
"adek tidur sekarang ya, biar cepat sembuh" Karina menemani Narda dikamarnya.
Narda mengangguk pelan dan mulai terlelap Karina mengusap lembut tangan Narda agar anak itu semakin nyenyak. Malam berlalu begitu cepat saat pagi tiba Narda sudah membaik dan ikut sarapan diruang makan bersama anggota keluarga lainya.
"Adek sudah bangun? sini sayang duduk kita sarapan sama sama" Ucap Karina menghampiri Narda dan membawa Narda duduk disampingnya.
"Adek ini mami masak makanan kesukaan adek loh, adek harus makan yang banyak ya" Viola mengisi piring Narda hingga penuh.
"Mami ini banyak sekali adek nanti tidak habis" cicit Narda saat melihat isi piringnya yang benar benar menggunung.
"Nanti kalau tidak habis jangan dipaksakan biar nanti mami yang bereskan, ayo sekarang adek makan dulu ya" Sahut Viola yang ingin beranjak kembali ke kursinya tapi tiba tiba tangan Viola ditahan oleh Narda.
"Mami... suapin adek selama ini adek belum pernah disuapin sama mami" Ucap Narda membuat Viola sedikit terkejut.
Selama ini Viola belum pernah menyuapi Narda karena biasanya Narda hanya mau disuapi oleh Karina atau yang lainnya saja. Ini benar benar pertama kalinya bagi Viola mendengar Narda memintanya menyuapi. Viola menatap Karina meminta izin untuk menyuapi Narda.
"Benar kak selama ini kau belum pernah menyuapinya, adek pasti juga pengen disuapin sama maminya" Sahut Karina memberikan persetujuannya.
Andrean beranjak dari duduknya dan membiarkan Viola duduk disamping Narda sedangkan Andrean sendiri pindah duduk ditempat Viola sebelumnya. Viola duduk lalu mulai menyuapi Narda dengan tangannya.
Narda tersenyum dan makan dengan lahap dari suapan Viola. Semua orang yang melihat pemandangan itu hanya bisa tersenyum, Viola sangat senang karena bisa sedekat ini dengan Narda.
Awalnya dulu Viola mengira jika Narda tidak akan menyukai dirinya. Karena Viola selalu sibuk dengan berbagi hal yang berbau pekerjaan dan uang, Viola jarang meluangkan waktu untuk Narda tapi akhir akhir ini pekerjaan Viola sudah tidak sebanyak sebelumnya karena ada Karina yang membantunya jadi dia bisa meluangkan waktunya untuk Narda.
Setelah sarapan Narda menonton tv sebentar lalu pergi ke halaman belakang untuk melihat ikan ikan peliharaannya. Beberapa bulan lalu Eric juga memberi Narda hadiah sepasang kura kura kecil, Narda sangat senang dan memelihara dua kura kura itu kolam belakang mansion.
__ADS_1
Senyuman Narda pagi ini membuat semua orang merasa hangat. Canda tawa dan senda gurau menghiasi mansion De Wilson dipagi yang cerah ini.
Sekarang Narda sudah berada dihalaman belakang Narda sedang memberi makan ikan koi dan kura kura peliharaannya dikolam. Pagi ini terasa sedikit berbeda karena tidak ada satupun yang meninggalkan mansion, semua orang sibuk menyiapkan banyak hal untuk Narda yang akan kembali ke Indonesia.
Karina juga sibuk menyiapkan pakaian dan beberapa mainan kesukaan Narda yang akan dibawa. Karina sengaja menyiapkan sendiri baju baju dan mainan Narda karena jika dia menyuruh maid melakukannya dia khawatir ada mainan Narda yang tertinggal dan malah membuat mood Narda jelek.
Bahkan Viola sudah bangun sejak jam dua dini hari untuk membuatkan kue kesukaan Narda, untungnya ada Evan yang sigap membantu Viola didapur jika tidak kue itu tidak akan selesai dalam waktu singkat. Narda melihat ikan ikan itu makan dengan lahap membuat senyuman kecil terlukis diwajah manisnya.
