
Karina menatap wanita itu tajam dan tersenyum dingin. Wanita itu adalah Luna mantan sahabat Karina, kenapa disebut mantan sahabat? karena dulunya Luna dan Karina adalah sahabat dekat namun semua berubah saat Karina menikah dengan Jason.
Ternyata diam diam Luna mencintai Jason dan berniat merebut Jason dari Karina. Luna selalu berusaha menggoda Jason namun sayang semua usahanya gagal, Jason adalah pria yang sangat memegang teguh prinsip untuk hidup hanya dengan satu wanita yaitu Karina.
Suatu hari setelah mendengar Karina hamil Luna datang ke mansion De Wilson untuk berkunjung dengan niat jahatnya. Luna berusaha meracuni Karina agar bayi didalam kandungan Karina keguguran namun hal itu diketahui oleh Jason sehingga Luna hampir saja meregang nyawa ditangan Jason.
Karina meminta Jason untuk melepaskan Luna namun sejak itu hubungan persahabatan mereka terputus. Untungnya saat itu bayi dalam kandungan Karina selamat dan Karina hidup bahagia dengan Jason juga melahirkan anak anak yang tampan untuk Jason, kebahagiaan mereka bertambah lengkap ketika Narda hadir didalam keluarga mereka.
"sayang kau tidak apa apa?" Karina.
"Tidak apa apa ma..." Sahut Narda yang masih berada didalam pelukan Karina.
"Jangan takut sayang mama ada disini" Karina mengusap wajah Narda lembut.
Karina melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Narda. Sebenarnya Narda hanya takut pada tatapan mata Luna yang tak menggambarkan kebaikan sedikitpun.
"Karina tidak ku sangka kau memiliki anak lagi, ku kira setelah kematian anak bungsu mu kau tidak akan punya anak lagi" Ucap Luna dengan tersenyum meremehkan.
"Kematian Jevan memang menghancurkan hati kami keluarga De Wilson, tapi bukan berarti menjadi akhir segalanya...
Aku dan Jason tidak akan membiarkan semuanya berakhir dengan kesedihan" Sahut Karina dengan senyuman penuh arti.
Narda hanya bisa menatap sang mama dengan bingung. Dia tidak tau apa apa tentang masalah yang terjadi antara Karina dan Luna.
"Mama ayo kesana adek mau beli mainan ma..." Rengek Narda yang akhirnya membuat Karina tersadar dari lamunannya.
"Dia begitu kecil apa lahir prematur? sepertinya anak bungsu mu ini penyakitan juga!" Luna lagi lagi berusaha memojokan Karina dengan menghina Narda.
"putra ku terlahir sehat dan juga normal tapi ku rasa mata mu sedikit rusak, datanglah ke rumah sakit keluarga kami... kebetulan kami punya dokter mata terbaik disana" Sahut Karina dengan santai dan dan datar.
__ADS_1
Luna ingin menyentuh wajah Narda tapi Karina menghentikannya dengan mengcengkram tangan Luna kuat hingga membuat Luna kesakitan. Karina tidak akan membiarkan musuhnya menyentuh anak anaknya, karena bagi Karina itu adalah sangat membahayakan anak anaknya.
"Anakku punya kulit yang sensitif jadi jangan sentuh anakku" Karina.
"Mama lepaskan saja aku tidak apa apa" Narda.
Mendengar itu Karina melepaskan tangan Luna dan menatap sang anak sembari tersenyum lembut.
"Sepertinya dia sangat lemah sehingga kau sendiri melindunginya seperti itu" Luna.
"Itu bukan urusan mu! Sekali lagi aku katakan pada mu jangan sentuh anakku atau aku tidak akan memaafkan mu" Karina.
"Karina kau menjadi begitu sombong semenjak menikah dengan seorang Jason De Wilson, dengar Karina cepat atau lambat kebahagiaan mu akan berubah menjadi luka!" Luna mengancam Karina.
"Aku tidak takut dengan semua omong kosong mu Luna, karena sejak awal kau memang sudah iri kepada ku... kau juga pernah mencoba merebut Jason dari ku sejak dulu.
