AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
SERANGGA!


__ADS_3

Narda dibawa kembali ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya sangat mengejutkan. Evan bahkan melakukan pemeriksaan itu sebanyak dua kali untuk meyakinkan dirinya sendiri.


Setelah dua kali melakukan pemeriksaan Evan dan Arthur mengumpul semua anggota keluarga mereka diruangan Evan. Evan menggendong Narda keluar dari ruang pemeriksaan menuju ke ruangan pribadi Evan.


"Kak kalian berdua tidak bekerja hari ini? kenapa kalian seharian ini terlihat hanya sibuk dengan ku?" Tanya Narda bingung karena biasanya Evan dan Arthur selalu sibuk dengan pekerjaan mereka.


Evan menurunkan Narda dari gendongannya dan tersenyum lembut. Evan membungkuk untuk bisa menyamakan tinggi badannya dengan Narda, maklum saja tinggi badan Evan 190 cm dan Narda hanya 150 cm tentu saja Evan harus menunduk jika ingin menyamakan tinggi badan mereka.


"Karena dari kejadian kemarin aku menyadari sesuatu yang penting, yaitu uang bisa dicari tapi waktu yang berharga tidak akan bisa di ulang kembali" Sahut Evan sembari memegang kedua tangan Narda.


Arthur berlutut dihadapan Narda dan meraih kedua tangan Narda. Arthur tersenyum dan menatap Narda dengan tatapan mata penuh penyesalan.


"Maaf karena kami selalu mengabaikan mu dan memilih pekerjaan, kami menyesal..." Arthur.


Narda tersenyum lebar hingga membuat barisan gigi rapinya terlihat. Narda memegang dahi Arthur dengan jari kelingkingnya persis seperti yang dilakukan oleh Mira padanya saat berada dibalik pintu cahaya saat itu.


Arthur dan Evan seketika mematung mereka saling beradu pandangan satu sama lain. Arthur lalu memegang tangan Narda.


"Dari mana kau belajar melakukan itu? siapa yang mengajari mu memberikan tanda jari kelingking ini?" Tanya Arthur antara bingung dan penasaran.


"Aku diajari oleh kak Mira..." Sahut Narda jujur dengan polosnya.


"Mira? dimana kau bertemu dengannya?" Arthur.


"Didalam mimpi... kak Miranda bilang dia merindukan kalian dan dia berpesan pada ku agar tidak menemui dia dikebun apel itu lagi" Sahut Narda dengan polosnya.


Mendengar itu Arthur langsung memeluk Narda Erat. Hatinya bergetar namun dan sangat bersyukur karena saat ini Narda sudah kembali ke dalam pelukannya lagi.


Arthur dan Evan menggandeng tangan Narda menuju ke ruangan Evan. Narda berjalan ditengah diantara Evan dan Arthur.


Saat sampai diruangan yang dituju Narda langsung berlari dan duduk dipangkuan Jason. Evan dan Arthur kemudian menjelaskan hasil pemeriksaan Narda.

__ADS_1


"Hasil pemeriksaan Narda menunjukan jika tidak ada masalah lagi dengan gula darah Narda, hasil pemeriksaan menunjukan jika semuanya normal dan Narda baik baik saja" Evan.


"Artinya adek sudah sembuh dan boleh pulang kan kak? iyakan papa?!" Narda sangat bahagia dan bersemangat.


"Iya sayang kau sudah sehat dan boleh pulang, anak mama sayang" Karina membawa Narda ke dalam pelukannya.


"Untuk merayakan berita baik ini ayo kita pergi ke Villa dan bersenang senang disana nanti kau bisa bermain sepuasnya, disana ada kebun buah dan kau bisa memetik semua buah itu sesuka mu sayang" Hendery menggendong Narda dengan hati hati.


"Tapi aku tidak mau menemani papi memancing itu membosankan, ada banyak nyamuk juga... pokoknya adek tidak suka" Ucap Narda dengan manjanya.


Hendery tertawa dan mencium pipi gembul Narda lalu memeluknya. Viola mendekati Hendery dan Narda, Viola memberikan hadiah untuk Narda berupa kotak kado kecil.


"ini untuk mu sayang..." Ucap Viola sembari memberikan kotak kado itu.


