
di sebuah ruangan perpustakaan
erlita terlihat mondar mandir, karna
merasa orang yang ingin dia temui
tak kunjung menampakan diri nya,
erlita pun mencoba merabai beberapa
buku yang ada di hadapan nya.
mata nya pun terkunci pada sebuah
buku yang berjudul my love, dia pun
mengambil nya, lalu membaca nya.
"tentang percintaan?" batin erlita.
dia nampak terlihat serius membaca
isi bab itu satu persatu, hingga tidak
sadar kalau ada laki laki yang
menghampiri nya kemudian memeluk
nya dari belakang. karna posisi erlita
saat ini tengah berdiri tegak.
karna reflek, erlita pun hendak berteriak
namun dengan segera alvin menutup
mulut erlita dengan tangan nya.
setelah erlita sadar kalau orang yang memeluk nya itu alvin, alvin pun
membuka kembali mulut erlita.
"alvin, kamu ni ngagetin aja." decah
erlita, yang sedikit bernada kesal.
namun bukan nya menjawab, Alvin
malah kembali membalik kan posisi
erlita yang kala itu sudah menghadap
ke arah nya, agar kembali membelakangi
dirinya. dia pun kembali memeluk
erlita dari belakang, dan meletakan
dagu nya di leher erlita.
erlita sedikit heran dengan sikap
alvin yang terlihat lebih agresif.
padahal biasa nya erlita yang harus
memancing mancing nya terlebih
dahulu. tanpa berontak erlita
menikmati pelukan hangat dari alvin.
setelah beberapa menit erlita mencoba
untuk melepas pelukan alvin.
"kenapa?" bisik lembut alvin, yang
tak mau melepas pelukan nya.
"vin, kalau ketahuan penjaga perpus
kita bisa di hukum." sahut erlita, seraya
masih mencoba melepas pelukan alvin
yang masih memeluk erat diri nya.
"kamu tenang aja, gak ada siapa
siapa di sini!" ucap alvin, yang mulai
menciumi leher erlita.
"hah?" erlita mengernyit kan dahi nya.
"iya, tadi sebelum aku memasuki
ruangan ini, aku melihat penjaga nya
pergi ke luar." jelas alvin, yang mulai
nakal memain kan lidah nya menjilati
leher erlita.
"aakh, vin geli." desah erlita.
alvin pun memutar badan erlita,
agar menghadap ke arah nya.
alvin mengecup lembut bibir mungil
erlita, erlita memejam kan mata nya,
yang seakan tau apa yang ingin alvin
laku kan terhadap nya. kemudian alvin
pun menciumi nya. setelah kehabisan
__ADS_1
napas, erlita melepas ciuman nya.
"udah ya, gak enak takut ketahuan."
ucap lembut erlita, seraya mengusap
pipi alvin dengan lembut nya.
alvin meraih tangan erlita yang
mengusap lembut pipi nya, lalu
mencium lembut tangan erlita,
kemudian tersenyum tipis.
"kamu kok tau aku di sini?" tanya erlita.
"karin yang bilang." sahut alvin datar.
"hmmm." gumam erlita.
"duduk yuk?" ajak alvin.
mereka pun duduk, seketika alvin
menatap heran pada buku yang erlita
pegangi.
"itu buku apa?" tanya alvin.
"ah ini! emm ini buku tentang
percintaan." sahut erlita.
alvin terlihat geleng geleng kepala.
dia pun mengambil sebuah buku,
lalu menukar nya dengan buku yang
sedang erlita baca.
"alvin ...." rengek erlita.
"baca ini aja ya! biar kamu makin pintar."
alvin tersenyum, seraya memberikan
sebuah buku ilmu pengetahuan sosial,
kemudian mengusap lembut pucuk
kepala erlita. namun erlita terlihat
cemberut dengan ulah alvin.
