
Rain membalas pelukan Narda dengan satu tangannya dan tangan lainnya menerima senjata yang diberikan oleh Jason. Rain menyimpan senjata itu dibalik rompi bajunya.
"adek ini ada kue kesukaan adek, enak sekali" Rain melepaskan pelukan Narda dan menyuapi Narda sepotong kue coklat.
Jason berdiri dibelakang Rain dan beradu pandangan dengan Rega. Saat itu juga Rega memberikan isyarat siaga, Karina dan yang lainnya menyadari isyarat itu.
Rain menggenggam erat tangan Narda berjaga jaga untuk apapun yang akan terjadi. Andrean menghampiri mereka dan langsung menggendong Narda.
"Adek pegangan sama kakak ya" Andrean.
semua keluarga De Wilson keluar dari gedung itu secara perlahan tanpa disadari oleh siapa pun mereka pergi dari gedung itu menggunakan mobil yang terpisah.
Andrean, Rain, dan Narda menggunakan mobil yang dijaga ketat oleh Leo dan anak buahnya. Karina, Hans dan Evan pergi menggunakan mobil yang dijaga ketat oleh Eric, Jason pergi menggunakan mobil yang dijaga ketat oleh Rega dan anak buahnya.
Luis mengawasi perjalanan keluarga De Wilson menuju ke tempat yang aman bersama anak buahnya dari jauh. Luis mengirim beberapa pengawal dan penembak jitu untuk menjaga masing masing mobil yang membawa keluarga De Wilson.
"Kakak kita mau kemana? mana mama dan papa?" Narda bertanya bingung.
"adek sayang mama dan papa sedang dalam perjalanan tapi menggunakan mobil lain, kita akan pergi sembunyi" Andrean.
"Sembunyi dari apa kakak?" Narda menatap Andrean penuh tanda tanya.
"Kakak apa kita akan diserang lagi? apa akan ada yang meninggal lagi?" Narda menunduk sedih dan meremas tangannya sendiri.
Rasa takut dihati Narda mulai datang lagi membuatnya gemetar dan menangis tanpa suara. Raina yang menyadari itu memeluk Narda dan menepuk nepuk punggung Narda pelan.
"tidak akan ada yang hilang lagi dari mu, semuanya akan baik baik saja" Raina.
Disisi lain gedung hotel tempat pernikahan Andrean dan Raina di adakan mendapatkan serangan mendadak dari orang orang bertopeng. Orang orang itu melakukan pembunuhan masal dengan menembak, dan memenggal kepala para tamu yang hadir disana.
Tujuan sebenarnya orang orang itu adalah membunuh keluarga De Wilson. Namun pergerakan mereka disadari oleh Narda sehingga akhirnya mereka mengalami kegagalan, banyak teriakan dan rintihan menggema didalam gedung itu.
Bahkan kejadian mengerikan itu terekam oleh kamera para wartawan yang masih melakukan live saat itu. Banyak korban berjatuhan termasuk para anak buah keluarga De Wilson, polisi juga bergegas datang untuk menyelamatkan para tamu yang datang.
__ADS_1
Mobil yang dinaiki Jason dan yang lainnya memasuki gerbang mansion rahasia mereka bergantian. Jason keluar dari mobil dan menunggu anggota keluarganya yang lain.
"Ma... Hans" Evan menatap Karina dengan tatapan khawatir ternyata sejak tadi mereka tidak menyadari jika Hans terluka.
di pinggang Hans terdapat luka tembak yang mengeluarkan banyak darah. Karina langsung memeluk Hans dan ternyata sang anak sudah tidak sadarkan diri.
"Hans! Hans tidak kau tidak boleh menutup mata mu! Hans bangun sayang!" Karina sangat khawatir.
Saat mereka sampai dimansion Evan langsung keluar dari mobil dan menghampiri Jason dengan mata berkaca kaca.
"Evan ada apa nak? mana mama dan Hans?" Jason.
"Pa... maaf" Evan.
"Ada apa? apa yang terjadi?!" Andrean langsung menghampiri Evan dan memegang pundak sang adik.
"TIDAK!" teriakan Karina mengejutkan semua orang, mereka langsung menghampiri Karina saat itu juga dengan berlari.
Jason terdiam saat melihat Karina yang sudah histeris dengan memeluk tubuh Hans. Jason perlahan mengangkat Hans ke dalam gendongannya dan terduduk ditanah.
