
Narda terbangun dari tidurnya dan melihat surat yang ditinggalkan oleh Arthur untuknya. Narda membuka Surat itu dan membacanya.
"Narda sayang maaf kakak pergi tanpa pamit, adek sayang kakak sangat menyayangi adek semua yang kakak lakukan adalah untuk kebaikan dan masa depan adek, kakak akan segera pulang adek jangan nakal ya sayang makan yang banyak dan minum obat tepat waktu. Ingat satu hal ya sayang kakak sangat sayang sama adek i love you my baby" Tulis Arthur didalam suratnya.
Narda tersenyum dan melihat ke sekeliling kamar Arthur. Narda turun dari tempat tidur dan duduk dimeja kerja Arthur, Narda melihat foto kebersamaannya dengan ketiga kakaknya.
Hati Narda terenyuh dia mengingat momen momen manis bersama keluarga yang sangat ia cintai. Narda kembali ke atas tempat tidur sambil memeluk foto keluarga mereka yang ia ambil dari atas meja kerja Arthur.
Dua bulan berlalu Evan sedang dalam perjalanan pulang kembali ke mansion keluarga De Wilson, Arthur juga sedang dalam perjalanan pulang. Narda sama sekali tidak tau jika kedua kakaknya akan pulang hari ini, Narda duduk melamun diatas ayunan favoritnya di halaman belakang mansion.
Saat Arthur dan Evan datang Andrean menyambut mereka dengan senyuman. Mereka saling berpelukan dan menemui orang tua mereka diruang keluarga.
"Kami pulang mami, papi, mama, papa..." Ucap Arthur membuka pembicaraan.
"Kalian kembali, apa kalian baik baik saja?" Karina.
Karina, Viola, Hendery, dan Jason memeluk anak anak mereka penuh kasih. Setelah mereka saling berpelukan mereka duduk disofa ruang keluarga itu.
"Semuanya sudah aman aku sudah membereskan semua serangga itu" Ucap Andrean membuka pembicaraan.
"Andrean kau menyelesaikan semua masalah dengan baik, sekarang kita tidak perlu khawatir jika serangga serangga akan mengganggu kita" Hendery.
"Pria itu menghilang tapi aku sudah menghancurkan semua bisnis dan aksesnya menuju kita, sementara ini dia pasti akan bersembunyi" Arthur.
"Kau sudah bekerja keras Arthur sisanya serahkan saja pada ku" Sahut Jason dengan tersenyum.
"Aku berhasil menemui Zaya dan belajar darinya aku harap ini bisa membantu Narda untuk segera pulih" Evan.
"Kau hebat karena bisa meninggalkan masa lalu mu dan belajar dengan wanita yang pernah kau cintai demi adik mu" Viola.
"Kami yakin perjuangan mu tak akan sia sia nak" Jason.
"Sebaiknya kalian bertiga menemui Narda dia ada dihalaman belakang, dia pasti merindukan kalian" Viola.
__ADS_1
Mereka bertiga beranjak dan menuju ke halaman belakang untuk menemui sang adik. Benar saja ketiga bersaudara itu melihat adik mereka sedang bermain ayunan seorang diri dengan seorang maid yang menemani Narda dari jarak agak jauh.
"Evan apa yang akan kau lakukan untuk membuatnya mau bicara lagi?" Andrean.
"aku tidak akan memberitau kalian tapi jika semua berjalan sesuai dengan rencana ku, maka Narda akan mulai bicara lagi dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam" Evan.
Evan berjalan mendahului kedua kakaknya Andrean dan Arthur hanya bisa tersenyum hambar dan mengikuti Evan dari belakang. Mereka mendekati Narda dan memperhatikan apa yang anak itu lakukan.
Narda terlihat murung dia kesepian dan sangat merindukan ketiga kakaknya. Narda juga merasa semakin lama dirinya semakin aneh, Narda seperti tidak bisa mengeluarkan suara untuk berbicara tapi dia tidak berani memberitahu Jason karena takut Jason akan memanggilkan dokter yang tidak Narda kenal.
Narda menatap kakinya sendiri dan terdiam tiba tiba terdengar isakan isakan kecil dari arah Narda. Lagi lagi anak itu menangis dengan tiba tiba, Evan dan kedua kakaknya berdiri didepan Narda dan Evan langsung memeluk sang adik.
