AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
ARUNA TERLUKA


__ADS_3

"Anak ku adalah orang yang kau habisi di LA tahun lalu, dia bernama Yaji dan kau pasti tidak asing dengan nama anakku" Ucap pria itu membuat Ethan tersenyum.


"Jadi kau ayah dari Yaji si bodoh itu! Aku membunuh anak mu karena dia berusaha menculik keponakan ku William De Wilson...


Sekarang kau malah menculik anakku, apa kau tidak takut aku memenggal kepala mu seperti aku memenggal kepala anak mu?!" Ethan.


"TUTUP MULUT MU! Aku akan membunuh bayi mu dan rasakan bagaimana sakitnya kehilangan anak yang kau cintai!" Ucap pria itu sembari menodongkan pisau pada Aruna.


Ethan dengan cepat menembak tangan pria itu. Pria tua itu langsung berteriak kesakitan dan refleks melempar Aruna, Leo yang ada disana langsung menangkap Aruna yang dilemparkan sembarang arah oleh pria itu.


"Aku mendapatkannya! tuan muda Aruna aku mendapatkan mu!" Leo.


Ethan yang melihat itu langsung menembak pria itu berulang kali hingga pria itu tewas seketika. Anak buah pria itu semuanya sudah dihabisi oleh anak buah Leo.


Aruna menangis sangat keras karena terkejut dengan suara tembakan yang saling bersahut sahutan. Ethan langsung menghampiri Leo dan mengambil Aruna dari gendongan Leo.


"Aruna... sayang papa disini nak, jangan menangis sayang" Ethan memeluk Aruna dengan sangat hati hati.


Ethan terkejut karena di gedongan Aruna ada noda darah. Ethan langsung memeriksa tubuh mungil sang anak dan ternyata ada luka didada Aruna, saat Ethan menembak pria yang menyandra Aruna ternyata pria itu refleks melukai Aruna.


Ethan bergegas membawa Aruna ke rumah sakit. Bayi kecil itu menangis tanpa henti wajahnya pucat dan kebiru biruan, Ethan sangat khawatir pada bayinya.


Saat sampai dirumah sakit Aruna dilarikan ke ruang IGD. Ethan sangat marah pada dirinya sendiri yang gagal melindungi anaknya sendiri, satu jam menunggu dan dokter datang menghampiri Ethan.


"Tuan Ethan..." Dokter.


"Dokter bagaimana keadaan anakku?" Ethan.


"Keadaannya baik baik saja luka pada dadanya tidak terlalu parah jadi anda tidak perlu khawatir, tapi kami sarankan untuk rawat inap hingga luka tuan muda Aruna benar benar sembuh" Dokter.


"Lakukan apa saja untuk anakku dokter, dia harus baik baik saja" Ethan.

__ADS_1


Dokter mengangguk mengerti, Aruna dipindahkan ke ruang perawatan VVIP yang ada dirumah sakit itu. Ethan tidak bisa melepaskan tatapan matanya dari sang anak, bayi kecil itu kini bernafas dengan dibantu selang oksigen dan ada alat medis yang terpasang ditubuh kecilnya.


"Aruna... ini salah papa nak, maafkan papa karena gagal menjaga mu" Ethan menggenggam tangan kecil Aruna dengan hati hati karena takut melukai sang anak.


Aruna tertidur dengan sangat pulas namun itu tidak berlangsung lama karena tiba tiba Aruna menangis sangat kencang. Ethan memanggil dokter untuk memeriksa sang anak karena khawatir hal buruk akan terjadi.


"Tuan Ethan Aruna baik baik saja dia hanya lapar" Ucap dokter sembari tersenyum.


Ethan mengangguk dan memberikan susu untuk Aruna. Ethan tersenyum karena Aruna menatap Ethan dengan mata indahnya, Ethan mengusap lembut pipi mungil Aruna.


"Sayang papa tidak akan lengah lagi nak, terimakasih sudah bertahan anak hebat" Ethan tersenyum.


"Tuan haruskah kita mengabari tuan Jason?" Luis.


"Tidak usah paman... masalah ini rahasiakan saja dari mereka, lagi pula sekarang Aruna sudah aman ini adalah tanggung jawab ku sebagai seorang ayah." Ethan.


