AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
TAMU YANG MENAWAN


__ADS_3

Viola kembali ke rumah rahasia dan memberikan kotak kayu berisi kepala Jake pada Karina. Hendery dan Jason juga menyaksikan hal itu mereka memilih diam membiarkan kedua wanita itu untuk menyelesaikannya sendiri.


"buang saja ke kandang buaya mereka akan senang mendapatkan makanan ini" Ucap Karina memberikan perintah pada Eric.


Narda keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu dia melihat Viola yang masih menggunakan baju dengan banyak noda darah. Narda gemetar dan takut tapi dia berusaha menahan rasa takutnya.


Jason menghampiri Narda dan membawa sang anak kembali ke kamarnya. Narda hanya diam tanpa mengatakan sepatah kata pun, hati nuraninya menjerit melihat noda darah itu.


Narda sudah bisa menebak apa yang terjadi tanpa harus mendengarnya sendiri dari Viola. Narda hanya bisa menangis didalam pelukan Jason, namun sebagai seorang ayah Jason berusaha menenangkan Narda.


"Sudah sayang tidak apa apa semuanya akan baik baik saja" Jason.


"Maaf papa aku hanya belum terbiasa... aku-" Narda.


Belum sempat Narda menyelesaikan ucapannya Jason memeluk Narda erat. Jason tau saat ini Narda sedang belajar untuk mendewasakan dirinya dan untuk itu dia butuh dukungan dari Jason.


"sudahlah tidak usah dibahas, ayo bersiap kita akan kembali ke mansion malam ini" Jason.


Hari hari berlalu keadaan sudah membaik tapi Narda kini sedikit berubah. Memang tidak sepenuhnya berubah tapi Narda kini menjadi pribadi yang sedikit berbeda.


Narda kini lebih rajin belajar tentang obat obatan dilab bersama Arthur dan Evan, Narda juga mulai berlatih bela diri dengan Andrean dan Rega. Narda tidak mau hanya diam dan berpaku tangan saat ada masalah yang datang kepada keluarganya.


Narda juga tidak ingin menjadi lemah meski fisiknya kadang tidak bisa ia paksa untuk terus berlatih meski dia ingin tapi setidaknya dia sudah berusaha. Narda tidak ingin hanya diam dan menjadi beban untuk keluarganya.


Jason dan yang lainnya sudah mencoba menjelaskan pada Narda untuk jangan memaksakan diri. Tapi apa boleh buat Narda sekarang jadi sangat keras kepala, Narda selalu menyibukkan dirinya dengan belajar banyak hal dan berlatih.


"adek jemput Arthur ada yang mau kami bicarakan dengannya" Jason.


"iya papa" Narda.


Setelah Jason pergi ke kamarnya Narda kembali ke lab untuk menemui Arthur. Ternyata saat Narda sudah sampai dilab Arthur tidak ada disana, karena Arthur sedang ke taman bunga mawar biru didekat rumah kayu untuk mengambil beberapa akar bunga mawar biru.

__ADS_1


Narda menyusul Arthur ke taman bunga, saat dia sampai disana Arthur sangat terkejut. Kemarin malam Arthur sudah melarang Narda untuk datang ke lab, bukan tanpa alasan tapi karena hari ini Arthur akan melakukan eksperimen dengan akar bunga mawar biru.


Arthur tidak tau apakah nantinya akan menghasilkan zat berbahaya atau tidak karena itulah dia melarang Narda untuk datang.


"apa yang kau lakukan disini?" Arthur.


"Aku datang karena diauruh papa... kau disuruh pulang ada masalah penting" Narda.


"Ayo!" Arthur langsung menggenggam tangan Narda dan membawannya kembali ke mansion.


Hendery dan Jason sudah menunggu kepulangan Arthur dan Narda. seperti biasa Jason membawa Narda duduk disampingnya, tak lama Evan dan Andrean juga datang.


"Papa sebenarnya ada apa? mama dan mami mana?" Narda.


"nanti adek akan tau, sekarang adek disini dulu sama papa" Jason.


"Papi ada apa?" Arthur.