"Terimakasih mami..." Narda menerimanya dengan gembira dan memberikan ciuman manisnya ke pipi Viola.


Narda membuka kotak kado itu dan dia terdiam sesaat ketika melihat isinya.


"Adek suka papi tapi kalung ini sama persis dengan kalung yang dipakai teman adek yang adek temui dimimpi adek waktu itu..." Ucap Narda bingung.


"Teman adek? siapa sayang?" Karina bertanya karena penasaran.


"Namanya kak Mira dia cantik sekali... dia juga memakai kalung yang sama seperti ini" Sahut Narda dengan polosnya.


Viola menatap Narda dengan tatapan bingung bercampur tak percaya.


"adek sudah ya sekarang adek harus istirahat sini kalungnya" Hendery.


"Tidak! adek mau pakai kalungnya papi inikan kalung adek!" Sahut Narda sembari memeluk kalung itu.


"Iya papi tau itu kalungnya adek, maksud papi sini kalungnya papi pakaikan" Sahut Hendery lembut. Narda memberikan kalung itu dan Viola yang memakaikannya ke leher Narda.

__ADS_1


"Kapan kita berangkat liburannya?" Tanya Narda menuntut janji.


"Nanti saat musim semi tiba... sekarang ayo kita pulang sebelum salju turun semakin lebat" Jason membawa Narda ke dalam gendongannya.


Keluarga besar itu berjalan meninggalkan ruangan menuju ke lobi utama rumah sakit dengan si bungsu berada dalam gendongan Jason. Karina berjalan disamping suaminya begitu juga Hendery yang berjalan disamping adiknya dengan Viola disampingnya.


Andrean, Evan, dan Arthur berjalan dibelakang ayah mereka diluar rumah sakit ada banyak awak media yang menunggu mereka keluar dan melakukan wawancara. Berita Narda yang hidup kembali setelah dua hari dinyatakan meninggal menyebar luas dan menyita perhatian awak media.


Jason tidak mau Narda disorot media dan dijadikan bahan pemberitaan karena sang anak baru saja pulih. Jason menaikan sedikit syal merah yang dipakai oleh Narda dan memeluk sang anak, Rega dan anak buahnya melindungi keluarga besar De Wilson dan Die Errama hingga mereka masuk ke dalam mobil.


Setelah mereka berada didalam mobil rombongan itupun langsung meninggalkan rumah sakit dengan penjagaan yang sangat ketat. Yang menjaga keluarga De Wilson dan Die Errama bukan hanya para bodyguard tapi juga polisi.


"Papa kenapa kita dijaga polisi juga? om bodyguard saja sudah banyak kenapa sekarang ada pak polisi juga?" Narda.


"Karena mereka semua sayang adek... semua orang ingin menjaga adek" Sahut Jason dengan tersenyum penuh arti.


Evan, Andrean, dan Arthur mereka membawa mobil masing masing. Arthur memimpin jalan dibelakang Arthur ada mobil polisi dan mobil bodyguard, ditengah rombongan adalah mobil Evan dan didepannya adalah mobil Jason dan Karina.


Diurutan paling belakang adalah mobil Andrean dan beiringan dengan dua mobil bodyguardnya. Saat mereka sampai dimansion Jason langsung membawa Narda ke dalam gendongannya.


"Papa... adek lapar" Cicit Narda sembari memeluk erat leher Jason.


"Siapkan makanan" Ucap Jason memberikan perintah pada maid.


Mereka semua berkumpul diruang keluarga menemani Narda bermain. Narda sedang bermain puzzel sembari memakan cemilannya.


"Beberapa hari lalu ada laporan yang masuk jika ada serangga yang mengincar mansion kita" Jason.


"Serahkan masalah ini pada ku, akan ku bereskan semua serangga itu" Andrean.


"Kakak... adek takut serangga! adek tidak suka serangga!" Ucap Narda yang sudah merinding hanya dengan membayangkan bentuk serangga.

__ADS_1


Narda memang sangat takut dengan serangga terutama kecoa. Saat Narda masih kecil Amalia pernah mengurung Narda digudang yang banyak kecoa didalamnya dan itu membuat Narda trauma, tapi serangga yang sedang dibahas oleh Jason dan Andrean bukanlah serangga yang Narda maksud.


__ADS_2