Ethan menatap nanar pada sang anak yang tertidur pulas setelah minum susu.


Ethan meminum teh itu dan memeriksa beberapa berkas yang diberikan oleh Leo. Ethan memutuskan untuk menjaga Aruna semalaman tanpa tidur sama sekali.


Aruna tiba tiba menangis lagi membuat Ethan bingung harus bagaimana. Ethan ingin menggendong Aruna tapi ada selang oksigen yang terpasang pada sang anak.


Lagi lagi Ethan memanggil dokter tapi kali ini dokter mengizinkan Ethan untuk menggendong Aruna. Dokter melepaskan selang oksigen dari Aruna tapi untuk selang infus tetap dibiarkan terpasang


Saat digendong oleh Ethan seketika Aruna diam dan tersenyum pada Ethan. Wajah polos bayi itu membuat hati Ethan terasa hangat, Ethan menciumi bayi manis itu.


"Papa minta maaf nak, maaf sudah lengah dan membiarkan mu terluka" Ethan.


Aruna tiba tiba kentut dan membuat Ethan tertawa terbahak bahak. Bayi kecil itu ikut tersenyum melihat sang papa yang tertawa, dokter yang juga ada disana hanya tersenyum.


Dokter itu lalu meninggalkan Ethan dan Aruna diruangan itu. Diluar ruangan Aruna dijaga sangat ketat oleh anak buah Leo sedangkan Leo dan Luis sendiri berjaga didalam ruangan.

__ADS_1


Aruna kembali tidur setelah Ethan mengelap badan Aruna dengan air hangat dan mengganti popok juga bajunya. Aruna minum susu lalu kembali tidur, Ethan bernafas lega karena sang anak kini baik baik saja.


Tiga hari berlalu dan Aruna sudah boleh pulang dari rumah sakit. Ethan memutuskan untuk meninggalkan Villa itu dan membeli Apartemen untuknya dan Aruna tinggal sementara waktu sebelum mereka pulang ke Amerika.


"Sayang ini rumah kita sekarang, ini hanya rumah sementara kita nak Aruna sayang apa kau suka?" Ethan mencium pipi Aruna lembut.


Bayi itu hanya menatap Ethan dan tersenyum manis membuat Ethan gemas dibuatnya.


"Tuan Ethan... tuan Jason ada disini" Ucap Luis membuat Ethan terkejut.


"Bagaimana bisa? apa kalian memberitau papa?" tanya Ethan bingung.


"Bagaimana papa bisa ada disini itu tidak penting Ethan! Yang paling penting bagaimana bisa kau menyembunyikan masalah ini dari papa?!


Aruna diculik dan dilukai tapi kau tidak memberikan aku kabar apapun! apa kau sudah tidak menganggap ku sebagai papa mu Ethan Die Errama?!" Jason marah.


Ethan menunduk dia tidak bisa berkata apa apa karena Jason juga tidak salah. Jason mengambil Aruna dari gendongan Ethan dan memeriksa keadaan sang cucu, Jason melihat luka di dada Aruna yang sudah diperban.


"Maaf pa aku hanya tidak ingin kalian khawatir" Ethan.


"Kenapa bisa sampai begini?! kenapa bisa sampai dia terluka?!" Jason.


"aku yang salah pa... aku terlalu gegabah gara gara aku dia terluka" Ethan.


Jason memegang pundak Ethan dan mengembalikan Aruna pada Ethan.


"Kau sudah dewasa Ethan... kau adalah seorang ayah, kau tidak bisa gegabah karena nyawa anak mu yang jadi taruhannya" Jason.


Jason dan Ethan duduk bersama disofa dengan Aruna masih tidur dalam gendongan Ethan.


"pulanglah ke mansion bersama ku, Aruna akan lebih aman disana" Jason.

__ADS_1


Ethan menatap Aruna yang masih tertidur nyenyak. Ethan pun menyetujui ajakan Jason dan mereka meninggalkan villa saat itu juga, Ethan tidak memikirkan apapun yang terpenting baginya saat ini adalah keselamatan Aruna.


__ADS_2