
Begitu sampai dimansion Narda langsung dibawa ke kamarnya oleh Jason. Jason menggendong Narda dan perlahan menidurkannya dikasur.
"Papa..." Narda.
"hm?" Jason.
"Adek pengen ketemu ibu" Entah kenapa Narda tiba tiba teringat kepada ibu kandungnya dan ingin menemuinya, Jason terdiam dan kemudian mengusap lembut tangan Narda.
"Adek harus sembuh dulu setelah itu baru kita bahas lagi ya" Jason.
"Pa adek ingin tau apa ibu masih benci sama adek atau tidak" Narda.
"Bagaimana jika ternyata ibu mu sudah tidak membenci mu? apa adek akan kembali padanya dan meninggalkan keluarga kita?" Tanya Jason berterus terang.
"Tidak... adek akan tetap kembali kesini karena ini keluarga adek, tapi adek akan menemui ibu untuk yang terakhir kalinya kalau papa izinin" Sahut Narda dengan suara lirih.
"Kita bahas itu nanti sekarang adek istirahat dulu" Jason menemani Narda hingga anak itu tertidur pulas.
Jason kemudian menemui Karina yang sedang berada didapur membuatkan bubur untuk Narda. Jason menyampaikan apa yang Narda inginkan tentang ibu kandungnya.
Karina tidak menyetujui hal itu ada rasa cemburu dihati Karina ketika melihat anak yang sangat ia cintai masih mengingat ibu kandungnya. Karina pergi dari dapur dengan marah dan mengurung dirinya didalam kamar.
Hal ini membuat Jason merasa serba salah disatu sisi ia ingin menuruti keinginan Narda karena sang anak sedang sakit tapi disisi lain dirinya bisa mengerti perasaan Karina. Sebagai seorang ibu sebenarnya Karina takut jika akan berpisah dengan Narda.
Karina takut Narda lebih menyayangi Amalia yang merupakan ibu kandungnya dan tidak mau tinggal bersamanya lagi. Karina melamun didalam kamar dia benar benar tidak ingin Narda bertemu dengan Amalia.
Jason menyampaikan masalah ini pada semua anggota keluarga. Mereka pun bingung harus bersikap bagaimana karena saat ini mereka seakan terhimpit diantara dua pilihan.
Narda tidak sengaja mendengar pembicaraan itu saat ingin pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Narda melewati ruang keluarga dan mendengar pembicaraan Jason dan yang lainnya.
__ADS_1
Narda pun memutuskan untuk tidak jadi ke dapur dan menyusul Karina ke kamarnya. Narda mengetuk pintu kamar Karina beberapa kali namun Karina hanya mengabaikannya.
"Mama... ini adek ma" Ucap Narda dari luar pintu kamar Karina.
Mendengar itu Karina beranjak dari duduknya dan membuka pintu. Benar saja dia melihat Narda yang masih pucat berdiri didepan kamarnya sembari berpegangan pada dinding karena masih lemas.
Karina bergegas membawa Narda masuk ke kamarnya dan menyuruh Narda berbaring ditempat tidur. Karina membelai kepala sang anak dengan lembut.
"Mama..." Narda.
"Iya sayang?" Karina.
Narda memegang tangan Karina dan tersenyum lembut. Melihat senyuman Narda hati Karina terasa hangat namun lagi lagi kekhawatiran itu datang, khawatir jika nantinya Narda akan meninggalkan dirinya dan kembali pada ibu kandungnya.
"Adek kenapa disini? adek kan masih sakit..." Karina.
"tadinya adek mau ke dapur ma tapi gak jadi" Sahut Narda jujur.
"Tidak apa apa ma adek cuman haus pengen minum air hangat" Sahut Narda.
Karina segera memerintahkan maid untuk mengambilkan air putih dan bubur hangat untuk Narda. Setelah maid datang Karina menyuapi Narda dengan telaten dan penuh kasih sayang namun entah kenapa tiba tiba air matanya jatuh begitu saja.