Dengar Luna jangan pernah bermimpi untuk menggantikan ku dan menjadi nyonya besar keluarga De Wilson. Karena kau tidak akan bisa mendapatkannya" Ucap Karina dengan penuh percaya diri.
"Adek sayang... adek mau tidak punya mama tiri?" Ucap Karina menggoda Narda.
"TIDAK! Adek tidak mau punya mama tiri! mama adek cuman satu hanya mama saja!" Narda memeluk Karina erat.
"Iya sayang mama adek cuma satu hanya mama, mama Karina... ayo kita pergi dari sini disini panas sekali" Karina membawa Narda pergi dari sana.
"Mama orang tadi siapa?" tanya Narda bingung.
"Hanya bagian dari masa lalu yang buruk, adek tidak perlu pikirkan itu..." Sahut Karina yang tak ingin membahas apapun lagi tentang Luna.
Setelah dari mall Narda mengajak Karina ke taman bermain yang ada disebrang Mall itu. Narda duduk disebuah ayunan dan meminta Karina untuk mendorong ayunan itu untuknya.
__ADS_1
Narda sangat suka bermain ayunan sejak kecil. Karena itu dimansion De Wilson juga ada beberapa ayunan, salah satunya ada dihalaman belakang mansion bahkan dihalaman depan laboratorium De Wilson juga ada ayunan tempat Narda bermain sembari menunggu Evan dan Arthur.
"Mama" Narda menghentikan ayunannya.
"iya?" Karina.
"Ma adek mau membagikan makanan untuk orang orang itu" Narda.
"Belikan makanan untuk dibagikan ke semua orang" Karina memberikan perintah dan salah seorang bodyguard bergegas untuk melakukannya.
Setelah makanan datang Narda dan Karina membagikan makanan itu ke orang orang tunawisma yang terlihat kedinginan dan kelaparan. Senyuman dan ucapan terimakasih yang diberikan para tunawisma itu membuat Narda bahagia.
"terimakasih tuan muda, anda selalu baik hati semoga tuhan selalu menjaga mu dan semoga kau selalu bahagia" Ucap salah seorang tunawisma yang sudah sering menerima bantuan dari Narda.
"Sama sama... aku juga senang bisa bertemu kalian lagi, maaf beberapa hari ini aku tidak datang dan diwakilkan oleh paman Eric karena aku baru sembuh" Sahut Narda menjelaskan alasan kenapa dia tidak turun tangan sendiri membagikan makanan beberapa hari ini.
Seorang tunawisma mendekati Narda dan memegang tangan Narda. Bodyguard yang berjaga ingin mengusir tunawisma itu tapi Narda menyuruh bodyguard itu diam.
"Kau anak baik... sejak kau kecil aku selalu melihat mu berbagi bahkan melakukan banyak hal untuk semua orang yang tinggal dijalanan...
Sebagai tanda terimakasih kami pada mu kami bekerja serabutan dan mengumpulkan uang untuk membeli ini. Ini memang tak indah juga tidak mewah...
Tapi kami membelinya dengan cinta dan kasih sayang. Seperti diri mu yang tulus pada kami seperti itu juga kami tulus menyayangi mu" Wanita tunawisma itu memakaikan sebuah cincin emas pada Narda.
Cincin itu dibeli dari uang yang dikumpulkan oleh para tunawisma dijalanan mereka berkerja keras untuk bisa memberikan hadiah itu pada Narda. Narda tersenyum dan menangis haru ketika melihat ada begitu banyak orang yang menyayanginya.
"Nyonya..." Seorang tunawisma lain mendekati Karina.
"Nyonya kau begitu beruntung dianugerahi seorang putra berhati malaikat... jaga dia nyonya karena hatinya yang lembut begitu mudah terluka" Ucap tunawisma itu sembari memegang tangan Karina.
__ADS_1
"Aku akan menjaganya sekalipun itu dengan nyawa ku sendiri..." Sahut Karina sembari tersenyum.