
"Tuan kau pasti sangat lelah... aku tidak bisa mengurangi rasa sakit dimasa lalu mu tuan, tapi aku ingin menjadi teman mu Menjadi tempat mu bicara dan bercerita, menjaga mu dan Aruna" Alika.
"Maaf aku pasti terlihat lemah dimata mu saat ini" Ethan.
"Tidak apa apa tuan... wajar jika kau lelah, meski kau sudah dewasa kau tetap manusia yang memiliki rasa lelah" Alika.
Mendengar itu Ethan menangis dengan bersandar pada bahu Alika. Ethan menunumpahkan rasa lelah, sedih, dan marahnya disatu waktu yang bersamaan.
"Aku lelah... aku sangat lelah, aku kehilangan banyak hal aku gagal sebagai adik, aku gagal sebagai anak, aku gagal sebagai teman, dan aku... aku juga ayah yang bodoh" Ethan.
"Kegagalan? tidak tuan kau tidak gagal... kau adalah adik yang sangat dicintai, anak yang disayangi, dan teman yang dipercayai... kau juga adalah ayah yang hebat" Alika.
Alika menegakan kepala Ethan dan menghapus air mata Ethan dengan lembut.
"tuan kita hanya manusia biasa, kita tidak bisa melawan ataupun menolak takdir... yang kau alami memang sulit dan pasti sangat menyakitkan
tapi ini bukan salah mu, ini juga bukan salah siapapun. Apa yang terjadi ikhlaskan agar hati mu tidak terus terusan terluka" Alika.
"Bagaimana caranya?... aku selalu merasa jika semua yang terjadi adalah salah ku, ini semua terjadi karena aku anak pembawa sial..." Ethan.
"Tidak tuan... kau tidak boleh berkata seperti itu, kau bukan anak pembawa sial didunia ini tidak ada yang namanya anak pembawa sial
Kenapa kau menyalahkan diri mu sendiri? semua yang terjadi bukanlah salah mu, jika tidak bisa dilupakan maka ikhlaskan...
Lepaskan beban dihati mu dan jadilah diri mu sendiri yang apa adanya, tutup telinga mu jangan dengarkan kata kata buruk mereka" Alika.
"Lihatlah sekarang kau memiliki hidup mu sendiri, dan kau dianugrahi anak yang sangat tampan..." Alika.
Aruna hanya diam sambil memainkan rambut panjang Alika. Aruna pun beralih menatap Ethan dan tertawa, tawa riang Aruna membuat Ethan tersenyum lebar.
"Pa pa ma ma" Aruna tertawa lucu membuat Ethan tersenyum.
"Alika apa kau mau menemani ku merawat Aruna, dan hidup bersama ku?" Ethan.
Alika tersenyum dan menghapus air mata Ethan.
"Eum... aku mau" sahut Alika lembut.
Ethan tersenyum dan memeluk Alika dan Aruna bersamaan. Untuk pertama kalinya Ethan jatuh cinta dan dia jatuh cinta ada wanita yang tepat.
__ADS_1
Ethan merangkul Alika yang masih memangku Aruna dan menikmati indahnya pemandangan danau. Mereka menantikan matahari terbenam bersama, Ethan memakaikan sebuah cincin pada Alika dan mencium bibir Alika mesra.
"Aku ingin pernikahan kita berlangsung sederhana dan hanya dihadiri keluarga, aku tidak terlalu menyukai keramaian" Alika.
"Haruskah aku menutupi pernikahan kita dari publik dan dunia?" Ethan.
"Tidak juga... aku tau kau seorang yang penting dimata dunia, jika kau merahasiakan pernikahan kita maka publik akan mulai menyebarkan rumor buruk tentang mu
Biarkan dunia tau aku istri mu tapi jangan biarkan mereka hadir dipernikahan kita. Aku ingin pernikahan kita berlangsung dengan tenang" Alika.
"Baiklah jika itu yang kau mau, maka akan aku lakukan" Ethan.
"Kiss papa... kiss mama" Aruna memegang kedua pipi sendiri anak itu sungguh menggemaskan, Ethan dan Alika mencium pipi manis Aruna bersamaan.