Narda menghapus air mata Karina dengan lembut. Tangan dingin itu mengusap pipi Karina dengan penuh cinta.
"Mama... jangan menangis adek tau mama sangat sayang sama adek, maaf kalau permintaan adek membuat mama sedih
tapi adek janji apapun yang nanti akan terjadi adek akan tetap pulang ke mama. Ini rumah adek, ini keluarga adek... mama jangan khawatir" Narda.
Karina meletakan mangkuk yang ia pegang ke atas nakas dan membawa Narda ke dalam pelukannya. Ingin sekali rasanya Karina berkata tidak dan menolak mentah mentah permintaan putra bungsunya ini tapi Karina tak tega.
__ADS_1
"Mama cuman takut adek akan lebih memilih perempuan itu dibanding mama, mama takut adek gak akan pernah pulang lagi ke mama..." Karina tak bisa menahan gejolak hatinya untuk menangis.
"Adek akan tetap pulang ke mama karena cuman mama tempat ternyaman untuk adek, tapi ma adek harus bertemu sama ibu... setidaknya untuk terakhir kalinya" Narda.
Karina melepaskan pelukannya dari Narda dan menangkup wajah Narda lembut. Karina menatap sepasang mata indah yang selama ini telah mengobati berjuta luka dihatinya.
"Mama akan izinkan adek pergi menemui wanita itu tapi dengan satu syarat, adek harus janji sama mama kalau ini akan jadi pertemuan terakhir kalian...
Kalau sampai adek ingkar janji maka adek gak akan pernah ketemu sama mama lagi. Mama lebih rela mati bunuh diri dari pada harus kehilangan anak lagi" Ucap Karina sembari menatap mata Narda.
Mendengar itu seketika Narda tak percaya begitu besar cinta yang diberikan oleh Karina untuk dirinya. Narda hanya bisa mengangguk pelan tanpa bisa menjawab apapun lagi.
Setelah makan dan minum obat Karina membawa Narda ke ruang keluarga. Karina menyampaikan persetujuannya namun dengan syarat tambahan jika dirinya harus ikut kembali ke Indonesia.
Syarat itupun disetujui maka kali ini yang akan ke Indonesia adalah Narda, Karina, dan Jason. Sementara yang lainnya akan tetap diAmerika untuk menangani pekerjaan dan urusan urusan lainnya.
"adek kakak tidak menyalahkan untuk permintaan adek menemui ibu kandung mu, tapi ingat dia bukan orang baik yang akan menyambut mu dengan pelukan atau kasih sayang.
Adek harus berhati hati dan dengarkan semua kata mama juga papa. Jangan nakal dan jangan pergi kemana pun tanpa izin mereka" Evan menasehati Narda mengingat bagaimana dulu Amalia sangat membenci Narda.
"Jika di Indonesia ada masalah segera beri kami kabar, aku akan jadi yang pertama menyusul kalian kesana..." Viola.
Narda mendekati Viola dan memeluknya dari belakang. Sebenarnya bukan hanya Karina yang tidak rela Narda bertemu lagi dengan ibu kandungnya tapi Viola juga tak rela, bedanya Viola masih bisa menahan diri untuk tidak memperlihatkan perasaannya.
"Mami jangan khawatir adek pasti akan pulang dan makan kue buatan mami lagi, didunia ini tidak ada kue jahe yang lebih enak dari kue jahe buatan mami" Ucap Narda membuat Viola tersenyum dan menghapus air matanya sendiri.
"Ternyata begini rasanya akan ditinggal oleh anak sendiri, ternyata sangat sakit" ucap Viola didalam hati.
Viola melepaskan pelukan Narda dan berbalik lalu mencium kening Narda dan memeluknya erat.
__ADS_1
"Ingat! kau itu anak kami hanya anak kami! jika nanti ada yang menyakiti mu bilang ke mami akan mami beri mereka pelajaran!" Viola. Narda hanya tersenyum dan membalas pelukan Viola.