
Karina membawa Hanna ke ruang tengan mansion Die Errama. Karina didampingi oleh Jason sang suami, mereka berdua marah dengan tindakan Hanna.
"Hanna kau benar benar membuat ku marah, kau sudah sangat berani membiarkan bawahan mu menggendong Aruna dengan cara seperti itu! Jika sampai cucuku sakit apa kau berani bertanggung jawab?!" Karina.
"Maafkan saya nyonya!" Hanna berlutut dihadapan Karina.
"Dengar Hanna gadis yang kau sakiti itu adalah calon menantu kami, hari ini kami masih bisa memaafkan mu karena kau banyak berjasa untuk keluarga ini
Namun jika kau mengulangi lagi kesalahan mu maka aku sendiri yang akan menghukum mu, dengan mencabut nyawa mu!" Jason.
Alika menyiapkan pakaian untuk Ethan yang sedang mandi. Setelah selesai menyiapkan pakaian Ethan, Alika memandikan Aruna dan lalu memberinya susu.
Ethan keluar dari kamar mandi dan melihat Alika yang sedang duduk ditepi tempat tidur sembari memangku Aruna dan memberinya susu. Ethan berganti pakaian dan duduk disofa yang tidak jauh dari Alika dan Aruna
"Dia sangat nyaman dalam pelukan mu" Ethan.
"itu karena tuan muda memiliki hati yang besar dan bisa menerima kehadiran banyak orang disekitarnya" Alika.
"Kau boleh memanggilnya Aruna, tidak perlu menggunakan panggilan tuan muda" Ethan.
Alika menatap Ethan dan tersenyum, setelah Aruna tidur Alika meletakan bocah manis itu dikasur lalu menyelimutinya. Alika kemudian menghampiri Ethan, dan membantu Ethan untuk mengeringkan rambut.
"Alika... jangan menutup wajah mu" Ethan.
"Eh? kenapa tuan?" Alika bingung.
"Aku hanya... aku suka menatap wajah mu" Ethan.
Alika tersipu malu dan mengalihkan pandangannya. Setelah selesai membantu Ethan mengeringkan rambutnya Alika pergi ke dapur dan membuatkan teh jahe untuk Ethan, Alika juga membuatkan cemilan untuk Ethan.
Setelah selesai Alika membawa cemilan dan teh panas itu ke kamar Ethan.
"Tuan ini teh jahe dan cemilan untuk anda..." Alika menyajikan semua itu pada meja dihadapan Ethan.
"Kau membuatnya sendiri?" Ethan.
__ADS_1
"Iya tuan..." Alika.
Baru saja Alika selesai menyajikan teh dan cemiln untuk Ethan tiba tiba Aruna terbngun dan menangis.
"Eoh? Aruna sayang ada apa? sini sayang, suht suht aku disini nak" Alika menggendong Aruna tapi saat memegang leher Aruna, Alika terdiam sejenak leher Aruna terasa panas dan ternyata Aruna demam.
"Tuan... Aruna sakit" ucap Alika sembari menghampiri Ethan.
Mendengar itu Ethan bergegas menghampiri Alika dan memeriksa Aruna yang masih berada dalam gendongan Alika.
"Ada apa dengannya?" Ethan panik.
"Tadi maid menggendong Aruna dengan satu tangan dan mencengkram leher Aruna dengan kuat, tuan ku rasa lehernya sakit ini" Alika memegang tangan Ethan membawanya untuk memeriksa leher bagian belakang Aruna.
"Lehernya memar?!" Ethan.
"Tuan bantu aku siapkan air es dan sapu tangan, aku akan mengompres bagian lehernya untuk mengurangi rasa sakitnya" Alika.
Ethan bergegas menyuruh pelayan menyiapkan air es dan sapu tangan. Alika menggendong Aruna menggunakan kain gendongan untuk memudahkannya mengompres leher Aruna dan menenangkan bocah manis itu.
"Cakit..." ucap Aruna dengan menatap Ethan dengan tatapan sayu.
"sayang Aruna kan anak kuat, tahan ya papa yakin Aruna akan segera sembuh..." Ethan mengusap lembut pipi Aruna.
