AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
ETHAN


__ADS_3

"Ethan ini buah buahannya bawa pulang ya, kau harus makan semuanya biar sehat..." Fangya.


"Bibi kenapa repot repot? sini biar aku saja yang bawakan" Ethan mengambil keranjang buah yang dibawa Fangya.


"Ethan kau tau? anak ini laki laki aku yakin kelak saat dewasa dia akan jadi setampan diri mu hahaha" Dongha.


"Paman Dongha, bibi Fang aku harus pulang sekarang karena besok aku harus bekerja... besok aku akan berkunjung lagi bi" Ethan.


"Iya ini juga sudah malam kau harus istirahat, ini bawa buah dan kuenya jangan sampai ketinggalan" Dongha.


"Terimakasih paman, bibi... aku permisi dulu selamat malam" Ethan.


"Hati hati dijalan jika kau tersesat putar balik saja ya, nanti kami antar" Fangya.


Ethan mengangguk dan berlalu pergi saat sampai di Villa Ethan memakan kue yang tadi diberikan oleh Fangya. Ethan juga membagikan kue dan buah itu pada Leo dan Luis.


"Paman Luis bisa bantu aku?" Ethan.


"Tentu saja tuan" Luis.


"paman belikan semua peralatan bayi, susu, dot, baju, apa saja... aku ingin menghadiahkannya pada bibi Fang" Ethan.


"Iya akan saya siapkan tuan" Luis.


"Wah kuenya sangat enak tuan anda beli dimana? saya mau beli juga" Leo.


"besok paman ikut aku nanti kita pesan kue sebanyak banyaknya untuk semua orang di Villa" Ethan.


Leo tersenyum bahagia mendengar jawaban Ethan. Leo memakan semua kuenya dan kemudian tidur disofa, Ethan menatap Leo kasihan karena wajah Leo terlihat sangat lelah.


Ethan memakaikan selimut untuk Leo dan memeriksa berkas berkas yang sudah diselesaikan oleh Leo. Setelah selesai Ethan pergi tidur agar besok tidak terlambat untuk meeting.


Malam berlalu dengan cepat setelah Ethan selesai bersiap dia pergi ke kantor. Meeting berjalan lancar dan Ethan mendapatkan keuntungan yang sangat besar, setelah meeting selesai Ethan membawa Luis dan Leo berangkat ke rumah Fangya.


"Paman perlengkapan bayinya sudah siap?" Ethan.


"Sudah tuan..." Luis.


Ethan tersenyum dia sudah tidak sabar memberikan hadiah hadiah itu pada Fangya. Saat sampai digerbang kayu rumah Fangya Ethan bingung karena disana sangat sepi, Ethan dan yang lainnya masuk ke halaman rumah Fangya.

__ADS_1


"Bibi... paman... ini aku Ethan" Ethan sedikit berteriak karena memang sangat sepi.


Luis memiliki mata yang tajam dia melihat bercak darah dipintu rumah Fangya. Luis menajamkan pengelihatannya dan memeriksa ke segala penjuru.


"Leo lindungi tuan Ethan! ada yang tidak beres disini!" Luis.


"Paman temukan bibi Fang dan paman Dongha!" Ethan memberikan perintah.


Anak buah Leo mendobrak pintu rumah kayu yang ada dihadapan mereka. Ethan sangat terkejut karena melihat Dongha sudah meninggal dengan sangat mengenaskan, Ethan mencari Fangya ke seluruh titik dirumah itu.


Ethan menemukan Fangya didalam kamarnya dengan keadaan sudah sekarat dan bersimbah darah. Ethan menghampiri Fangya berusaha untuk menolongnya.


"Bibi! Bibi bertahanlah aku akan membawa mu ke rumah sakit!" Ethan.


"Et-han... Aku sudah tidak kuat" Fangya sangat lemah ada pisau yang masih menancap didadanya.


"Bayi... bayiku" Fangya menatap ke arah kakinya.


Ternyata Fangya sudah melahirkan tanpa bantuan siapapun. Bayi laki laki mungil itu dibungkus dengan kain seadanya dan masih bersimbah darah bahkan ari arinya belum dipotong.


"Jaga dia Ethan... aku mohon" Ucap Fanya dengan bersusah payah.


"Bibi aku akan menjaga anak mu, jangan khawatir" Ethan.


Ethan tidak mungkin menggunakan belati yang dia bawa untuk memotong ari ari bayi itu karena belati Ethan beracun. Setelah mendapatkan pisau yang dicari Ethan membakar bagian tajam pisau itu dengan api dari korek yang di bawa anak buahnya, Ethan memotong ari ari bayi itu lalu menggendongnya.


"Paman Luis makamkan mereka dengan layak, dan paman Leo cari tau siapa dalang dibalik semua ini" Ethan.


