AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
MALL


__ADS_3

Narda menghampiri Jason yang sedang duduk disofa yang ada dibalkon kamarnya. Narda langsung duduk dipangkuan Jason dengan senang hati Jason membiarkan sang anak duduk dipangkuannya dan langsung memeluknya.


Jason membenarkan posisi duduk Narda agar sang anak bisa lebih nyaman. Narda menaruh kepalanya didada bidang Jason, Narda memainkan kancing piyama Jason.


"pa adek takut" Narda berucap lirih saat suara lolongan serigala kembali terdengar.


Jason semakin erat memeluk sang anak agar Narda merasa nyaman dan aman.


"Jangan takut sayang hewan hewan itu tidak akan bisa masuk ke dalam mansion" Sahut Jason sembari mengusap punggung kecil sang anak.


"Papa dulu waktu kak Ian sama kak Evan masih kecil apa mereka juga suka dipeluk sama papa?" Tanya Narda penasaran.


"Waktu Andrean kecil dia anak yang sangat aktif dan tidak suka dimanja, papa bahkan sedikit ragu jika dia memiliki teman dimasa kecil...


Andrean selalu belajar dan belajar, dia sangat suka olahraga waktu berusia enam tahun dia sudah belajar menunggangi bela diri. Saat kecil dia sering kali terluka karena berlatih pedang dan memanah tapi anak itu sama sekali tidak memiliki rasa takut dan dia terus berlatih


Meski sering terluka dia hampir tidak pernah menangis sama sekali. Dia sangat nakal dan sering sekali membuat papa dan mama sakit kepala karena sejak kecil dia ahli merusak kunci entah dia belajar dari mana, jadi sekalipun papa dan mama mengurungnya didalam kamar sebagai hukuman dia akan tetap bisa kabur dan menghilang


Saat Remaja papa mengizinkan dia berlatih menembak untuk pertama kalinya dan dia langsung bisa menjadi penembak yang handal" Sahut Jason menceritakan masa kecil Andrean.


"Kalau kak Evan gimana? apa kak Evan juga sama seperti kak Ian?" Narda sangat penasaran dengan masa kecil kedua kakaknya itu.


"Kalau Evan dia sedikit berbeda... Evan tidak begitu suka olahraga dia lebih suka membaca dan mempelajari ilmu pengetahuan dan ilmu pengobatan, Dia selalu belajar dengan Eric tentang tanama obat dan juga tentang racun.


Evan jarang belajar bela diri sampai papa harus memarahinya hingga dia menangis dulu baru dia akan mau belajar bela diri. Meskipun begitu Evan adalah anak yang penuh dengan kejutan.


Saat remaja Evan sempat menghilang kami semua panik karena kami pikir Evan diculik oleh orang jahat seperti yang terjadi pada Andrean dulu. Tapi ternyata kami salah Evan hilang karena mencari tanaman obat dihutan yang ada diluar pagar keamanan mansion.


Dia keluar dengan cara memanjat gerbang lalu memanjat pagar pengaman bukit. karena dulu badannya sangat kecil dia bisa dengan mudah keluar tanpa terlihat oleh penjaga


kau tau? dia mencari jamur obat hingga ke tepian jurang. Andai saja saat itu papa terlambat dia pasti sudah jatuh ke dalam jurang dan hanyut terbawa arus sungai sejak saat itu papa mengubah pagar pengaman dengan menaruh kawat bergerigi diatasnya" Sahut Jason menceritakan masa kecil Evan.

__ADS_1


"Kak Ian pintar bela diri sejak kecil, Kak Evan pandai ilmu medis dan herbal sejak kecil tapi kenapa adek tidak bisa seperti mereka pa? kenapa adek berbeda?" Tanya Narda dengan polosnya.


"Adek sayang... semua anak didunia ini memiliki kemampuan dan pola pikirnya masing masing, kalian semua berharga dan istimewa dengan kemampuan kalian masing masing" Sahut Jason sembari tersenyum lembut.


"Papa maaf adek tidak sehebat kakak Ian dan Kak Evan... adek tidak bisa apapun untuk membuat papa dan mama bangga, adek hanya jadi beban untuk semua orang" Ucap Narda sedih dan merasa bersalah.


