AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
KEMBALI HANGAT


__ADS_3

Evan tersenyum hambar dan membawa Narda untuk berdiri dihadapan Hendery. Narda masih takut pada Hendery tidak berani menatap mata Hendery, Evan memaksa Narda untuk menatap mata Hendery tapi Narda terus menolak dan menangis.


"NARDA!" Evan membentak Narda, Hendery dengan sigap memeluk Narda dan menampar wajah Evan karena kesal.


"Jaga sikap mu Evan! dia adik mu!" Marah Hendery.


"Sayang lihat Papi kau tidak apa apakan? Adek baik baik saja kan?" Hendery.


"Lihat dia Narda... dia memang pernah membuat kesalahan dengan mengungkit masa lalu mu tapi hari ini demi melindungi mu dia menampar ku...


Itu membuktikan jika dia sangat menyayangi kita tanpa membedakan kita satu sama lain" Evan.


Perlahan Narda melepaskan pelukan Hendery dan menatap mata Hendery. Narda memegang wajah Hendery dengan tangan mungilmya.


"Papi..." Narda berucap lirih membuat semua orang tercengang tak percaya.


Evan tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuat sang adik berbicara dan membuka hatinya. Hendery menangkup wajah Narda lembut dan tersenyum dengan mata berkaca kaca.


"Nak? kau bicara? kau berbicara sayang?" Ucap Hendery dengan tatapan tak percaya.


"Papi..." Narda menangis dan langsung memeluk Hendery.


Air mata Hendery jatuh begitu saja ada rasa tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini. Hendery tersenyum dan membalas pelukan Narda semua orang yang melihat itu ikut menangis dengan perasaan bahagia dan haru.


"Sayang maafkan papi nak maaf sayang" Hendery.


"Narda... sini" Evan membawa Narda untuk berdiri dihadapan Viola yang langsung disambit senyuman hangat dari Viola.


"Dia memang bukan mama yang selalu memasak makanan untuk mu, dia bukan mama yang selalu memeluk mu setiap malam, dia bukan mama yang memegang tangan mu saat kau sakit atau sedih, dia juga bukan mama yang menjadi rumah pertama mu...

__ADS_1


Tapi dia adalah mami kita yang selalu menjadi perisai pelindung kita, dia adalah mami yang selalu mengajari kita untuk kuat menghadapi dunia, dia mengajari kita bahwa dunia tak selalu seperti yang kita mau" Evan.


Viola tersenyum dan mengusap wajah Evan penuh kasih. Evan memegang tangan Viola dan tersenyum.


"Mami akan menjadi sisi lain dari mama kalian... Saat mama kalian mengajari kalian dengan kasih sayang dan kelembutan maka mami akan mengajari kalian dengan ketegasan, karena kelak kami tidak akan ada lagi disamping kalian...


bahkan mami tidak tau sampai kapan mami akan bisa menjaga kalian nak. Mami tidak ingin kalian lemah dan kalah dengan kerasnya dunia, karena kalian adalah permata hati ku" Viola.


Narda memeluk Viola dan tersenyum Viola membalas pelukan Narda dengan kasih sayang. Viola tidak membiarkan Narda menangis dia menangkup wajah Narda dan memghapus air mata sang anak.


"Sayang... mami sangat sayang adek" Viola.


Evan membawa Narda berdiri dihadapan Arthur tapi kali ini Evan menarik tangan Arthur dan membuka jas yang dipakai oleh Arthur. Narda sangat terkejut dan menutup mulutnya dengan tangan.


Narda sangat terkejut karena lengan Arthur yang diperban. Narda memegang tangan Arthur dan menatap Arthur penuh tanda tanya.


"Kenapa?" Ucap Narda lirih.


"Tidak apa apa hanya luka kecil... semuanya akan baik baik saja, jangan khawatir sayang" Arthur.


"Kak Arthur terluka saat menjalankan tugas untuk melindungi mu. Narda dia adalah kakak tertua kita, dia orang yang selalu menjadi tempat ku dan tempat kita bersandar...