"Baik tuan, tapi bayi itu..." Luis.


"Aku akan menjaganya, aku sudah berjanji pada ibu bayi ini untuk merawat dan menjaganya" Ethan.


Bayi kecil itu menangis sangat keras, Ethan memeriksa tubuh bayi itu dan Ethan melihat ada luka memar dipunggung bayi itu.


"Kita ke rumah sakit!" Ethan bergegas membawa bayi kecil itu ke rumah sakit.


Bayi kecil itu ditangani oleh dokter saat mereka sampai dirumah sakit. Ethan hanya diam sambil menatap nanar ke arah dinding kaca ruangan tempat bayi tak berdosa itu sedang ditangani.


"Kenapa semua orang yang ku kenal berakhir tragis?" Ethan.

__ADS_1


"Tuan ini bukan salah anda, mereka dibunuh oleh para lintah darat! Dongha berhutang kepada lintah darah sebanyak satu juta dolar untuk biaya perawatan Fangya yang mengalami lemah kandungan


Mereka terus berhutang untuk kebutuhan sehari hari dan merawat bayi dalam kandungan Fangya. Kami sudah menangkap lintah darat itu tuan, harus kami apakan mereka?" Leo.


"Bunuh saja" Sahut Ethan tanpa pikir panjang.


Dokter keluar untuk menemui Ethan, wajah Ethan penuh harap menatap pada sang Dokter.


"Tuan Ethan bayi itu baik baik saja, kami juga sudah membersihkannya dan mengganti kain gedongannya anda bisa membawanya pulang sekarang" Dokter.


"Baiklah" Sahut Ethan singkat.


Seorang perawat wanita memberikan bayi itu ke dalam gendongan Ethan. Saat menatap wajah bayi mungil yang terlelap itu hati Ethan menjadi pilu, Ethan mencium kening bayi kecil itu dan tersenyum.


"Aku akan merawat mu mulai sekatang kita keluarga, baby aku akan memikirkan nama untuk mu" Ethan tersenyum dan berlalu pergi di ikuti oleh Leo dan Luis.


Saat sampai di Villa Ethan menyuruh maid untuk menyiapkan semua kebutuhan bayi termasuk susu formula. Ethan juga menyuruh beberapa maid untuk membeli pakaian bayi dan juga mainan yang sangat banyak.


"Tuan anda akan memberinya nama siapa?" Tanya Leo penuh tanda tanya.


"Namanya... eum... aku juga masih bingung paman, dia sangat manis dan lucu tapi aku tidak tau harus memberi dia nama siapa" Ethan.


"Tuan apa anda yakin akan mengadopsinya?" Luis.


"Paman Luis aku yakin dengan keputusan ku, lagi pula aku tidak tega jika harus menyerahkan bayi manis ini ke panti asuhan... benarkan sayang?" Ethan memeluk bayi itu penuh kasih.


Ethan mengabari Karina dan juga Jason tentang keputusannya untuk mengadopsi bayi itu. Tentu saja mereka setuju terlebih Karina yang memang sangat menyukai anak anak, Jason juga sangat setuju karena dirinya memang sudah lama bermimpi untuk memiliki banyak cucu.


Ethan senang karena keluarganya bisa menerima kehadiran bayi itu tapi lagi lagi Ethan dibuat pusing karena dia belum punya nama untuk anak angkatnya.


"bayi kecil aku sekarang ayah mu, ini lucu aku belum menikah tapi sudah punya anak tapi... begini juga baik setidaknya aku tidak perlu mencintai wanita yang salah tapi aku sudah punya pewaris untuk keluarga Die Errama...


Kau dari tadi hanya tidur dan tidur apa kau tidak lapar? aku harus bagaimana? aku tidak tau harus memberikan mu nama siapa" Ethan mengambil foto dirinya dan bayi yang ia gendong untuk dikirimkan pada Jason.


Di Mansion De Wilson kini heboh karena Ethan mengirimkan foto dirinya dan sang anak. Mereka berebut untuk melihat foto bayi kecil itu, Evan dan Andrean sampai bertengkar gara gara ingin melihat foto keponakan bungsu mereka.


"STOP! ini cucu ku jadi aku duluan yang lihat" Ucap Jason dengan senyum penuh kemenangan.


"Hei patua dia juga cucu ku kau jangan macam macam! sini ponselnya aku mau lihat cucuku!" Karina merebut ponsel itu dari Jason.

__ADS_1


"Ya tuhan... cucu ku manis sekali, lihatlah kulitnya putih dan matanya sangat mirip dengan Ethan" Karina.


"Mama bagaimana kami bisa melihatnya kalau mama membawa ponsel itu berjalan kesana kemari!" Kesal Evan pada Karina.


__ADS_2