Jason mengangkat dagu Narda dengan lembut lalu menghapus air mata putra bungsunya itu.


"Adek sayang... adek tidak boleh bicara seperti itu karena bagi kami adek adalah segalanya, adek itu spesial karena adek memiliki hati yang lembut, adek pintar memasak dan menulis itu semua adalah bakatnya adek...


Adek tidak perlu melakukan apa yang tidak adek sukai hanya demi membuat papa bangga dan kami semua bangga. Karena hadirnya adek dikeluarga ini sudah cukup membuat kami bangga dan bahagia" Sahut Jason membuat Narda tersenyum dan merasa lega.


"Pa besok adek pengen ke mall adek mau beli alat tulis baru" Narda.


"boleh tapi adek tidak boleh sendirian ya" Sahut Jason.


Narda mengangguk setuju pagi harinya Narda sudah bersiap untuk pergi ke mall. Kali ini yang menemani Narda adalah Karina, Narda sangat bersemangat karena Jason juga mengizinkannya untuk membagikan makanan pada para tunawisma.


Karina juga menggunakan tusuk rambut berujung tajam yang bisa ia gunakan sebagai senjata disaat genting. Semua hal dipersiapkan oleh Karina, karena dia tidak ingin kejadian dua tahun lalu terulang lagi.


"Mama adek udah siap" Narda menghampiri Karina dikamarnya.


"Iya mama juga sudah siap ayo berangkat" Karina menggandeng tangan mungil Narda dan menuju mobil.


Meski Narda sudah berusia lima belas tahun tapi dia tetap orang Asia yang artinya sama seperti kebanyakan orang asia Narda memiliki tubuh yang tak setinggi orang Amerika. Karina memiliki tinggi 170 cm sedangkan Narda saat ini masih 150 cm, membuatnya terlihat mungil dan menggemaskan.


Saat mobil mereka menuruni bukit Narda beberapa kali melihat hewan hewan liar yang lucu. Meskipun bukit itu sudah dipagari dengan kawat dan besi karrna merupakan bagian dari mansion De Wilson tapi habitat hewan hewan itu masih dijaga oleh keluarga


mereka.


"Adek liat apa sayang?" Karina.

__ADS_1


"Mama tadi adek liat ada rusa, cantik sekali" Narda.


Karina hanya mengangguk dan tersenyum lalu mengusp lembut wajah Narda. Saat mereka sampai dimall Karina turun lebih dulu dan langsung menggandeng tangan Narda.


"mama ayo makan dulu adek lapar" Narda memang belum sarapan saat dimansion tadi dia terlalu sibuk bersiap mulai dari memilih baju sampai skincare membuatnya tak sempat sarapan.


"Adek mau makan apa?" Karina bertanya untuk memastikan.


"Adek mau ayam goreng sama burger" Sahut Narda bersemangat.


Sebenarnya Karina ingin menolak karena Narda itu punya pencernaan yang sensitif makanya dia sangat jarang di izinkan makan diluar tapi hari ini Karina mengizinkan Narda melakukan semua yang dia mau. Karena hari ini akan jadi hari yang berat untuk Narda.


"Baiklah ayo kita makan dulu" Karina membawa sang anak ke salah satu restoran.


Setelah pesanan mereka datang seperti biasa Narda akan minta disuapi oleh Karina.


"Mama adek gak suka bawang mentahnya" Narda meletakan burger yang baru dia makan satu gigitan.


"Sini mama pisahkan bawangnya ya" Karina memisahkan bawang burger itu.


setelah makan mereka pergi ke toko buku lebih dulu karena Narda ingin membeli buku baru. Karina juga memilihkan beberapa buku bagus untuk bahan bacaan Narda.


*Brugh


ada orang yang entah bagaimana menabrak Narda hingga tubuh mungil itu terjatuh. Eric bergegas membantu tuan mudanya untuk berdiri dan sigap melindunginya.


"ada apa ini?" tanya Karina bingung.


"Mama!" Pekik Narda yang langsung memeluk Karina erat.


"Karina?" ucap wanita yang tadi menabrak Narda.

__ADS_1


__ADS_2