
erlita memain kan handpone
nya. sementara alviandra pokus
mengemudikan mobil.
erlita nampak gelisah saat satu
mobil bersama alviandra. baginya
alviandra adalah seseorang yang
sangat misterius dan orang yang
gak mudah di tebak bagai mana
sifat asli nya.
"ini orang kenapa si? lambat banget
jalanin mobil nya." batin erlita yang
sekilas menoleh ke arah alviandra.
"bisa tolong cepetan dikit gak
nyetir mobil nya?" kata erlita
memberanikan diri. alviandra
menoleh pada erlita dengan tatapan
dingin nya, kemudian menancap
gas dengan kecepatan full yang
sontak membuat erlita langsung
menjerit ke takutan. apalagi erlita
tidak memakai sabuk pengaman,
karna dia pikir kalau alviandra ingin
berbuat macam macam terhadap
nya, dia bisa dengan mudah keluar
dari mobil alviandra.
"alviandra berhenti." teriak erlita.
namun alviandra tidak memperdulikan
erlita yang ketakutan karna ulah nya.
dia terus mengemudikan mobilnya
dengan kecepatan penuh.
"aku bilang stop." erlita masih berteriak.
"berisik! tadi kata nya minta cepat."
desis alviandra dengan enteng nya.
"aku memang meminta mu untuk
sedikit cepat mengemudikan mobil
ini, tapi gak seperti ini juga! apa kau
ingin membunuh ku?" gerutu erlita,
dia pun mulai merasa mual karna
alviandra tak kunjung memperlambat kecepatan mobil nya. wajah erlita
kini menjadi sedikit pucat, tanpa
di sengaja erlita pun muntah di
mobil itu. alviandra mengerem
mendadak mobil nya dan membuat
tubuh erlita terpental di dada bidang
alviandra. kini mereka pun saling
bertatapan.
alviandra mendorong pelan tubuh
erlita agar menjauh dari hadapan nya.
saat melihat muntahan erlita
alviandra menghela nafasnya dalam.
"mati aku! kenapa meski muntah
di sini sikh!" batin erlita.
erlita pun cengengesan, berharap
alviandra tidak akan memarahi nya.
alviandra mengusap wajah nya
sendiri dengan kasar. bagai mana
tidak! mobil mewah ke sayangan
nya telah di muntahi seorang wanita
yang bukan siapa siapa nya.
"kenapa berhenti di sini?" tanya erlita.
karna alviandra berhenti secara
mendadak di depan pencucian mobil
yang sudah tutup.
alviandra tidak menjawab pertanyaan
erlita. tak kunjung mendapat jawaban,
erlita pun menduga duga.
"jangan jangan, alviandra mau
nurunin aku di sini." batin erlita.
alviandra turun dari mobil nya,
erlita mengamati nya dari dalam
mobil. alviandra terlihat menggebrak
pintu rumah dari pemilik tempat itu.
__ADS_1
entah percakapan apa yang mereka
katakan, karna jarak yang lumayan
jauh sehingga erlita tidak dapat
mendengar nya.
pemilik tempat itu pun membuka
gerbang pencucian mobil nya.
alviandra masuk mobil lalu melajukan
mobil nya ke tempat pencucian itu.
"turun!" perintah alviandra.
erlita pun turun tanpa bertanya.
karna dia mulai paham, kenapa
alviandra mendadak memberhentikan
mobil nya.
erlita dan alviandra duduk di ruang
tunggu.
kring kring kring.
handpone erlita berdering, erlita
segera mengambil dari tas kecil nya.
๐halo ma๐
kata erlita.
๐kenapa kamu belum pulang?๐
๐iya ma, ini aku masih di jalan kok๐
๐ya sudah, kamu hati hati ya๐
๐iya ma๐
"pak, masih lama gak ya?" tanya erlita
pada pencuci mobil.
"bentar lagi neng." sahut pencuci
mobilnya.
erlita melihat jam yang ada di layar
handpone nya sudah menunjukan
pukul 22:15.
"ini mas, kunci mobil nya."
"makasih ya pak, ini uang nya."
alviandra memberikan sejumlah
uang.
"waahh, ini kebanyakan mas."
