AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
18 hari yang sial


__ADS_3

erlita memain kan handpone


nya. sementara alviandra pokus


mengemudikan mobil.


erlita nampak gelisah saat satu


mobil bersama alviandra. baginya


alviandra adalah seseorang yang


sangat misterius dan orang yang


gak mudah di tebak bagai mana


sifat asli nya.


"ini orang kenapa si? lambat banget


jalanin mobil nya." batin erlita yang


sekilas menoleh ke arah alviandra.


"bisa tolong cepetan dikit gak


nyetir mobil nya?" kata erlita


memberanikan diri. alviandra


menoleh pada erlita dengan tatapan


dingin nya, kemudian menancap


gas dengan kecepatan full yang


sontak membuat erlita langsung


menjerit ke takutan. apalagi erlita


tidak memakai sabuk pengaman,


karna dia pikir kalau alviandra ingin


berbuat macam macam terhadap


nya, dia bisa dengan mudah keluar


dari mobil alviandra.


"alviandra berhenti." teriak erlita.


namun alviandra tidak memperdulikan


erlita yang ketakutan karna ulah nya.


dia terus mengemudikan mobilnya


dengan kecepatan penuh.


"aku bilang stop." erlita masih berteriak.


"berisik! tadi kata nya minta cepat."


desis alviandra dengan enteng nya.


"aku memang meminta mu untuk


sedikit cepat mengemudikan mobil


ini, tapi gak seperti ini juga! apa kau


ingin membunuh ku?" gerutu erlita,


dia pun mulai merasa mual karna


alviandra tak kunjung memperlambat kecepatan mobil nya. wajah erlita


kini menjadi sedikit pucat, tanpa


di sengaja erlita pun muntah di


mobil itu. alviandra mengerem


mendadak mobil nya dan membuat


tubuh erlita terpental di dada bidang


alviandra. kini mereka pun saling


bertatapan.


alviandra mendorong pelan tubuh


erlita agar menjauh dari hadapan nya.


saat melihat muntahan erlita


alviandra menghela nafasnya dalam.


"mati aku! kenapa meski muntah


di sini sikh!" batin erlita.


erlita pun cengengesan, berharap


alviandra tidak akan memarahi nya.


alviandra mengusap wajah nya


sendiri dengan kasar. bagai mana


tidak! mobil mewah ke sayangan


nya telah di muntahi seorang wanita


yang bukan siapa siapa nya.


"kenapa berhenti di sini?" tanya erlita.


karna alviandra berhenti secara


mendadak di depan pencucian mobil


yang sudah tutup.


alviandra tidak menjawab pertanyaan


erlita. tak kunjung mendapat jawaban,


erlita pun menduga duga.


"jangan jangan, alviandra mau


nurunin aku di sini." batin erlita.


alviandra turun dari mobil nya,


erlita mengamati nya dari dalam


mobil. alviandra terlihat menggebrak


pintu rumah dari pemilik tempat itu.

__ADS_1


entah percakapan apa yang mereka


katakan, karna jarak yang lumayan


jauh sehingga erlita tidak dapat


mendengar nya.


pemilik tempat itu pun membuka


gerbang pencucian mobil nya.


alviandra masuk mobil lalu melajukan


mobil nya ke tempat pencucian itu.


"turun!" perintah alviandra.


erlita pun turun tanpa bertanya.


karna dia mulai paham, kenapa


alviandra mendadak memberhentikan


mobil nya.


erlita dan alviandra duduk di ruang


tunggu.


kring kring kring.


handpone erlita berdering, erlita


segera mengambil dari tas kecil nya.


๐Ÿ“žhalo ma๐Ÿ“ž


kata erlita.


๐Ÿ“žkenapa kamu belum pulang?๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žiya ma, ini aku masih di jalan kok๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žya sudah, kamu hati hati ya๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žiya ma๐Ÿ“ž


"pak, masih lama gak ya?" tanya erlita


pada pencuci mobil.


"bentar lagi neng." sahut pencuci


mobilnya.


erlita melihat jam yang ada di layar


handpone nya sudah menunjukan


pukul 22:15.


"ini mas, kunci mobil nya."


"makasih ya pak, ini uang nya."


alviandra memberikan sejumlah


uang.


"waahh, ini kebanyakan mas."


