
"Jangan takut Alika paman ada disini... mulai sekarang kau aman" Luis.
"Jangan ikut campur dengan urusan keluarga ini Luis! kau itu bukan siapa siapanya Alika!" Windy.
"Alika kau maukan ikut dengan paman? kita akan hidup dengan baik dan paman akan menjaga mu" Luis.
"kesini!" Windy menarik tangan Alika kasar dan mencengkram tangan Alika.
"Paman hiks hiks paman aku mau ikut dengan mu, bawa aku paman aku tidak mau menikah dengan pria tua itu hiks" Alika menangis sejadi jadinya.
Luis melepaskan tangan Windy dari Alika dan membawa Alika pergi dari sana tanpa mengatakan apapun. Anak buah Luis menghalangi Windy yang ingin mengambil Alika dari Luis.
Luis membawa Alika masuk ke dalam mobil, gadis cantik itu masih terus menangis didalam pelukan Luis.
"Sudah cukup ibu mu saja yang hancur karena perjodohan, aku tidak ingin keponakan ku bernasip sama dengan adikku" Ucap Luis dalam hati sembari memeluk Alika.
Ethan yang sedang menimang Aruna mendapatkam kabar jika Luis akan segera kembali ke mansion bersama keponakannya. Ethan tersenyum dan menyuruh Hanna menyiapkan kamar dan semua kebutuhan untuk keponakan Luis.
"Luis sejak dulu tidak disukai oleh ibu kandungnya, adik perempuan Luis juga korban perjodohan dini karena orang tua Luis...
Tindakan Luis kali ini cukup masuk akal dia ingin menyelamatkan keponakannya dari perjodohan" Karina.
"Jika gadis itu sesuai kriteria kita aku tidak keberatan jika dia jadi istri Ethan" Jason.
"papa..." Ethan menatap Jason dingin.
Jason dan Karina hanya tertawa kecil melihat reaksi putra bungsu mereka itu. Luis dan Alika sampai dimansion Die Errama, Ethan memyambut mereka dengan senyuman.
Luis berlutut dihadapan Ethan di ikuti oleh Alika. Ethan menatap wajah Alika gadis itu sangat cantik dengan rambut hitam panjang sepinggang, tubuh ramping, mata biru, kulit putih, dan bibir mungil meski dia ternyata tak terlalu tinggi.
"Paman berdirilah... kenapa kau berlutut begini?" Ethan membantu Luis untuk berdiri.
"Maaf tuan aku sudah berbohong" Luis.
"Sudahlah paman sejak aku kecil kau memang sudah sering membohongi ku, tapi aku tidak marah karena aku tau kau melakukan itu pasti karen ada alasannya" Ethan.
"Terimakasih tuan..." Luis.
"Tuan perkenalkan ini keponakan ku dia bernama Alika, usianya dua puluh tiga tahun" Luis.
"Satu tahun lebih tua dari pada Ethan... dia sungguh cantik Luis" Karina.
__ADS_1
"Nyonya besar anda terlalu memuji, saya tidak secantik itu nyonya..." Alika menunduk hormat dan tersipu malu.
"Alika... nama yang indah seindah orangnya, Ekhm" Jason.
"Sudah sudah Hanna bawa Alika ke kamarnya untuk istirahat, paman Luis kau juga istirahatlah perjalanan kalian sangat jauh pasti kalian lelah" Ethan.
Ethan kemudian berlalu pergi dengan membawa Aruna didalam gendongannya. Alika mandi dan berganti baju kemudian duduk didepan meja rias yang ada dikamar barunya.
Karina mengetuk pintu kamar Alika dengan cepat Alika membuka pintu kamar itu dan menunduk hormat pada Karina. Karina menatap Alika dari ujung rambut hingga ujung kaki dan tersenyum.
"Boleh aku masuk ke kamar mu?" Karina.
"Ah silahkan nyonya... silahkan" Alika mempersilahkan Karina untuk masuk.
Karina duduk ditepi tempat tidur Alika dan dengan sopan Alika duduk dikarpet. Karina terkejut dan menyuruh Alika untuk duduk disampingnya.
"Duduklah disamping ku Alika" Ucap Karina lembut.
"Ta-tapi nyonya besar" Alika tergagap karena gerogi.
"Kemarilah duduk disamping ku" Karina memegang tangan Alika membawa gadis polos itu untuk duduk disampingnya.
Karina mengusap surai rambut Alika sebuah kenangan hadir dalam benak Karina. Kenangan dimana dulu dia pernah bermimpi memiliki anak perempuan namun tuhan tak memberikannya kesempatan itu.