"Mereka membunuh anakku Jason! MEREKA MEMBUNUH ANAKKU JASON!" Teriak Karina yang masih ada didalam mobil.
Jason menangis tanpa suara sembari memeluk tubuh Hans yang sudah tak bernyawa. Jason sangat marah begitu juga Narda dan yang lainnya.
"Cari mereka... CARI MEREKA DIMANAPUN MEREKA BERADA AKU AKAN MENGHABISI MEREKA!" Jason memberikan perintah pada Rega.
"Mereka membunuh kakakku... aku tidak akan memaafkan mereka, tidak akan pernah" Narda berucap lirih namun tegas.
"Anakku sayang... kau bahkan belum memanggil ku dengan sebutan papa, mereka tidak berhak hidup... aku akan membunuh mereka semua" Jason.
Narda beranjak dan melepaskan tangan Rain, dengan tertatih Narda berjalan mendekati Jason yang sedang memeluk jasad Hans.
"Balas mereka papa... aku ingin membalas mereka" Narda.
__ADS_1
pemakaman Hans dilakukan hari itu juga dengan penuh derai air mata. Narda sangat marah dia mengambil senjata milik Hans dan berdiri dihadapan Jason.
"Papa aku ingin balas dendam" Narda.
"Kita akan balas dendam... kita akan hancurkan mareka semua!" Jason.
Rega sudah menemukan siapa dalang dibalik penyerangan yang menyebabkan kematian Hans. Mereka adalah keluarga Ortega musuh bebuyutan keluarga De Wilson, mereka memiliki dendam pada keluarga De Wilson karena dulu perusahaan mereka bangkrut setelah terjadinya scandal keracunan masal.
Dan saat itu keluarga De Wilson yang paling disanjung karena mereka memberikan banyak santunan pada para korban keracunan masal. Keluarga Ortega tidak tau saat ini mereka sedang membangunkan singa tidur.
"Siapkan pasukan kita hancurkan mereka hingga ke akarnya!" Jason.
"Aku ikut!" Narda.
"Adek tidak boleh ikut ini berbahaya, kau tetap dimansion bersama Evan, mama, dan Raina... kami akan segera kembali" Andrean.
"Aku tidak mau menunggu! dan aku tidak mau kehilangan lagi!... aku ingin membunuh orang itu dengan tangan ku sendiri!" Narda sangat marah dia sudah kehilangan banyak hal didalam hidupnya.
Narda tidak bisa memaafkan siapapun lagi dirinya sudah gelap mata. Jason dan Andrean bahkan tidak bisa lagi menahan Narda, karena saat ini Narda memiliki dukungan dari Luis yang merupakan pemimpin pasukan keluarga Die Errama.
Sesuai surat wasiat dari Viola dan Arthur maka Narda adalah pewaris tunggal harta kekayaan, kedudukan, dan semua pasukan keluarga Die Errama yang berjumlah jutaan dan terpisah dibeberapa tempat.
Narda memanggil Luis untuk datang dan tidak butuh waktu lama untuk Luis memasuki Mansion baru keluarga De Wilson dan berdiri dibelakang Narda.
"Saya akan melindungi tuan muda Narda dan menjamin keselamatannya, penyerangan tetap akan dipimpim tuan Jason tapi pasukan Die Errama akan membantu karena tuan muda kami turut serta dalam penyerangan ini" Luis.
"Luis tugas utama mu adalah menjaga Narda penyerangan ini akan jadi sangat berbahaya" Jason.
"Jason kau yakin akan membawa Narda dalam penyerangan ini?" Karina terlihat sangat khawatir.
"Dia putra kita Karina... dia juga berhak belajar tentang betapa mengerikannya dunia yang kita jalani, Semuanya bersiap sekarang!" Jason memberikan perintah dan beranjak.
Narda berjalan menuju mobil dengan Luis dan Leo yang berjalan dibelakangnya. Luis dan Leo adalah dua orang yang menjadi pelindung Narda sekaligus pemimpin pasukan keluarga Die Errama.
__ADS_1
Anak muda yang kini mereka jaga adalah penerus keluarga Die Errama. Satu satunya pewaris yang menjadi tanggung jawab mereka berdua, tanpa ragu mereka pun siap jika harus berkorban nyawa untuk Narda.