"Adek sayang jangan menangis kami sudah kembali, kami disini untuk adek" Evan.
Narda membalas pelukan Evan dan dengan cepat Evan menggendong sang adik. Mereka membawa Narda untuk duduk ditaman pribadi mansion De Wilson.
"Adek lihat kakak kenapa adek menangis?" Evan bertanya dengan tegas Narda hanya menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Evan tersenyum kemudian menurunkan Narda dari gendongannya. Evan berlutut didepan Narda untuk menyamakan tinggi badannya dengan sang adik.
"Adek lihat kakak sayang... kakak tidak marah sama adek, kakak sangat sayang sama adek, kenapa adek menangis? apa adek sakit?" Evan berbicara dengan sangat lembut. Narda menatap Evan dan menangkup wajah Evan dengan kedua tangan mungilnya.
"Panggil papa dan yang lainnya" Ucap Evan memeberikan perintah.
Maid bergegas memanggil Jason, Karina, Hendery, dan juga Viola. Mereka semua berkumpul ditaman mengelilingi Narda dan Evan yang kini saling menatap, Evan juga menghapus air mata Narda dengan lembut.
"Sayang sini..." Evan membawa Narda untuk lebih dekat dengannya.
"Adek kita semua adalah keluarga kita semua sayang sama adek, disini kakak tidak akan menyalahkan adek karena kakak tau adek juga berjuang untuk melalui semua ini...
Sayang kau tau kami semua berjuang berusaha melakukan yang terbaik untuk adek. karena kami semua sayang adek" Evan.
Narda mengangguk paham dan Evan beranjak dan menggandeng tangan Narda. Evan membawa Narda mendekati Jason mereka berdiri dihadapan Jason.
__ADS_1
"Papa..." Evan.
"Kenapa? adek kenapa sayang? sini nak" Jason membawa Narda ke dalam gendongannya.
"Narda papa adalah orang pertama yang kau kenal dikeluarga kita, dia adalah yang paling menyayangi mu diantara kami semua...
Papa adalah orang yang berjuang untuk mu tanpa mengenal lelah ataupun marah. Setiap saat yang dipikirkan oleh papa adalah bagaimana caranya agar kau bisa bahagia dan baik baik saja.
Mungkin adek tidak tau tapi sekarang adek harus tau!" Evan.
"Evan! jangan bicara sembarangan dia masih kecil!" Tegur Jason pada Evan.
"Pa aku hanya mencoba membangunkan Narda dari mimpi buruknya, karena dia terjebak didalam masa lalu kelamnya!
Tidak salah jika papa melindungi Narda tapi bukan artinya papa harus membiarkan dia terjebak dimasa lalunya. Dia harus bangun dan sadar untuk melihat masa depan, karena aku juga menyayanginya!
Aku sangat menyayanginya! Tapi pa jika dia sendiri tidak mau bangun dari mimpi buruk itu maka dia tak akan bisa menyambut kehidupan barunya" Evan.
Narda terdiam dan merenungi kata kata kakaknya. Narda turun dari gendongan Jason dan menatap mata Jason dengan seksama, Andrean menarik tangan Evan tapi Evan melepaskan tangan Andrean dengan kasar.
"Evan!" Andrean.
Evan menarik tangan Narda membawa sang adik untuk berdiri dihadapan Karina. Melihat itu Karina langsung memeluk Narda erat.
"Evan jangan kasar! dia adik mu!" Marah Karina.
"Lihat? Lihat dek dia mama mu, mama kita... dia orang yang selalu menjaga mu, memeluk mu dengan cinta, dia terjaga sepanjang malam untuk menjaga mu!
Dia selalu memeluk mu dan dia bisa melawan seluruh dunia demi diri mu! Adek sayang... mama dulu selalu sibuk dan bahkan tidak pernah berada didapur
Tapi demi diri mu seorang wanita karir yang selalu sibuk dengan pekerjaannya berubah menjadi ibu rumah tangga yang selalu ada untuk mu, menjadi sosok mama yang lembut dan penuh kasih sayang" Evan.
"Evan sudah cukup! Kasihan Narda" Arthur.
__ADS_1