De Wilson selalu mengatur gaya hidup sehat untuk Narda.


Penyakit Narda baru diketahui saat ini karena sebelumnya Narda sama sekali tidak menunjukkan tanda tanda penyakit ini ada didalam dirinya. Baru beberapa waktu lalu saat Narda pingsan tiba tiba Evan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan juga mengambil sempel darah Narda untuk diperiksa dilab.


Setelah hasil lab keluar Evan sempat tidak percaya dengan hasilnya sehingga Evan memutuskan untuk mengujinya sekali lagi di laboratorium rumah sakit. Ternyata hasilnya tetap sama yaitu Narda adik yang sangat ia cintai menderita penyakit Hipoglikemia.


Saat ini semua anggota keluarga berkumpul diruangan Evan. Evan menjelaskan semuanya dan juga menunjukkan kertas hasil pemeriksaan itu pada semua orang, Karina dan Viola hanya bisa menangis.


sedangkan Jason dan yang lainnya kini benar benar tak bisa lagi berkata kata. Narda tidak ada diruangan itu karena dia sudah berada diruang rawat inap bersama Rega dan Eric yang menjaganya.


"Paman Rega..." Narda yang sedang duduk ditempat tidur rumah sakit meraih tangan Rega yang berdiri tak jauh darinya.


"iya tuan muda?" Sahut Rega canggung.


"jangan menatap ku seperti itu paman... aku baik baik saja, aku tidak akan mati dalam waktu dekat" Ucap Narda yang membuat hati Rega tersentak.


Paman bolehkah aku meminta bantuan mu? anggap saja ini permintaan keponakan kecil pada pamannya" Ucap Narda yang seketika mendapatkan persetujuan dari Rega.


Narda menghembuskan nafasnya kasar dan dengan mata berkaca kaca memberikan black card miliknya pada Rega.


"untuk apa ini tuan muda?" Tanya Rega bingung.


"Paman tolong gunakan black card ku untuk membeli makanan setiap hari untuk dibagikan kepada para tunawisma dijalanan...


Berikan mereka makanan dan pakaian yang layak jangan biarkan mereka kelaparan ataupun kedinginan" Ucap Narda sembari meletakan black card ke tangan Rega.


"Tuan muda anda akan baik baik saja, anda bisa melakukannya sendiri... saya tau anda sangat suka membagikan makanan dan bertemu langsung dengan mereka


Tuan Evan dan tuan Arthur pasti akan melakukan yang terbaik. Anda akan baik baik saja!" Rega memang bukan anggota keluarga De Wilson namun dirinya sudah bekerja untuk Jason selama dua puluh tahun.

__ADS_1


Rega sudah seperti keluarga untuk keluarga De Wilson. Bahkan bagi Narda Rega dan Eric sudah seperti paman yang sangat ia sayangi, Begitu juga Rega dan Eric mereka selalu menemani Narda sejak kecil sehingga bagi mereka Narda adalah keponakan kesayangannya.


"Aku tau paman... tapi aku tidak tau sampai kapan aku akan berada dirumah sakit, tolonglah... jangan sampai mereka kelaparan hanya karena aku sakit" Narda memohon dengan manja membuat hati Rega luluh saat itu juga.


Rega menuruti kemauan Narda membuat hati Narda sedikit lega karena setidaknya sekarang para tunawisma itu tak akan kelaparan. Jason mendengar pembicaraan Narda dan Rega dari balik pintu Jason tidak sendiri ada semua anggota keluarga bersamanya.


"Hatinya begitu baik tapi kenapa takdir tak membiarkan dia bahagia? kenapa anak sebaik Narda harus menderita?!" Ucap Andrean kesal, Marah! itulah yang ada didalam hati Andrean saat ini.


"Mungkinkah ini karma?... ada begitu banyak orang yang sudah kita bunuh, ada banyak anak yang sudah menjadi yatim piatu karena kita dan ada banyak orang tua yang sudah kehilangan anaknya karena kita...


Apakah ini karma yang harus kita terima? Tuhan menghukum kita dengan menyakiti anak yang paling kita cintai" Sahut Jason yang kini terduduk lemas dilantai koridor rumah sakit.


"Aku bersumpah asalkan Narda sembuh aku akan meninggalkan dunia gelap ini dan melanjutkan bisnis roti dan restoran ku saja...


Aku akan mengumpulkan banyak karma baik asalkan anakku sembuh, aku mohon jangan siksa anakku hiks hiks hiks" Tangis Karina pecah hatinya meratap perih melihat sang anak yang kini tak bisa seceria dulu.


Hendery dan Jason adalah orang yang sangat kejam dihadapan semua musuhnya. mereka adalah raja mafia berhati batu tapi saat ini Hendery dan Jason sang raja mafia duduk dilantai bersandar pada dinding dingin rumah sakit dan sedang menangis meratapi nasib anak yang sangat mereka cintai.


"Akulah yang paling banyak berdosa... Narda tidak bersalah kita yang salah tapi anak itu dihukum karena kita, sungguh ini sangat menyakitkan" Hendery.


"Jika bisa aku lebih rela jika penyakit itu aku saja yang menanggungnya jangan Narda! Jangan anakku!" Viola menangis didalam pelukan Arthur.


"Kita semua tidak boleh lemah! Kita tidak boleh menyerah! Jika kita semua lemah lalu bagaimana Narda bisa berjuang?!


Jika Narda sudah sembuh kita bisa meninggalkan dunia gelap ini selamanya! tapi saat ini kita masih harus berjuang...


Kita harus melindungi Narda dari semua musuh kita yang mengincarnya!. Kita juga harus berjuang untuk kesembuhannya, jangan menyerah sekarang aku mohon demi Narda kita harus kuat" Arthur berusaha menguatkan keluarganya.


Sebenarnya Arthur juga hancur dia sangat khawatir pada Narda adiknya. Tapi Arthur adalah tiang penguat untuk keluarganya jika dia lemah maka semua orang juga akan lemah.


Narda sebenarnya mendengar semua itu dari balik pintu kamarnya. Narda kemudian membuka pintu kamarnya dan menghampiri semua orang, mereka semuanya terkejut dan langsung menghampiri Narda.

__ADS_1


"Papa... Semuanya jangan khawatir aku akan baik baik saja, aku percaya kak Evan dan kak Arthur juga akan melakukan yang terbaik untukku" Narda.


__ADS_2