AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 52 mulai terbiasa


__ADS_3

setelah lebih dari satu bulan


sejak alvin memutuskan untuk


tinggal bersama dengan papa


dan ibu tirinya, kini dia sudah


mulai terbiasa di rumah itu.


sosok pak gian yang menurut nya


begitu pekerja keras serta sosok


yang dermawan, bertolak belakang


dengan apa yang sering alviandra


ceritakan padanya.


disaat ada waktu senggang alvin


selalu menuruti permintaan pak gian


untuk membantu nya diperusahaan.


sikap alviandra yang bisa tiba tiba


berubah menjadi sosok anak yang


pintar dan berbudi luhur membuat


pak gian akhirnya mengetahui siapa


sebenarnya alvin. namun pak gian


tetap bersandiwara seakan akan


dia tidak tahu apa apa, hanya karna


ingin membuat alvin bisa tetap


nyaman, untuk tinggal bersama nya.


bagai mana tidak, sosok alviandra


adalah sosok anak yang membangkang


dimata pak gian, dan alviandra juga


tipe anak muda yang suka berpoya poya.


"alvian papa punya sesuatu untuk mu."


ucap pak gian.


"apa?" tanya alvin.


"kamu buka kotak yang ada dimeja itu."


ucap pak gian.


kemudian alvin membukanya.


"kunci?" tanya alvin.


"ya kunci mobil ini untuk mu,


ayo ikut papa." pinta pak gian.


alvin pun mengikuti nya dari


belakang.


"nah ini adalah mobil baru mu,


anggap saja ini hadiah karna


kamu mau menuruti keinginan


papa untuk kuliah sambil bekerja."


ucap pak gian.


"apa? ini untuk ku?" tanya alvin.


"ya mobil ini untuk mu." ucap pak gian


meyakinkan.


"kalau aku menjual mobil ini


aku bisa mendapatkan uang


untuk menebus butik mama


yang di sita dan menstabilkan


perekonomian mama lagi!


aku juga bisa secepatnya


kembali." batin alvin.


"pa, apa aku bisa menjual mobil


ini?" tanya alvin.


"untuk apa? papa baru saja membeli


kan mu mobil ini, dan kamu malah


berniat untuk menjual nya, sungguh


kamu menyakiti perasaan papa."


ucap pak gian seraya berlalu pergi


dengan begitu saja.


"ya, papa benar, harus nya aku


tidak bicara seperti itu padanya."


gumam alvin yang tampak menyesal.


alvin pun mengemudikan mobil sport


yang baru di belikan papanya.


namun saat perjalanan pulang


dia melihat mobil bu sonya kearah


berlawanan bersama seorang pria


muda, karna penasaran alvin pun


mengikutinya.


beberapa saat kemudian mobil


bu sonya berhenti disebuah hotel.

__ADS_1


alvin masih serius mengamati


gerak gerik bu sonya dengan pria itu.


tak lama kemudian bu sonya dan


laki laki itu pun memasuki kamar


hotel yang sudah mereka pesan.


alvin terlihat gelisah karna


tidak tahu apa yang harus dia


lakukan. haruskah dia diam saja


melihat perselingkuhan yang


dilakukan oleh ibu tirinya.


alvin masih menunggu dibalik


pintu kamar bu sonya, dan hampir


satu jam kemudian laki laki itu


keluar sambil mengancingkan


kemeja nya, tanpa aba aba alvin


langsung menghajar laki laki itu.


para pelayan hotel yang melihat


langsung melerai perkelahian


alvin dan laki laki itu.


"ada apa ini?" tanya petugas hotel.


"tangkap orang ini pak, aku tidak


mengenal nya, tapi tiba tiba dia


memukul ku." ucap laki laki itu.


petugas hotel akhirnya berniat


untuk melaporkan alvin kekantor


polisi namun bu sonya datang


dan menghalangi petugas itu.


"tolong jangan bawa dia pak,


dia anak saya." ucap bu sonya.


para petugas dan pelayanan


memandangi bu sonya yang


masih cantik dan sangat muda,


bagaimana dia bisa punya anak


sebesar alvin. seakan tau apa


yang ada di pikiran petugas itu


bu sonya pun menjelaskan kalau


dia hanyalah ibu tirinya.


saya minta maaf." ucap bu sonya.