Alika memangku Aruna dan menyuapinya perlahan dan hati hati. Ethan memperhatikan setiap hal yang dilakukan oleh Alika, untuk pertama kalinya Ethan melihat Aruna senyaman itu dalam pelukan orang lain selain dirinya.
"Alika aku pergi sebentar kau tetap disini jaga Aruna jika ada apa apa kau bisa panggil paman Leo" Ethan.
"Baik tuan" Alika.
Ethan meninggalkan kamarnya dan menuju ke ruang tengah tempat semua orang kini berada. Ethan menarik tangan Hanna untuk berdiri menatap dirinya.
"Apa yang kau lakukan Hanna?! Aku sangat mempercayai mu tapi kau malah menyakiti anakku! Begini cara mu menjaga Aruna?!" Ethan sangat marah.
"Ethan ada apa dengan Aruna?" Karina.
__ADS_1
"Leher Aruna memar dan dia sempat demam untungnya Alika bisa menangani masalah itu jika tidak maka kau tidak akan bisa membayangkan apa yang akan aku lakukan pada mu Hanna!" Ethan mendorong Hanna kasar hingga Hanna jatuh ke lantai.
"Aku masih bisa memaafkan mu karena kau banyak berjasa untukku Hanna tapi mulai sekarang semua urusan Aruna, akan jadi tanggung jawab Alika..." Ethan.
"Tapi tuan" Hanna berusaha menolak.
Tapi Ethan tidak mendengarkan Hanna dan berlalu pergi begitu saja menuju ke ruang medis untuk mengambil beberap obat penurun demam untuk Aruna.
Saat diruang medis seorang perawat memberikan obat obatan yang Ethan minta. Perawat itu juga memberikan pita rambut milik Alika yang tadi tertinggal diruang medis.
Ethan membawa pita rambut itu kembali ke kamarnya. Saat sampai dikamar Ethan melihat Aruna yang sudah tertidur diatas tempat tidur dan Alika yang tertidur dengan posisi duduk dikarpet dan bersandar ditempat tidur dan menggenggam tangan kecil Aruna.
Ethan tersenyum dan mendekati Alika, Ethan mengangkat tubuh ramping Alika dan memindahkannya ke atas tempat tidur. Ethan menempatkan Alika disamping Aruna dan menyelimuti mereka berdua.
Ethan memeriksa suhu tubuh Aruna dan dia lega karena sang anak kini baik baik saja. Ethan berbaring disofa dan memilih tidur disofa sembari menatap Alika dan Aruna.
Saat pagi tiba Alika terbangun dan melihat Ethan yang tidur disofa. Alika memakaikan selimut pada Ethan dan menatap wajah Ethan dengan seksama.
"Tuan terimakasih..." bisik Alika pada Ethan yang masih terlelap.
Alika menyiapkan baju untuk Aruna dan juga Ethan. Tidak lupa Alika juga menyiapkan peralatan mandi Aruna, sebelum membangunkan Aruna dan memandikannya Alika pergi ke dapur membuatkan teh untuk Ethan.
Luis mengajari Alika membuat teh kesukaan Ethan. gadis itu belajar dengan baik dia membuatkan teh spesial untuk Ethan.
"Sayang... selamat pagi anak tampan, Aruna anak tampan kesayangan semua orang ayo bangun nak sudah pagi" Alika membangunkam Aruna dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Aruna mulai membuka matanya dan Alika menggendong Aruna dengan hati hati karena khawatir leher Aruna masih sakit. Alika mengajak Aruna duduk dikarpet dan membacakan buku cerita untuk Aruna.
Ethan terbngun dan ikut mendengarkan Alika membacakan buku dongeng itu. Ethan tertawa saat melihat Aruna yang tiba tiba tertawa dan mencium Alika.
"Kau sangat menggemaskan hm sayang ku" Alika memeluk Aruna sebentar dan segera memandikan Aruna.
"Masih sepagi ini dia sudah menyiapkan teh" Gumam Ethan dalam hati sembari menatap teh panas yang ada dihadapannya.
Setelah Alika selesai memandikan Aruna dia memakaikan pelembap, dan minyak telon sembari memijat mijat kecil kaki dan tangan Aruna.
__ADS_1
"Alika hari ini aku libur... aku ingin mengajak mu dan Aruna ke suatu tempat" Ethan.