
Andrean mengarahkan gunting itu ke lehernya sendiri. Dengan cepat Evan merebut gunting itu dan membuangnya, Evan langsung memeluk Andrean erat.
"Maaf kak... Maafkan aku" Evan.
"Evan... Sudah cukup keluarga kita sudah banyak kehilangan, aku mohon jangan ada yang hilang lagi" Andrean.
Rain menangis tanpa suara saat melihat sendiri bagaimana kacaunya keluarga De Wilson saat ini. Andrean melepaskan pelukan Evan dan memegang pundak sang adik.
"Kita tidak boleh kalah Van, kau dan aku adalah anak tertua keluarga De Wilson! Tugas kita adalah menjadi tiang utama keluarga ini
Kita harus menggantikan posisi kak Arthur... Demi Narda, demi mama, dan juga demi papa..." Andrean.
"Evan... Andrean benar, kalian adalah anak tertua keluarga De Wilson saat ini keluarga kalian sedang dalam situasi yang sulit
Kalian adalah satu satunya harapan untuk memperbaiki keluarga kalian. Aku disini adalah untuk membantu kalian, aku menerima pernikahan ini dengan setulus hati ku dan mulai sekarang aku adalah kakak ipar mu" Ucap Rain dengan tanpa ragu.
Rain memutuskan untuk menerima pernikahannya dengan Andrean adalah karena dia ingin menyelamatkan keluarga De Wilson. Rain menerima pernikahan itu bukan untuk uang atau pun kekuasaan tapi karena cinta.
Rain masih sangat mencintai Arthur dan alasan Rain menerima pernikahan ini demi menyelamatkan keluarga yang dicintai oleh Arthur. Rain tahu Arthur sangat mencintai ketiga adiknya, karena itulah Rain memutuskan untuk menjaga ketiga malaikat hati Arthur.
Rain kembali ke kamar Narda dan acara lamaran pun dimulai. Orang tua angkat Rain yang tidak tau apa apa dan hanya bisa menerima lamaran dari keluarga De Wilson serta menyetujui pernikahan itu karena mereka mengira pernikahan ini ada karena anak anak mereka memang saling mencintai.
Narda sangat bahagia melihat acara lamaran itu meski dia hanya bisa melihat dengan duduk dikursi roda tapi Narda senang bisa melihatnya. Dulu Narda sangat ingin melihat Arthur menikah tapi harapan itu kini sudah pupus.
Setelah Rain dan Andrean bertukar cincin, Rain berlutut dihadapan Narda dan memegang kedua tangan Narda.
"Adek... Mulai sekarang aku adalah kakak ipar mu, kita akan melalui semuanya bersama adek harus janji adek tidak boleh menyerah" Rain.
"Tapi kak... Adek sudah mulai capek" Narda.
"Adek tidak boleh capek karena adek harus kuat, apa adek lupa pesan dari Arthur? Maksud ku kak Arthur?...
__ADS_1
Bukankah dia pernah berpesan pada mu kalau kau harus sehat dan hidup dengan baik. Kau harus jadi orang yang kuat dan tangguh, satu hal yang paling penting
Kau harus menjaga keponakan mu, anak dari kakak kakak mu... Kau harus mendidik mereka dan mengajari mereka arti hidup" Ucap Rain dengan meneteskan air mata.
Dulu saat Rain masih menjadi asisten Arthur dirumah sakit dia tidak sengaja melihat dan membaca surat yang Arthur tulis untuk Narda. Arthur menuliskan surat itu dan memasukan nya didalam kotak kado ulang tahun Narda yang ke lima belas tahun lalu.
"Dari mana kau tau?... kata kata itu adalah kutipan dari surat rahasia ku dan kakakku, hanya aku dan kak Arthur yang tau isi surat itu" Ucap Narda bingung.
"Aku adalah mantan asisten kakak mu saat dia masih menjadi dokter disini, aku adalah sahabat kakak mu... Dan Arthur adalah cinta pertama ku
Aku menerima pernikahan ini bukan untuk uang ataupun kedudukan... Tapi karena aku ingin mempertahankan apa yang telah diperjuangkan oleh Arthur" Sahut Rain jujur
Semua orang terkejut dengan pengakuan Rain bahkan Andrean sempat tidak percaya. tapi saat Rain melepaskan kalungnya dan menunjukkan isi liontin kalungnya yang merupakan foto kebersamaan Rain dan Arthur, seketika mereka semua terdiam.
