
Enam tahun berlalu dan kini Narda sudah berusia dua puluh satu tahun. Narda yang sekarang sudah jauh berubah, dia sangat dingin dan tidak berperasaan saat berhadapan dengan lawannya.
Semenjak Narda kembali setelah penyerangan dimansion Ortega, Narda jauh berubah. setiap hari dia berlatih bela diri dan menembak, dia juga mulai belajar bisnis hingga akhirnya dia benar benar memahami dunia bawah.
Narda yang sudah berusia dua puluh satu tahun dan dengan semua kemampuannya kini Narda berhak memimpin keluarga Die Errama. Jason menyerahkan semua perusahaan dan bisnis keluarga Die Errama kepada Narda yang kini telah dewasa, Luis dan Leo juga selalu setia disamping Narda untuk menjaganya.
Narda juga mengganti namanya menjadi Ethan Die Errama. Narda masih begitu muda namun didunia bawah dia sangat ditakuti dan disegani, sehingga diusianya yang baru dua puluh tahun Narda telah dinobatkan sebagai raja mafia menggantikan posisi mendiang Hendery.
Narda jarang pulang ke mansion biasanya dia akan istirahat dihotel lalu kembali bekerja. Dengan menyibukkan diri Narda merasa lebih baik dan bisa sedikit melupakan semua kesedihan dan masa lalunya.
Narda masih memakai kalung pemberian Viola. Kalung yang menyatakan jika dirinya benar benar pewaris keluarga Die Errama. Narda mengganti namanya dari Narda De Wilson menjadi Ethan Die Errama.
"Tuan ini dokumen yang anda minta" Leo.
"Paman Leo... duduklah, paman Luis kau juga" Ethan memberikan perintah dengan suara lembut.
"Ada apa tuan?" Tanya Luis bingung.
"Aku hanya ingin minum teh bersama kalian, hanya kalian teman yang aku miliki..." Ucap Ethan dengan tersenyum lembut.
"Tuan..." Leo dan Luis beradu pandangan.
Mereka bertiga menikmati tehnya bersama dan untuk pertama kalinya Ethan merasa sejuk dihatinya setelah bertahun tahun ini hatinya dipenuhi amarah dan dendam.
"Paman berapa usia kalian saat ini" Ethan.
"Saya empat puluh lima tahun" Sahut Luis dengan tersenyum.
"Saya empat puluh tahun tuan" Leo.
"Kalian menemani ku selama ini... menjadi teman dan juga rekan kerja ku tanpa memikirkan masa depan kalian sendiri, benar benar membuat ku sedih
Paman jika kalian ingin memulai hidup baru menikah dan memiliki keluarga aku akan baik baik saja dengan keputusan itu. Aku juga sangat ingin melihat kalian bahagia paman" Ethan.
"Tuan... kami telah bersumpah pada mendiang tuan Hendery dan nyonya Viola bahwa kami akan menjaga mu selamanya, setia kepada mu tanpa tapi..." Luis.
__ADS_1
Ethan tersenyum dan mengangguk Ethan beranjak dan menatap ke arah langit. tidak mudah bagi Ethan untuk melalui semua proses ini, dari seorang Narda menjadi seorang Ethan adalah sebuah proses yang sangat berat.
"Tuan... tuan Jason meminta anda kembali ke mansion melalui pesan darurat" Leo.
"siapkan mobil kita berangkat sekarang" Ethan memberikan perintah.
Saat sampai dimansion Ethan disambut dengan senyuman dan pelukan hangat dari seluruh keluarganya. Karina sangat bahagia melihat wajah anak bungsunya yang tampak sehat dan baik baik saja, Jason memeluk Ethan dengan penuh kasih.
"Papa apakah ada hal serius? kenapa papa mengirim pesan darurat?" Ethan.
"Duduklah dulu kita bicara diruang keluarga" Andrean.
Ethan duduk diruang keluarga dia duduk disamping Karina sembari merangkul sang mama. Andrean dan Raina sudah memiliki satu orang anak yang kini berusia dua tahun dan Ethan sangat menyayangi keponakannya.
