
ALvin dan alviandra adalah sodara
kembar yang memiliki sifat dan
karakter yang berbeda.
ALvin seorang anak yang baik,
ramah, dan mudah bergaul dengan
teman teman nya. sedang kan alviandra cenderung memiliki sifat temperamen
dan kepribadian yang tertutup.
walau pun mereka kembar, tapi
kepribadian mereka sangat lah berbeda.
hai guys,,, perkenal kan nama ku
putri erlita, tapi aku lebih akrab
di sapa Lita. umur ku 17 tahun,
dan aku seorang pelajar.
aku adalah seorang anak tunggal.
mama ku bernama Dita,
dan papa ku bernama Kevin.
yang tak lain adalah pemilik dari
perusahaan PT.wijaya sejahtera.
aku merasa jadi orang yang sangat
beruntung karna terlahir di keluarga ini. mereka begitu sangat menyayangi ku,
dan mereka juga selalu memberikan
apapun yang aku mau. jadi wajar ya,
kalau aku sedikit manja.
*di sekolah*
erlita berjalan menuju kelas nya.
"Lita" sapa karin, teman sekelas nya.
Lita menoleh dan menghampiri nya.
"nih, oleh oleh buat kamu"
kata erlita, seraya memberikan sebuah
liontin kepada sahabat nya itu.
" waaaahh,, kereen banget"
karin antusias.
" makasih ya" sambung Karin.
erlita hanya mengangguk dan tersenyum.
" weekhend kemarin, kamu pergi
kemana" tanya erlita.
" enggak kemana mana" jawab karin.
" weekhend minggu depan mau..."
ucapan erlita menggantung,
karna alvin datang dan memotong pembicaraan nya.
" lagi pada ngomongin apa nih"
tanya ALvin, lalu duduk bersebelahan
dengan erlita.
" ekh kamu vin, kita lagi ngobrol biasa
aja" sahut erlita.
" hmm, kalau ngobrol nya bertiga
kaya gini, kok aku merasa jadi kambing
conge ya" kata Karin, dia pun pergi ke
bangku nya.
alvin pun tersenyum pada erlita.
" nanti sore jalan yuk" ajak alvin.
" boleh" sahut erlita.
" ya udah, aku masuk kelas ku dulu ya"
alvin pun keluar dari kelas erlita.
alvin dan erlita sudah berpacaran sejak mereka masih kelas XI SMA,
alvin mengambil jurusan IPA,
sedangkan erlita mengambil
jurusan IPS.
lonceng istirahat berbunyi.
seluruh murid berhamburan ke kantin.
" mang, pesan somay nya dua,
teh manis nya juga dua ya" kata karin,
pada penjaga kantin.
" iya, sip neng" kata mang Uje penjaga kantin.
" alvin kemana ya" kata erlita,
seraya celingak celinguk mencari
keberadaan nya.
__ADS_1
" tadi sih aku lihat dia pergi ke perpus"
kata karin.
" ini neng somay special nya sudah jadi, silahkan di nikmati" kata mang Uje.
" hahaha" serentak erlita, dan Karin
pun tertawa.
" mang Uje bisa aja" kata karin.
" makasih ya mang " sambung erlita.
" eh Lita, kamu laper apa doyan?
cepet banget makan nya"
celotehan Karin.
" aku buru buru" kata erlita.
" buru buru, mau kemana sih"
tanya Karin.
" mau nyusul Alvin ke perpus"
jawab erlita, tersenyum genit ke
arah karin, lalu beranjak pergi.
" aku gak di ajak ni" kata Karin.
" gak" singkat erlita menjawab.
"yakin nih, aku gak di ajak?"
teriak Karin karna erlita sudah
semakin menjauh.
"enggaaak" teriak erlita,
tanpa menoleh ke arah Karin.
diperpus, Alvin nampak sibuk
memilih buku, sesekali dia membolak
balikan jilid, dari buku yang ingin
dia baca.
dari jauh, erlita memperhatikan nya.
dia pun menghampiri alvin.
"rajin banget sih kamu,
pasti beruntung banget ya,
cewek yang bisa jadi pacar kamu"
erlita nampak menggoda nya.
alvin menoleh ke arah erlita,
kemudian tersenyum.
tampan, setia, pinter, jadi wajar lah
kalau pacar ku klepek klepek sama aku"
alvin memuji diri nya sendiri,
seraya menggoda erlita.