Saat matahari terbenam Alika dan Ethan sangat menikmati pemandangan itu. Mereka pun kembali ke mansion dan menemui Karina juga Jason yang sedang bersantai diruang tamu.
"Mama..." Ethan.
"Oh kalian sudah kembali?" Karina langsung beranjak dari duduknya dan mengambil Aruna dari gendongan Alika.
"Ma, Pa aku dan Alika kami memutuskan untuk menikah" Ethan.
Karina dan Jason saling bertatapan dan tersenyum.
"Papa juga setuju nak... jika pernikahan ini bisa membuat mu bahagia, maka papa juga akan bahagia" Jason.
Pagi hari ini ada yang berbeda dimansion Die Errama. Seluruh mansion dihias dengan bunga mawar biru, tirai putih panjang yang menjuntai indah, serta ada banyak bunga mawar putih dilantai, Alika yang baru saja keluar dari kamarnya menuruni tangga sembari menggendong Aruna.
Alika terpana dengan semua keindahan itu bahkan dia melangkah dengan sangat pelan dan hati hati agar tidak merusak bunga bunga yang terlah tersusun rapi dan indah dilantai.
Ethan menghampiri Alika dan mengulurkan tangannya. Alika memegang tangan Ethan dan menuruni tangga, Ethan memeluk Alika lembut.
"Papa! no no no" Aruna menatap Ethan dengan raut wajah menggemaskannya.
"Una peyuk" Aruna mengulurkan kedua tangannya minta untuk dipeluk juga.
"Hahaha iya iya papa lupa sini papa peluk" Ethan menggendong Aruna dan memeluknya penuh kasih.
"Tuan semua ini..." Alika menatap Ethan penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Semua ini kami siapkan untuk acara pertunangan kalian, mama bahkan sudah menyiapkan gaun untuk mu" Karina mengusap surai rambut Alika lembut.
"Terimakasih nyonya..." Alika membungkuk hormat.
"Eh? nyonya?! kau tidak boleh lagi memanggil ku nyonya, mulai sekarang aku adalah mama mu dan kami adalah keluarga mu sayang
Dengar nak kau itu adalah menantu keluarga kami, pernikahan kalian akan diadakan dua hari lagi... semuanya akan mama siapkan nak jangan khawatir hm" Karina.
"iya... mama" Alika menunduk malu.
"Alika aku punya hadiah untuk mu" Ethan memberikan sebuah kotak perhiasan pada Alika.
"Ini?... untuk ku?" Alika.
"perhiasan ini adalah hadiah yang ditinggalkan mami, sebelum dia meninggal dia menyuruh ku menyimpan perhiasan ini untuk calon istri ku
Sekarang perhiasan ini adalah milik mu aku yakin kau akan terlihat sangat cantik saat memakainya" Ethan.
"Aku akan memakainya dihari pernikahan kita..." Alika.
"Oh iya besok ayo kita pergi membeli baju pernikahan untuk mu" Karina.
"Mama... bolehkah aku meminta sesuatu?" Alika.
"Tentu saja..." Karina.
"Aku ingin memakai baju pernikahan milik mami" Alika.
Semua orang terdiam termasuk Ethan, tapi kemudiam Ethan tersenyum dan memeluk Alika.
"Baiklah kau akan memakai baju pernikahan mami..." Ethan.
Acara pertunangan Alika dan Ethan berjalan sangat tertutup dan hanya dihadiri orang orang terdekat saja. Andrean tersenyum saat melihat Ethan yang duduk disamping Alika dan memangku Aruna.
Andrean memeluk Ethan dengan penuh kasih sayang. Evan yang juga ada disana menatap adik dan kakaknya dengan mata berkaca kaca.
"Adikku sudah dewasa... kau akan segera menikah hm?" Andrean.
"Kakak ini calon istri ku namanya Alika, dia keponakan paman Luis" Ethan.
__ADS_1
Alika beranjak dan membungkuk hormat pada mereka. Senyuman Alika menyita perhatian semua orang tidak dapat dipungkiri kecantikan Alika begitu terpancar sempurnya.
Gaun yang indah, perhiasan mewah, dan make up yang tidak terlalu mencolok membuat Kecantikan Alika semakin terpancar.