
setelah lebih dari satu bulan
sejak alvin memutuskan untuk
tinggal bersama dengan papa
dan ibu tirinya, kini dia sudah
mulai terbiasa di rumah itu.
sosok pak gian yang menurut nya
begitu pekerja keras serta sosok
yang dermawan, bertolak belakang
dengan apa yang sering alviandra
ceritakan padanya.
disaat ada waktu senggang alvin
selalu menuruti permintaan pak gian
untuk membantu nya diperusahaan.
sikap alviandra yang bisa tiba tiba
berubah menjadi sosok anak yang
pintar dan berbudi luhur membuat
pak gian akhirnya mengetahui siapa
sebenarnya alvin. namun pak gian
tetap bersandiwara seakan akan
dia tidak tahu apa apa, hanya karna
ingin membuat alvin bisa tetap
nyaman, untuk tinggal bersama nya.
bagai mana tidak, sosok alviandra
adalah sosok anak yang membangkang
dimata pak gian, dan alviandra juga
tipe anak muda yang suka berpoya poya.
"alvian papa punya sesuatu untuk mu."
ucap pak gian.
"apa?" tanya alvin.
"kamu buka kotak yang ada dimeja itu."
ucap pak gian.
kemudian alvin membukanya.
"kunci?" tanya alvin.
"ya kunci mobil ini untuk mu,
ayo ikut papa." pinta pak gian.
alvin pun mengikuti nya dari
belakang.
"nah ini adalah mobil baru mu,
anggap saja ini hadiah karna
kamu mau menuruti keinginan
papa untuk kuliah sambil bekerja."
ucap pak gian.
"apa? ini untuk ku?" tanya alvin.
"ya mobil ini untuk mu." ucap pak gian
meyakinkan.
"kalau aku menjual mobil ini
aku bisa mendapatkan uang
untuk menebus butik mama
yang di sita dan menstabilkan
perekonomian mama lagi!
aku juga bisa secepatnya
kembali." batin alvin.
"pa, apa aku bisa menjual mobil
ini?" tanya alvin.
"untuk apa? papa baru saja membeli
kan mu mobil ini, dan kamu malah
berniat untuk menjual nya, sungguh
kamu menyakiti perasaan papa."
ucap pak gian seraya berlalu pergi
dengan begitu saja.
"ya, papa benar, harus nya aku
tidak bicara seperti itu padanya."
gumam alvin yang tampak menyesal.
alvin pun mengemudikan mobil sport
yang baru di belikan papanya.
namun saat perjalanan pulang
dia melihat mobil bu sonya kearah
berlawanan bersama seorang pria
muda, karna penasaran alvin pun
mengikutinya.
beberapa saat kemudian mobil
bu sonya berhenti disebuah hotel.
__ADS_1
alvin masih serius mengamati
gerak gerik bu sonya dengan pria itu.
tak lama kemudian bu sonya dan
laki laki itu pun memasuki kamar
hotel yang sudah mereka pesan.
alvin terlihat gelisah karna
tidak tahu apa yang harus dia
lakukan. haruskah dia diam saja
melihat perselingkuhan yang
dilakukan oleh ibu tirinya.
alvin masih menunggu dibalik
pintu kamar bu sonya, dan hampir
satu jam kemudian laki laki itu
keluar sambil mengancingkan
kemeja nya, tanpa aba aba alvin
langsung menghajar laki laki itu.
para pelayan hotel yang melihat
langsung melerai perkelahian
alvin dan laki laki itu.
"ada apa ini?" tanya petugas hotel.
"tangkap orang ini pak, aku tidak
mengenal nya, tapi tiba tiba dia
memukul ku." ucap laki laki itu.
petugas hotel akhirnya berniat
untuk melaporkan alvin kekantor
polisi namun bu sonya datang
dan menghalangi petugas itu.
"tolong jangan bawa dia pak,
dia anak saya." ucap bu sonya.
para petugas dan pelayanan
memandangi bu sonya yang
masih cantik dan sangat muda,
bagaimana dia bisa punya anak
sebesar alvin. seakan tau apa
yang ada di pikiran petugas itu
bu sonya pun menjelaskan kalau
dia hanyalah ibu tirinya.
saya minta maaf." ucap bu sonya.