" ih apaan sih" kata erlita,
seraya mencubit hidung alvin.
alvin tersenyum, melihat tingkah erlita.
" kamu ngapain kesini?" tanya alvin.
alvin tau, kalau erlita itu salah satu
orang yang paling jarang ke perpus.
maka nya dia bertanya.
" mau, ketemu kamu,
kenapa gak boleh ya?"
kata erlita sekenanya.
alvin hanya tersenyum.
"duduk yuk" ajak alvin.
alvin pun membaca buku yang ingin
dia pelajari. sedang kan erlita hanya mengamati dan sesekali dia mencuri
curi pandang, memandangi betapa
tampan nya laki laki yang berada di
hadapan nya itu.
tanpa terasa tiga puluh menit
telah berlalu, alvin pun mengajak erlita
untuk masuk ke kelas.
" masuk yuk, jam istirahat sudah
mau habis" kata alvin.
" masa sih? perasaan baru satu menit,
aku nemenin kamu di sini"
kata erlita dengan polos nya.
alvin tersenyum mendengar ucapan
erlita. karna gemas dengan tingkah erlita,
alvin mengacak lembut rambut erlita.
__ADS_1
" alviiin..." teriak nya, erlita nampak
cemberut.
alvin pun menggandeng tangan erlita,
menuju kelas nya.
" ya sudah, masuk sana" kata Alvin,
setelah sampai pintu kelas erlita.
"iya, kamu juga langsung masuk
kelas ya? awas, jangan godain
cewek cewek" kata erlita,
memperingat kan.
"iya, aku gak akan godain cewek
cewek kok, paling cuman satu
cewek aja" alvin menggoda nya.
"apa, a...." sebelum erlita selesai bicara,
alvin sudah keburu menutup mulut
erlita dengan telunjuk nya.
" aku hanya akan menggoda satu
cewek, yaitu kamu" alvin pun menatap
dalam kedua bola mata erlita.
erlita jadi salah tingkah, mendengar
ucapan alvin.
"woooiii, kalau mau bermesraan bukan
di sini tempat nya" teriak teman teman sekelas erlita menyoraki.
" alaahhh, bilang aja kalian sirik kan"
sahut erlita.
" eh bucin, mana ada kita sirik, ala ala
pacaran kalian itu lebay, tau gak"
celoteh jono, teman sekelas erlita,
yang tak lain adalah kawan baik nya alvin.
alvin pun tersenyum, mendengar
celotehan jono.
" kamu jomblo sih."
alvin pun balas meledek jono.
"hahaha"
jono pun ditertawakan se isi kelas.
" ya udah, aku ke kelas ya" alvin pamit,
untuk pergi ke kelas nya.
"aku heran deh, kok alvin bisa ke
semsem sama cewek model erlita?
cantik sih cantik! udah manja, galak,
bucin lagi " Ledek Jono.
seketika erlita menjitak kening jono.
" erlita, kamu galak banget sih,
aku kan hanya bercanda" lirih jono,
sambil mengusap kening nya yang sakit.
"hehe, bercanda ya? cinih aku liat,
pasti atit ya?" erlita pun mengusap
kening jono, namun kemudian
menoyor nya.
" yailah, dasar bucin" maki jono.
" biarin" erlita pun menjulurkan lidah nya, kemudian duduk di bangku nya.
" ya ampuun Lita, ngapain di tanggepin
sih? udah tau jono itu kalau ngomong,
suka asal jeplak aja" kata Karin, yang
geleng geleng kepala, melihat perilaku
erlita dan jono.
" wooiii, kurang keras! orang nya
dengar ni" teriak jono.
" ekh kaya ada yang ngomong,
tapi orang nya mana ya?
kok gak keliatan" celotehan Karin,
erlita pun tertawa.
kemudian, guru pun masuk.
hingga semua murid duduk,
di bangku masing masing.
" buka buku bab 102" kata pak didit.
" iya pak" sahut semua murid.
__ADS_1
penasaran sama kelanjutan cerita nya??🤗
jangan lupa vote, like dan coment nya ya🙏🙏