
Berita tentang Ethan kepala keluarga Die Errama yang belum menikah namun sudah memiliki anak menyebar luas. Awak media dari berbagai jajaran berita berbondong bondong mencari kebenaran dari informasi itu.
Ethan merasa jika semua pemberitaan itu bisa mengganggu masa depan Aruna kelak dan Ethan memutuskan untuk membuka suara pada publik. Ethan mengatakan pada dunia jika Aruna adalah anak kandungnya dari pernikahan rahasianya dengan wanita desa, Ethan juga mengatakan jika sang istri meninggal saat melahirkan sang anak.
Seluruh keluarga De Willson juga memberikan jawaban yang sama pada publik. Mereka sengaja menutupi identitas asli Aruna demi kebaikan Aruna dimasa depan.
"Jangan khawatir nak papa akan melindung mu dengan segala cara" Ucap Ethan dalam hati.
"setelah ini tidak akan ada pemberitaan miring tentang Aruna lagi" Jason.
"Aku harap juga begitu pa..." Ethan.
"Aruna sayang sini sama nenek" Karina mengambil Aruna dari pangkuan Ethan.
Jason dan Karina memang sedang berkunjung ke Mansion Die Errama karena rindu pada anak dan juga cucu mereka. Ethan pun tidak keberatan justru dia senang jika mereka datang berkunjung.
"Aruna sayang sudah makan belum?" Karina.
"Mam? cudah mam" Sahut Aruna sembari mengangguk lucu.
"Ethan apa yang kau pikirkan?" Jason.
"Papa bagaimana kabar kak Andrean?" Ethan.
"Apa Andrean tidak ada menghubungi mu?" Jason.
"Dia menghubungi ku pa tapi aku merasa dia berbohong pada ku, setiap kali aku bertanya bagaimana kabarnya dia selalu bilang baik baik saja tapi ku rasa dia bohong" Ethan.
"semenjak kejadian itu Andrean mendidik William dengan keras, meskipun dia sebenarnya juga tidak tega tapi dia tetap mengabaikan perasaannya dan keras pada William" Jason.
"Kakak menyiksa dirinya sendiri... aku tau William adalah segalanya untuk kak Andrean, pasti tidak mudah baginya untuk melakukan semua itu" Ethan.
"Nak... temuilah kakak mu bujuk dia Ethan kadang mama kasihan pada William, kakak mu itu sangat keras bahkan terkadang akan memukul William" Karina.
"Akan ku usahakan ma tapi aku tidak bisa janji apa apa, karena biar bagaimana pun keputusan tetap ada pada kakak" Ethan.
__ADS_1
"Papa... pa... papa" Aruna mengulurkan kedua tangannya pada Ethan.
"Sayang sama nenek saja ya, nenek masih rindu Aruna" Karina tidak mau memberikan Aruna pada Ethan.
"Na pom... Nana pom" Ucap Aruna dengan pipi gembulnya yang lucu.
"Mah Aruna poop sini biar aku bersihkan dulu" Ethan.
"Ck! tidak usah mama saja, ayo sayang kita bersihkan dan ganti popok mu ya manis tututu manisnya cucu nenek" Karina berlalu pergi begitu saja sambil membawa Aruna, Ethan dan Jason hanya bisa tertawa.
"Lihat mama mu itu kalau sudah bersama cucunya bahkan dunia pun dia lupakan" Jason terkekeh dengan tingkah istrinya.
"Papa akhir akhir ini ada pergerakan yang mencurigakan mengincar perusahaan papa, aku tidak tau apakah kak Andrean menyadari itu atau tidak... Sebaiknya papa ingatkan kakak untuk hati hati" Ethan.
"Tenang saja nak papa akan memberitahunya nanti" Jason.
Ethan dan Jason beranjak dari duduknya dan menuju ke ruang makan karena sudah waktunya makan siang. Hanna mengawasi para maid yang sedang menyiapkan makanan tapi khusus untuk makanan Aruna, Hanna memasak dan menyajikannya sendiri.
"Ethan mama rasa sebaiknya kau menikah nak, biar bagaimana pun juga Aruna membutuhkan sosok seorang ibu disampingnya" Karina.
"Mama tidak mudah mencari seorang wanita yang bisa mencintai ku dengan tulus, apa lagi menerima anakku... tidak semua wanita sebaik kakak ipar" Ethan.
"Benar kata mama mu Ethan kau harus mencari sosok ibu untuk Aruna, papa tau memang tidak mudah menemukan wanita yang tulus tapi bukan berarti itu tidak mungkin nak" Jason.