Narda sangat menyayangi hewan peliharaannya bagi Narda mereka juga anggota keluarga yang harus selalu dia rawat dan dia jaga.
Tiba tiba Jason datang dan memeluk Narda dari belakang. Narda sedikit terkejut dan hampir berteriak tapi saat dia menyadari itu Jason Narda pun tertawa kecil, Jason memang suka menjahili Narda karena Narda begitu menggemaskan dimatanya.
"Papa ganti parfum lagi?" Narda.
"Iya papa bosan saja dengan aromanya jadi papa ganti parfum lagi" Jason.
"Pa nanti saat di Indonesia ayo beli beberapa barang dari desa untuk kita bawa pulang, untuk oleh oleh" Narda bersemangat.
"Boleh nanti kita beli apa saja yang adek mau tapi dengan syarat adek harus tetap sehat, ceria, dan yang paling penting harus pulang dengan mama dan papa" Jason mengeratkan pelukannya pada Narda.
Narda tersenyum lalu menyandarkan kepalamya didada bidang Jason. Tangan Jason masih melingkar dibadan mungil Narda, membuat tubuh Narda terasa hangat meski udara saat ini cukup dingin.
"Apa didesa masih sama seperti dulu ya pa? apa rumah kita disana baik baik saja?" Narda.
"Papa sudah menyiapkan rumah baru untuk kita karena rumah lama kita sudah dibakar oleh penduduk desa" Sahut Jason berterus terang.
__ADS_1
Narda terkejut dengan perkataan Jason karena selama ini dia tidak tau sama sekali tentang masalah ini. Narda membalikan badannya yang masih ada dipelukan Jason dan bertatap muka dengan Jason.
"Kapan? kenapa?! kenapa papa tidak beritau adek masalah ini?" Narda, Jason menghela nafas dan mengusap wajah Narda lembut.
"kejadiannya sehari setelah kita meninggalkan desa, maaf karena kami merahasiakan ini...
papa dan yang lainnya khawatir kalau adek tau nanti kondisi adek drop lagi" Jason melihat kesedihan diwajah Narda dan itu membuatnya khawatir.
"Adek jangan sedih ya papa sudah siapkan semuanya untuk kita nanti disana, papa sudah membeli rumah baru dengan penjagaan yang ketat juga" Jason.
"Tapi rumah itu adalah rumah yang penuh kenangan, rumah pertama tempat kita berkumpul...
Adek selalu ingat waktu adek kecil papa sering begadang dan jagain adek diruang tamu... adek ingat waktu pertama kali bertemu mama dan kakak juga disana...
Sekarang kenangan itu bahkan sudah tidak ada lagi. Pa kenapa mereka melakukan itu? adek tidak pernah jahat sama mereka pa tapi kenapa mereka jahat sama adek?" Narda sangat sedih jika mengingat rumah yang sangat ia rindukan kini hanya tinggal kenangan.
Jason memeluk Narda dan menenangkannya tapi nasi sudah jadi bubur hati Narda sangat sakit. Untuk pertama kalinya Narda benar benar terluka mengingat rumah yang sangat ia rindukan harus hancur tanpa alasan.
Narda melepaskan pelukan Jason dan berlalu pergi. Jason memanggil Narda beberapa kali tapi anak itu tetap saja berjalan menuju kamarnya dengan berlinang air mata.
"Tuan memberitaunya tentang masalah rumah itu?" Tanya Rega ragu ragu.
"iya... dia terlihat sangat sedih kurasa ini akan jadi masalah yang panjang" Sahut Jason dengan lesu.
"Tuan haruskah saya pergi ke Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini?" Rega.
__ADS_1
"Tidak usah biarkan saja begini... begini juga baik setidaknya Narda akan tau jika keputusan untuk kembali ke indonesia adalah keputusan yang berbahaya" Sahut Jason yang langsung mendapatkan anggukan setuju dari Raga.