Dia memang terlihat pendiam dan kadang dia akan tiba tiba menghilang tapi itu semua dia lakukan untuk kita. Karena kasih sayangnya pada kita dia rela terluka dan bertaruh nyawa" Evan.


"Ayo" Evan membawa Narda untuk berdiri dihadapan Andrean.


"Untuk pria arogan satu ini harus ada satu hal yang aku katakan pada mu Narda, dia adalah pria paling jahat yang penah aku kenal... dia kasar tapi kadang juga membuat ku merasa hangat saat berada didalam pelukannya...


Dia adalah kakak kita tapi kadang aku merasa jika dia mirip dengan papa dan juga papi. Dia pemarah tapi dia penyayang, dia menyebalkan tapi dia sangat melindungi orang yang dia sayangi..." Evan, Narda tersenyum dan menatap satu persatu anggota keluarganya.

__ADS_1


"Terimakasih kak... maaf karena aku terjebak didalam masa lalu ku, tapi aku tidak tau kenapa aku takut..." Narda.


"Tidak apa apa sayang kita akan memulai semuanya dari awal, kita adalah keluarga kita harus terus bersama sama melalui semua ini..." Evan.


Narda mengangguk dan menghapus air matanya sendiri. Evan tersenyum dan memeluk Narda, Hendery mendekati Evan dan mengusap wajah Evan yang tadi ia tampar.


Evan hanya tersenyum dan mengangguk tidak ada sedikit pun perasaan marah didalam hati Evan. Dia justru senang karena dengan begitu dia bisa membuktikan pada Narda jika Hendery menyayangi mereka semua sebagai anak anaknya.


Hendery memeluk Evan dan meminta maaf karena telah berlaku kasar. Keluarga itu kini kembali menjadi hangat setelah beberapa waktu membeku karena dinginnya masa lalu.


Setelah makan siang bersama mereka berkumpul diruang keluarga dengan Narda yang sibuk bermain dikarpet bulu bersama Evan sedangkan yang lainnya duduk disofa. Mereka sedang membas tentang pekerjaan dan berita berita yang sedang panas didunia bisnis.


"Ada berita tentang keluarga ortega yang katanya akan kembali ke dunia bisnis" Hendery.


"Sudah sangat lama mereka tenggelam bak ditelan bumi sekarang malah akan segera kembali ke permukaan, sungguh menarik" Andrean.


"Kita tetap harus hati hati keluarga Ortega pasti akan membuat gebrakam baru di industri bisnis, kita harus siaga untuk mengantisipasi semua kemungkinan" Jason.


"Untuk kasus keracunan masal yang dulu terjadi keluarga Ortega terbukti bersalah, ku dengar kepala keluarga mereka juga bunuh diri karena mereka bangkrut dan terlilit hutang" Arthur.


"Benar benar suatu kejutan karena sekarang mereka akan kembali ke permukaan, mari kita sambut teman lama dengan senyuman" Viola.


"Semoga saja mereka tidak melakukan kesalahan yang sama seperti sebelumnya, karena dulu mereka benar benar sudah merugikan banyak orang...


terutama anak anak yang tidak bersalah harus meninggal karena keracunan saat itu, kasihan sekali..." Karina.


Narda beranjak dan duduk dipangkuan Jason dengan senang hati Jason memeluk sang anak. Jason sudah tau jika Narda tiba tiba duduk dipangkuannya berarti Narda sedang mengantuk, tidak butuh waktu lama untuk Narda tertidur didalam pelukan Jason.


Jason tersenyum dan melanjutkan obrolan mereka sembari memangku Narda yang masih tertidur lelap. Karina memegang tangan Narda dan sesekali mengusap tangan sang anak.

__ADS_1


"Bagaimana menurut kalian tentang Narda yang akan masuk Sma?" Jason.


"Aku tidak setuju Jason bukan karena aku tidak mau Narda berteman, tapi kita semua tau Narda kita istimewa... tidak akan mudah untuknya berada diantara banyak orang yang belum ia kenal" Hendery.


__ADS_2