"kenapa kok bibir nya manyun gitu?
aku cium nih." alvin menggoda erlita.
rengek erlita, seraya mencoba merebut
kembali buku my love dari alvin.
namun alvin terus saja menggoda nya.
alvin menyodor kan buku itu, namun
saat erlita ingin meraih nya, dia malah
mendekat kan pipi nya ke mulut erlita,
hingga bibir erlita pun tak sengaja
menempel di pipi nya. seketika wajah
erlita yang tadi nya terlihat kesal,
berbinar tersenyum menahan malu.
alvin tersenyum tipis, kemudian
memegang dagu erlita. namun saat
alvin ingin mencium nya, erlita
bangkit dari duduk nya.
"cium sini kalau bisa." kata erlita, seraya memain kan telunjuk tangan nya
menggoda alvin.
erlita pun keluar dari ruangan perpus
yang di ekori oleh alvin.
"ciyee ciyeee...." goda karin, yang melihat
alvin menggandeng tangan erlita.
"oya vin, kamu di cariin anak anak yang
lain tuh di kantin." kata karin.
"biarin aja lakh! tanggung juga, sebentar
lagi juga masuk." sahut alvin.
"ya udah masuk!" suruh alvin,
pada erlita, saat sudah berada tepat
di depan pintu kelas nya.
"ya udah, aku masuk ya." erlita pun
tersenyum tipis, seraya beberapa kali
menoleh ke belakang menatap
__ADS_1
kepergian alvin, hingga dia menabrak
seseorang yang lagi duduk di hadapan
nya.
"woii, kamu buta ya?" teriak doni, yang
membuat seisi kelas itu memandang
ke arah mereka.
"sorry don, aku gak sengaja." kata erlita.
dulu doni adalah teman baik nya erlita,
namun sekarang sikap doni berubah
setelah erlita beberapa kali menolak
cinta nya. hingga membuat doni sakit
hati dan menjadi kasar terhadap erlita.
"maka nya kalau jalan itu pake mata."
bentak doni.
"gak usah pake nyolot gitu bisa kan?
lagi pula aku udah minta maaf."
sahut erlita yang meninggi kan nada
suara nya.
doni terlihat memaling kan tatapan nya.
"sorry, bisa pindah gak?" ucap erlita datar,
karna bimo duduk di bangku nya.
bimo pun segera bangkit dari bangku
erlita, lalu duduk di bangku lain.
dari belakang karin mencolek punggung
erlita. erlita pun menoleh ke arah nya.
"aku rasa doni masih dendam sama
kamu." bisik karin di telinga erlita.
erlita diam termenung mendengar
ucapan nya karin. mata nya menatap
dalam ke arah doni, yang saat itu doni
juga lagi menatap ke arah nya.
"cinta itu memang gak bisa di paksakan!
tapi nyata nya, aku gak bisa terima
jika orang yang dari dulu aku cintai,
lebih memilih orang lain." batin doni.
doni memang mengenal erlita, jauh
sebelum erlita mengenal alvin.
doni dan erlita sudah di pertemukan
saat duduk di bangku Sekolah
Menengah Pertama.
dan saat itu erlita menolak cinta Doni
dengan alasan, kalau diri nya tidak ingin
berpacaran dulu. dan saat masuk kelas X SMA, doni juga mencoba kembali
mengutarakan ke inginan nya untuk
menjadi kekasih erlita, namun erlita
kembali menolak nya dengan alasan
yang sama. hingga pada saat kelas Xl
semester akhir, doni di kejut kan dengan
erlita yang secara terang terangan
menunjukan kemesraan nya dengan
alvin, di depan teman teman nya.
erlita memang selalu menolak doni
dengan cara yang halus, tapi menurut
doni, cara erlita itu salah. kenapa
erlita tidak terus terang saja, kalau
erlita memang tidak mencintai doni,
dan tak ingin menjadi kekasih nya.
kenapa membuat alasan kalau diri nya
tidak ingin berpacaran. dan itu membuat
hati doni semakin sakit, hingga kini
doni berbalik membenci erlita.
__ADS_1