AKU ANAK HARAM!

AKU ANAK HARAM!
KUE DARI BIBI


__ADS_3

Saat sampai di China Ethan disambut oleh anak buahnya. Dia dijemput dengan pengawalan ketat, tentu saja itu semua untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan.


Banyak musuh mengincar Ethan karena pengaruhnya didunia bawah yang sangat besar. Tempat Ethan beristirahat adalah disalah satu Villa miliknya yang ada didekat pantai.


Akhir akhir ini Ethan terlalu lelah dengan keramaian kota hingga akhirnya dia memilih untuk beristirahat di Villa yang tenang. Luis menuangkan teh untuk Ethan, sedangkan Leo sibuk memeriksa semua berkas untuk rapat Ethan besok.


"Paman Leo istirahatlah dulu..." Ethan.


"Tuan semua berkas ini harus diselesaikan tepat waktu agar anda tidak terlambat besok" Leo.


"Leo jangan terlalu serius nanti kau semakin keriput hahaha" Luis.


"Luis kau beruntung ada tuan disini kalau tidak sudah ku sumpal mulut mu dengan semua berkas ini!" Sahut Leo kesal karena digoda oleh Luis.


Ethan tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ethan sudah terbiasa dengan tingkah konyol dan pertengkaran kecil antara Luis dan Leo bahkan bagi Ethan aneh rasanya jika mereka berdua tenang dan tidak bertengkar sama sekali.


"Paman aku mau jalan jalan dipantai sebentar, kalian tidak perlu ikut aku hanya sebentar" Ethan berucap kemudian meminum teh hangatnya.


"Baiklah tuan akan saya siapkan penjagaan untuk mu" Luis.


"Tidak usah paman... aku akan pergi sendiri, lagi pula pantainya sangat dekat dan aku hanya sebentar" Ethan.


"Baiklah tuan..." Luis.


Ethan tersenyum dan berlalu pergi tapi Luis tidak akan lengah. Diam diam Luis mengikuti Ethan untuk menjaganya dari jauh, Ethan menyadari hal itu tapi dia hanya tersenyum dan pura pura tidak tau saja.


Ethan berjalan jalan ditepi pantai menikmati indahnya pemandangan laut. Suasana pantai cukup ramai ada banyak pengunjung dan pedagang disekitar sana, Ethan acuh dia hanya ingin menikmati suasana indah ini sebentar.


Ethan membeli sebotol air putih dan meminumnya sembari duduk diatas pasir pantai tanpa beralaskan apapun.


"Cuacanya sangat cerah, benarkan mami?..." Ucap Ethan sembari menggenggam lionting kalungnya.


"Mami aku merindukan mu" Gumam Ethan pelan.


Ethan tersenyum untuk dirinya sendiri dan kemudian beranjak. Ethan terus berjalan menyusuri tepi pantai hingga ia sampai disebuah tempat yang terbilang sepi, ada seorang wanita hamil besar sedang duduk disalah satu batang pohon tumbang ditepi pantai dengan membawa keranjang berisi kue ditangannya.


Wanita itu tampaknya kesulitan untuk berdiri dengan cepat Etham menghampiri wanita itu dan membantunya.


"Mari ku bantu" Ucap Ethan lembut sembari memapah wanita itu.


"Ah terimakasih... aku ingin kesana disini dingin" Sahut wanita itu yang dijawab senyuman dan anggukan kecil Ethan.

__ADS_1


Ethan membantu wanita itu untuk duduk disebuah kursi pantai yang sedikit jauh dari pesisir pantai.


"Terimakasih... kau sudah membantu ku" ucap wanita itu pada Ethan.


"Sama sama..." Ethan.


"Duduklah aku punya kue apa kau mau?" Ucap wanita itu menawarkan, dengan sopan Ethan mengangguk dan menerima kue pemberian wanita itu.


"Eum! ini sangat enak" Ucap Ethan memuji, sungguh kue itu sangat enak.


"Benarkah? kau suka?" Ucap wanita itu dengan wajah gembira.


"Iya nyonya ini sangat enak" Ethan


"ini aku punya banyak kau bisa membawanya..." Ucap wanita itu sembari memasukan kue kue itu ke dalam kotak kertas.


"nyonya apa anda berjualan kue?" Ethan.


"Iya... aku berjualan kue dipantai ini tapi hari ini aku sedang tidak berjualan, aku membagikan kue ku secara gratis hari ini" Ucap wanita itu dengan senyuman.


"Benarkah? kenapa?" Tanya Ethan penasaran.


