AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
KEBUN BINATANG


__ADS_3

Narda menjalani terapi pemulihan dengan Evan menggunakan metode bicara dan menggambar. Hari hari Narda kini kembali seperti sebelumnya bedanya sekarang senyum Narda terlihat jauh lebih indah dari pada sebelumnya.


Narda sudah mulai berani untuk mengutarakan apa yang membuatnya sedih atau marah. Berbeda dengan dulu kini Narda sudah merasa jauh lebih baik, dia lebih banyak tersenyum meski masih sering menangis juga.


"Mama" Narda berlari ke arah Karina yang sedang membaca majalah diruang tamu.


Melihat itu Karina langsung beranjak dan menangkap Narda yang hampir saja terjatuh karena tersandung kaki meja.


"Mama sudah bilang jangan berlari didalam mansion, adek bisa jatuh dan terluka sayang" Ucap Karina sembari membawa Narda duduk disampingnya.


"Hehehe iya mama maaf... mama adek baru saja selesai terapi sama kak Evan, hari ini adek disuruh kakak untuk membuat daftar nama hewan apa saja yang adek suka


Mama adek mau ke kebun binatang biar bisa lihat langsung binatangnya terus adek bisa pilih apa saja yang adek suka... boleh ya ma?" Narda memasang mata manjanya, tentu saja Karina tidak bisa menolak permintaan putra bungsunya ini.


"Baiklah boleh tapi janji sama mama saat di kebun binatang adek tidak boleh lari larian, nanti jatuh bahaya sayang" Karina.


"Siap mama... tapi kita ke kebun binatangnya hari ini ya ma?" Narda.


"Iya" Sahut Karina yang langsung membuat hati Narda bahagia.


Narda segera pergi ke kamarnya untuk bersiap siap. Sedangkan Karina menemui Viola dihalaman belakang, Viola sedang melatih maid untuk belajar bela diri karena maid mansion de Wilson diwajibkan bisa bela diri, memanah dan menembak.


"Kakak..." Karina.


"Ada apa? kau tidak seharusnya disini" Viola.


"Iya aku tau... aku datang untuk bilang kalau Narda minta ditemani pergi jalan jalan ke kebun binatang" Karina.


"Ya sudah pergilah bawa maid dan bodyguard, pastikan semua aman untuk masalah mansion aku akan urus semuanya...


lagi pula Hendery dan Jason juga akan pulang lebih sore Narda pasti bosan jika menunggu mereka dan hanya diam saja dimansion" Viola.


"Oh iya kak Andrean bilang dia tidak akan pulang hari ini dan baru akan pulang besok, bisa bantu aku sampaikan itu pada Arthur? jika tidak dia pasti akan khawatir" Karina.

__ADS_1


"Andrean sangat kebiasaan dia pasti mematikan ponsel dan semua alat komunikasinya lagi" Viola mendengus kesal dengan tingkah putra mereka yang satu ini.


"Baiklah jangan khawatir aku akan urus masalah ini kau fokus saja pada Narda, dia baru saja sembuh kita harus menjaga perasaannya" Sambung Viola yang tak mau ambil pusing.


"Baiklah kak... dan mereka? kau mengajari mereka bermain pedang juga?" Karina.


"Hanya untuk jaga jaga... sudah sana bersiap kau harus menemani si bungsu" Viola.


Karina mengangguk dan segera pergi bersiap setelah siap Karina menunggu Narda diruang tamu. Anak itu bersiap sangat lama maklum Narda paling pusing jika harus memilih baju yang akan dia pakai untuk jalan jalan.


Akhirnya pilihan Narda jatuh pada kaos putih polos, hoodie berwarna baby pink, dengan celana putih pendek diatas lutut, sepatu berwarna putih polos, dan tas selempang kecil untuk menaruh ponsel dan note book mini juga pulpen.


Narda terlihat sangat manis dan menggemaskan. Sekilas dia terlihat seperti boneka hidup, tidak lupa Narda akan memakai skincare rutinnya karena Narda tidak mau kulit mulusnya rusak jika itu terjadi pasti dia akan di marahi oleh mama dan juga maminya.


