AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
ANDREAN HILANG!


__ADS_3

"Jangan memikirkan hal yang tidak tidak, fokus saja pada kesehatan mu" Sahut Evan yang membawa Narda ke dalam pelukanya.


"Selamanya aku akan selalu menjaga mu, menjadi bayangan mu dan melindungi mu sekalipun kelak aku sudah tiada aku akan meminta pada tuhan untuk membiarkan arwah ku berada disisi mu menjaga mu dari semua bahaya dengan cinta dan kasih sayang ku" Ucap Evan dalam hati sembari memeluk Narda erat.


Jason sudah mendapatkan jawaban tentang siapa yang mendorong Narda sore tadi hingga membuat anak bungsu keluarga De Wilson itu terluka. Jason menyerahkan masalah ini pada Karina, karena Jason tidak mau menghabisi seorang wanita


Jason masih punya misi yang jauh lebih penting yaitu menyelidiki keberadaan musuhnya yang hilang. Selama dia belum melihat sendiri jasad dari bajingan itu maka hidup Jason tak akan tenang.


Musuh yang sedang dilacak keberadaannya oleh Jason saat ini adalah musuh yang memiliki kaitan dengan Narda. Alasan Jason mencarinya adalah untuk memastikan jika orang itu tidak akan membahayakan hidup Narda lagi.


Evan memindahkan Narda yang sudah tertidur dipangkuannya ke tempat tidur. Setelah itu Evan meninggalkan Narda sendiri dikamarnya untuk menelpon Arthur.


"Halo kak" Evan.


"Ada apa Evan? apa terjadi sesuatu dengan Narda?" Ucap Arthur dari seberang telpon sana.


"Tidak kak aku hanya ingin memberitau mu sesuatu" Evan.


"Kak Andrean sedang dalam perjalanan menuju mansion, tapi dia akan langsung ke lab untuk menemui mu" Evan.


"Ada apa? jangan jangan kalian menyembunyikan sesuatu dari ku" Arthur mulai curiga.


"Tidak kak kami tidak akan berani melakukan itu, dia bilang dia punya hal pribadi yang ingin dibahas dengan mu sebenarnya dia sudah mencoba menghubungi mu tapi ternyata ponsel mu tertinggal dimansion" Evan.


"Jadi itu alasannya kau menyuruh paman Eric mengirim ponsel ku ke lab tiba tiba?" Sahut Arthur penasaran.


"iya kak... baiklah hanya itu saja yang mau ku sampaikan, aku harus menjaga Narda" Evan menutup telponnya.


Evan kembali duduk disamping Narda dan menyelimuti Narda dengan selimut tebalnya. Narda bermimpi buruk hingga dia terbangun dan langsung menangis kencang, Evan yang sedang membaca laporan di laptopnya terkejut dan langsung menghampiri Narda.


"Sayang ada apa? kau kenapa?" Evan langsung membawa Narda ke pelukannya dan berusaha menenangkan sang adik.


"Kakak huwa... hiks hiks kakak!" Narda terus menangis dan terisak.

__ADS_1


Evan menggendong Narda dan membawanya duduk disofa yang ada dibalkon. Perlahan tangisan Narda berhenti dan memeluk Evan yang duduk disampingnya, Evan membalas pelukan Narda dan mereka mereka melihat pemandangan malam yang indah.


"adek kenapa sayang? adek kenapa menangis?" Tanya Evan penasaran.


"Kak aku bermimpi buruk..." Ucap Narda sedih.


"Mimpi apa sayang sampai kau ketakutan seperti itu sayang?" Tanya Evan khawatir.


"Aku melihat kalian semua pergi... kalian semua meninggalkan aku ditengah hutan sendirian" Sahut Narda yang semakin erat memeluk Evan.


"Sayang kami tidak akan pernah meninggalkan mu, karena kau adalah segalanya bagi kami" Sahut Evan menenangkan Narda.


"Kakak aku mau papa..." Cicit Narda lirih.


Evan tersenyum dan menggendong Narda menuju ke kamar Jason yang berada satu lorong dengan kamar Narda. Evan mengetuk pintu kamar Jason saat Jason membuka pintu dia bingung melihat Evan yang menggendong Narda.


"Papa!" Narda langsung beralih ke gendongan Jason dan memeluk leher Jason erat.


"Ada apa sayang?" Tanya Jason bingung.


Jason mengerti dan langsung membawa Narda masuk ke dalam kamar sedangkan Evan kembali ke kamarnya sendiri. Jason menidurkan Narda disamping Karina dan mengusap lembut wajah sang anak.