"seharusnya laki laki ini yang
meminta maaf, karna sudah berani
bermain main dengan wanita
yang sudah bersuami." ucap alvin.
"cukup! ikut aku..." bu sonya pun
menarik alvin ke kamarnya.
"apa yang kamu lakukan, kenapa
menarik ku kesini?" tanya alvin.
"kamu lihat aku baik baik." ucap bu
sonya yang hanya mengenakan
tangtop dan rok mini dan duduk
di tepi ranjang.
"makin kesini aku makin paham
kenapa kau mau menikah dengan
papaku." ucap alvin.
"oya? kasih tahu aku apa yang ada
di pikiran mu saat ini tentang ku?"
ucap bu sonya seraya merangkul
alvin, namun alvin menolaknya.
"alviandra aku memang lebih tua
dari mu, tapi kalau aku boleh jujur
aku menyukai mu sejak pertama kali
kau menginjakkan kaki di rumahku."
ucap bu sonya.
"rumah mu? bukan kah itu rumah
papaku, kamu bukan apa apa tanpa
nya." ucap alvin.
mendengar ucapan alvin bu sonya
tampak terlihat kesal.
"sekarang katakan saja apa mau
mu sekarang?" ucap bu sonya.
"aku ingin kau pergi jauh jauh
dari kehidupan papaku." ucap alvin.
"apa kau serius?" ucap bu sonya.
__ADS_1
"ya, tentu saja! aku tidak ingin
papaku hidup bersama wanita
licik seperti mu." ucap alvin.
"aku bisa saja pergi meninggalkan
papa mu, tapi dengan syarat! kau
harus tidur dengan ku malam ini."
ucap lembut bu sonya di telinga
alvin. dia pun ingin mencium alvin
namun alvin menolaknya.
"kenapa? aku yakin kalau kau seorang
laki laki yang normal... alvin putra
giantara." ucap bu sonya yang
membuat alvin sangat terkejut.
"apa yang kau katakan? namaku adalah
alviandra." alvin berusaha meyakinkan.
"Oya? berhenti lah bersandiwara
karna dari awal aku sudah tau
kalau kau bukanlah alviandra
melainkan kembaran nya." ucap bu sonya.
"aku tidak mengerti apa yang sedang
kau bicarakan." alvin masih berusaha
untuk mengelak.
"sudahlah alvin, sekarang mari
kita saling terbuka, apa tujuanmu
saat ini? apa kau berencana untuk
menghancurkan papamu seperti
apa yang sudah dia lakukan dulu
terhadap mama mu?" tanya bu sonya.
"tidak! bukan papa yang menghancurkan
hidup mamaku, tapi kau lah orang nya."
ucap alvin.
"anak yang baik! papa mu sudah
menelantarkan mu selama belasan
tahun tapi kau masih bisa membela
nya." ucap bu sonya.
"asal kau tahu, papa mu tidak
pernah menyayangi kalian, baik
itu kau atau pun juga alviandra."
bu sonya memprovokasi alvin.
"aku tidak perduli! seburuk apapun
papaku, aku tidak akan membiarkan
mu mempermainkan kehidupan nya."
ucap alvin lalu pergi begitu saja.
"sialan! seharusnya aku bisa
menyingkirkan nya, kenapa aku
harus benar benar menyukai nya."
gumam bu sonya yang usia nya
masih 30 tahunan itu.
sementara alvin terlihat dilema
haruskah dia memberi tahu papanya
tentang perselingkuhan yang
dilakukan oleh ibu tirinya.
saat makan malam bersama.
alvin terlihat canggung saat
berhadapan dengan bu sonya,
pasal nya sudah beberapa kali
bu sonya mencoba merayunya.
"papi masih bersikap biasa, kurasa
alvin belum memberitahu nya,
soal perselingkuhan yang sudah
aku lakukan." batin bu sonya.
"papi mau tambah nasinya gak?"
tanya bu sonya.
"gak mi, cukup papi sudah kenyang."
ucap pak gian.
"kalau kamu alviandra?" tanya bu sonya
dengan tatapan yang sedikit menggoda.
"tidak, aku juga sudah kenyang."
jawab alvin.
setelah menghabiskan sisa makanan
terakhir yang ada di piringnya alvin
beranjak lalu pergi kekamar nya.
__ADS_1