"gak apa apa, bapak ambil aja."


alviandra pun memasuki mobil


alviandra telah sampai di tempat


yang erlita beritahukan.


dia menoleh ke arah erlita yang


rupa nya telah ketiduran. alviandra


pun mencoba untuk membangun kan,


namun saat erlita mulai membuka


mata nya, dia kaget karna wajah


alviandra begitu dekat dengan nya.


tanpa sadar erlita malah


menampar pipi kiri alviandra.


"dasar cewek gila! kenapa kau


menampar ku?" maki alviandra.


"ma maaf, aku reflek." ucap erlita


terbata bata.


"ya sudah, turun sana!" suruh alviandra.


erlita pun segera keluar dari mobil nya.


sesampai nya di kamar, erlita


membanting tas mini nya di kasur.


"sial banget sikh!" gumam erlita.


"dasar cowok reseeee." teriak erlita


yang sontak membuat mama dita


menghampiri nya. mama dita


langsung masuk karna pintu kamar


itu terbuka lebar.


"yang baru pulang jalan jalan sama


pacar, kenapa teriak teriak gitu?"


tanya mama dita.


mendengar ucapan mama nya,


seketika erlita teringat alvin.


dia pun mengambil handpone di tas


mini nya lalu menghubungi alvin.


๐Ÿ“žhalo๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žvin, kamu udah pulang belum?๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žudah, kamu sendiri udah pulang

__ADS_1


belum?๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žudah kok, ya udah kamu istirahat ya.๐Ÿ“ž


erlita memutus sambungan telepon nya.


"kalian gak pulang bareng?"


tanya mama dita yang kaget


mendengar percakapan mereka.


"mama, bikin aku kaget aja."


sahut erlita.


"kaget gimana, orang dari tadi juga


mama di sini." sahut mama dita.


erlita cengengesan mendengar


ucapan mama nya.


"gak usah cengengesan gitu! kamu


belum jawab pertanyaan mama."


ketus mama dita.


"gak ma, tadi aku pulang di antar


sama sodara nya alvin, gara gara


ban mobil alvin bocor." jelas erlita.


"sodara?" mama dita masih bertanya.


"ma, aku mau istirahat dulu ya? aku


cape." erlita pun mengganti pakaian


nya, lalu berbaring di tempat tidur nya.


mama dita pun keluar dari kamar erlita.


ke esokan hari nya.


erlita telah siap untuk berangkat


sekolah. dia menghampiri orang


tua nya di meja makan.


"pagi ma, pagi pa." sapa erlita


pada mama dan papa nya.


"pagi sayang." jawab kedua nya


secara berbarengan.


"ma, aku langsung berangkat ya."


erlita lansung menyalami kedua


orang tua nya secara bergantian.


"kamu gak sarapan dulu?"


tanya mama dita.


"aku mau sarapan di kantin aja."


erlita pun berpamitan.


*sesampai nya di sekolah*


erlita langsung ke kantin.


dia menge'chat karin sahabat nya.


namun karin ternyata belum sampai


di sekolah. erlita pun sarapan sendiri.


tak selang beberapa lama,


rehan menghampiri erlita.


"sendirian aja nih, kemana yang


lain?" tanya rehan.


"kaya nya masih pada di jalan."


jawab erlita sambil mengunyah


makanan yang ada di mulut nya.


beberapa menit kemudian Karin


dan jono datang menghampiri


erlita dan rehan.


"kenapa tu muka? bonyok gitu,


jangan jangan kamu habis di


gebukin warga ya, gara gara


ketahuan nyolong kambing."


celoteh rehan yang seakan akan


membalas celotehan jono tempo hari.


"hahaha." karin tertawa lepas


mendengar ucapan rehan.


jono nampak santai mendengar


celotehan teman nya itu.


"sebenar nya muka mu itu kenapa?"


tanya karin pada jono.


"ciyee ciyee." erlita menggoda karin.


"apaan si lita." desis karin.


"jono kamu belum jawab pertanyaan


kita, kenapa muka mu bisa bonyok


begitu?" tanya rehan lagi.


"nanti aku jelasin! aku lapar, mau


pesan makanan dulu." kata jono

__ADS_1


lalu memanggil mang uje untuk


memesan makanan.


__ADS_2