Dengan ragu Alika menerima kotak itu dan Membukanya. Alika begitu terkejut karena isi kotak itu adalah sebuah gaun putih yang sangat indah, putih dengan lengan panjang dan terusan setinggi lutut lengkap dengan pita rambut berwarna biru.
"Pakailah... aku ingin melihat mu memakainya baju ini aku buat sendiri, aku membuatnya dengan penuh kasih sayang" Karina.
Alika mengangguk dan membawa baju itu ke ruang ganti. Saat Alika menggunakam baju itu sungguh dia terlihat begitu cantik, Karina yang melihat gaun buatannya dikenakan oleh Alika tersenyum penuh haru.
"Sungguh cantik kau terlihat seperti bidadari nak" Karina.
Alika semakin menunduk karena tersipu malu, wajahnya kini merah padam membuatnya semakin cantik. Karina mendudukan Alika dikursi meja riasnya dan menata rambut panjang Alika.
Tidak lupa Karina juga memakaikan riasan tipis pada wajah cantik Alika. Karina juga melepaskan kalung yang sedang ia kenakan dan memakaikan kalung itu pada Alika.
"Nyonya kalung ini sangat berharga saya tidak bisa menerimanya..." Alika.
"Pakai saja nak mulai sekarang kalung ini adalah milik mu" Sahut Karina sembari mengusap kepala Alika lembut.
Karina membawa Alika bersamanya untuk berkumpul dengan anggota keluarganya yang lain diruang tengah. Saat Alika dan Karina menuruni tangga semua mata tertuju pada mereka, kecantikan Alika membuat semua orang terpesona terlebih saat dia tersenyum membuat lesung pipit dikedua pipinya semakin terlihat jelas dan menambah kesan manis pada Alika.
__ADS_1
"Tuhan dia cantik sekali" Leo menatap Alika tak percaya.
Ethan beranjak dari duduknya dan menatap Alika dengan kagum. Ditatap oleh banyak orang membuat Alika semakin malu dan bersembunyi dibelakang Karina.
"Kenapa sembunyi kau takut pada kami?" Jason.
"Maaf tuan besar... sa-saya malu" Sahut Alika jujur.
Ethan terkekeh dia gemas dengan kepolosan Alika. Dengan lembut Karina memegang tangan Alika dan membawa Alika untuk berdiri disampingnya.
"Harus ku akui Luis keponakan mu ini sangat cantik" Jason.
"Anda terlalu memuji tuan besar" Sahut Luis yang sebenarnya senang saat Alika dipuji.
Aruna yang sedang duduk disofa hampir saja terjatuh karena anak itu sangat aktif. Tapi Alika dengan cepat menangkap tubuh mungil Aruna dan memeluknya membuat Alika dan Aruna kini jatuh tersungkur dilantai.
Bukannya menangis Aruna malah tertawa terbahak bahak. Alika juga ikut tertawa dan memeluk Arina jadilah mereka berdua bercanda sembari berbaring dilantai.
Ethan, Jason, dan Karina saling beradu pandangan. Ethan ikut tertawa melihat sang anak yang begitu senang bertemu dengan Alika.
"Bangunlah dilantai ini kotor dan dingin kalian bisa sakit" Ethan membantu Alika berdiri dan menggendong Aruna.
"Apa sakit?" Ethan bertanya lembut pada Alika.
Alika tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan kemudian kembali bersembunyi dibelakang Karina.
"Tuan muda... sangat menggemaskan" Lirih Alika berucap tapi masih bisa didengar oleh mereka.
"Dia anak tunggal tuan Ethan, selanjutnya dia juga adalah tuan mu" Luis.
"Ethan ajak Alika jalan jalan berkeliling mansion" Karina.
"Baik ma... kau mau berkeliling dibagian dalam mansion atau dibagian luar mansion lebih dulu?" Ethan.
"eum... bagian luar lebih dulu" Sahut Alika malu malu.
Ethan tersenyum dan meraih tangan Alika membawanya berkeliling dari halaman depan mansion menuju ke halaman belakang mansion. Alika sangat senang karena melihat ada begitu banyak bunga disana, ada juga pancuran dan patung yang indah membuat Alika semakin terkesima.
"Tuan boleh saya menggendong tuan muda?" Ucap Alika menawarkan diri.
Ethan hanya mengangguk dan memberikan Aruna ke gendongan Alika. Alika mengajak Aruna bermain diayunan besi yang ada ditaman depan mansion Die Errama.
__ADS_1
Ethan duduk disisi lain ayunan itu yang berhadapan dengan Alika dan Aruna.
"Kau suka anak kecil?" Ucap Ethan membuka pembicaraan.