"Tamu tidak diundang lagi? siapa?" Andrean.


"Nanti kalian akan tau dan sebelum tamu itu datang kami ingin memberitahu kalian apapun yang nanti akan terjadi kalian berempat tidak boleh bertindak tanpa perintah dari kami" Jason.


"Dia bukan orang biasa dan cukup berbahaya, jadi masalah ini serahkan saja pada kami..." Hendery.


Hening tidak ada satupun dari anak anak mereka yang menjawab. Pikiran Narda mengudara menebak nebak siapa tamu tak diundang yang dibicarakan oleh papa dan juga papinya.


Narda melihat ke arah ketiga kakaknya ternyata mereka bertiga juga nampak kebingungan sama seperti Narda. Narda diam diam berencana mencari tau tentang tamu itu dibelakang Jason dan Hendery, untuk berjaga jaga jika hal tak di inginkan terjadi.


"Tuan dia datang" Ucap Rega kepada Jason.


Jason dan Hendery berdiri di ikuti oleh anak anak mereka. Mereka berjalan ke pintu utama untuk menyambut tamu tersebut, begitu pintu utama dibuka seorang pria berdiri disana bersama beberapa bawahannya.

__ADS_1


Pria itu terlihat lebih muda dari Hendery tapi tidak lebih tua dari Jason. Pria berwajah Chinese dengan jas putih rapi dan tatapan mata yang indah, Narda terkesima dengan paras meneduhkan pria itu.


"Selamat datang Qinshan" Ucap Jason dengan tersenyum.


"Tidak ku sangka kau akan menyambut ku Jason..." Sahut pria itu yang ternyata adalah rekan kerja Jason.


Hubungan Jason dan Qinshan dulunya memang hanya sebatas rekan bisnis namun hubungan mereka mulai renggang karena Jason meninggalkan dunia mafia secara perlahan. Qinshan datang untuk membahas masalah ini dengan Jason dan Hendery karena dirinya sangat ingin melanjutkan kerja sama ini dengan Jason.


"Silahkan masuk kita bicara didalam" Jason mempersilahkan Qinshan untuk masuk.


Seperti biasa Narda duduk disamping Jason dan ketiga putra tertua duduk disamping Hendery. Qinshan menatap Narda dengan tatapan tak biasa, Narda yang menyadari itu semakin merapat pada Jason.


"Papa dia siapa?" Narda bertanya dengan suara lirih.


"Rekan kerja papa" Sahut Jason singkat sembari merangkul sang anak.


"Dia putra mu? seingat ku keluarga kalian hanya punya tiga anak, apa dia anak yang kalian sembunyikan?" Tanya Qinshan penasaran.


"Dia putra bungsu keluarga kami, anakku ini memang jarang ku bawa untuk urusan bisnis kau beruntung karena bisa melihatnya hari ini" Jason.


"Dia sangat manis... biasanya aku tidak suka pada anak anak bahkan aku tidak menikah karena aku tidak mau punya anak, tapi melihat anak mu ini aku merasa dia sedikit berbeda dia membuat ku merasa hangat" Qinshan.


Jason tidak suka dengan cara Qinshan menatap Narda. Dengan cepat Jason menarik sang anak ke dalam pelukannya.


"Ku rasa kau terlalu berlebihan" sahut Jason dingin.


"Jangan marah Jason aku hanya mengagumi anak mu, aku tidak akan mengambilnya dari mu lagi pula aku tidak suka anak anak karena mereka sungguh merepotkan" Qinshan.


"Katakan tujuan mu kesini Qinshan, karena kau datang tentu bukan hanya untuk berbasa basi atau sekedar berkunjung bukan?" Hendery.


"Kau benar Hendery aku kesini untuk urusan pekerjaan, aku ingin memperpanjang kerja sama kita karena ku dengar kalian berdua akan meninggalkan dunia bawah" Qinshan.

__ADS_1


"Ku rasa itu tidak perlu karena kami tidak tertarik, akan lebih baik jika kerja sama kita cukup sampai disini saja" Jason.


__ADS_2