Ethan duduk dikursi lain yang bersebelahan dengan wanita itu.


sebagai rasa syukur ku pada tuhan aku membagikan kue ini secara gratis. Aku hanya meminta doa pada semua orang agar anak ku lahir dengan sehat dan selamat...


oh iya perkenalkan nama ku Fangya kau bisa memanggil ku bibi Fang" Ucap Fangya sembari memberikan kotak berisi beberapa potong kue pada Ethan.


"bibi kau sangat baik... nama ku Ethan terimakasih untuk kuenya bi" Ethan.


"Ah sama sama lain kali kalau kau mau kue datang saja kesini aku selalu berjualan disini setiap hari" Fangya.


"Tentu bi..." Ethan.


"bibi kau terlihat sangat bahagia dengan kehadiran calon bayi mu" Ethan.


"Tentu saja! aku dan suami ku sudah menunggu bayi ini selama lima belas tahun, setiap hari aku berdoa pada tuhan untuk memberikan ku anak


Dan akhirnya sekarang doa itu terkabulkan. Anak ini adalah anugrah yang sangat aku syukuri, tuhan begitu baik sangat baik" Fangya.


"Tuhan baik?..." Ethan tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Jika memang tuhan baik kenapa hidup ku seperti ini? jika tuhan memang baik kenapa dia merebut kebahagiaan ku? jika memang tuhan baik kenapa?... kenapa aku tidak diinginkan oleh ibu kandung ku" Ucap Ethan dalam hati.


"Ethan? Ethan?" Fanya memegang pundak Ethan membuat Ethan tersadar dari lamunannya.


"Ah iya bi kenapa?" Tanya Ethan sedikit ling lung.


"kau baik baik saja?" Fanya.


"Iya bi aku baik baik saja, kira kira kapan bibi akan melahirkan? aku akan menjenguk bibi nanti" Ethan.


"kata dokter minggu depan...semoga saja secepatnya aku sudah tidak sabar ingin melihat bayi ini" Fangya.


"Bibi ini kartu nama ku jangan lupa hubungi aku ya, aku pasti akan datang menjenguk bibi nanti" Ethan.


"Tentu saja aku akan menelpon mu nanti..." Fangya.


"Bibi ini sudah mau sore aku antarkan bibi pulang ya?" Ethan.


"Tidak usah aku bisa naik taksi saja, tidak usah repot repot" Fangya.


"Tidak merepotkan bi ayo aku antar" Ethan membantu Fangya berdiri dan menuju ke mobil.


Ethan menyetir sendiri mobilnya untuk mengantarkan Fangya pulang. Saat sampai dirumah Fangya hati Ethan sangat tersentuh, Fangya dan suaminya Dongha tinggal disebuah rumah kayu yang sangat sederhana.


Suami Fangya hanya seorang petani biasa dan Fangya sendiri hanya penjual kue keliling tapi rumah tangga mereka terlihat begitu bahagia. Ethan disambut hangat oleh Dongha, mereka minum teh bersama, bertukar cerita dan makan bersama.


Ethan juga membantu Dongha untuk memetik buah buahan dikebun belakang rumah Dongha. Sebelumnya Dongha kaget karena seorang pemuda kota setampan Ethan ternyata cukup cekatan dengan hal perkebunan.


"Paman buah semangka mu sangat subur, buahnya besar dan kulitnya juga hijau segar" Ethan.


"Wah anak muda kau sangat berpengalaman rupanya dengan perkebunan" Dongha.


"Mami ku juga suka berkebun dia menanam bunga, buah, sayur, dan bahkan tanaman obat setiap hari aku disuruh membantu merawat semua itu... dan-


Dan aku juga sangat menyukainya... andai mami masih ada dia pasti sangat senang jika ku ajak berkunjung kesini" Ethan menunduk sedih.


Dongha mendekati Ethan dan menepuk nepuk punggung Ethan untuk Menenangkannya.


"Sabar anak muda... melihat mu tumbuh dengan sangat baik dan begini tampan mami mu pasti sangat bangga diatas sana" Dongha mencoba menghibur Ethan.


"Aku harap begitu... paman ini kita mau panen apa lagi?" Ethan.

__ADS_1


"Semangka sudah, apel sudah, jeruk juga sudah kalau begitu ayo pulang kita makan buah dulu nanti akan ku bungkuskan beberapa buah


Ada kesemek kering juga dirumah nanti kau bawa beberapa untuk dimakan dirumah ya. Anak muda harus banyak makan biar sehat" Dongha.


__ADS_2