"Kakak... Kau benar benar keajaiban, kakakku telah tiada tapi cinta mu padanya membawa mu pada kami...
kakak kau tidak hanya mirip dengan mami tapi kau memiliki kisah dengan mendiang kakak ku" Narda menangkup wajah Rain.
"Aku akan hidup kak untuk berjuang dengan kenangan yang diberikan oleh kakakku" Narda .
"kita semua harus hidup... Kau dan aku harus hidup, kita akan berjuang bersama untuk memperbaiki apa yang telah rusak" Rain.
"Dan untuk mempertahankan apa yang telah diperjuangkan oleh kak Arthur" Narda.
Narda yang awalnya sudah ingin menyerah kini memiliki semangat untuk hidup. Narda benar benar ingin tetap hidup karena kini dirinya punya tujuan, Narda ingin menjaga keluarganya dan meneruskan tugas Arthur.
Rain melepaskan pelukannya dan menghampiri Karina.
"nyonya izinkan aku untuk menjadi putri mu, jangan anggap aku sebagai menantu mu nyonya...
Berikan aku kesempatan untuk membantu mu memperbaiki semuanya. Aku akan menerima apapun yang kau ajarkan pada ku, marahi aku jika aku salah, sayangi aku dan terima aku seperti kalian menerima Miranda..." Rain.
__ADS_1
"Dari mana kau tau tentang Miranda?! apakah Kak Arthur yang menceritakannya?!" Tanya Evan ingin tahu.
"Aku adalah teman sekamar Miranda dipanti asuhan dulu... saat Miranda diadopsi aku sangat bahagia karena dia mendapatkan keluarga yang sangat baik dan menyayanginya
Hari dimana Miranda diadopsi juga menjadi hari pertemuan pertama ku dan Arthur... Putra tertua keluarga kalian, jujur sejak pertama kali aku melihat nya aku sudah jatuh hati padanya...
Aku berusaha keras untuk bisa menjadi dokter agar bisa bekerja dirumah sakit ini dan menjadi rekan kerjanya. Aku bahagia bisa ada disamping Arthur meski hanya sebagai rekan kerjanya, hingga hari ini rasa cinta ku pada Arthur tidak berkurang sedikit pun
Alasan ku menerima pernikahan ini adalah demi dia yang aku cintai, keluarga ini adalah satu satunya kenangan yang ditinggal kan Arthur untukku
Dan kalian bertiga! Kalian bertiga adalah adik adik yang sangat dicintai oleh Arthur. Kalian adalah alasan kenapa Arthur ingin tetap hidup meski dia sudah sekarat... Hiks hiks kalian alasan dia ingin tetap hidup" Rain menangis sejadi jadinya.
Andrean dan semua orang yang ada di sana tertegun. Karina mendekati Rain dan langsung memeluknya Erat.
"Terimakasih Rain... Terimakasih telah mencintai Arthur putra ku, kau adalah menantu keluarga ini
Selamanya kau adalah milik kami, meski dirimu tidak menikah dengan Arthur tapi demi Arthur kau akan menikah dengan Andrean dan menjadi bagian dari kami" Karina memeluk erat Rain dengan kasih sayangnya.
"Rain... Apa maksud mu? Kak Arthur sekarat? kenapa?" Evan.
Rain melepaskan pelukan Karina dan mendekati Evan. Dengan tersenyum hambar dan air mata yang masih terus membasahi wajah cantiknya, Rain memegang tangan Evan.
"Arthur selama ini dia sakit... aku yakin saat di lab dia pasti sering melarang mu melakukan eksperimen yang berhubungan dengan akar bailan, benarkah?" Rain.
Evan menatap Rain dengan mata berkaca kaca. Evan meneteskan air matanya dan mengangguk pelan.
"Akar bailan memiliki racun yang sangat kuat, yang bisa merusak paru paru tapi jika racun itu diolah dengan benar maka bisa menjadi obat yang bermanfaat untuk orang banyak...
Racun bailan sudah membuat paru paru Arthur terinfeksi. Dia sekarat tapi dirinya masih melanjutkan penelitian akar bailan, demi diri mu...
Sejak kecil kau memiliki kelainan paru paru kan? tapi akhirnya kau sembuh Karena obat buatan Arthur" Rain.
__ADS_1
"apa kakak ku membuat obat itu dengan akar beracun yang membuatnya sekarat?..." Evan tidak bisa menahan air matanya lagi.
"Iya... Dia mengorbankan dirinya untuk mu Evan" Rain.