Setelah bersiap Narda turun dari kamarnya dan menemui Karina. Sebelum pergi Narda menghampiri Viola untuk berpamitan, Narda menghampiri Viola yang sedang berdiri dan mengawasi para maid yang sedang berlatih.


"Mami!" Narda langsung memeluk Viola.


"Mami sudah melarang mu berlarian kenapa masih saja berlari?" Tegur Viola karena Narda sangat suka berlari kesana dan kemari, tak jarang dia akan jatuh dan terluka lalu menangis.


"mau berangkat sekarang?" Viola.


"Iya mami adek mau berangkat sekarang kata mama keburu tutup nanti kebun binatangnya" Sahut Narda sembari menatap mata Viola dan tersenyum.


"Hati hati dan jangan nakal, jangan jauh jauh dari mama mu mengerti?" Viola.


"Iya mami adek mengerti" Narda.


"Awas!" Viola langsung menarik Narda ke dalam pelukannya dan membawa Narda menghindar.


Salah seorang maid yang sedang berlatih tidak sengaja melepaskan anak panah ke arah mereka. Hingga hampir saja membuat Narda celaka, Viola sangag marah tapi dia berusaha menahan emosinya saat dihadapan Narda.


"Kau baik baik saja nak?" Viola terlihat panik.

__ADS_1


"Iya mami aku baik baik saja, terimakasih mami" Narda.


Viola memeriksa tubuh Narda untuk memastikan dia sangat lega karena sang anak baik baik saja. Karina datang dan bertanya apa yang terjadi karena Viola terlihat sangat panik, tapi Viola hanya bilang ada masa kecil.


Karina mengerti dan segera membawa Narda ke mobil. Mereka berangkat untuk melihat hewan hewan dikebun binatang, Narda terlihat sangat bersemangat dia bahkan memberitau Jason untuk menemuinya dikebun binatang.


"Mama nanti adek boleh makan gulali?" Narda.


"Tidak boleh" Sahut Karina singkat dan tegas.


Saat mereka sampai dikebun binatang Karina membeli beberapa tiket untuk dirinya, Narda, bodyguard, dan juga maid mereka. Narda terlihat sangat menyukai semua hewan disana Narda mengeluarkan ponselnya dan mulai mengambil foto hewan hewan disana satu persatu.


"Adek jangan jauh jauh dari mama ya" Karina kembali mengingatkam sang anak.


"Iya mama" Sahut Narda dengan polosnya.


Jason meninggalkan kantor untuk menyusul sang anak ke kebun binatang. Jason senang karena Narda sudah kembali ceria, Narda berjalan mendahului Karina dan berlari lari kecil.


"Mama lihat ada rumah burung adek mau kesana mama" Ucap Narda menunjuk sebuah rumah kaca dimana para burung dipelihara disana.


"Boleh" Sahut Karina yang lalu menggandeng tangan Narda untuk melihat lihat burung didalam rumah kaca itu.


Seorang petugas mengarahkan mereka untuk melihat seekor burung kakak tua yang sangat lucu. Narda juga di izinkan untuk memegang burung itu, Karina mengambil foto Narda tanpa sepengetahuan sang anak.


"Mama lihat burungnya lucu dia mau main sama adek" Seru Narda bahagia.


"Hati hati sayang" Sahut Karina dengan tersenyum.


Karina mendekati sang anak dan mereka diarahkan untuk melihat burung burung unik lainnya. Narda terlihat gembira dan berlarian kesana kemari.


"Adek jangan lari lari sayang" Karina menahan tangan sang anak.


Setelah puas melihat burung burung itu mereka pergi untuk melihat berbagai jenis ular. Disini Karina memegang tangan Narda erat, bukan karena Karina takut ular tapi karena Karina takut sang anak berlari dan terjatuh.

__ADS_1


"Mama kenapa ada banyak sekali ular?" Narda.


"Karena disini mereka dirawat dan dijaga... dibudidayakan agar tetap terjaga keberadaannya" Sahut Karina dengan lembut.


__ADS_2