"Tidurlah sayang ini sudah malam nak" Ucap Karina lembut.


Narda mengangguk dan mulai memejamkan matamya sembari menggenggam erat tangan Karina dan Jason. Mereka hanya tersenyum dan ikut tidur sembari memeluk Narda yang tidur ditengah tengah antara Jason dan Karina.


Saat pagi tiba Karina perlahan melepaskan tangan Narda darinya. Karina kemudian mencuci wajah dan sikat gigi lalu pergi ke dapur, dia membuat sarapan untuk semua orang dibantu para maid.


Narda terbangun dan hanya melihat Jason disampingnya. Narda memikringkan badannya untuk menatap wajah Jason lebih dekat.


"Papa sudah tua... papa punya kerutan" Ucap Narda lirih.


Jason yang sebenarnya sudah bangun sejak tadi hanya diam dan pura pura tidur. Dia penasaran apa yang akan dilakukan Narda saat bangun lebih dulu dari pada dirinya.

__ADS_1


Narda beranjak dari tempat tidur dan menuju meja rias Karina. Narda mengambil alat make up Karina dan memakaikannya pada Jason, mulai dari bedak hingga lipstik tidak lupa dengan sikap jahilnya Narda menggambar bentuk love menggunakan lipstik di kedua pipi dan dahi Jason.


Jason hanya membiarkan putra kecilnya itu mencoret coret wajahnya. Jason terlalu malas untuk menegur Narda karen dia tau setiap pagi Narda sangat mudah menangis apa lagi saat baru bangun tidur.


Karina tidak tau kekacauan apa yang sedang dibuat oleh putra bungsunya itu karena Karina sedang sibuk didapur. Viola datang untuk membantu Karina menyiapkan sarapan, tidak lupa mereka juga mengobrol santai sembari memasak.


Saat mansion begitu tenang berbeda dengan keadaan dilab. Arthur cemas bukan main karena Andrean belum juga sampai dilab bahkan saat Arthur menghubungi penjaga mereka yang berjaga digerbang bawah bukit mereka mengatakan jika Andrean belum datang.


Tentu saja hal itu membuat Arthur panik dan tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. Arthur melepaskan jaket lab berwarna putih yang ia gunakan dan langsung mengambil kunci mobil untuk menuju lokasi terakhir Andrean yang masih bisa dilacak olehnya.


Arthur pergi tanpa memberitau siapapun dia sudah terlalu panik dan tidak sempat melakukan itu. Lokasi terakhir keberadaan Andrean adalah digedung tua tempat dimana gudang rahasia musuh mereka berada.


Arthur sudah tidak bisa berpikir tenang dia bahkan membawa anak buahnya untuk ikut mencari sang adik. Satu satunya hal yang diinginkan Arthur saat ini adalah membawa Andrean pulang bersamanya bagaimana pun caranya.


Saat sampai disana Arthur langsung turun dari mobil dan mencari keberadaan Andrean. Dia melihat mobil sang adik terparkir dibelakang gudang itu, dia juga menemukan ponsel milik Andrean didalam mobil, dan ada bercak darah disana.


"Bajingan tengik! kalau sampai adikku terluka kalian semua akan mati ditangan ku!" Ucap Arthur dalam hati.


Arthur memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mengabari Jason, dan Hendery. setelah itu dia lanjut mencari keberadaan Andrean, Arthur melihat ada jejak darah dan dia mengikuti jejak itu.


"Andrean kau akan baik baik saja aku yakin kau akan baik baik saja!" Arthur berusaha menenangkan hatinya sendiri.


Rega masuk tiba tiba ke dalam kamar Jason dan melihat kekacauan yang terjadi karena ulah Narda.


"Tuan! Tuan muda Andrean menghilang!" Rega.


Mendengar itu Jason langsung bangun bukan hanya Jason tapi Narda juga sangat terkejut. Jason pergi ke kamar mandi dan membersihkan wajahnya setelah itu menghampiri Rega.


"Bagaimana bisa hilang?!" Jason panik.


"Tuan muda hilang didekat gudang serangga beracun, tuan muda Arthur sedang mencarinya disana tapi dia membutuhkan bantuan kita" Rega.


"Kakak bagaimana?!" Jason.

__ADS_1


"Tuan Hendery dan anak buahnya sudah berangkat menuju lokasi pencarian" Rega.


"Siapkan anak buah kita dan juga mobil kita berangkat sekarang, perketat keamanan mansion! Jika Andrean sampai terluka aku akan menghabisi mereka!" Ucap Jason marah dan berlalu pergi begitu saja.


__ADS_2