AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 25 hanya ingin memeluk mu


__ADS_3

di sebuah ruangan perpustakaan


erlita terlihat mondar mandir, karna


merasa orang yang ingin dia temui


tak kunjung menampakan diri nya,


erlita pun mencoba merabai beberapa


buku yang ada di hadapan nya.


mata nya pun terkunci pada sebuah


buku yang berjudul my love, dia pun


mengambil nya, lalu membaca nya.


"tentang percintaan?" batin erlita.


dia nampak terlihat serius membaca


isi bab itu satu persatu, hingga tidak


sadar kalau ada laki laki yang


menghampiri nya kemudian memeluk


nya dari belakang. karna posisi erlita


saat ini tengah berdiri tegak.


karna reflek, erlita pun hendak berteriak


namun dengan segera alvin menutup


mulut erlita dengan tangan nya.


setelah erlita sadar kalau orang yang memeluk nya itu alvin, alvin pun


membuka kembali mulut erlita.


"alvin, kamu ni ngagetin aja." decah


erlita, yang sedikit bernada kesal.


namun bukan nya menjawab, Alvin


malah kembali membalik kan posisi


erlita yang kala itu sudah menghadap


ke arah nya, agar kembali membelakangi


dirinya. dia pun kembali memeluk


erlita dari belakang, dan meletakan


dagu nya di leher erlita.


erlita sedikit heran dengan sikap


alvin yang terlihat lebih agresif.


padahal biasa nya erlita yang harus


memancing mancing nya terlebih


dahulu. tanpa berontak erlita


menikmati pelukan hangat dari alvin.


setelah beberapa menit erlita mencoba


untuk melepas pelukan alvin.


"kenapa?" bisik lembut alvin, yang


tak mau melepas pelukan nya.


"vin, kalau ketahuan penjaga perpus


kita bisa di hukum." sahut erlita, seraya


masih mencoba melepas pelukan alvin


yang masih memeluk erat diri nya.


"kamu tenang aja, gak ada siapa


siapa di sini!" ucap alvin, yang mulai


menciumi leher erlita.


"hah?" erlita mengernyit kan dahi nya.


"iya, tadi sebelum aku memasuki


ruangan ini, aku melihat penjaga nya


pergi ke luar." jelas alvin, yang mulai


nakal memain kan lidah nya menjilati


leher erlita.


"aakh, vin geli." desah erlita.


alvin pun memutar badan erlita,


agar menghadap ke arah nya.


alvin mengecup lembut bibir mungil


erlita, erlita memejam kan mata nya,


yang seakan tau apa yang ingin alvin


laku kan terhadap nya. kemudian alvin


pun menciumi nya. setelah kehabisan

__ADS_1


napas, erlita melepas ciuman nya.


"udah ya, gak enak takut ketahuan."


ucap lembut erlita, seraya mengusap


pipi alvin dengan lembut nya.


alvin meraih tangan erlita yang


mengusap lembut pipi nya, lalu


mencium lembut tangan erlita,


kemudian tersenyum tipis.


"kamu kok tau aku di sini?" tanya erlita.


"karin yang bilang." sahut alvin datar.


"hmmm." gumam erlita.


"duduk yuk?" ajak alvin.


mereka pun duduk, seketika alvin


menatap heran pada buku yang erlita


pegangi.


"itu buku apa?" tanya alvin.


"ah ini! emm ini buku tentang


percintaan." sahut erlita.


alvin terlihat geleng geleng kepala.


dia pun mengambil sebuah buku,


lalu menukar nya dengan buku yang


sedang erlita baca.


"alvin ...." rengek erlita.


"baca ini aja ya! biar kamu makin pintar."


alvin tersenyum, seraya memberikan


sebuah buku ilmu pengetahuan sosial,


kemudian mengusap lembut pucuk


kepala erlita. namun erlita terlihat


cemberut dengan ulah alvin.