"gak apa apa, bapak ambil aja."
alviandra pun memasuki mobil
alviandra telah sampai di tempat
yang erlita beritahukan.
dia menoleh ke arah erlita yang
rupa nya telah ketiduran. alviandra
pun mencoba untuk membangun kan,
namun saat erlita mulai membuka
mata nya, dia kaget karna wajah
alviandra begitu dekat dengan nya.
tanpa sadar erlita malah
menampar pipi kiri alviandra.
"dasar cewek gila! kenapa kau
menampar ku?" maki alviandra.
"ma maaf, aku reflek." ucap erlita
terbata bata.
"ya sudah, turun sana!" suruh alviandra.
erlita pun segera keluar dari mobil nya.
sesampai nya di kamar, erlita
membanting tas mini nya di kasur.
"sial banget sikh!" gumam erlita.
"dasar cowok reseeee." teriak erlita
yang sontak membuat mama dita
menghampiri nya. mama dita
langsung masuk karna pintu kamar
itu terbuka lebar.
"yang baru pulang jalan jalan sama
pacar, kenapa teriak teriak gitu?"
tanya mama dita.
mendengar ucapan mama nya,
seketika erlita teringat alvin.
dia pun mengambil handpone di tas
mini nya lalu menghubungi alvin.
๐halo๐
๐vin, kamu udah pulang belum?๐
๐udah, kamu sendiri udah pulang
__ADS_1
belum?๐
๐udah kok, ya udah kamu istirahat ya.๐
erlita memutus sambungan telepon nya.
"kalian gak pulang bareng?"
tanya mama dita yang kaget
mendengar percakapan mereka.
"mama, bikin aku kaget aja."
sahut erlita.
"kaget gimana, orang dari tadi juga
mama di sini." sahut mama dita.
erlita cengengesan mendengar
ucapan mama nya.
"gak usah cengengesan gitu! kamu
belum jawab pertanyaan mama."
ketus mama dita.
"gak ma, tadi aku pulang di antar
sama sodara nya alvin, gara gara
ban mobil alvin bocor." jelas erlita.
"sodara?" mama dita masih bertanya.
"ma, aku mau istirahat dulu ya? aku
cape." erlita pun mengganti pakaian
nya, lalu berbaring di tempat tidur nya.
mama dita pun keluar dari kamar erlita.
ke esokan hari nya.
erlita telah siap untuk berangkat
sekolah. dia menghampiri orang
tua nya di meja makan.
"pagi ma, pagi pa." sapa erlita
pada mama dan papa nya.
"pagi sayang." jawab kedua nya
secara berbarengan.
"ma, aku langsung berangkat ya."
erlita lansung menyalami kedua
orang tua nya secara bergantian.
"kamu gak sarapan dulu?"
tanya mama dita.
"aku mau sarapan di kantin aja."
erlita pun berpamitan.
*sesampai nya di sekolah*
erlita langsung ke kantin.
dia menge'chat karin sahabat nya.
namun karin ternyata belum sampai
di sekolah. erlita pun sarapan sendiri.
tak selang beberapa lama,
rehan menghampiri erlita.
"sendirian aja nih, kemana yang
lain?" tanya rehan.
"kaya nya masih pada di jalan."
jawab erlita sambil mengunyah
makanan yang ada di mulut nya.
beberapa menit kemudian Karin
dan jono datang menghampiri
erlita dan rehan.
"kenapa tu muka? bonyok gitu,
jangan jangan kamu habis di
gebukin warga ya, gara gara
ketahuan nyolong kambing."
celoteh rehan yang seakan akan
membalas celotehan jono tempo hari.
"hahaha." karin tertawa lepas
mendengar ucapan rehan.
jono nampak santai mendengar
celotehan teman nya itu.
"sebenar nya muka mu itu kenapa?"
tanya karin pada jono.
"ciyee ciyee." erlita menggoda karin.
"apaan si lita." desis karin.
"jono kamu belum jawab pertanyaan
kita, kenapa muka mu bisa bonyok
begitu?" tanya rehan lagi.
"nanti aku jelasin! aku lapar, mau
pesan makanan dulu." kata jono
__ADS_1
lalu memanggil mang uje untuk
memesan makanan.