"seharusnya laki laki ini yang


meminta maaf, karna sudah berani


bermain main dengan wanita


yang sudah bersuami." ucap alvin.


"cukup! ikut aku..." bu sonya pun


menarik alvin ke kamarnya.


"apa yang kamu lakukan, kenapa


menarik ku kesini?" tanya alvin.


"kamu lihat aku baik baik." ucap bu


sonya yang hanya mengenakan


tangtop dan rok mini dan duduk


di tepi ranjang.


"makin kesini aku makin paham


kenapa kau mau menikah dengan


papaku." ucap alvin.


"oya? kasih tahu aku apa yang ada


di pikiran mu saat ini tentang ku?"


ucap bu sonya seraya merangkul


alvin, namun alvin menolaknya.


"alviandra aku memang lebih tua


dari mu, tapi kalau aku boleh jujur


aku menyukai mu sejak pertama kali


kau menginjakkan kaki di rumahku."


ucap bu sonya.


"rumah mu? bukan kah itu rumah


papaku, kamu bukan apa apa tanpa


nya." ucap alvin.


mendengar ucapan alvin bu sonya


tampak terlihat kesal.


"sekarang katakan saja apa mau


mu sekarang?" ucap bu sonya.


"aku ingin kau pergi jauh jauh


dari kehidupan papaku." ucap alvin.


"apa kau serius?" ucap bu sonya.

__ADS_1


"ya, tentu saja! aku tidak ingin


papaku hidup bersama wanita


licik seperti mu." ucap alvin.


"aku bisa saja pergi meninggalkan


papa mu, tapi dengan syarat! kau


harus tidur dengan ku malam ini."


ucap lembut bu sonya di telinga


alvin. dia pun ingin mencium alvin


namun alvin menolaknya.


"kenapa? aku yakin kalau kau seorang


laki laki yang normal... alvin putra


giantara." ucap bu sonya yang


membuat alvin sangat terkejut.


"apa yang kau katakan? namaku adalah


alviandra." alvin berusaha meyakinkan.


"Oya? berhenti lah bersandiwara


karna dari awal aku sudah tau


kalau kau bukanlah alviandra


melainkan kembaran nya." ucap bu sonya.


"aku tidak mengerti apa yang sedang


kau bicarakan." alvin masih berusaha


untuk mengelak.


"sudahlah alvin, sekarang mari


kita saling terbuka, apa tujuanmu


saat ini? apa kau berencana untuk


menghancurkan papamu seperti


apa yang sudah dia lakukan dulu


terhadap mama mu?" tanya bu sonya.


"tidak! bukan papa yang menghancurkan


hidup mamaku, tapi kau lah orang nya."


ucap alvin.


"anak yang baik! papa mu sudah


menelantarkan mu selama belasan


tahun tapi kau masih bisa membela


nya." ucap bu sonya.


"asal kau tahu, papa mu tidak


pernah menyayangi kalian, baik


itu kau atau pun juga alviandra."


bu sonya memprovokasi alvin.


"aku tidak perduli! seburuk apapun


papaku, aku tidak akan membiarkan


mu mempermainkan kehidupan nya."


ucap alvin lalu pergi begitu saja.


"sialan! seharusnya aku bisa


menyingkirkan nya, kenapa aku


harus benar benar menyukai nya."


gumam bu sonya yang usia nya


masih 30 tahunan itu.


sementara alvin terlihat dilema


haruskah dia memberi tahu papanya


tentang perselingkuhan yang


dilakukan oleh ibu tirinya.


saat makan malam bersama.


alvin terlihat canggung saat


berhadapan dengan bu sonya,


pasal nya sudah beberapa kali


bu sonya mencoba merayunya.


"papi masih bersikap biasa, kurasa


alvin belum memberitahu nya,


soal perselingkuhan yang sudah


aku lakukan." batin bu sonya.


"papi mau tambah nasinya gak?"


tanya bu sonya.


"gak mi, cukup papi sudah kenyang."


ucap pak gian.


"kalau kamu alviandra?" tanya bu sonya


dengan tatapan yang sedikit menggoda.


"tidak, aku juga sudah kenyang."


jawab alvin.


setelah menghabiskan sisa makanan


terakhir yang ada di piringnya alvin


beranjak lalu pergi kekamar nya.

__ADS_1


__ADS_2