"Aku akan memikirkannya pa" Ethan.
Jason dan Karina memutuskan untuk tinggal dimansion Ethan selama beberapa waktu. Karena mereka merindukan anak dan cucu kecil mereka, Ethan menyetujuinya dengan senang hati lagi pula Aruna juga merindukan kakek dan neneknya.
Ethan melamun dikursi tepi kolam ikan dihalaman belakang mansionnya. Ethan masih memikirkan tentang perkataan orang tuanya mengenai mencari sosok ibu sambung untuk Aruna.
"Paman Luis apakah aku bisa menemukan wanita yang tulus mencintai ku dan anakku?" Ethan.
"saya yakin anda bisa menemukannya tuan karena didunia ini masih banyak wanita baik" Luis.
"Hm... tapi dimana aku harus mencarinya paman? dan sekalipun ada apakah dia benar benar bisa menerima aku dengan masa lalu ku?" Ethan.
__ADS_1
"Tuan saya yakin anda pasti bisa menemukan wanita baik yang akan mencintai anda dan tuan muda Aruna dengan tulus, meskipun itu sulit tapi saya yakin anda bisa menemukannya tuan" Luis.
Ethan mengangguk dan tersenyum selama ini dirinya tidak pernah memikirkan tentang pernikahan sama sekali. Selama ini Ethan hanya fokus pada Aruna selain itu Ethan terlalu takut untuk memulai hubungan percintaan dia takut akan bertemu wanita yang salah dan terluka seperti Evan dan Andrean dulu.
Luis yang bisa memahami kebingungan Ethan berniat membantu Ethan dengan mencarikannya calon istri. Luis tidak mengatakan niatnya itu pada Ethan karena dia akan membantu Ethan secara diam diam.
"Papa... ayang papa" Aruna memeluk Ethan dengan tangan kecilnya.
"Papa juga sangat menyayangi Aruna... sangat sayang" Ethan membalas pelukan Aruna dan menggendongnya.
"Anak dan ayah sangat mirip... dulu waktu kau kecil kau sering sekali mengatakan hal yang sama ada papa" Jason.
"buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya" Ethan tersenyum bangga pada Aruna.
Disisi lain Luis mengirimkan pesan pada Ethan jika dirinya akan pergi sebentar untuk mengatur pasukan bayangan dan menyerahkan tugasnya dimansion sementara waktu pada Leo. Ethan menyetujui itu dan membiarkan Luis pergi.
Luis sebenarnya tidak memiliki urusan apapun dengan pasukan bayangannya. Luis pergi untuk menemui seseorang yang ia kenal dikampung halamannya, Luis berasal dari pedesaan yang sangat indah desa yang sama tempat dirinya dan Viola pertama kali bertemu.
"Untuk apa kau kembali?" Ucap seorang wanita tua yang kini berdiri dihadapan Luis.
Wanita itu adalah Windy ibu kandung Luis yang dulu sudah membuang Luis. Sejak awal Windy tidak menginginkan Luis karena Luis adalah anak yang terlahir dari hasil perselingkuhan antara Windy dan ayah Luis.
"Aku kembali bukan untuk bertemu dengan mu, aku datang untuk bertemu keponakan ku... Dimana Alika?" Ucap Luis datar.
Alika adalah keponakan Luis anak dari adik Luis yang bernama Callista. Saat Alika lahir dan berusia tiga hari Callista meninggal dunia karena kecelakaan bersama suaminya, sejak hari itu Alika menjadi yatim piatu.
Selama ini Luis selalu mengirimkan uang untuk kebutuhan Alika setiap bulan. Selama ini juga Windy selalui menerima uang dari Luis tapi dia menghalangi Luis untuk bertemu Alika, gadis cantik itu selalu dikurung oleh neneknya.
Semenjak Alika lulus Sma dia tidak di izinkan kuliah oleh sang nenek. Alika dikurung didalam rumahnya dan tidak boleh keluar rumah sama sekali, tapi Luis tidak bodoh dia sesekali akan mengunjungi keponakannya.
"Paman Luis!" Alika berlari keluar rumah dan memeluk Luis erat.
"Apa kabar mu nak?" Luis mengusap lembut surai rambut Alika.
"Paman hiks hiks paman aku tidak mau disini hiks nenek akan menjodohkan ku dengan lintah darat itu paman!" Alika mengadu pada pamannya.
__ADS_1