"papa dan mama sudah tua sekarang sudah saatnya kami fokus menimang cucu, Andrean sudah saatnya kau berdiri menggantikan posisi papa...
kau sudah dewasa sudah saatnya menjadi kepala keluarga. Kau adalah putra tertua keluarga ini, tugas mu adalah menggantikan posisi papa dan menjaga keluarga kita" Jason.
"Jika itu keputusan papa maka aku juga tidak bisa menolaknya..." Andrean.
"Aku tidak akan mengecewakan mu pa" Andrean.
"Aku juga akan membantu mu kak... kapan pun kau membutuhkan dukungan ku, aku siap" Ethan.
"Pa, ma, kakak... aku harus pergi sekarang karena ada urusan pekerjaan aku akan berkunjung lagi nanti" Ethan.
"Jangan lama lama nak mama selalu merindukan mu, mama akan menunggu mu sayang" Karina.
Ethan tersenyum dan pergi meninggalkan mansion De Wilson. Ethan pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda, isi kepala Ethan hanya keluarga dan pekerjaan dia tak pernah memikirkan hal lainnya.
Luis menuangkan teh panas untuk Ethan dan hal itu membuat Ethan tersenyum lembut.
"Paman kau selalu tau apa yang membuat ku tenang" Ethan.
"Tuan bagaimana tentang rencana anda untuk membangun mansion?" Luis.
__ADS_1
"Aku masih memikirkannya paman... aku ingun membangun mansion itu tapi ku rasa nantinya mansion sebesar itu akan jadi sangat sepi, karena hanya ada aku didalamnya...
Para maid dan penjaga hanya bekerja untuk ku mereka tidak benar benar ada untuk menemani ku" Ethan.
"Tuan apa anda ingin menikah?" Luis.
"Paman aku tidak ingin menikah... aku tidak ingin membuat seseorang terikat dengan ku yang pembawa sial ini
Saat aku lahir ibu kandung ku tidak menginginkan ku karena kelahiran ku justru menghancurkan kehidupannya
Saat aku masuk ke dalam keluarga De Wilson dan Die Errama perlahan semuanya hancur. Kak Arthur, mami, papi, dan kak Hans meninggal...
Aku tidak ingin ada korban lagi paman, mungkin memang benar seorang anak haram seperti ku memanglah pembawa sial" Ethan tersenyum hambar mengingat masa masa kelam kehidupannya.
"Tuan didunia ini tidak ada yang namanya anak pembawa sial, setiap yang terjadi adalah takdir itu sama sekali bukan kesalahan anda tuan" Luis.
"Paman kau ada disamping ku sejak aku masih sangat kecil, kau melihat ku tumbuh dewasa...
Bukankah kita sudah menjadi teman sejati? kau, aku dan paman Leo" Ethan.
"Benar tuan... dulu kau begitu kecil, anak kecil yang polos saat itu usia mu baru tujuh tahun dan tinggi mu hanya 130 cm sekarang kau tumbuh dengan baik
Diusia dua puluh tahun kini tinggi mu 189 cm entah aku yang merasa jika diri mu tumbuh terlalu cepat atau waktu yang berputar begitu cepat...
tapi jujur tuan aku merindukan diri mu saat kau masih kecil dulu. Saat kau datang pada ku dan meminta untuk di ajari memanah, saat kau meminta ku menggendong mu, dan saat kau meneriaki aku dari atas balkon kamar mu... aku merindukan saat saat itu tuan" Ucap Luis dengan mata berkaca kaca.
"Paman jangan menangis..." Ethan.
"Ah maaf maaf" Luis menghapus air matanya sendiri dan Ethan hanya tersenyum.
"Tuan kita harus ke china ada rapat mendadak yang harus anda hadiri lusa" ucap Leo yang baru saja datang dan masuk ke ruangan Ethan dengan terburu buru.
"Baiklah kita berangkat sekarang... siapkan saja semuanya" Ethan.
Leo mengangguk dan membungkuk hormat, Leo menyiapkan semuanya terutama pengawalan dan pengamanan untuk Ethan. Setelah memberikan kabar pada Jason dan Karina melalui telpon Ethan berangkat menggunakan pesawat pribadinya menuju kantor cabangnya di China.
__ADS_1