"kenapa kok bibir nya manyun gitu?


aku cium nih." alvin menggoda erlita.


rengek erlita, seraya mencoba merebut


kembali buku my love dari alvin.


namun alvin terus saja menggoda nya.


alvin menyodor kan buku itu, namun


saat erlita ingin meraih nya, dia malah


mendekat kan pipi nya ke mulut erlita,


hingga bibir erlita pun tak sengaja


menempel di pipi nya. seketika wajah


erlita yang tadi nya terlihat kesal,


berbinar tersenyum menahan malu.


alvin tersenyum tipis, kemudian


memegang dagu erlita. namun saat


alvin ingin mencium nya, erlita


bangkit dari duduk nya.


"cium sini kalau bisa." kata erlita, seraya memain kan telunjuk tangan nya


menggoda alvin.


erlita pun keluar dari ruangan perpus


yang di ekori oleh alvin.


"ciyee ciyeee...." goda karin, yang melihat


alvin menggandeng tangan erlita.


"oya vin, kamu di cariin anak anak yang


lain tuh di kantin." kata karin.


"biarin aja lakh! tanggung juga, sebentar


lagi juga masuk." sahut alvin.


"ya udah masuk!" suruh alvin,


pada erlita, saat sudah berada tepat


di depan pintu kelas nya.


"ya udah, aku masuk ya." erlita pun


tersenyum tipis, seraya beberapa kali


menoleh ke belakang menatap

__ADS_1


kepergian alvin, hingga dia menabrak


seseorang yang lagi duduk di hadapan


nya.


"woii, kamu buta ya?" teriak doni, yang


membuat seisi kelas itu memandang


ke arah mereka.


"sorry don, aku gak sengaja." kata erlita.


dulu doni adalah teman baik nya erlita,


namun sekarang sikap doni berubah


setelah erlita beberapa kali menolak


cinta nya. hingga membuat doni sakit


hati dan menjadi kasar terhadap erlita.


"maka nya kalau jalan itu pake mata."


bentak doni.


"gak usah pake nyolot gitu bisa kan?


lagi pula aku udah minta maaf."


sahut erlita yang meninggi kan nada


suara nya.


doni terlihat memaling kan tatapan nya.


"sorry, bisa pindah gak?" ucap erlita datar,


karna bimo duduk di bangku nya.


bimo pun segera bangkit dari bangku


erlita, lalu duduk di bangku lain.


dari belakang karin mencolek punggung


erlita. erlita pun menoleh ke arah nya.


"aku rasa doni masih dendam sama


kamu." bisik karin di telinga erlita.


erlita diam termenung mendengar


ucapan nya karin. mata nya menatap


dalam ke arah doni, yang saat itu doni


juga lagi menatap ke arah nya.


"cinta itu memang gak bisa di paksakan!


tapi nyata nya, aku gak bisa terima


jika orang yang dari dulu aku cintai,


lebih memilih orang lain." batin doni.


doni memang mengenal erlita, jauh


sebelum erlita mengenal alvin.


doni dan erlita sudah di pertemukan


saat duduk di bangku Sekolah


Menengah Pertama.


dan saat itu erlita menolak cinta Doni


dengan alasan, kalau diri nya tidak ingin


berpacaran dulu. dan saat masuk kelas X SMA, doni juga mencoba kembali


mengutarakan ke inginan nya untuk


menjadi kekasih erlita, namun erlita


kembali menolak nya dengan alasan


yang sama. hingga pada saat kelas Xl


semester akhir, doni di kejut kan dengan


erlita yang secara terang terangan


menunjukan kemesraan nya dengan


alvin, di depan teman teman nya.


erlita memang selalu menolak doni


dengan cara yang halus, tapi menurut


doni, cara erlita itu salah. kenapa


erlita tidak terus terang saja, kalau


erlita memang tidak mencintai doni,


dan tak ingin menjadi kekasih nya.


kenapa membuat alasan kalau diri nya


tidak ingin berpacaran. dan itu membuat


hati doni semakin sakit, hingga kini


doni berbalik membenci erlita.

__ADS_1


__ADS_2